Kepindahan pemain dari satu klub menuju klub lain merupakan hal yang sangat lumrah terjadi dalam sepakbola. Tidak semua pemain betah berada dalam satu tim, dan ingin mengembangkan bakat di tempat lain, atau bahkan sekadar menghabiskan sisa karir di klub tertentu.
Namun akan lain ceritanya bila seorang pemain masih betah berada di klub tertentu, namun malah dipaksa pergi dengan beragam alasan. Pemain tersebut mungkin akan mengalami kekecewaan hingga terpaksa pergi. Akan tetapi, meski berstatus sebagai pemain terbuang, tidak sedikit dari mereka yang justru berhasil membuat tim yang telah membuangnya menyesal.
Seperti pada bahasan kali ini, starting eleven akan menyajikan deretan pemain yang malah bersinar setelah dibuang oleh tim nya.
Daftar Isi
Cristiano Ronaldo (Real Madrid > Juventus)
Melepas pemain seperti Cristiano Ronaldo mungkin menjadi kesalahan terbesar yang pernah dilakukan Real Madrid. Betapa tidak, meski usianya sudah terbilang tua, Ronaldo tetap bisa mengemban tanggung jawab sebagai seorang profesional sejati. Dia masih mampu tampil di level tertinggi, dan masih sangat layak disebut sebagai salah satu yang ditakuti.
Seperti yang kita tahu, Ronaldo telah resmi pergi dari Real Madrid pada tahun 2018 lalu. Kemudian, bintang asal Portugal ini pergi ke Italia untuk bergabung dengan Juventus. Menurut kabar yang beredar, kepergian Ronaldo didasari dengan sikap sang presiden, Florentino Perez, yang disebut sudah tidak ingin lagi memakai jasa pemain berjuluk CR7. Ketika itu, Ronaldo merasa kecewa karena ia menganggap sang presiden hanya mengincar keuntungan pribadi melalui dirinya.
Tidak mau terus terjebak dengan situasi tak diinginkan, Ronaldo lalu menerima tawaran Juventus yang berani mengeluarkan dana besar untuk menebusnya.
Awalnya, banyak yang meragukan reputasi Ronaldo di kompetisi Serie A. Pasalnya, kompetisi Italia itu memiliki banyak sekali kumpulan bek hebat, yang bukan tak mungkin bakal membuat laju Ronaldo tersendat.
Namun semua itu mampu dipatahkan oleh Ronaldo. Eks penggawa Manchester United ini malah terus bermain superior hingga sempat menobatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak di kompetisi tertinggi Italia. Bahkan, ia terus mengukir rekor semenjak kedatangannya ke Italia sekitar lebih dari dua tahun silam.
Di sisi lain, Real Madrid tentu sangat menyesal karena telah melepas Ronaldo pergi. Selain karena performa sang pemain masih moncer, sampai saat ini, klub berjuluk Los Blancos juga belum menemukan pengganti sepadan CR7. Eden Hazard yang didatangkan dengan harga mahal juga malah akrab dengan ruang perawatan akibat terlalu sering cedera.
Sumber: goal
Luis Suarez (FC Barcelona > Atletico Madrid)
Ronaldo Koeman mengaku tidak menyesal karena telah membiarkan pergi Luis Suarez ke Atletico Madrid. Ya, nama Suarez memang disingkirkan oleh pelatih anyar Barcelona, Ronald Koeman. Pria Belanda menyebut bila Suarez tidak akan cocok dengan skema permainannya. Selain itu, eks penggawa Liverpool juga disebut sudah terlalu tua. Dia harus segera diganti dengan bakat muda yang disiapkan untuk masa depan.
Apa yang telah dilakukan Koeman memang tidak sepenuhnya salah. Namun mengeluarkan Suarez secara tiba-tiba jelas menjadi sebuah kekeliruan besar. Suarez yang ketika tahu dirinya bakal disingkirkan dari skuad el Barca bahkan sampai menitikan air mata ketika melakukan salam perpisahan. Hal itu terasa wajar. Pasalnya, Suarez telah menjadi bagian besar kubu el Barca dalam waktu yang sangat lama. Dia telah menjadi andalan, dan sudah banyak trofi yang disumbangkan.
Setelah banyak yang mengira bahwa era Luis Suarez telah habis, pemain asal Uruguay itu justru berhasil membungkam segala kritik. Dia membuktikan bahwa dirinya masih sangat layak dipertahankan, dan sekaligus membalas penilaian Ronald Koeman tentang dirinya.
Kini, ketika seragam kebesaran Atletico terbalut rapi dalam dirinya, Suarez menjadi salah satu pemain yang terus diandalkan. Dia tak jarang mencetak gol dan menjadi penyelamat timnya kala diambang kekalahan.
Suarez tak ubahnya menjadi berkah bagi Atletico dan sesal bagi Barcelona. Dalam setidaknya 20 laga yang dimainkan, Suarez telah berhasil mencetak sebanyak 16 gol. Lebih dari itu, tim yang dibela saat ini tengah berada di puncak klasemen dan berpotensi menjadi juara liga pada musim ini.
Sumber: football espana
Andrea Pirlo (AC Milan > Juventus)
Kembali satu dekade ke belakang, ketika AC Milan begitu menyesal karena telah melepas Andrea Pirlo ke Juventus. Hal tersebut, yang mungkin masih disesali oleh sebagian fans Milan, juga diakui oleh Galliani yang saat itu masih duduk di manajemen Milan. Pria berkepala plontos itu menyebut bila melepas Pirlo adalah kesalahan terbesar sepanjang karirnya.
Ketika itu, Milan baru saja menjuarai Liga Italia setelah beberapa tahun lamanya. Disana ada nama Pirlo yang turut andil memberi gelar bagi I Rossoneri.
Akan tetapi, manajemen Milan tidak langsung memagarinya dengan kontrak yang saling menguntungkan. AC Milan ketika itu hanya mau menawarkan kontrak satu tahun kepada Pirlo, karena usia sang pemain sudah melebihi angka 30 tahun. Akan tetapi Pirlo langsung menolak dan meminta lebih. Setelah jalan tengah tidak ditemukan, Milan langsung membiarkan Pirlo pergi, dimana hal tersebut langsung dimanfaatkan oleh Juventus yang tengah coba bangkit dari era keterpurukan.
Nama Pirlo sejatinya sudah sangat lekat dengan Milan. Seluruh trofi berhasil didapat tanpa terkecuali. Akan tetapi, perlakuan Milan ketika itu membuat Pirlo kecewa hingga membuat sang pemain seolah ingin melakukan pembalasan.
Benar saja, di tengah kobaran semangat Juventus untuk kembali naik ke panggung juara, Pirlo diplot sebagai salah satu pemain andalannya. Dia yang memang sudah terbiasa dengan kompetisi Italia langsung memberi dampak luar biasa bagi perkembangan Si Nyonya Tua.
Meski didatangkan hanya dengan status bebas transfer, Pirlo tetap mampu tunjukkan kelasnya. Setelah menjuarai liga bersama AC Milan pada 2011, dia kemudian melanjutkan kesuksesannya bersama Juventus dengan raihan empat gelar liga secara beruntun.
Sumber: goal
Samuel Eto’o (FC Barcelona > Inter Milan)
Nama Samuel Eto’o sampai kini masih dikenang sebagai salah satu legenda terbaik dalam dunia sepakbola. Dia telah banyak membuat penggemar sepakbola terhibur dengan skil mencetak gol yang dimiliki.
Namun dalam perjalanan karirnya, dia pernah merasa kecewa karena telah dipaksa pergi oleh pelatih FC Barcelona, Pep Guardiola. Tepat pada tahun 2009 silam, Guardiola mengakui bahwa dirinya memang memaksa Eto’o pergi dari Camp Nou. Hal itu dilakukan karena sang pelatih ingin segera merekrut pemain incarannya, yaitu Zlatan Ibrahimovic.
Rencana itu pun berhasil, dengan Inter dan Barcelona menyepakati pertukaran pemain yang dianggap saling menguntungkan. Zlatan Ibrahimovic memainkan musim yang tidak terlalu buruk di Barca. Dia berhasil mencetak banyak gol. Sayangnya, dia memiliki hubungan yang kurang baik dengan Guardiola, hingga hal tersebut membuatnya merasa tak betah.
Di sisi lain, Eto’o yang tampak pasrah ketika dijadikan alat barter malah berhasil menuai kesuksesan besar bersama Inter Milan. Disana, dia menjadi pemain andalan yang sukses mengantar Inter meraih tiga trofi sekaligus dalam satu musim kompetisi. Dengan raihan tersebut, Eto’o menjadi satu-satunya pemain yang berhasil meraih treble winner dengan dua tim berbeda. Rekor tersebut bahkan belum bisa dipecahkan oleh pemain manapun sampai saat ini.
Dengan fakta tersebut, jelas Barcelona menjadi pihak yang dirugikan karena mereka telah melepas salah satu pemain terbaiknya dan mendapat ganti yang tidak sesuai harapan.
Sumber: goal
Carlos Tevez (Manchester United > Manchester City)
Carlos Tevez pernah jadi pujaan publik Old Trafford beberapa tahun silam. Pemain asal Argentina itu sukses dipinjam dari West Ham dan langsung memberikan dampak luar biasa. Tevez yang ketika itu hadir di era emas MU berhasil membentuk trio superior bersama dengan nama Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo.
Trio tersebut menjadi salah satu yang terhebat sepanjang pergelaran Liga Primer Inggris. Semua piala berhasil didapat, tak terkecuali Liga Champions Eropa. Akan tetapi, Tevez merasa bahwa kinerjanya selama berseragam Setan Merah tak dihargai oleh pihak manajemen. Dia ingin bertahan di MU dengan kontrak permanen. Namun, apa yang didapat adalah sebuah penolakan.
Tevez mengatakan bila dia telah berbicara kepada Fergie, akan tetapi sang pelatih mengungkap bila MU tidak bisa memberinya kontrak permanen. Karena alasan itulah, Tevez merasa dikhianati. Dia lalu mengungkap ingin pergi dan langsung diberi tawaran oleh Manchester City. Tanpa pikir panjang, Tevez langsung menerimanya, dan saat itu juga, nama Carlos Tevez sukses menjadi ikon klub biru di kota Manchester.
Wajahnya terpampang jelas di sudut kota dengan judul “welcome to Manchester”.
Apa yang telah didapat Tevez ketika itu baru permulaan saja. Pasalnya, setelah bergabung dengan The Citizen, Tevez berhasil mengubah wajah klub tersebut dan berhasil memberi gelar Liga Primer Inggris pertama sepanjang sejarah klub.
Jelas, raihan itu sangat membuat para penggemar MU tidak senang. Apalagi, setelah trofi pertama itu, City lantas menjadi salah satu kandidat juara liga di setiap musimnya.
Sumber: sportsjoe
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=WsEEVwcOdVQ[/embedyt]


