Bagaimana Rooney & Ronaldo Menjelma Menjadi Pemangsa Haus Gol

spot_img

Bicara tentang duet paling mematikan di dunia, nama Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo pernah menghiasi jajaran pemain top saat keduanya masih berseragam Manchester United. Datang ke Old Trafford dengan status remaja ajaib, Ronaldo langsung digadang dagang akan menjadi bintang masa depan United.

Setahun kemudian, Manchester United kembali kedatangan remaja berbakat asal Inggris, Wayne Rooney. Dengan mahar senilai 25 juta euro, Rooney resmi berseragam setan merah. Sir Alex Ferguson, manajer United kala itu, mengatakan bahwa “ada banyak alis terangkat” ketika ia membujuk dewan direksi klub untuk mendatangkan Rooney dari Everton. Namun, kepercayaan Sir Alex kepada Rooney terbayar lunas. Remaja itu tampil begitu gemilang dan berada dalam daftar pemain masa depan setan merah.

Datang sebagai dua remaja menjanjikan, apa yang sebenarnya membuat Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo menjelma menjadi pemangsa haus gol?

Rooney dan Ronaldo disiapkan Sir Alex Ferguson untuk meneruskan tongkat kesuksesan Manchester United. Keduanya didatangkan untuk menggantikan peran pemain senior yaitu David Beckham dan Ruud van Nistelrooy.

Akan tetapi, bukan hal mudah bagi kedua pemain muda itu untuk menggantikan posisi para seniornya. Mereka bahkan kerap terlibat konflik dalam perjalanan untuk meneruskan era kejayaan United. Salah satu yang paling diingat adalah ketika Rooney dan Ronaldo terlibat pertikaian di Piala Dunia 2006.

Ketika itu, Wayne Rooney terkena kartu merah oleh wasit pada laga melawan Portugal. Cristiano Ronaldo kemudian sempat menjadi musuh publik Inggris karena dianggap turut memprovokasi wasit.

Sempat dirumorkan hengkang dari United, Ronaldo justru bertahan dan malah makin kompak dengan Rooney. Hal itulah yang menjadi bukti pertama bahwa hubungan baik antar keduanya merupakan kunci keberhasilan diatas lapangan.

Selain terlibat konflik yang cukup menggegerkan itu, Rooney dan Ronaldo juga kerap mendapat kritik pedas dari Sir Alex Ferguson. CR7 dianggap pemain yang egois. Ia lebih senang memaksakan diri untuk melewati lawan meski tidak dibekali dribel yang bagus. Yang lebih parah, ia dikenal sebagai pemain yang suka diving.

“Musim pertama, CR7 adalah pemain yang banyak ulah. Dia gampang sekali jatuh, keseimbangan dan kecepatannya sangat buruk. Di awal-awal dia adalah pemain yang lebih mementingkan gaya ketimbang kolektivitas tim. Ia hanyalah pemain yang suka pamer,” tutur Fergie.

Setelah Ronaldo, Wayne Rooney juga tak luput dari kritik tajam sang manajer. Jika CR7 dicap sebagai pemain egois, maka Rooney sering bermasalah dengan temperamennya yang tinggi.

“Rooney adalah pemain yang mampu menguji kesabaran setiap orang di tempat latihan. Aku sering mengkritiknya karena sikap yang ia miliki. Setelah aku kritik, ia pasti akan mengamuk di ruang ganti,”

“Tapi yang aku suka dari Rooney adalah, keesokan harinya ia akan meminta maaf dan mengatakan, ‘Apakah minggu depan aku akan main, bos?’ Aku hanya bisa menjawab ‘tidak tahu’.” tutur Fergie.

Berbagai kritik tajam yang dilancarkan Sir Alex Ferguson berhasil membuat kedua pemain itu jauh lebih berkembang. Mereka banyak memperbaiki performa dan perlahan mengurangi hal-hal yang tidak disukai Fergie.

Setelah sikap keduanya mulai teratasi, Rooney dan Ronaldo mendapat kritik tajam lainnya. Kali ini adalah tentang kestabilan kedua pemain tersebut dalam mencetak gol. Pada musim 2005/06, Rooney dan Ronaldo terbilang kerap mencetak gol, namun ketika harus berhadapan dengan tim yang sudah dipastikan degradasi, mereka malah melempem dan tak mampu mencetak gol.

Satu kritik tersebut kembali menjadi cambukan serius bagi Rooney dan Ronaldo. Di musim berikutnya, kedua pemain itu semakin membuktikan diri sebagai pasangan duet terbaik. Di musim 2006/07, Keduanya sama-sama mencetak 23 gol dan menjadi top skor klub. Mereka pun bertransformasi menjadi salah satu duet paling mematikan di dunia.

Akhir kisah dari keduanya terjadi saat Ronaldo memutuskan untuk hengkang ke Real Madrid pada tahun 2009. Rooney tetap tinggal dan berdiri tegak dibawah panji setan merah. Sementara Ronaldo, mengukir cerita baru bersama tim asal kota Madrid sebelum akhirnya memutuskan untuk hijrah ke Juventus.

Bersama United, Rooney hengkang setelah kurang lebih 12 tahun bertahan. Ia juga berhasil membukukan rekor sebagai pencetak gol terbanyak klub dengan torehan 250 gol, melampaui catatan Bobby Charlton. Untuk Ronaldo, ia akan selalu dikenang sebagai pemain bernomor punggung 7 yang sukses menjadi pemain terbaik dunia.

Kerja keras dan rasa sabar benar-benar menjadikan Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo sebagai legenda Manchester United.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru