Mencapai final Liga Champions sebanyak dua kali dalam tiga tahun terakhir bukan perkara mudah. Simone Inzaghi dan pasukannya rela berdarah-darah demi mencapai asa. Dan apabila Inter Milan benar-benar menutup musim 2024/25 dengan menaklukkan Liga Champions, maka ini bukan sekadar trofi. Ini adalah deklarasi perang terhadap dominasi sepakbola dunia.
Jika Inter Milan membawa pulang si Kuping Besar, maka ini bukan hanya jadi pertanda kebangkitan sang Ular Raksasa, melainkan juga kebangkitan seluruh elemen sepakbola Italia. Mengapa demikian? Karena kembalinya gelar UCL ke Italia dapat menimbulkan gelombang besar yang berdampak terhadap kemajuan sepakbola Negeri Pasta.
Jika benar akan memberikan dampak yang besar, lantas apa saja keuntungan-keuntungan yang akan diterima oleh Inter dan sepakbola Italia? Selengkapnya, mari kita bahas bersama. Check this out!
Daftar Isi
Kembali Jadi Klub Elit
Jika kita tarik ke belakang, klub Italia sudah lama tak menjuarai kompetisi antarklub paling elit di Eropa itu. Terakhir kali ada klub Italia yang berhasil menaiki tangga juara Liga Champions adalah tahun 2010. Tak lain dan tak bukan, klub tersebut adalah Inter Milan. Saat era José Mourinho, Nerazzurri merupakan klub yang paling ditakuti di Italia, bahkan Eropa.
Namun, sejak itu mereka terpuruk. Hingga narasi ini ditulis, Inter Milan belum bisa menyamai prestasi generasi emas di tahun 2010. Dua tahun lalu, tepatnya pada musim 2022/23, Inter sebetulnya nyaris memutus tren buruk tersebut. Nahas, skuad asuhan Simone Inzaghi kalah dari Manchester City di final.
Kini, semesta kembali berpihak pada Inter. Simone Inzaghi membawa anak asuhnya ke partai puncak untuk kembali mencoba peruntungan. Menghadapi PSG di final Liga Champions 2024/25, Inter lebih dijagokan. Sebab, mereka punya DNA Eropa dan sudah mengalahkan tim-tim besar macam Barcelona dan Bayern Munchen.
Jika pada akhirnya Inter menjuarai kompetisi ini, kemenangan ini adalah simbol kebangkitan raksasa Serie A yang selama ini dianggap “kalah pamor” dari Premier League dan La Liga. Setelah juara, nama Inter Milan akan kembali disejajarkan dengan klub-klub elit lainnya macam Manchester City dan Real Madrid.
Memperluas Pasar
Nah, jika nama Inter Milan sudah sejajar dengan Real Madrid, maka itu akan menghadirkan keuntungan yang lebih besar lagi. La Beneamata bisa memperluas pasar global. Seperti yang kita ketahui, pamor Inter Milan sudah lama redup. Di luar Eropa, banyak yang tidak memperhitungkan Inter sebagai tim yang jago. Kebanyakan fans Inter juga masih berasal dari generasi 80 dan 90-an.
Dengan modal gelar juara Liga Champions musim ini, Inter bisa menjangkau segmen baru. Inter bisa kembali jadi daya tarik fans di generasi muda. Nantinya, anak-anak Gen Alpha bisa mempertimbangkan Inter Milan sebagai klub yang patut untuk di idolai. Bukan cuma Real Madrid, Barcelona, atau Manchester United saja.
Jika segmen-segmen baru sudah berhasil dijangkau, maka momen ini akan membuka gerbang bisnis baru. Inter Milan bisa melakukan ekspansi brand secara menyeluruh. Terutama, di wilayah yang belum dianggap memiliki fanbase besar seperti Afrika, beberapa sektor di Asia, atau mungkin beberapa negara di Amerika Selatan.
Dengan begini penjualan merchandise dan tiket nonton jelas akan meningkat. Proyek Serie A yang berencana akan memainkan big match di luar Italia pun kian masuk akal. Inter bisa memainkan laga melawan AC Milan di Australia atau di Afrika tanpa takut sepi penonton.
Destinasi Favorit Pemain
Bukan cuma jadi daya tarik para fans sepakbola dunia, gelar juara Liga Champions bisa bikin Inter Milan menjelma jadi destinasi favorit para pemain-pemain bintang. Sejauh ini, Inter Milan hanya mendatangkan pemain-pemain murah dan pemain-pemain yang sudah memasuki akhir karir.
Namun, dengan gelar Liga Champions, kebiasaan itu bisa sedikit berubah. Status prestisius ini bukan hanya menambah gengsi klub, tetapi juga meningkatkan daya tarik bagi pemain yang sebelumnya mungkin ragu bermain di Serie A. Selain itu, pemain-pemain muda yang mendambakan kasta tertinggi sepakbola Eropa tak akan selalu menjadikan Real Madrid sebagai tujuan utama.
Mereka bisa menjadikan Inter Milan sebagai tempat berkembang. Pada akhirnya, poin ini tidak akan dirasakan oleh Inter saja. Klub-klub macam Napoli, Atalanta, dan Como akan merasakan juga. Pemain-pemain muda mulai mempertimbangkan sepakbola Italia sebagai tempat yang tepat untuk menyalurkan bakat.
Selain itu, nilai pasar para pemain mereka juga akan ikut naik, memberi Inter kekuatan tawar yang lebih besar dalam negosiasi jual-beli. Singkatnya, kemenangan di Liga Champions akan mengubah wajah Inter Milan di bursa transfer, dari klub yang bersaing menjadi klub yang menentukan arah pasar.
Berdampak Secara Finansial
Di sisi lain, gelar juara Liga Champions juga akan berdampak langsung pada finansial Inter Milan. Sebagai juara, nantinya Inter berhak atas hadiah uang dari UEFA yang jumlahnya bisa melebihi 100 juta euro. Itu sudah termasuk dari distribusi prize money, market pool, dan bonus koefisien.
Pendapatan ini akan memperkuat arus kas klub dan memberi ruang gerak yang lebih luas dalam pengelolaan keuangan, khususnya di tengah tantangan Financial Fair Play. Menurut Sempre Inter, Nerazzurri masih punya beban bunga tahunan sebesar 30 sampai 40 juta euro akibat utang yang masih tinggi.
Oaktree Capital, sebagai pemilik baru, mendorong Inter untuk mencapai anggaran seimbang pada akhir tahun fiskal 2024/25. Harapannya, dengan menjuarai Liga Champions, keseimbangan itu bisa segera dicapai.
Finansial yang stabil juga bisa bikin brand Inter mengalami lonjakan nilai pasar. Ini bisa berdampak pada meningkatnya valuasi klub secara keseluruhan. Jika sudah demikian, nantinya Inter dapat mengundang banyak sponsor dan investor baru yang rela menggelontorkan uangnya untuk klub.
Dengan finansial yang lebih sehat, Inter juga dapat berinvestasi lebih dalam infrastruktur dan pengembangan akademi. Peningkatan ini menjadikan klub lebih kompetitif dan berkelanjutan di level tertinggi sepakbola Eropa.
Hak Siar Serie A
Bukan cuma bagi Inter Milan saja, gelar Liga Champions yang dimenangkan oleh klub Italia akan memberikan dampak positif untuk Serie A itu sendiri. Kemenangan Inter di UCL akan menjadi bukti nyata bahwa klub-klub Italia kembali kompetitif di Eropa. Harapannya, itu akan meningkatkan nilai jual hak siar Serie A, baik secara domestik maupun internasional.
Saat ini, nilai hak siar Serie A masih tertinggal dibandingkan dengan liga-liga top Eropa lainnya. Itu karena prestasi klub Serie A di pentas Eropa menurun. Untuk perbandingan, Premier League menghasilkan pendapatan siaran domestik di angka 3,47 miliar euro per musim. Lalu, La Liga mendapat pemasukan hak siar domestik sebesar 1,35 miliar euro per musim.
Pendapatan Serie A justru menurun. Dilansir France24, pada tahun 2023, Serie A menandatangani kesepakatan hak siar domestik dengan DAZN dan Sky Italia senilai 4,5 miliar euro atau sekitar 900 juta euro per musim untuk periode hingga 2029. Nilai kontrak tersebut menurun dibandingkan kontrak sebelumnya yang mencapai 930 juta euro per musim.
Persepsi Serie A Dimata Dunia
Wajah Serie A di mata penikmat sepakbola dan pelaku bisnis dunia juga akan berubah. Barangkali, poin inilah yang paling penting bagi martabat sepakbola Italia. Prestasi Inter Milan diharapkan dapat memperkuat citra kompetitif liga, menarik sponsor baru bagi liga, dan meningkatkan pendapatan klub-klub lain di Serie A.
Citra Serie A yang sempat dianggap “tertinggal” dalam hal kualitas permainan dan infrastruktur bisa mulai bergeser menjadi liga yang modern, strategis, dan berkualitas. Terlebih, permainan Inter Milan di bawah asuhan Simone Inzaghi sangat berbeda dari kebanyakan tim Italia lain.
Inter lebih dinamis, cepat, dan atraktif. Gelar juara UCL Inter musim ini bisa menghilangkan stigma buruk soal Serie A. Jadi, udah nggak ada lagi tuh yang bilang kalau Serie A adalah liga yang membosankan.
____
Sumber: Deloitte, Sempre Inter, France 24, The Athletic


