Irak & Arab Saudi Bukan Halangan! Pembuktian Indonesia di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026

spot_img

Diambang terciptanya sejarah besar sepakbola Indonesia, Sang Garuda berdiri di hadapan dua raksasa Asia: Irak dan Arab Saudi. Kedua tim tersebut akan jadi batu sandungan bagi Timnas Indonesia di ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Irak memang pernah mematahkan sayap Garuda. Arab Saudi pun diuntungkan dengan status tuan rumahnya.

Sementara Indonesia? Kita punya sesuatu yang tak bisa dihitung dengan statistik. Itu adalah keberanian. Tekad yang kuat. Kebersamaan. Juga keyakinan, bahwa tak ada yang mustahil bagi mereka yang terus bermimpi. Jika tujuannya masih sama, yakni Piala Dunia, maka inilah jalan terbaik. Ronde 4 bukan sekadar laga seremonial, melainkan laga hidup dan mati.

Pertandingan ini akan dilangsungkan pada awal Oktober nanti. Masih ada cukup waktu bagi Patrick Kluivert dan kolega untuk mempersiapkan skuad. Lantas, bagaimana peluang Indonesia untuk menaklukan badai dari timur ini?

Arab Saudi & Irak

Ibarat kawan lama dari SMA, pertemuan Indonesia dengan Arab Saudi dan Irak di ronde 4 adalah sebuah reuni. Mereka ditakdirkan untuk kembali temu kangen setelah beberapa bulan tak bersua. Baik Arab Saudi maupun Irak memiliki hubungan baik dengan Indonesia. Apalagi, secara diplomatis, Indonesia bestie banget sama dua negara ini.

Karena sering ketemu, tentunya laga nanti bukan laga yang asing bagi Indonesia. Khusus Arab Saudi, Indonesia sebelumnya sudah pernah bertemu sebanyak dua kali di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Meski Arab datang dengan nama besar dan status langganan Piala Dunia, Garuda tak gentar.

Di King Abdullah Stadium, di depan puluhan ribu pendukung lawan dan cuaca yang membakar, Indonesia bermain dengan kepala tegak. Hasilnya? Imbang 1-1. Sebuah hasil yang terasa seperti kemenangan. Namun cerita belum selesai. Saat Sang Elang Hijau berkunjung ke Jakarta, tepatnya di Stadion Gelora Bung Karno, mereka justru kicep. 

Berbeda dengan Skuad Garuda yang justru tampil tanpa takut. Di malam itu, sejarah pun tercipta. Indonesia menundukkan Arab Saudi dengan skor 2-0. Marselino Ferdinan jadi bintang lapangan di laga tersebut. Ini jadi sebuah kemenangan yang bukan sekadar tiga poin, tapi simbol kebangkitan usai diiris-iris The Blue Samurai

Sementara Irak, jadi bagian ngelarani ati. Bertemu di ronde kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026, Irak dua kali mengalahkan Indonesia. Yang pertama dengan skor 5-1, telak memang. Tapi seenggaknya, Indonesia bisa cetak gol. Yang kedua, cuma kalah 2-0. Terjadi di GBK. Cukup memalukan. Karena Indonesia benar-benar tak bisa membongkar pertahanan Negeri 1001 malam.

Sekarang Atau Tidak Sama Sekali

Ronde keempat akan jadi semakin sulit buat Timnas Indonesia. Kita tak boleh lagi leha-leha apalagi meremehkan lawan dengan merotasi pemain di laga krusial. Karena saat ini ronde keempat bisa dibilang jadi jalur termudah bagi Indonesia untuk menuju ke Piala Dunia 2026. Karena tanpa harus melewati ronde kelima dan babak play-off antar konfederasi. 

Karena di fase ini setiap grup hanya berisi tiga tim, maka setiap pertandingan yang dijalani Joey Pelupessy cs punya urgensi yang sama besarnya. Untuk memuncaki grup, Indonesia cuma punya satu cara aman. Setidaknya Indonesia harus meraih kemenangan di laga melawan Arab Saudi dan hasil positif di laga melawan Irak. Positif di sini bisa menang bisa imbang. Pokoknya jangan sampai kalah aja deh.

Dengan hanya dua lawan yang harus dihadapi, total hanya tiga pertandingan yang dimainkan. Karena di ronde ini cukup unik. Nggak ada sistem home and away. Nasib sepakbola Indonesia ditentukan dari dua laga doang. Jika mampu mengumpulkan minimal empat poin, peluang Indonesia untuk lolos langsung ke Piala Dunia masih terbuka. Tapi, ya kalau bisa sih sapu bersih ya. Biar lega.

Tapi gimana nih buat ngalahin si Irak? Kemarin aja dua kali gagal mulu? Tenang, situasinya jauh berbeda sekarang. Irak sudah tak dilatih Jesus Casas. Mereka justru menggantinya dengan eks pelatih Australia, Graham Arnold. Ini celah yang bisa dimanfaatkan. Terakhir kali Graham Arnold menghadapi Indonesia, timnya tak mampu mengungguli. Apalagi, di dua laga terakhir, Irak performanya masih kurang stabil.

Ronde 5 Makin Ribet

Kenapa mimin minta sapu bersih? Karena main di ronde kelima dapat memberatkan perjuangan Timnas Indonesia. Coba bayangin aja, kalau Indonesia gagal memuncaki Grup B dan cuma ada di posisi kedua, timnas akan diadu dengan runner up lain dari Grup A. Kemungkinan lawannya adalah Oman atau Uni Emirates Arab. Hampir mustahil Qatar yang punya uang pelicin, gagal ke Piala Dunia.

UEA dan Oman bukan lawan enteng. Oman mungkin berada satu pot dengan Indonesia di drawing kemarin. Tapi di putaran keempat nanti, Oman dilatih Carlos Queiroz. Pelatih spesialis kualifikasi Piala Dunia. Mantan asisten Sir Alex itu sebelum ini sudah membawa Portugal, Iran, dan Afrika Selatan ke Piala Dunia. Bukan tak mungkin Queiroz akan mati-matian bawa Oman ke Piala Dunia 2026.

Apakah setelah menang di ronde kelima Indonesia bisa langsung join sirkel Piala Dunia? Sabar. Masih jauh. Jika lolos dari ronde kelima, Indonesia mengisi slot AFC untuk memainkan laga play off antar konfederasi. Lawannya nanti negara dari Concacaf. Untuk siapa lawannya sih belum keliatan. Tapi mungkin yah, negara-negara macam Haiti, Honduras, El Salvador, atau Nicaragua bukan Nicaralo.

Kalau menang lawan wakil Concacaf, langsung Piala Dunia min? Belum. Indonesia sudah ditunggu oleh wakil Benua Afrika di babak final play off antar konfederasi. Lawannya juga belum bisa diprediksi. Bisa saja negara-negara antah berantah macam Namibia, Komoro, atau Rwanda. Tapi ya bisa juga lawan tim sulit macam Senegal atau Guinea. 

Jelas, resiko dan level lawannya lebih sulit. Maka dari itu, Marteen Paes dan kolega sedang menghadapi misi now or never di ronde 4. Jika tak berhasil lolos melalui jalur ini, maka peluangnya untuk lolos lewat jalur play off justru kian mengecil. Tapi kan wallahualam ya. Siapa tahu Indonesia mau diloloskan secara dramatis.

Arab Saudi dan Cuaca Panas

Target Indonesia memang mutlak, lolos melalui ronde 4. Namun, bukan berarti Indonesia tanpa halangan. Oktober mendatang, Indonesia dihadapkan beberapa tantangan. Salah satunya adalah format kualifikasi yang tiba-tiba berubah. Di ronde keempat, format pertandingan akan bersifat homebase turnamen.

Qatar dan Arab Saudi akan jadi tuan rumah dalam pertandingan ini. Itu berarti, Indonesia akan memainkan dua laga kualifikasi di Arab Saudi. Tentu ini keuntungan buat Arab Saudi, sedangkan Indonesia? Satu-satunya keuntungan adalah bisa sekalian umroh. Karena main tandang, timnas tak bisa menggunakan kekuatan rahasia, yakni atmosfer GBK.

Perlu kalian ingat, kemenangan Indonesia atas The Green Falcon akhir tahun lalu juga berkat doa, dukungan, dan teror dari ribuan fans yang memadati Gelora Bung Karno. Di laga nanti, situasinya akan berbalik. Indonesia yang akan ditekan oleh fans Arab Saudi. 

Apalagi di Arab Saudi itu cuacanya panas banget. You know lah, Thom Haye cs nggak kuat kalau main di cuaca panas. Terakhir kali main sore di Gelora Bung Karno aja ngos-ngosan. Kita hanya bisa berharap pada fans yang sedang bekerja atau sekolah di Arab untuk turut hadir ke stadion guna menyalurkan doa dan semangatnya untuk Indonesia.

Potensi Kehilangan Ole Romeny

Masalah selanjutnya adalah dari materi pemain. Kabar buruk berhembus beberapa saat sebelum drawing. Ole Romeny diragukan bisa terlibat di ronde 4 lantaran mengalami cedera serius di Piala Presiden kemarin. Cedera di bagian pergelangan kaki memaksanya untuk menjalani operasi. 

Cedera ini jelas jadi pukulan telak, mengingat Romeny sedang berada dalam performa yang stabil bersama Timnas Indonesia. Sejauh ini, Indonesia belum punya penyerang yang selevel dengan Ole. Ini jadi PR bagi Patrick Kluivert.

Opsi yang tersedia paling Rafael Struick, Jens Raven, Ramadhan Sananta, atau Hokky Caraka. Memang sih, masih ada waktu yang cukup buat nambah striker diaspora. Ada Mauro Zijlstra, dan Erick Thohir belakangan ini juga sudah ngode akan nambah dua diaspora lagi. Dua-duanya kabarnya striker.

Namun, kalau mau eksperimen pakai lokal, mimin ada usulan nih. Belum nyicip tim nasional, tapi layak dicoba. Eksel Runtukahu namanya. Eksel sempat cetak gol ke gawang Oxford di Piala Presiden. Di sisi lain, menurut laporan Kompas, Kluivert telah menyiapkan plan B. Belum dikasih tahu apa rencananya. Mungkin, mungkin saja, setelah melihat strikernya nggak ada yang cocok, dia sendiri yang akan turun.

Sumber: Tirto, Sport Detik, Bola, Kompas

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru