Spanyol, pada era akhir 2000 an sampai awal dekade baru, resmi menjadi raksasa terbaik yang pernah ada. Mereka yang pada tahun 2008 berhasil memenangi Piala Eropa kembali menunjukkan level yang lebih tinggi. Tepat pada tahun 2010, ajang Piala Dunia yang dihelat di Afrika Selatan menjadikan tim Matador sebagai pemegang gelar juara. Tak sampai disitu, pada edisi Piala Eropa berikutnya, atau tepat pada tahun 2012, mereka kembali meraih gelar juara, dimana di partai final sukses menghajar timnas Italia dengan skor 4-0.
Spanyol memang menjadi negara yang tak ubahnya sukses buktikan kualitas para pemainnya. Para penggawa el Matador berhasil menguasai dunia dengan permainan tiki-taka nya. Ketika itu, juga muncul banyak sekali pemain muda yang disebut sebagai penerus generasi emas Spanyol. Namun meski banyak diharapkan oleh banyak penggemar, pemain muda tersebut justru gagal penuhi ekspektasi. Siapa sajakah mereka? Berikut kami berikan ulasannya.
Daftar Isi
Bojan Krkic
Semua pasti setuju bila nama Bojan Krkic layak disebut sebagai penerus Lionel Messi, sebelum akhirnya, dia tenggelam dengan ekspektasi besar orang-orang. Bojan Krkic merupakan mantan wonderkid Spanyol yang memang sudah memiliki performa luar biasa sejak usia dini. Sepanjang karir mudanya, Bojan pernah mencetak sebanyak 900 gol sebelum akhirnya masuk ke tim senior FC Barcelona dan mencetak 10 gol di musim pertamanya di kompetisi La Liga.
Bahkan, Bojan tercatat sebagai pencetak gol termuda di kompetisi La Liga pada usia 17 tahun 53 hari, sebelum akhirnya dipatahkan oleh Ansu Fati di usia 16 tahun dan 304 hari.
Bojan memang memiliki skill luar biasa. Dia punya kecepatan, kelincahan, dan kemampuan mencetak gol. Akan tetapi, setelah banyak orang yang menyebutnya sebagai penerus Lionel Messi, dia malah merasa sangat terbebani.
Bojan mengatakan kalau dia bukanlah Messi. Dia adalah Bojan dan tidak ingin dikaitkan dengan siapapun. Hal itulah yang pada akhirnya membuat karir sang pemain jatuh. Dia tidak bisa menanggung beban yang terlalu berat. Performanya menurun tajam hingga membuatnya kerap bergonta ganti klub.
Hal itu pula yang membuatnya tak mampu menembus skuad senior Spanyol. Tercatat hanya ada satu pertandingan saja yang dimainkan. Di usia 30 tahun, Bojan juga tercatat sebagai pemain yang tidak memiliki klub.
Stoke star Bojan Krkic sees attempts to switch from Spain to Serbia blocked by FIFA
cc @R2_TV #R2Tv pic.twitter.com/DVHXIRIrST— Adeoye Salem Shobakin (@deoyesalem) September 23, 2016
Iker Muniain
Iker Muniain pernah menjadi mimpi buruk Manchester United di kompetisi Liga Europa pada tahun 2012 silam. Dia menjadi salah satu pencetak gol ke gawang David de Gea, ketika Bilbao berhasil mengalahkan MU dengan skor 1-3.
Sejak saat itu, performanya terus diamati oleh para penikmat sepakbola. Bahkan, di negara asalnya, Spanyol, Iker Muniain sampai disebut sebagai pemain yang memiliki skill seperti Lionel Messi dan fisik seperti Wayne Rooney. Dari situ pula, dia menjadi buruan duo Manchester. Bahkan, raksasa Italia, Juventus, juga sangat tertarik untuk mendatangkannya. Akan tetapi, Bilbao tidak ingin melepasnya begitu saja dengan menyebut bila klausa rilis sang pemain mencapai 43 juta euro.
Dua tahun berselang, Manchester City kembali menaruh minat padanya. Akan tetapi, dia menolak dan menyebut masih ingin bertahan di Bilbao. Di usia 28 sekarang ini, Muniain tetap berseragam Bilbao, namun tidak pernah tunjukkan level tertinggi.
Dia gagal tunjukkan konsistensi, hingga timnas Spanyol pun tidak begitu tertarik untuk memakai jasanya.
Spain v Germany 04.03.14 #SpainNTsub21 Iker Muniain pic.twitter.com/52St89xID6
— La Furia Roja (@SpainNT) March 5, 2014
Marco Asensio
Level yang lebih baik ditunjukkan oleh Marco Asensio. Dia beberapa kali membela timnas Spanyol di level Internasional. Namun begitu, dia tidak benar-benar mampu mencapai level yang diharapkan.
Marco Asensio adalah salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Spanyol, dan kini masih menjadi penggawa Real Madrid. Di usia 25 tahun, Asensio memang sudah beberapa kali menjadi bintang Real Madrid dalam sebuah pertandingan. Akan tetapi, di usia 25 tahun pula, dia sudah sempat mengalami cedera ACL, yang membuat karirnya amat terganggu.
Asensio yang kembali ke lapangan tampak belum mampu temukan performa terbaiknya. Performanya juga tidak seperti saat dia pertama kali membuat debut bersama Real Madrid. Meski dianggap masih punya banyak waktu, Asensio tampak kesulitan untuk temukan performa terbaiknya selama ini.
Happy 24th birthday to Real Madrid and Spain star Marco Asensio! 🎂
That. Left. Foot. 🚀 pic.twitter.com/6yb1Ld12pz
— Goal (@goal) January 21, 2020
Gerard Deulofeu
Perjalanan Gerard Deulofeu sebagai mantan bintang masa depan FC Barcelona dan timnas Spanyol tampak memilukan. Dia memiliki masalah seperti Bojan Krkic yang terus dihubungkan dengan nama Lionel Messi, hingga pada akhirnya itu mengganggu kesehatan mental nya.
Gerard Deulofeu merasa keberatan dengan ekspektasi penggemar yang menyebutnya sebagai penerus Messi. Kegagalannya di Barcelona itu lalu berlanjut ke timnas Spanyol, dimana dia hanya punya sedikit kesempatan untuk buktikan kualitasnya.
Sempat kembali ke Barcelona pasca bermain apik di AC Milan, Gerard Deulofeu kembali terlempar dari Camp Nou dan kini, di usianya yang menginjak 26 tahun, dia berstatus sebagai pemain Udinese.
Gerrard Deulofeu // #Spain pic.twitter.com/bkldfxmUAs
— – (@CapturedFooty) May 26, 2014
Jese Rodriguez
Jese Rodriguez, sebuah nama yang sempat menghiasi daftar pemain Real Madrid, sebelum akhirnya dilego ke Paris Saint Germain.
Jese merupakan pemain yang dipromosikan Jose Mourinho, sebelum akhirnya menemukan permainan yang semakin matang dibawah asuhan Carlo Ancelotti. Dia mampu memanfaatkan kesempatan dengan mencetak gol, yang bahkan ke gawang klub-klub besar.
Nahas, persis seperti yang dialami Asensio, Jese juga mengalami cedera ACL yang membuatnya tampak kehilangan momen untuk jadi seorang bintang. Ketika kembali, dia tak lagi mampu tunjukkan bakat hingga membuatnya dilepas ke Prancis. Akan tetapi, dia juga gagal kembangkan bakat di raksasa Prancis.
Dia kesulitan untuk temukan menit bermain hingga kini membuatnya kembali ke La Liga. Namun bukan bersama Real Madrid, melainkan Las Palmas, yang bermain di kasta kedua sepakbola Spanyol.
Dia yang sebelumnya digadang-gadang menjadi bintang masa depan Spanyol pun tengah meratapi nasib sebagai pemain tim kasta bawah.
Jesé Rodriguez scored the goal of qualification to the world cup semi final in the 90′ mn (Spain-Mexico 2-1) pic.twitter.com/aIFchRAXsx
— marco saint juste (@marcosaintjust2) July 2, 2013
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=g6klObE1eb8[/embedyt]
Sumber referensi: Oh My Goal


