Main di Ronde 4, Saatnya Panggil Jans Raven ke Timnas Indonesia Senior?

spot_img

Jens Raven join the trend! Setelah Ishow Speed dan Marc Marquez, kini Raven melakukan selebrasi Pacu Jalur. Jogetan yang dikenal sebagai Aura Farming itu dipilih Raven untuk merayakan gol ke gawang Brunei Darussalam kemarin. Katanya sih, aksi itu adalah sikap memenuhi janji kepada seseorang.

Meski pada akhirnya dapet teguran dari Gerald Vanenburg, Raven malam itu tetap jadi topik utama. Bukan karena selebrasinya saja, melainkan performanya yang kesetanan. Di laga pembuka Piala AFF U-23, Indonesia menang 8-0, enam gol di antaranya lahir dari aksi Jens Raven.

Media-media lokal pun mulai memberitakannya dari berbagai sudut pandang. Namun, ada sudut pandang lain yang muncul dipikiran mimin. Dengan performa yang sedemikian menawan, apakah Jens Raven sudah layak untuk dipanggil ke tim nasional senior asuhan Patrick Kluivert?

Rekap Performa Raven

Jens Raven diberi kewarganegaraan Indonesia memang bukan untuk langsung mengisi skuad utama Timnas Indonesia. Pelatih Indonesia sebelumnya, Shin Tae-yong merasa bahwa kualitas Raven masih berada di bawah Hokky Caraka. STY merasa Raven masih harus mengumpulkan banyak pengalaman dan jam terbang di kompetisi kelas atas untuk masuk Timnas Indonesia senior.

Namun, jika melihat performanya dari hari ke hari, Raven seakan membuktikan kalau perkataan pelatih asal Korea Selatan itu tak sepenuhnya benar. Jens Raven bukan hanya datang untuk numpang main dan cari popularitas. Ia datang, bermain bagus, dan menunaikan tugasnya dengan baik, yakni mencetak gol. 

Performanya di Piala AFF U-19 jadi cara epik Raven untuk memperkenalkan diri kepada publik Indonesia. Bahkan, sebelumnya Starting Eleven Story pernah membahas kehebatannya. Datang, cetak gol, dan juara. Di kompetisi tersebut, penyerang baru Bali United itu mencetak empat gol dan tiga assist hanya dalam lima pertandingan saja.

Naik level ke Timnas Indonesia U-23 asuhan Gerald Vanenburg, cahaya Raven makin terang. Tampil di Piala AFF U-23, Raven lagi-lagi bikin penikmat sepakbola Asia kagum. Di debutnya melawan Brunei Darussalam, bukan satu-dua gol yang ia cetak, tapi enam. Double hat-trick ini pun memancing media-media asing untuk berkomentar.

Dikutip Sport.detik, ketajaman Raven disorot media Vietnam. Thanh Nien menyebut eks pemain Dordrecht itu tampil mengesankan. Enam gol ini membuat Raven langsung memimpin daftar top skor Piala AFF U-23 2025. Dengan tambahan setengah lusin gol ini, Raven kini telah mengoleksi 14 gol dari 18 pertandingan di semua jenjang tim nasional.

Gantikan Siapa?

Berbekal performa menawan itu muncul narasi bahwa Jens Raven layak naik ke Timnas Indonesia senior. Namun, untuk menggantikan siapa? Sejauh ini, komposisi lini depan Skuad Garuda sudah cukup ideal. Memang betul ideal. Namun, untuk menghadapi Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang notabene berisi tim Timur Tengah, Patrick Kluivert butuh tenaga tambahan.

Apalagi sejauh ini urusan mencetak gol hanya dibebankan kepada Ole Romeny seorang. Ini akan jadi masalah, mengingat sang pemain masih diragukan bisa tampil optimal di Oktober nanti. Sebab, melansir dari laporan Detik, cedera yang dialami Ole di Piala Presiden cukup parah. 

Menurut laporan yang ada, Erick Thohir selaku bos Oxford United menyampaikan bahwa Ole sudah menjalani pemeriksaan dengan dokter klub. Ia akan menjalani operasi dan membutuhkan waktu pemulihan yang lama. Erick menegaskan bahwa Ole tidak akan bisa memperkuat tim nasional dalam laga FIFA Match Day melawan Kuwait dan Lebanon pada bulan September. Sedangkan untuk Ronde 4 di bulan Oktober, masih harus dikaji lagi.

Jika pada akhirnya Ole tidak bisa diturunkan di Ronde 4 jelas ini jadi kerugian besar bagi Skuad Garuda. Kalau sudah begini, urgensi untuk memanggil Jens Raven ke skuad utama akan semakin tinggi. Apabila boleh usul sih, Raven bisa dicoba dulu di FIFA Match Day September. Kalau cocok ya angkut aja.

Gaya Bermain

Tunggu dulu. Kalau Ole Romeny bisa pulih tepat waktu, lantas siapa yang harus dikorbankan? Kalau mau tega-tegaan sih, harusnya Jens Raven bisa menggantikan posisi Rafael Struick. Karena secara statistik dan gaya bermain, Raven bisa dibilang lebih unggul dari penyerang Dewa United itu.

Secara posisi asli, Raven adalah striker tengah. Penyerang klasik nomor sembilan. Sedangkan Rafa lebih ke pemain sayap yang dipasang sebagai penyerang hybrid. Dirinya dituntut untuk lebih mobile. Bisa di tengah, samping, atau bahkan turun menjemput bola. Nah, Raven dirasa lebih lengkap karena ternyata bisa melakukan itu semua. 

Area bermain Raven sebetulnya tak jauh-jauh dari kotak penalti. Tapi, di tim nasional kelompok umur, Raven ternyata dengan baik menunaikan tugas sampingannya. Ia juga bisa bergerak ke samping untuk membuka ruang dan menjemput bola jika dibutuhkan. Raven bahkan tak segan untuk melakukan pressing terhadap bek-bek lawan yang menguasai bola. 

Dan satu hal yang dimiliki oleh Raven tapi tidak dengan Struick adalah rasa “lapar”. Raven bak punya dua kepribadian. Jika di luar kotak penalti, ia tahu kapan harus jadi pemantul, kapan harus tarik bek, dan kapan harus memecah pertahanan dengan umpan. Tapi, jika sudah masuk kotak penalti, Raven akan switch. Memanggil dirinya yang haus gol untuk mengambil kendali tubuhnya. Raven versi inilah yang dibutuhkan oleh Patrick Kluivert.

Postur dan Football IQ

Jens Raven pun bukan cuma jago cetak gol. Ada sesuatu yang berbeda ketika ia berdiri di garis depan. Ia jarang menguasai bola atau gocek sana gocek sini macam pemain Brazil. Keheningan selalu mengiringi pergerakannya. Tapi, ancaman seakan tak pernah hilang dari kakinya. Setiap langkah Raven penuh perhitungan.

Dengan kecerdasannya, pemain yang masih berusia 19 tahun ini pandai membaca permainan. Dalam satu momen, dalam hitungan detik, Jens Raven bisa jadi pembeda. Ia tahu kapan harus bergerak menjauh dari bola. Ia tahu kapan harus tinggal diam di blind spot lawan. Salah satu bukti kecerdasannya tersaji di laga melawan Brunei kemarin.

Di gol pertama Raven, ia terlihat berlari tanpa menghiraukan jebakan offside Brunei. Pertahanan Brunei pun longgar, karena sudah yakin Raven dalam posisi offside. Namun, jika dilihat lebih seksama, Raven sengaja melakukan itu untuk mendapatkan ruang guna menyambut umpan Rayhan Hanan. 

Ketika Hanan melakukan penetrasi dan mengirimkan umpan, pemain Brunei yang sudah membiarkan Raven di depan pun akhirnya telat menyadari. Raven sedikit memperlambat larinya agar dalam keadaan onside. Menang langkah, Raven pun dengan mudah menjebloskan bola ke gawang.

Bagaimana Kluivert Menggunakannya?

Secara gaya bermain dan ketajaman sang pemain Jens Raven memang punya something special. Namun, apakah Raven bisa nyetel dengan skema permainan Patrick Kluivert? Dengan fleksibilitas dan status serba bisanya, Raven memiliki potensi besar untuk cocok di skuad tim nasional asuhan Coach Patrick.

Patrick Kluivert dikenal dengan sistem yang memuja presisi, ruang, dan kecepatan berpikir. Itu semua ada dalam diri penyerang Bali United itu. Dalam sistem 3-4-2-1 yang mengandalkan pressing tinggi dan distribusi cepat, Jens adalah poros yang mampu menahan bola sejenak sebelum melepaskannya ke area sayap. 

Jika Indonesia kehilangan Ole Romeny, maka Raven lah yang paling cocok untuk mengisi kekosongan. Dengan support pemain-pemain yang lebih berpengalaman seperti Ragnar Oratmangoen, Marselino Ferdinan, atau Egy Maulana Vikri, potensi Raven dipercaya bisa dimaksimalkan. Namun, dengan catatan, di September nanti Raven masuk skuad Coach Patrick untuk adaptasi.

Sayangnya, Raven datang bukan tanpa kelemahan. Ada yang harus sedikit diperbaiki, yakni postur. Kalau soal tinggi sih oke. Tapi secara massa otot, harus ada perbaikan. Apalagi calon lawan Indonesia di Ronde 4 semuanya dari Timur Tengah. Kebanyakan para pemain Timteng tinggi nan kekar. 

Bayangin kalau Raven mampu menumbuhkan otot-ototnya. Posturnya bisa jadi kayak Alexander Sorloth tuh si Raven. Hmmm, paling cuma itu sih masalahnya, sisanya aman. Dengan minimnya opsi, Raven layak dicoba. Namun, keputusan tetap di tangan Patrick Kluivert.

Sumber: Sport.Detik, Kompas, CNN Indonesia, Bolasport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru