6 Pemain Yang Dulunya Disebut “The Next Zidane”, Gini Nasibnya Sekarang

spot_img

Begitu banyak warisan yang ditinggalkan Zinedine Zidane dalam dunia sepakbola. Sebelum kini jadi salah satu pelatih terbaik di dunia, dengan torehan tiga gelar Liga Champions Eropa, dahulu ketika masih aktif sebagai pemain, Zidane dikenal sebagai pemain dengan skil ajaib bahkan kala dirinya masih berusia muda.

Zidane merupakan representasi dari sosok pemain komplit. Dia telah memenangkan semua gelar sepanjang karir sepakbolanya. Lebih dari itu, skil serta kepemimpinannya di atas lapangan juga masih bisa dirasakan sampai sekarang.

Dengan bakat dan popularitas yang dimiliki, banyak pemain yang pada akhirnya lahir pasca era kejayaannya terus dihubungkan dan disebut sebagai penerusnya. Namun kebanyakan dari mereka malah gagal penuhi harapan dan mendapati karirnya hancur bahkan sebelum mencapai usia matang.

Siapa sajakah pemain yang dijuluki sebagai penerus Zidane tersebut? Berikut kami berikan daftarnya.

Mourad Meghni

Tak banyak yang mengenal nama Mourad Meghni. Wajar saja, pemain yang sudah putuskan pensiun sejak tahun 2017 itu tidak banyak membela klub besar. Prestasi terbaiknya hanya ketika membela Lazio, dimana dia berhasil memenangkan trofi Coppa Italia dan Supercoppa Italia.

Namun begitu, Mourad Meghni ternyata pernah dijuluki sebagai penerus Zinedine Zidane. Mourad Meghni dijuluki sebagai penerus Zidane karena merupakan pemain keturunan Aljazair dan tampil begitu luar biasa di timnas Prancis U17. Mourad Meghni ketika itu dijuluki sebagai Zidane kecil.

Mendapat julukan tersebut, Mourad Meghni lalu diminati oleh klub asal Italia Bologna pada tahun 2002. Namun sayang, kepindahannya dari Prancis menuju Italia tak berbuah manis. Dia gagal tunjukkan konsistensi dan kerap duduk di bangku cadangan, bahkan ketika dia bergabung dengan Lazio.

Karena merasa tidak memiliki karir yang bagus di Italia, Mourad Meghni lalu terbang ke Qatar dan bergabung dengan klub Umm Salal. Setelah itu karirnya tergolong tidak berkembang hingga dia putuskan pensiun.

Bruno Cheyrou

Nama Bruno Cheyrou banyak dikenal ketika dia membela klub asal Prancis, Lille. Selama kurang lebih empat tahun membela klub tersebut, dia begitu banyak menampilkan performa hebat hingga membuat dirinya memiliki julukan sebagai penerus Zidane.

Bruno Cheyrou memang tidak bisa disebut sebagai pemain yang terlalu hebat. Namun dia disebut sebagai pria yang memiliki sentuhan seperti sang maestro. Dia memiliki gaya permainan seperti Zidane, khususnya saat menguasai bola. Pada tahun 2002, dia direkrut oleh salah satu klub terbaik di Inggris, Liverpool. Sayangnya, Liverpool tak mendapat apa yang mereka harapkan.

Karena tidak tampil memuaskan, dia sering bergonta-ganti klub hingga membuatnya gagal mengembangkan bakat. Karirnya secara cepat menukik tajam dan membuatnya pensiun pada tahun 2015.

Anthony Le Tallec

Siapa sangka bila nama Anthony Le Tallec merupakan bagian dari tim ajaib Liverpool yang berhasil memenangkan trofi Liga Champions Eropa di tahun 2005. Dia merupakan sosok pemain depan yang sempat dikenal sebagai The Next Zidane.

Menyusul penampilan hebatnya di tim junior Prancis, banyak penggemar yang mengatakan bila Anthony Le Tallec adalah penerus sejati Zinedine Zidane. Namun tak sedikit pula yang menyebut kalau klaim Anthony Le Tallec tentang penerus Zinedine Zidane masih terlalu dini.

Ketika bergabung dengan Liverpool, Anthony Le Tallec hanya mampu mencetak satu gol dalam 32 kesempatan yang diberikan. Setelah itu, dirinya lebih sering berstatus sebagai pemain pinjaman, sebelum akhirnya kembali ke Prancis.

Kini, di usianya yang menginjak 36 tahun, Anthony Le Tallec berstatus sebagai pemain Annecy FC yang berkompetisi di kasta ketiga Liga Prancis.

Yoann Gourcuff

Nama Yoann Gourcuff kerap terdengar sebagai salah satu calon bintang dunia di era 2000 an. Berkat skil hebat yang dimiliki, Yoann Gourcuff sering disebut sebagai penerus Zinedine Zidane. Namun, tak sedikit pula yang menyebut nya sebagai sosok yang sangat mirip dengan bintang AC Milan, Ricardo Kaka. Ketika itu, setelah berjaya bersama Rennes, Yoann Gourcuff memang kemudian pergi ke Italia dan bergabung dengan AC Milan.

Namun ternyata dua tahun di AC Milan sama sekali tak membuatnya bermain mirip dengan Kaka. Dia malah gagal kembangkan bakat dan karirnya berujung pada sebuah kemunduran. Pada akhirnya, Yoann Gourcuff memilih untuk kembali ke Prancis dan bergabung dengan Bordeaux.

Bergabung dengan klub tersebut sempat memberinya secerca harapan. Pasalnya, dia mampu mengembalikan performa dan sempat menerima penghargaan Ligue 1 Player of the Year setelah menjuarai Ligue 1 dan Coupe de la Ligue 2008/09 plus Trophée des Champions 2008 dan 2009.

Dari situ, sosok Yoann Gourcuff yang disebut sebagai penerus Zinedine Zidane terus mengudara. Dia bahkan dimasukkan ke dalam skuad timnas Prancis yang berlaga di ajang Piala Dunia 2010. Namun dia gagal dan saat bergabung dengan Lyon, performanya juga tak lagi bersinar.

Dia sering duduk di bangku cadangan sebelum akhirnya pada tahun 2019 lalu dia bergabung dengan Dijon. Namun kini, dia berstatus sebagai pemain tanpa klub.

Samir Nasri

Pemain lain yang sudah tenar sejak berada di tim muda Prancis adalah Samir Nasri. Samir Nasri memiliki karir yang lebih baik dari nama sebelumnya. Mulanya, dia yang sudah bersinar di turnamen muda Eropa disebut memiliki skil dan sentuhan seperti Zinedine Zidane. Dia yang memulai segalanya dari Marseille, kemudian langsung diminati oleh klub Inggris, Arsenal.

Mantan pemain Marseille, Albert Emon, sering memberikan pujian kepada Samir Nasri bahwa dirinya benar-benar memiliki skil yang mirip dengan Zidane. Arsene Wenger yang ketika itu menangani Arsenal pun tampak setuju dengan sebutan penerus Zidane yang ditujukan kepada Nasri.

Dia kerap menjadi andalan, untuk kemudian hijrah ke Manchester City dan memenangkan banyak gelar, termasuk Liga Primer Inggris. Namun sayangnya, dia tidak berjaya ketika harus membela timnas Prancis. Setelah itu, karirnya juga kian menurun pasca dirinya kerap terkena masalah cedera, dan sempat gagal menjalani tes doping.

Kini, dia tercatat sebagai pemain tanpa klub, setelah sebelumnya sempat membela West Ham dan Anderlecht.

Adel Taarabt

Sebagai seorang gelandang serang, nama Adel Taarabt bisa dibilang sebagai pemain yang memang punya kemampuan luar biasa. Skil dan kecepatan Adel Taarabt kerap membuat pemain lawan kalang kabut.

Dia yang berasal dari Maroko pun mendapat julukan sebagai penerus Zinedine Zidane, setelah tampil memukau bersama klub asal Prancis, Lens. Pada 2007 ketika dia bergabung dengan Spurs, oleh warga Inggris dia mendapat julukan sebagai penerus sang maestro lapangan asal Prancis.

Pelatih Spurs ketika itu, Harry Redknapp, juga mengakui bahwa penggemar tim Lili Putih menyambut antusias kedatangan Adel Taarabt. Sayangnya, julukan tersebut malah tidak memunculkan apapun. Dia lalu kerap berganti klub, termasuk bersama QPR, Fulham, hingga AC Milan. Kini di usia 31 tahun, Taarabt tercatat sebagai pemain Benfica, namun tidak terlalu memberi kontribusi lebih.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=C2C1jb-odKs[/embedyt]

 

Sumber referensi: planetfootball

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru