Tidak bisa dinafikan jika Lionel Messi menjadi salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah. Gelontoran trofi yang memenuhi lemari piala nya mungkin akan terus mengalami peningkatan.
Mulai dari trofi individu hingga trofi yang diraih bersama klub yang dibelanya, FC Barcelona, menjadi bukti bahwa Messi merupakan pemain yang sangat tidak layak untuk diremehkan.
Namun memang tidak lengkap rasanya bila hanya bicara tentang trofi di level klub. Bagi kebanyakan orang, seorang pemain baru bisa dianggap hebat ketika pemain tersebut mampu memberi dampak luar biasa bagi klub maupun negaranya.
Dalam hal ini boleh dibilang Messi menjadi sebuah penyesalan bagi pemain berlabel bintang. Dirinya masih minim trofi Internasional hingga membuat banyak orang mempertanyakan level kebintangannya itu.
Jangankan publik Argentina, Lionel Messi sendiri juga memiliki kekecewaan mendalam kala beberapa kali harus tumbang dipartai final, dalam kejuaran bergengsi. Misalnya saja saat dirinya gagal membawa Argentina memenangi Copa America kala Albiceleste harus takluk dari Timnas Chile.
Lalu, satu yang mungkin menjadi penyesalan terbesar Messi adalah saat ia masih belum juga bisa membawa Argentina juara dunia. Padahal, saat itu, di Piala Dunia edisi Brasil tahun 2014, bintang milik Barcelona ini sanggup membawa Argentina lolos hingga ke partai final.
Dan yang terbaru, Messi ikut berjuang bersama Timnas Argentina dalam ajang Copa America 2019. Sayangnya, perjalanan tim besutan Lionel Scaloni tersebut berakhir pada babak semifinal, di mana mereka tumbang atas Brasil yang berstatus sebagai tuan rumah.
Mereka kemudian bisa menghibur diri dengan meraih posisi ketiga dengan mengalahkan Chile beberapa hari setelahnya. Namun tetap saja, sorotan tetap mengarah ke Lionel Messi yang belum pernah memberi sumbangsih trofi kepada negaranya. Argentina terakhir kali menjuarai kompetisi adalah pada Copa America 1993 di Ekuador, yang saat itu masih diperkuat pelatih Atletico Madrid saat ini Diego Simeone dan Gabriel Batistuta.
Padahal, lagi-lagi, Messi boleh dibilang sukses besar bersama FC Barcelona. Mulai dari Liga Champion, La Liga, Copa del Rey, hingga penghargaan Ballon d’Or yang telah diberikan kepadanya sebanyak lima kali.
Terlepas dari kekecewaan semua pihak yang berada pada kubu Tim Tango, Di Maria mengatakan bahwa Messi sudah sangat menginspirasi skuat Argentina dengan sebuah pidato setelah pertandingan yang menyentuh.
Pemain milik Paris Saint Germain itu mengungkap bahwa Messi merupakan pemain yang sangat luar biasa. Rekan-rekan setimnya di Timnas Argentina tahu bagaimana perjuangan Messi dalam memenuhi harapan fans Albiceleste. Sampai-sampai pemain lainnya menangis tersedu saat mendengar pidato Messi setelah kalah atas Brasil.
“Messi mengucapkan beberapa kata-kata yang indah saat kami disingkirkan oleh Brasil. Messi berkata bahwa dirinya bangga dengan tim yang kami bangun,”
“Begitu selesai, semuanya menitikkan air mata karena pidatonya menyentuh hati semua orang. terutama para pemain muda. Mereka yang akan harus terus melangkah di jalur yang sama. Ini tidak akan mudah bagi mereka,”
“Mereka harus bekerja dan terus memberikan semua kemampuan terbaiknya karena cepat atau lambat, keberuntungan akan mampir di sisi kami,” tutur di Maria (dikutip dari sport-english).
Dalam hal ini, Di Maria menilai bahwa Messi memiliki jiwa kepemimpinan luar biasa. Meski banyak yang kerap menuding Messi tidak bisa menjadi seorang pemimpin sejati, di Maria dan seluruh penggawa Argentina tidak mempedulikan itu.
Di Maria berusaha untuk tidak menggubris kritikan yang kerap menghampiri Messi, seperti waktu rekan setimnya itu kedapatan tak menyanyikan lagu nasional sebelum bermain. Seperti yang sudah dijelaskan, eks penggawa Madrid justru memuji jiwa kepemimpinan Messi.
“Ada banyak kritikan yang berkata bahwa dia tidak menyanyi, bahwa dia tidak berbicara. Copa America ini terasa beda. Ia membuktikannya.”
“Yang membuat kami senang adalah saat melihatnya berbicara di depan tim, bagaimana dia bicara ke wartawan, apa yang ia ucapkan. Hal terpenting adalah Leo seperti ini. Aku menyukai Messi seperti ini,” ungkap Di Maria (dikutip dari sportskeeda).
Kini, tugas Messi untuk membawa harum nama Argentina kian berat. Faktor usia menjadi salah satu alasan utama mengapa pemain yang identik dengan Barcelona tak lagi mampu janjikan panggung juara.
Namun yang terpenting, pidatonya dihadapan semua para penggawa Argentina, khususnya untuk para pemain muda, setidaknya membuat semua membuka mata lebar-lebar, bahwa pemain berjuluk La Pulga memang punya impian istimewa untuk negera tercinta.
Yaitu, melihat Argentina kembali juara.


