Mengapa Nathan Tjoe-A-On Akan Sukses di Willem II Tilburg?

spot_img

Tatkala gelombang pemain diaspora yang pindah ke Liga Indonesia menghentak, Nathan Noel Romejo Tjoe-A-On masih bertahan di kompetisi Eropa. Gagal ke Denmark tak membuat Nathan akhirnya, udahlah, pergi ke Persija atau Dewa United saja. Sang pemain tidak membuang kariernya begitu saja ke Liga Indonesia, tapi memilih kembali ke Liga Belanda.

Bukan tim besar. Nathan bergabung ke Willem II Tilburg. Klub ini baru saja terdegradasi. Itu artinya, musim depan Nathan akan bermain di Eerste Divisie. Walaupun bukan pemain reguler di klub lamanya, Swansea City maupun Heerenveen yang sempat meminjamnya, tapi Nathan ternyata masih diperhitungkan Willem II.

Di titik itu kita melihat Nathan sepertinya bukan untuk menaikkan engagement semata, tapi memang dibutuhkan Willem II. Bisa jadi bersama Willem II, Nathan akan kembali menemukan performa terbaiknya. Mengapa mimin yakin begitu?

Nathan Punya Daya Tawar

Sebelum sampai ke alasannya, kita bahas dulu kenapa Nathan Tjoe-A-On bisa pulang ke Liga Belanda lagi. Musim lalu, Nathan berseragam Swansea City. Tapi setelah hanya memainkan tiga laga, dua di Carabao Cup dan satu di Championship, The Swans tak melanjutkan kerja sama dengan pemain Timnas Indonesia itu.

Nasibnya pun terkatung-katung. Hingga datanglah klub lain yang coba merekrut Nathan jelang musim baru dimulai. Klub itu berasal dari Liga 2 Denmark, namanya Lyngby Boldklub. Transfer sejatinya sudah ‘here we go’. Bahkan Nathan sudah menjalani tes medis. Namun kesepakatan malah batal.

Batalnya Nathan memperkuat Lyngby menjadi kabar yang lumayan mengejutkan. Tapi kalau kita cermati kenapa itu batal, ada yang menarik. Selidik punya selidik, ada sejumlah detail yang tidak memenuhi kata sepakat antara pihak Nathan dan klub Denmark. Orang yang kurang paham sepak bola, akan melihat ini sebagai kerugian.

“Kenapa nggak disepakati aja sih?” Begitu kira-kira pertanyaan yang mungkin muncul.

Namun, kalau menurut mimin ya, ini justru memperlihatkan bahwa Nathan punya daya tawar, sehingga tidak asal menerima kontrak begitu saja. Meski kita tidak tahu apa detail kontrak yang tidak disepakati tersebut, tapi dari sini kita tahu bahwa Nathan adalah pemain yang mengedepankan profesionalitas.

Di dunia transfer, agen juga berperan di sini. Dan, kalian tahu Nathan berada di bawah agensi asal Jerman, Sports 360. Menurut situs Transfermarkt, selain Nathan, agensi ini juga menangani sejumlah pemain yang kalian pasti mengenal siapa mereka.

Mulai dari Timo Werner, Mario Gotze, Niklas Sule, Fabian Schar, Benjamin Henrichs, hingga gelandang idaman Xabi Alonso, Angelo Stiller ada di bawah naungan agensi ini. Ngeri kan? Yang tak kalah mengejutkan, Sports 360 juga menaungi sejumlah pemain Asia, lho. Selain Nathan, ada Takefusa Kubo, Koki Ogawa, hingga Yukinari Sugawara yang berada di agensi ini.

Willem II Tilburg: Klub Kecil Nggak Butuh Engagement

Nathan cukup beruntung berada di bawah naungan Sports 360. Karena dengan begitu, ketika gagal merapat ke klub Denmark, Nathan tidak langsung putus asa menuju I League yang tidak pernah konsisten formatnya itu. Di sini setelah gagal dengan Lyngby, Nathan dicarikan klub lain. Ketemulah Willem II Tilburg.

Willem II merekrutnya dengan kontrak berdurasi dua tahun. Mengutip Transfermarkt, ada opsi perpanjangan satu tahun buat Nathan. Tapi seperti apa Willem II Tilburg itu? Klub ini pernah dibela Thom Haye. Sisanya kalian bisa cari sendiri di Wikipedia. Itu lengkap sudah.

Pada intinya, Willem II bukan tim raksasa. Mereka juga bukan klub middle class. Willem II bisa dibilang klub kecil di sepak bola Belanda, tapi mereka punya akar yang kuat. Dalam beberapa musim terakhir Willem II naik-turun dari Eerste Divisie ke Eredivisie. Ya, mereka boleh dibilang adalah klub yoyo.

Bagi klub-klub semacam ini, merekrut pemain Indonesia, bukan berarti semata-mata ingin menarik atensi. Klub seperti Willem II, sekalipun bisa mendapat atensi baru dari Indonesia setelah merekrut Nathan, mereka tak terlalu butuh itu. Kenapa?

Nathan Tjoe-A-On Dibutuhkan

Sebab sosok Nathan Tjoe-A-On lah yang dibutuhkan oleh tim yang dua kali meraih KNVB Beker itu. Lho, emang sehebat itu ya Nathan, min? Hebat atau tidak relatif. Jika melihat performanya musim lalu, tak masuk akal bila mengatakan bahwa Nathan dibutuhkan oleh Willem II.

Tapi nyatanya, memang demikianlah yang dikatakan sang direktur teknik, Freek Heerkens. Menurutnya, Nathan sesuai dengan gaya bermain Willem II yang cenderung cepat. Nathan dinilai punya kemampuan menyerang yang bagus untuk mengisi ruang di sektor bek kiri.

Barangkali Freek melihat klip-klip Nathan saat bermain di bersama Excelsior atau saat membela Timnas Indonesia di Piala Asia U-23. Jika demikian, Nathan mungkin jawaban yang dicari oleh Willem II. Alasan lainnya, Willem II baru saja terdegradasi. Sejumlah pemain tak lagi bisa memperkuat tim.

Di posisi yang ditempati Nathan saja, Willem II kehilangan sosok Rob Nizet yang kontraknya habis. Tersisa dua nama saja di posisi itu: Runar Thor Sigurgeirsson dan Niels van Berkel. Persoalannya nama yang disebut terakhir sedang mengalami cedera lutut, dan tidak jelas kapan bisa sembuh. Jadi cuma tersisa Sigurgeirsson di posisi bek kiri.

Hanya ada satu pemain di satu posisi tentu beresiko. Namun masalah berikutnya muncul. Anggaran Willem II untuk belanja di bursa transfer terbatas. Mencari pemain yang sudi bermain di klub yang baru degradasi juga bukan urusan gampang. Sejauh ini, dana transfer Willem II baru dialihkan untuk membeli satu striker baru, yakni Davin Hean yang dibeli dari Feyenoord seharga 675 ribu euro.

Untuk posisi lain, Willem II tampaknya lebih memilih mencari pemain gratisan. Nathan Tjoe-A-On itulah salah satunya. Nathan akan jadi pelapis Sigurgeirsson. Namun tidak menutup kemungkinan kalau Sigurgeirsson lah yang akan jadi pelapis Nathan Tjoe-A-On. Berlebihan? Biarin. Toh jam terbang Nathan di Liga Belanda juga tak kalah bagus.

Tak Perlu Adaptasi Lagi

Nathan sudah tak perlu lagi beradaptasi. Belanda adalah negara yang membesarkannya. Begitu pula Eerste Divisie. Kompetisi ini familiar buat Nathan. Ia pernah bermain 20 kali dari 2020 hingga 2022 di Eerste Divisie saat membela Excelsior.

Kembali ke Belanda itu artinya Nathan pulang ke tempat ternyamannya. Nathan sudah khatam betul iklim dan kultur sepak bola Belanda. Sehingga Nathan tinggal perlu beradaptasi dengan skema pelatihnya. Omong-omong, Willem II Tilburg akan dilatih oleh pelatih anyar musim depan.

Setelah gagal dilatih dua orang Belgia, Willem II kembali mempercayakan kursi pelatih pada orang Belanda. Kali ini yang ditunjuk adalah John Stegeman. Dia adalah mantan asisten Mark van Bommel yang membawa Royal Antwerp treble domestik pada musim 2022/23.

Stegeman orang yang akrab dengan bakat muda Belanda. Pengalamannya di PEC Zwolle, Go Ahead Eagles, dan Heracles Almelo menjadi buktinya. Tim-tim kelas menengah ke bawah di Liga Belanda seperti tiga tim tadi lebih suka mengandalkan pemain muda lokal. Nah, begitu pula Willem II Tilburg.

Akhirul kalam, kita perlu bangga pada Nathan Tjoe-A-On. Saat beberapa pemain diaspora memilih memperkuat klub-klub Indonesia, Nathan tidak. Pemain berusia 23 tahun itu seolah ingin membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar penarik ultras seblak. Willem II bisa menjadi arena buat Nathan mengembalikan penampilan terbaiknya. Sebagai warga Indonesia, mari mendukung Nathan!

Sumber: Bolasport, Bolatimes, Suara, Transfermarkt, Transfermarkt, Detikcom

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru