Jadi Pemain Termahal el Real, Mengapa Performa Luka Jovic Tak Sesuai Bandrol?

spot_img

Luka Jovic baru saja resmi kembali ke Eintracht Frankfurt dari Real Madrid melalui status pinjaman. Kabar itu dilaporkan langsung oleh akun Twitter resmi klub pada 14 Januari 2021. Jovic bakal bermukim di klub lamanya itu sampai setidaknya akhir musim 2020/21. Disana, dia bakal mengenakan nomor punggung 9.

Tidak disebutkan berapa biaya yang dikeluarkan klub asal Jerman untuk memulangkan Jovic. Yang pasti kembalinya Jovic disambut gembira oleh pihak klub, tak terkecuali Direktur Olahraga Frankfurt, Fredi Bobic. Dia merasa optimis dan yakin bila Jovic akan kembali ke performa awal.

Seperti diketahui, sebelum direkrut Real Madrid dengan nilai yang cukup mahal, yakni 60 juta euro, Jovic memang menjadi andalan di Frankfurt. Dia menjadi pemain muda penuh potensi yang pada saat itu banyak diincar oleh klub-klub Eropa. Di musim 2018/19, dia berhasil mencetak sebanyak 10 gol di Liga Eropa dan menjaringkan 17 gol di Liga Jerman. Sebuah catatan yang tentunya akan membuat semua klub besar silau.

Sayangnya, Jovic dinilai gagal bersinar dan kesulitan beradaptasi di salah satu klub terbaik dunia tersebut.

Ada sejumlah faktor yang mendasari gagalnya Jovic bersinar di Real Madrid. Apa sajakah itu?

Musim ini, atau 2020/21, Jovic baru tampil dalam empat pertandingan La Liga dan satu penampilan Liga Champions Eropa. Total menit bermainnya sebanyak 208, dan dengan kesempatan itu dia sama sekali belum mampu menyumbangkan satu pun gol untuk Los Galacticos.

Lalu pada musim lalu, 2019/20, atau pertama kali Jovic melakoni debut di Spanyol, dia juga gagal menampilkan performa gemilangnya di atas lapangan. Menurut data yang diambil dari laman transfermarkt, sebanyak 17 kesempatan di kompetisi La Liga diberikan oleh pelatih, namun Jovic hanya mampu membayar dengan torehan dua gol saja. Di sisi lain dia juga tampil dalam 5 pertandingan Liga Champions, 3 Copa del Rey, dan dua Supercoppa. Akan tetapi, tidak ada satu pun gawang lawan yang bergetar karena aksinya.

Menurut Marca, sejumlah faktor benar-benar mempengaruhi performa Jovic diatas lapangan. Pertama adalah dia gagal beradaptasi. Catatan yang begitu impresif berhasil ditunjukkan kala dia masih berada di Jerman. Namun seperti yang kita tahu, pergi ke Spanyol justru merusak karirnya.

Padahal, usianya masih sangat muda dan banyak yang berpendapat pula kalau dia akan sukses di Real Madrid.

Adaptasi Jovic di Real Madrid diganggu oleh beberapa masalah, baik di dalam maupun di luar lapangan. Zidane telah memberinya kesempatan. Namun apa yang ditampilkan sang pemain selalu berada diluar harapan. Malah, posisinya berada dibawah Mariano Diaz yang ditugaskan sebagai pelapis Karim Benzema.

Kemudian, Jovic sempat melakukan pelanggaran masalah lockdown pada masa pandemi. Hal itu mungkin menjadi yang paling diingat oleh publik ketimbang aksinya di atas lapangan. Dia diketahui menggelar pesta di tengah isu merebaknya virus berbahaya. Seperti dilansir dari givemesport, Luka Jovic tak mengindahkan aturan karantina yang diberlakukan Real Madrid dan malah kembali ke Serbia untuk menggelar pesta.

Padahal, sebelumnya Serbia telah melarangnya untuk kembali, karena kekhawatiran virus yang tengah merebak. Perdana menteri Serbia, Ana Brnabic, pun mengecam aksi sang pemain dan sangat menyayangkan karena Jovic dinilai tidak memberi contoh yang baik kepada masyarakat.

Alasan berikutnya yang membuat Jovic tidak bersinar di Real Madrid adalah karena dirinya sendiri. Dia mengalami penurunan performa dan gagal menunjukkan kualitas di atas lapangan, setidaknya seperti saat dia tampil di Bundesliga pada musim 2018/19.

Mengomentari penampilan buruknya, Jovic memang tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Pasalnya, dia sempat terkena cedera parah dan harus absen dalam beberapa pertandingan. Belum lagi, dia juga sempat terkena virus berbahaya, yang kita semua tahu, itu berarti tidak memungkinkannya untuk mendapat kesempatan bermain.

Namun, perlu dicatat pula bahwa dia telah mendapat cukup kesempatan untuk unjuk gigi. Kemunduran sejak musim pertama dia di Spanyol sudah terlihat. Menurut catatan statistik yang diambil dari sofascore, Jovic hanya mencatatkan rata-rata 0,7 tembakan ke gawang per 90 menit. Angka itu jelas turun drastis dari saat dia tampil di Bundesliga pada musim 2018/19, dimana dirinya mampu mencatatkan sebanyak 2,4 tembakan ke gawang lawan per pertandingan.

Dalam hal ini, menurut peta pergerakan Jovic yang ditampilkan di laman football whisper, dia memang tampak lebih sering bermain-main di luar kotak penalti lawan. Berbeda dengan ketika dia tampil bersama Frankfurt. Disana, Jovic benar-benar mampu membuktikan diri sebagai pemangsa berbahaya di depan gawang, karena memang dia lebih sering berada di depan dan jarang keluar dari wilayah tim lawan. Hal itu memungkinkannya untuk melakukan tembakan ke arah gawang sebanyak-banyaknya dan mencetak gol.

Catatan tersebut sedikit banyak membuktikan bahwa Jovic memang mengalami penurunan performa di La Liga. Dengan harga sebesar 60 juta euro atau setara lebih dari 1 triliun rupiah, Real Madrid tentu merasa dirugikan. Dari total 32 kesempatan yang diberikan, torehan dua gol dan dua assist sama sekali tidak cukup untuk membuktikan diri sebagai pemain yang dibayar dengan nilai mahal.

Kini, kembali ke Eintracht Frankfurt bisa dijadikan sebagai kesempatan besar bagi Jovic untuk pulihkan kondisi sekaligus performa di atas lapangan. Bila tidak ingin dicap sebagai pemain gagal, dia harus kembali menunjukkan kualitasnya bersama klub Jerman, persis seperti pada periode pertamanya disana.

Pada akhirnya, kesempatan yang diberikan Real Madrid kepada Jovic untuk mengembalikan performa di Jerman juga dapat dijadikan kesimpulan, apakah raksasa Spanyol itu bakal memberi sang pemain kesempatan kedua, atau membiarkannya pergi dengan banderol yang tentu jauh dibawah nilai yang telah mereka bayar.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=TyK8hHml1SA[/embedyt]

 

Sumber referensi: Twitter, Transfermarkt, Marca, Footballwhispers, Sofascore, Givemesport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru