Memori Kelam Arsenal Saat Dihancurkan Manchester United Pada 2011

spot_img

Tak dapat disangkal bahwa Liga Primer Inggris menjadi kompetisi paling dinanti penggemar sepakbola di seluruh dunia. Persaingan yang kompetitif menjadi salah satu alasan mengapa Liga Inggris akan selalu dinikmati. Di negeri Ratu Elizabeth, tiap pekan akan selalu menyajikan tontonan kelas dunia yang menarik untuk disaksikan.
Salah satu pertandingan yang tak boleh dilewatkan adalah Manchester United (Yunaitid) melawan Arsenal. Selain laga-laga lain yang mempertemukan sesama tim besar. Rivalitas kedua tim merupakan salah satu yang terbesar dalam dunia persepakbolaan Inggris.

Bicara rivalitas Manchester United dan Arsenal, ada satu pertandingan yang akan selalu diingat oleh fans kedua tim, yakni terjadi pada musim 2011/12. Kala itu, Liga Primer Inggris musim tersebut bisa dikatakan sebagai musim paling dramatis yang pernah ada.

Betapa tidak, sang jawara pada musim itu, Manchester City (Siti)harus memastikan gelar pada detik-detik akhir laga di pekan ke 38 atau pekan penentuan. Tim biru Manchester hanya unggul produktivitas gol dari Manchester United di klasemen akhir.

Klasemen akhir Liga Inggris musim 2011/12 menempatkan The Cityzen (sitizen) di posisi pertama, lalu diikuti oleh Manchester United, Arsenal, Tottenham Hotspurs dan Newcastle (Newcastel) United yang masing-masing berada di posisi kedua hingga kelima.

Bumbu panasnya persaingan Liga Inggris musim itu sudah tersaji di pekan-pekan pertama kompetisi. Saat itu laga big match langsung terjadi di pekan ketiga. Adalah Manchester United yang berhadapan melawan Arsenal di Old Trafford.

Sebelum memasuki pekan ketiga, Manchester United sudah mengantongi dua kemenangan dalam dua pertandingan awal Liga Inggris. Sebaliknya bagi Arsenal, mereka hanya bermain imbang lawan Newcastle United dan menelan kekalahan dari Liverpool.

Pada malam itu, pasukan setan merah yang dinahkodai Sir Alex Ferguson benar-benar memberikan hari paling kelam dalam karir Arsene (Arsen) Wenger sebagai pelatih Arsenal. Tak tanggung-tanggung, tim Meriam London (Landen) dipaksa tunduk dengan skor mencengangkan 8-2.

Masalah bagi Arsenal sebenarnya sudah mereka dapat sebelum kompetisi dimulai. Beberapa pemain penting yang sebelumnya menjadi andalan di klub asal London Utara itu telah hengkang ke klub lain. Cesc Fabregas dijual kembali ke klub masa kecilnya, Barcelona. Ada juga Samir Nasri yang dijual ke Manchester City.
Di kubu Manchester United, mereka terjun di musim 2011/12 sebagai sang juara bertahan. Tentunya hasrat untuk mempertahankan trofi tetap ada, walau pada akhirnya seperti yang kita tahu bahwa mereka ditikung oleh si tetangga berisik Manchester City di pekan pamungkas.

Manchester United mengawali kompetisi Liga Inggris 2011/12 dengan begitu gemilang. Hari mereka membantai Arsenal terjadi tepat pada 27 Agustus 2011 di Theatre Of Dreams. Ketika melawat ke Old Trafford, pelatih Arsenal Arsene Wenger dibikin pusing. Hal itu dikarenakan ia kehilangan beberapa pemain kuncinya. Sebut saja Thomas Vermaelen, Abou Diaby dan Jack Wilshere (Wilsher) yang absen karena cedera, serta Gervinho dan Alex Song yang tak bisa tampil akibat akumulasi kartu kuning.

Akibat absennya sejumlah pilar, Wenger pun terpaksa menurunkan pemain-pemain muda yang minim pengalaman sejak menit awal. Para pemain tersebut antara lain Carl (Karl) Jenkinson, Armand Traore, dan Francis Coquelin (Koquelin).

Di kubu Manchester United, Ferguson tidak bisa menurunkan duo menara kembar di lini belakang, yakni Rio Ferdinand dan Nemanja (Nemanya) Vidic karena cedera. Klub berjuluk Setan Merah juga kehilangan Rafael Da Silva. Tiga dari empat pemain kunci Manchester United di lini pertahanan harus absen.
Meski begitu, Manchester United masih diperkuat sejumlah pemain andalannya, seperti David De Gea (De Heyah), Patrice Evra, Nani dan Wayne Rooney. Nama yang pertama dan terakhir nantinya jadi salah satu kunci sukses Manchester United bisa kandaskan Arsenal.

De Gea yang pada musim itu menjadi musim pertamanya membela Manchester United tampil sangat gemilang dibawah mistar. Salah satu aksi heroik yang ditampilkannya yakni saat menahan tendangan penalti kapten Arsenal Robin van Persie (Persi) di babak pertama. Sedangkan Rooney bermain luar biasa dengan mencetak tiga gol. Hattrick tersebut menjadi yang keenam bagi Rooney sepanjang karir profesionalnya.

Sama-sama menurunkan banyak pemain pelapis nyatanya tak membuat jalannya pertandingan membosankan. Setan Merah yang tampil di hadapan 75 ribu pendukungnya tampil lebih ofensif. Tandem Rooney di lini depan, Danny Welbeck sempat mengancam lewat sepakan kerasnya dari dalam kotak penalti pada menit keenam, namun bola masih belum menemui sasaran.

Keroposnya lini belakang Arsenal akhirnya berhasil dimanfaatkan Manchester United pada menit ke 22 melalui sundulan Danny Welbeck. Tak lama berselang, The Gunners (Ganners) sebenarnya mendapat kesempatan menyamakan skor lewat titik putih setelah Walcott (Walkot) dilanggar Jonny Evans. Sayang Van Persie yang maju sebagai algojo gagal menaklukkan De Gea.

Beberapa menit kemudian, kiper Arsenal Wojciech Szczęsny (Voy-chekh Sten-sni) harus kembali memungut bola dari gawangnya setelah MU memperbesar skor menjadi 2-0 lewat tembakan melengkung Ashley Young. Pada menit ke-41, kali ini giliran Rooney yang mengoyak jala Arsenal lewat tendangan bebasnya.
Sebelum masuk ke ruang ganti, Arsenal mencuri satu gol setelah Walcott yang menerima umpan Tomas Rosicky di sayap kanan, melepaskan tendangan mendatar melewati kaki De Gea.

Di babak kedua, Setan Merah makin panas. Serangan demi serangan terus mereka lancarkan ke gawang Arsenal. Untuk mengubah situasi, Arsene Wenger melakukan pergantian pemain pada menit ke 62. Francis Coquelin ditarik keluar dan digantikan oleh Alex Oxlade (Oxlaed) Chamberlain. Namun, pergantian gelandang bertahan ini menjadi awal merananya tim Meriam di paruh kedua.

Hanya lima menit setelah Coquelin keluar, Arsenal kebobolan dua gol, masing-masing lewat aksi Wayne Rooney kembali lewat tendangan bebas dan pemain asal Portugal, Nani. Skor menjadi 5-1 untuk keunggulan The Reds Devils. Pada menit ke-70, giliran pemain asal Korea Selatan Park Ji-sung yang baru dimasukkan mencetak gol melalui sepakan kaki kirinya.

Striker Arsenal, Robin van Persie akhirnya bisa menambah koleksi gol timnya di menit ke-74. Namun, tak lama setelah itu, Arsenal kembali terpuruk setelah salah seorang pemainnya yakni Carl Jenkinson dikartu merah akibat melanggar Javier (Havier) Hernandez.

Minus satu pemain ini membuat Setan Merah tambah mengeksploitasi pertahanan Arsenal yang melemah. Pada menit ke 81, Wayne Rooney mencetak gol ketiganya pada laga itu dari titik putih. Penalti diberikan kepada United setelah Patrice Evra dijatuhkan Theo Walcott di kotak terlarang.

Gol pamungkas pasukan Sir Alex Ferguson akhirnya datang dari Ashley Young di menit akhir babak kedua. Young melepaskan tembakan kaki kiri melengkung yang gagal dijangkau kiper asal Polandia tersebut.
Hingga wasit meniupkan peluit terakhir. Skor bertahan 8-2 untuk kemenangan Manchester United.
Kemenangan kala itu lantas membawa Manchester United kembali mengkudeta puncak klasemen Liga Inggris. Mimpi indah bagi Manchester United, dan mimpi buruk bagi Arsenal.

Hasil itu menjadi kekalahan terbesar sekaligus memalukan bagi Arsenal untuk pertama kalinya sejak tahun 1896. Sang Profesor pasrah menerima hasil, Meriam London tak berdaya. Dengan dahi yang mengernyit, Wenger meninggalkan lapangan menuju ruang ganti sesaat setelah peluit panjang dibunyikan oleh sang pengadil lapangan.

Juru taktik Manchester United, Ferguson mengaku tak menduga timnya akan mengalahkan Arsenal dengan skor sebesar itu. Sebab, dia meyakini bahwa laga melawan Arsenal harusnya berjalan sengit seperti yang biasanya sudah terjadi. “Benar, ini (sebuah kejutan) karena ketika anda bermain menghadapi Arsenal, anda berharap sebuah pertandingan yang sulit,” Ujar Ferguson.

 

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru