Mengapa Bayern Munich Selalu Membeli Pemain Dari Borussia Dortmund?

spot_img

Raksasa Bundesliga, Bayern Munchen menjadi penguasa Liga Jerman selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Klub asal Bavaria itu telah menorehkan 8 titel juara, dengan dua sisanya menjadi milik Borussia Dortmund.

Selain dikenal sebagai klub bergelimang prestasi, Bayern juga disebut sebagai klub yang gemar merekrut pemain dari klub rival. Bahkan, dalam 1 dekade ini, Bayern Munchen sering mendatangkan pemain baru dari Borussia Dortmund.

Salah satu hasil rekrutan terbaik Bayern dari Dortmund adalah Robert Lewandowski. Penyerang asal Polandia itu telah mengukir banyak prestasi bersama Die Roten. Saking hebatnya saat berseragam Bayern, orang-orang mungkin sudah lupa jika Lewandowski dulunya adalah pemain Dortmund.

Selain Lewandowski, Bayern juga pernah merekrut pemain Dortmund lainnya seperti Mario Gotze pada 2013 dan Matt Hummels pada 2016.

Lantas, kenapa Bayern sering membeli pemain Dortmund yang notabene adalah rival mereka?

Sebenarnya, seperti kebanyakan transfer pemain di klub lainnya, adalah hal yang wajar jika Bayern membeli pemain dari Dortmund. Hanya saja, dalam satu dekade terakhir, pemain yang diboyong Bayern dari Dortmund adalah pemain berkualitas. Dan menariknya, para pemain itu menunjukkan kualitas permainan yang cemerlang setelah tiba di Bayern.

Sebagai klub raksasa, Bayern tentu tak akan kesulitan untuk membajak pemain, bahkan meski itu dari klub rival. Bayern bisa memberikan sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh Dortmund, salah satunya adalah uang. 

Meski tak masuk dalam kategori klub miskin, namun kemampuan finansial Dortmund memang tak sebaik Bayern. Untuk tahun 2020 saja, Dortmund menempati peringkat 13 klub paling berharga versi Forbes, sedangkan Bayern? Klub ini bertengger cantik di peringkat keempat.

Dengan kondisi keuangan yang secara statistik berada di atas Dortmund, tentu lebih mudah bagi Bayern untuk menarik pemain berkualitas dari klub lain tanpa susah payah. 

Di sisi lain, pendapatan Dortmund kebanyakan ditopang dari transfer.

Jika ditarik ke belakang, Dortmund memang kerap memiliki pemain dengan bakat luar biasa. Sayangnya, mereka tidak menyadari kualitas talenta muda yang mereka latih. Alih-alih menyadarinya, Die Borussen justru menjual atau meminjamkan pemain-pemain itu saat usia mereka telah mencapai 20 ke atas untuk menambah pendapatan.

Padahal, jika pemain-pemain berbakat itu bermain dan memenangkan Liga Champion atau minimal mencapai semifinal, mereka akan menghasilkan uang untuk klub.

Melihat ketidakpekaan Dortmund terhadap para pemainnya, tentu Bayern tak akan diam saja.

Jadi, hal yang wajar, jika Bayern yang punya banyak uang membeli pemain berkualitas dari Dortmund yang notabene mengandalkan pemasukan klubnya dari penjualan pemain.

Selain karena Bayern adalah klub kaya, ada yang beranggapan bahwa alasan Bayern sering membeli pemain dari Dortmund adalah taktik untuk melemahkan klub rival. Alasan ini bisa dibenarkan jika Dortmund memiliki ambisi yang sama dengan Bayern.

Karena jika rivalitas Bayern dan Dortmund sebesar persaingan Real Madrid dan Barcelona atau Inter Milan dan AC Milan, keduanya akan menciptakan anomali transfer. 

Seperti yang terjadi saat transfer Luis Figo ke Real Madrid. Kepindahannya membangkitkan kemarahan para penggemar Barca. Selain dicap sebagai musuh nomor satu, pemain Portugal itu juga dianggap sebagai pengkhianat.

Namun, untuk kasus jual beli pemain antara Bayern dan Dortmund, kecil kemungkinan terjadi hal seperti itu karena keduanya tak memiliki ambisi yang sama. Selain itu, penggemar dari kedua pihak tidak se-emosional fans Madrid-Barca. Bahkan, menurut kabar yang beredar hubungan Dortmund dan penggemarnya tak begitu lekat.

Jadi, dengan ambisi dan sisi emosional fans yang berbeda, tentunya transfer pemain dari atau ke Dortmund adalah hal yang sangat biasa, dan tidak bisa disebut sebagai taktik melemahkan klub rival.

Sebenarnya, Bayern tak selalu mendatangkan pemain bagus dari Dortmund, beberapa diantaranya ia datangkan dari klub lain di Bundesliga, seperti Leon Goretzka dari Schalke, Michael Ballack dari Bayern Leverkusen, Mario Mandzukic dari Wolfsburg dan masih banyak lainnya.

Begitu pun dengan Dortmund, Die Borussen tak selalu menjual pemainnya ke Bayern. Shinji Kagawa yang dijual ke Manchester United pada 2012 dan Christian Pulisic yang dibeli Chelsea pada 2019 adalah bukti bahwa Dortmund juga melepas pemain terbaiknya untuk klub lain.

Namun, sebagai klub besar yang secara alami akan memburu pemain berbakat dari klub lain dan kebetulan Bayern sering menemukannya di Dortmund, jadilah ia sering membeli pemain dari Die Borussen.

Jadi, mengapa Bayern sering membeli pemain dari Borussia Dortmund? Jawabannya, karena di industri sepakbola, hal-hal seperti itu adalah hal yang wajar terjadi dan seperti itulah cara kerja mereka.

Dan sebagai penutup, tampaknya sekarang Bayern akan alami kesulitan jika ingin kembali merekrut pemain bintang milik Dortmund. Sebab, sejak setahun yang lalu, Dortmund telah memutuskan untuk tidak melepaskan satupun pemain yang masih terikat kontrak dengannya menyeberang ke Die Bayern. 

Keputusan tersebut diambil karena Dortmund ingin menjadi ancaman serius bagi rivalnya itu dalam perburuan gelar Bundesliga di setiap musim. Mereka berharap bisa menjadi pesaing serius yang bisa mengganggu dominasi FC Hollywood.

Sumber referensi : ligalaga, Quora, Joe,

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=z0q7bpmdQAA[/embedyt]

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru