Di dunia sepak bola, ada pelatih hebat, ada pelatih legendaris, lalu diantara sebutan itu ada seorang pelatih bernama Hansi Flick. Juru taktik asal Heidelberg ini memiliki satu kemampuan langka yang membuatnya seolah disentuh oleh dewa-dewa sepak bola. Football Lovers harus tahu kalau sejauh karier kepelatihannya, Hansi Flick selalu menang di partai final. Membuatnya bahkan melampaui Jose Mourinho.
Nggak percaya? Berikut tujuh partai final yang dilakoni Hansi Flick, dan keenam-enamnya dia berhasil ia keluar sebagai juara. Siapa saja yang berhasil dikalahkan Hansi Flick?
Daftar Isi
DFB Pokal 2019/20 – Bayern Munchen vs Bayern Leverkusen
Final pertama Hansi Flick dimulai saat melatih Bayern Munchen. Itu tak lama setelah menggantikan Niko Kovac. Sebelumnya, Flick hanya menjadi asisten pelatih, termasuk asisten Joachim Low di Timnas Jerman di Piala Dunia 2014. Saat itu Flick langsung menunjukkan tajinya.
Ia membawa FC Hollywood meraih gelar DFB Pokal musim 2019/20. Di laga kontra Bayern Leverkusen asuhan Peter Bosz itu, Die Roten tampil garang. Seisi Olympiastadion Berlin terhibur dengan gaya “heavy metal football” ala Jerman yang diusung Flick. Munchen bermain dengan intensitas tinggi dan pressing brutal. Hasilnya anak asuh Flick menang dengan degan skor meyakinkan.
Die Roten mencetak skor lewat gol-gol ciamik dari David Alaba, Serge Gnabry, dan dua gol sensasional dari Robert Lewandowski. Sementara itu tim tamu hanya mampu membalas dua gol lewat Sven Bender dan Kai Havertz. Siapa sangka gelar perdananya bersama Bayern Munchen ini jadi sebuah langkah kecil menuju kejayaan yang lebih besar.
Liga Champions 2019/20 – Bayern Munchen vs Paris Saint Germain
Terbukti sentuhan dingin Flick nggak cuma ampuh di turnamen domestik. Di Liga Champions 2019/20, Flick semakin mencuri perhatian berkat penampilan anak asuhnya yang luar biasa. Di turnamen paling elite seantero Benua Biru itu, Flick sama sekali tak terlihat sebagai anak kemarin sore. Di tengah turnamen yang dikepung pandemi Covid-19, kesebelasan The Bavarians menjelma jadi virus mematikan bagi setiap lawan.
Momen paling ikonik di musim itu tentu saja saat taktik jenius Hansi Flick membawa Munchen berpesta pora atas Barcelona di babak perempat final. Tragedi 8-2 di Lisbon ini terus membekas dan membawa trauma mendalam bagi Skuad Blaugrana. Hasil buruk yang ini pun berujung pada pemecatan Quique Stein.
Setelah menjungkalkan Barcelona, Flick makin tak terbendung hingga mencapai partai puncak. Di final, Munchen menghadapi Paris Saint-Germain yang tengah ngebet mengejar Trofi UCL perdana. Klub asal Paris ini pede lantaran diperkuat Neymar dan Kylian Mbappe. Ditambah lagi, Les Parisiens ditukangi Thomas Tuchel yang musim itu mempersembahkan empat trofi untuk PSG.
Tapi Flick menunjukkan kelasnya. Gol tunggal Kingsley Coman memastikan status juara UCL jatuh ke FC Hollywood. Lebih hebatnya lagi, gelar juara tersebut diraih dengan status tak terkalahkan dan tanpa hasil imbang alias 100 persen kemenangan.
Trofi Liga Champions ini juga melengkapi gelar Bundesliga yang sudah disegel sejak bulan Juni di pekan ke-32 kompetisi. Capaian itu juga membuat Flick dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik UEFA 2020.
Piala Super UEFA 2020 – Bayern Munchen vs Sevilla
Selepas mengukuhkan diri sebagai Raja Eropa, Flick masih perlu menegaskan kehebatannya di ajang Piala Super UEFA 2020. Laga ini mempertemukan juara Liga Champions melawan juara Liga Europa.
Tak ada waktu lama untuk berleha-leha. Sekitar satu bulan dari euforia Juara UCL, Flick menyiapkan pasukan tempurnya untuk menghadapi Sevilla yang dilatih Julen Lopetegui. Pertandingan yang dihelat di Puskas Arena ini berlangsung ketat, hingga harus masuk ke extra time.
Tapi lagi-lagi, Flick tahu caranya menang. Javi Martinez, yang nyaris hengkang musim itu, menjadi pahlawan dengan gol sundulan di menit ke-104. Bayern Munchen menang 2-1. Satu trofi lagi yang membuktikan kalau Hansi Flick benar-benar bertangan emas.
DFL Supercup 2020 – Bayern Munchen vs Borussia Dortmund
Hanya beberapa minggu berselang, Bayern Munchen bertemu Borussia Dortmund di DFL Supercup. Pertandingan sarat rivalitas ini juga berlangsung sengit. The Bavarians sempat unggul 2-0. Namun tim asuhan Lucien Favre ogah menyerah begitu saja. Pasukan Kuning Hitam mampu menyamakan kedudukan jadi 2-2. Masing-masing dicetak oleh Julian Brandt dan Erling Haaland yang namanya mulai menggema di seantero Eropa.
Namun pada akhirnya Haaland nggak mampu mencetak gol tambahan. Sampai pada menit ke-82 Joshua Kimmich mencetak gol kemenangan. Skor 3-2 jadi hasil final dan Flick kembali mengangkat piala. Bayangkan, dalam kurun waktu kurang dari setahun, seorang Flick sudah mengoleksi 5 trofi bergengsi di musim debutnya sebagai pelatih kepala Munchen.
Piala Dunia Antar Klub 2020 – Bayern Munchen vs Tigres UANL
Kemudian pada musim dingin 2021, Hansi Flick memimpin Bayern Munchen terbang ke Qatar untuk melengkapi piala. Di final Piala Dunia Antar Klub, Munchen menghadapi Tigres UANL dari Meksiko. Lawan yang tidak banyak diperhitungkan, tetapi tetap menyulitkan. Namun lagi-lagi, Hansi Flick seperti dirigen yang memainkan sebuah orkestra indah.
Gol tunggal Benjamin Pavard membuat Bayern menang 1-0, dan dengan itu Flick resmi melengkapi sextuple alias 6 trofi dalam satu tahun kalender, menyamai rekor bersejarah Pep Guardiola bersama Barcelona 2009.
Piala Super Spanyol 2025 – Barcelona vs Real Madrid
Setelah bergelimang trofi di Bayern Munchen, pada 1 Agustus 2021 Federasi Sepak Bola Jerman tak ragu menunjuk Flick sebagai pelatih anyar menggantikan Joachim Loew. Namun, cerita manis Flick di level klub tidak menular bersama Der Panzer. Flick nggak cukup mampu membawa Timnas Jerman berprestasi hingga akhirnya didepak pada 2023.
Pemecatan itu justru jadi pintu masuk Flick menuju gerbang petualangan yang baru. Pada Juli 2024 lalu, Barcelona membentangkan karpet merah untuk Flick. Publik Camp Nou menyambutnya dengan hangat. Kepercayaan Blaugrana pun dengan cepat dibalas kontan oleh Flick.
Pada 13 Januari 2025 alias 8 bulan pasca menggantikan Xavi Hernandez, Flick memimpin Los Cules menghadapi Real Madrid di partai puncak Piala Super Spanyol 2025. Laga El Clasico yang berlangsung di Jeddah, Saudi Arabia itu jadi ajang pembuktian Flick kalau dia tak cuma jago di negerinya saja.
Namun lawan yang dihadapi jelas tidak mudah. Musim sebelumnya, Real Madrid melibas Barcelona dengan skor telak 4-1 di Piala Super Spanyol. Namun Blaugrana yang dihadapi Don Carlo di King Abdullah Stadium itu bukan kesebelasan yang sama. Flick yang sudah berpengalaman di partai-partai final pun menunjukan kejeniusannya. Terbukti Barcelona menang telak dengan skor 5-2. Hasil ini menjadi awalan yang semakin memupuk kepercayaan diri Flick dalam menahkodai Blaugrana.
Copa del Rey 2024/25 – Barcelona vs Real Madrid
Setelah menjuarai Piala Super Spanyol, penampilan Barcelona di turnamen domestik lain tak kalah menjanjikan. Hansi Flick bisa membawa Barcelona melaju ke partai puncak Copa del Rey. Klub Catalan kembali berhadapan dengan sang rival abadi Real Madrid.
Seperti yang sudah-sudah, saat partai final tiba, Hansi Flick berubah menjadi profesor. Dengan kelihaiannya meramu strategi, Barcelona menang dengan skor 3-2, gol-gol dari Pedri, Ferran Torres, dan Jules Kounde menghancurkan Los Blancos. Kemenangan ini lagi-lagi membuat nama Hansi Flick ditulis dalam tinta emas sejarah. Ini sekaligus mengukuhkan reputasi Flick sebagai pelatih spesialis partai final.
Selain final-final besar tadi, kalau kita tarik ke belakang, saat menukangi Hoffenheim pun, magis Flick di final sudah kelihatan. Dalam empat musim beruntun dari 2002 hingga 2005, Flick membawa TSG Hoffenheim ke final Baden Cup, turnamen kelas regional Jerman, dan menjuarainya. Jangan-jangan “F” dalam nama Flick memang mengandung arti final. Dan “C” dalam namanya mengandung arti Champions.


