Teruslah Bermimpi Seperti Jurgen Klopp

spot_img

Jurgen Klopp baru saja bangun dari tidurnya dan menyadari bahwa ia adalah seorang jawara di tanah Jerman. Ia tidak menyangkal itu. Tapi, untuk menjadi seorang pemenang di kompetisi tertinggi Jerman tidak lah mudah. Butuh banyak waktu dan tenaga ekstra. Belum lagi jika ada penggemar yang tidak terima. Ia harus memutar otak lebih cepat dan membetulkan segalanya agar lebih bisa mendapat hormat.

Di musim 2010/11, saat ia masih tercatat sebagai manajer Borussia Dortmund, Klopp dengan girang menunjukkan wajah bahagianya. Hal tersebut jelas terasa wajar. Betapa tidak, ia yang datang sebagai pelatih biasa-biasa saja mampu mengangkat kembali kejayaan Dortmund. Tak hanya di tanah Jerman, nama juga Eropa.

Bersama dengan armada luar biasanya, Klopp tak pernah berhenti berharap. Ia selalu bermimpi agar setiap langkahnya miliki arti. Klopp telah banyak lewati perjalanan yang tak disenangi. Ia berkali-kali terjepit dan rasakan sakitnya hati. Namun berkat perjuangan tiada henti, kini, Klopp telah menjadi seorang pelatih paling disegani.

Jurgen Norbert Klopp, lahir pada 26 Januari 1963 di Stuttgart, Jerman. Dirinya lahir dari pasangan Norbert Klopp dan Elisabeth Klopp. Klopp kecil tumbuh di desa Black Forest, Glatten, Jerman, bersama dengan dua kakak perempuannya, Isolde Reich dan Stefanie Klopp.

Tidak banyak yang diharapkan darinya. Ia hanya ingin menjalani hidup secara normal, sambil sesekali meluangkan waktu untuk mengolah si kulit bundar.

Klopp tumbuh menjadi bocah yang gemar berolahraga. Ia sering bermain ski, tennis lapangan, dan sepak bola. Namun, olahraga yang paling ia cintai adalah sepak bola. Dirinya bermimpi untuk bisa menjadi pemain terkenal hingga pelatih hebat.

Hal tersebut memang sudah tertanam dalam hati Klopp sedari kecil.

Mimpinya untuk menjadi pemain sepak bola ia awali saat berusia 16 tahun dengan bergabung bersama klub lokal, Ergenzingen. Selama kurang lebih 4 tahun membela Ergenzingen, Klopp kemudian sempat bermain untuk beberapa klub sebelum akhirnya pada tahun 1990 meneken kontrak dengan klub Jerman, Mainz 05 (dibaca: mainz nul fen). Di klub tersebut, Klopp diplot sebagai penyerang. Hingga akhirnya tepat di tahun 1995, Klopp dimainkan sebagai seorang bek.

Selama bermain 11 tahun untuk Mainz 05, Klopp telah menyumbangkan total 56 gol dari 340 penampilan.

Kehidupannya dilewati dengan berbagai perjuangan. Karena sebelumnya, ia harus bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Klopp bekerja sebagai karyawan di sebuah cinema dan memainkan bola di sore harinya.

Saat mentari mulai pulang ke peraduan, itu artinya rembulan siap gantikan peran. Begitu juga dengan Klopp. Seragam yang ia pakai di ruang ganti, esoknya akan berganti menjadi sebuah setelan yang terbilang rapih.

Bekerja di sebuah cinema membuat Klopp banyak memahami sejumlah film. Ia mendapat inspirasi dari setiap pertunjukkan yang diputar. Ia merasa begitu senang hingga temukan sosok idola bernama Rocky Balboa.

Bagi Klopp, Rocky Balboa merupakan simbol dari sebuah perjuangan yang sesungguhnya. Berlari mengitari hutan hingga mendaki gunung di setiap perjalanan, menjadi secuil kisah dari perjuangan sang pemenang. Dari situ, Klopp sadar akan sebuah mimpi. Mimpi adalah sebuah masa dimana semua bisa terjadi. Namun dengan catatan, setiap langkah yang diambil, harus sesuai dengan lintasan yang telah tersusun rapih.

Ia sempat mencintai film, sebelum akhirnya pekerjaan sebagai seorang pesepakbola benar-benar mengubah hidupnya.

Klopp mendapat lebih banyak pelajaran ketika bermain bola diatas lapangan. Ia ingin menjadi sosok inspirasi, khususnya bagi anak-anak yang telah meluangkan waktu hanya untuk duduk di tribun dan menyaksikan pertandingan sepak bola.

Tepat setelah pensiun sebagai seorang pesepakbola, Klopp beralih profesi menjadi seorang pelatih. Pada Februari 2001, Klopp pensiun sebagai pemain dan ditunjuk sebagai pelatih Mainz 05 untuk menggantikan pelatih sebelumnya Eckhard Krautzun. Di pertandingan pertamanya, Klopp langsung menyumbang kemenangan untuk tim yang diasuhnya. Setelah dua musim awal bermain di kasta kedua. Musim 2003/04 klopp berhasil membawa timnya promosi ke Bundesliga untuk kali pertama sepanjang sejarah.

Klopp terlihat menikmati waktunya sebagai seorang pelatih. Namun ada beberapa momen yang tidak ia sukai kala menjadi orang paling bertanggung jawab dari sebuah tim, yaitu menentukan siapa yang harus bermain.

Klopp bercerita jika ia harus mengobrol dengan setidaknya delapan pemain sepanjang malam. Hal itu ia lakukan hanya demi memberi pengertian bagi pemain tersebut, mengapa ia tidak diikutkan dalam pertandingan di esok hari.

Klopp selalu merasa tidak nyaman ketika harus menyingkirkan sejumlah pemain. Namun satu alasan yang pasti adalah, dalam sepak bola, hanya ada sebelas pemain yang diperbolehkan tampil di lapangan.

Lebih dari itu, ada satu hal menarik yang layak diperhatikan dari sosok Jurgen Klopp. Yaitu, ia selalu tersenyum dalam situasi apapun. Ternyata, menurut Klopp, itulah sepak bola. Sepak bola bukanlah Tuhan. Sepak bola bukan sembahan. Sepak bola juga bukan segalanya. Baginya, sepak bola adalah hal yang memberi sebuah kebahagiaan. Oleh karena itu, kita tidak perlu berteriak marah, apalagi secara berlebihan, ketika apa yang diharapkan tidak sesuai rencana.

Klopp ingin memberi tahu kepada khalayak bahwa sepak bola adalah inspirasi. Sepak bola adalah mimpi. Mimpi dimana kebahagiaan bisa didapatkan.

Jika melihat perjalanan hidupnya ketika susah dulu, Klopp juga tidak pernah merasakan beban. Baginya, itu adalah bagian dari berlarian di hutan dan proses dari pendakian panjang, untuk bisa mencapai tujuan yang diharapkan.

Terlebih, ia terlalu malu jika mengeluhkan masa lalunya. Toh masih ada banyak pemainnya yang melewati perjalanan yang lebih sulit. Roberto Firmino, Mo Salah, hingga Sadio Mane, semua pemain itu dianggap Klopp sebagai sosok inspirasional sejati. Ada banyak sekali momen yang bisa menjadi alasan untuk mereka berhenti. Tapi, semua kalah dengan mimpi.

Mereka bukanlah dewa. Mereka hanya orang-orang yang tidak menyerah pada impian nya.

Sekali lagi, jika kalian harus kecewa pada sepak bola, maka masih ada ribuan cara untuk temukan tawa dalam permainan ini.

Hal itu telah dibuktikannya kala ia mulai membesut Liverpool. Secara singkat, Klopp tergolong sebagai pelatih yang meraih sukses besar kala membesut Dortmund. Klopp memenangi sejumlah trofi domestik dan pernah mengantar anak asuhnya sampai ke partai final Liga Champions Eropa. Setelah capaian luar biasa itu, Klopp memutuskan hengkang dari Dortmund pada 2015. Ia mencatatkan 179 kemenangan, 69 hasil imbang, dan 70 kekalahan selama melatih Die Borussen.

Tepat pada Oktober 2015, Klopp resmi menjabat sebagai pelatih Liverpool.

Bersama Liverpool, ia memiliki rasa optimis dan kebahagiaan yang begitu tinggi. Dirinya berhasil membawa The Reds ke partai Final UEFA Cup tahun 2016 meski pada akhirnya takluk dari Sevilla dengan skor 1-3. Di tahun yang sama klopp meraih penghargaan sebagai pelatih terbaik liga inggris untuk periode bulan september.

Kemampuannya terus dipertahankan. Malah, untuk semua yang tidak percaya pada mimpi. Maka satu cerita Klopp di bagian ini akan menjadi sebuah inspirasi.

Perlu diketahui, kesuksesan Klopp sebagai seorang pelatih di Liverpool hadir dari sebuah bencana.

Semua pasti ingat kala Liverpool kalah dari FC Barcelona dengan skor 3-0. Semua sudah mengira jika Barcelona lah yang akan keluar sebagai pemenang. Semua mengira jika Liverpool kembali gagal di kompetisi Liga Champions Eropa, setelah sebelumnya sempat masuk ke partai final.

Namun, satu hal yang dipercaya Klopp adalah, ia punya mimpi. Ia punya impian untuk diwujudkan. Ia merasa tidak sendiri. Ia punya banyak elemen yang akan membantunya dalam meraih mimpi. Mulai dari penggemar, keluarga, hingga para pemainnya itu sendiri. Elemen-elemen tersebut dijadikan Klopp sebagai tangga menuju puncak tertinggi.

Hasilnya? Sulit dipercaya.

Klopp sukses memberikan kekalahan terburuk yang pernah dialami FC Barcelona. Di hadapan para penggemar, Klopp membawa Liverpool tumbangkan perlawanan Lionel Messi cs dengan cara yang sungguh tidak terduga.

Ia masih ingat betul bagaimana Anfield bergemuruh. Ia masih ingat betul bagaimana para pemainnya merayakan kemanangan. Dan tentunya, ia masih ingat betul bagaimana perjalanan luar biasanya itu ditutup dengan sebuah trofi paling mengangumkan.

Sebagai penutup, Klopp merasa sangat beruntung. Ia benar-benar yakin bahwa sepak bola adalah sebuah hal yang hanya memberi kebahagiaan. Kalian hanya perlu bermimpi dan harus siap terima letih, ketika kaki yang terus dilangkahkan mulai terasa ingin berhenti.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru