Mengapa Coutinho Menolak Untuk Kembali Ke Premier League?

spot_img

Philipe Coutinho tampil begitu luar biasa saat berseragam Liverpool. Dirinya kerap menjadi andalan tim dan tak jarang mencetak gol. Aksi gemilangnya diatas lapangan sukses menarik minat raksasa Spanyol, FC Barcelona. Ketika itu, pihak Barcelona telah mengonfirmasi transfer Coutinho lewat media sosial dan situs resminya. Coutinho telah menandatangani kontrak berdurasi 5,5 tahun dengan mencantumkan klausul pelepasan sebesar 400 juta euro atau sekitar 6,45 triliun rupiah.

Keberhasilan transfer Coutinho disambut gembira oleh pihak Barcelona. Mereka sangat yakin pemain berusia 26 tahun itu akan menambah daya gedor tim dari lini tengah.

Akan tetapi, performa pemain asal Brasil itu ternyata jauh dari ekspektasi. Dibeli dengan harga fantastis, Philippe Coutinho saat ini justru terlihat sebagai perekrutan yang sia-sia.

Semakin hari, sinar Coutinho semakin redup. Dikutip dari WhoScored, persentase umpan sukses Coutinho hanya mencapai angka 87,8 persen, jumlah yang terbilang kecil untuk pemain yang berposisi sebagai gelandang serang. Catatan Coutinho bahkan kalah dari Arturo Vidal yang punya rataan umpan sukses hingga 89,6 persen. Padahal, Vidal adalah pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan.

Kerap dijadikan sebagai pilihan kedua, Coutinho mulai merasakan masa-masa sulit di Barcelona. Ia kerap tampil dibawah standart hingga tak jarang menerima kritik pedas dari sang pelatih.

Situasi ini membuat Coutinho diberitakan akan hengkang dari Camp Nou. Media mulai berspekulasi bahwa Coutinho tak akan bertahan lama di Barcelona. Beberapa klub Inggris seperti Manchester United dan Chelsea bahkan telah menjadi pihak yang paling berminat dengan jasa pria bertinggi 172 cm ini.

Akan tetapi, baru-baru ini Coutinho mengungkap bahwa dirinya tak ingin kembali ke Inggris. Lalu apa yang sebenarnya menjadi alasan mengapa Coutinho tak mau berlaga di kompetisi Premier League?

Beberapa sumber mengatakan bahwa Coutinho bahagia di Barca meski sedang mengalami masa-masa yang tak diinginkan. Ia ingin fokus bersama klubnya saat ini dan menganggap kembali ke Premier League bukan termasuk rencananya. Seperti dikutip dari Mirror, Coutinho berkomentar,

“Ini musim keduaku di sini. Aku telah memenangkan gelar tetapi aku selalu menjadi orang yang ambisius dan banyak menuntut,”

“Jadi aku ingin lebih dan lebih. Tapi aku senang. Aku ingin bermain di Spanyol dan aku berada di klub terbaik di Spanyol. Kembali ke Inggris sekarang tidak sesuai dengan rencanaku.”

Alasan selanjutnya adalah Coutinho tidak ingin mengecewakan Liverpool. Jika kembali ke Liverpool adalah hal yang sulit bagi Coutinho, maka pemain asal Brasil ini lebih baik bertahan atau setidaknya menolak seluruh tawaran yang berasal dari Inggris.

Jika Coutinho memilih salah satu tawaran tim Inggris, maka secara teknis ia akan membuat tim tersebut semakin kuat. Mereka juga akan punya figur kunci yang tahu dengan baik kekuatan Liverpool.

Bukan hanya terkait hal-hal teknis, jika Coutinho memutuskan untuk pergi dari Barcelona, The Reds juga akan mengalami kerugian secara finansial. Ya, finansial menjadi alasan berikutnya.

Di luar mahar transfer senilai 120 juta euro, Liverpool masih bisa mendapatkan sejumlah uang dari Barcelona atas transfer Coutinho. Sebab, ada beberapa klausul yang mengikat. Salah satunya adalah bonus ketika sukses juara di Liga Champions.

Selain itu, jika Coutinho memainkan lebih dari 25 pertandingan di La Liga Spanyol, maka Liverpool akan mendapatkan bayaran senilai 4,2 juta euro. Semua klausul itu tentu saja tidak akan berlaku ketika Coutinho pindah dari Barcelona. Jika semua klausul tersebut digabung, maka total kemungkinan pendapatan Liverpool yang hilang berkisar hingga 17,6 juta euro atau setara dengan 331 miliar rupiah. Tentu saja ini akan menjadi kerugian tersendiri bagi pihak The Reds.

Hal itulah yang tentunya menjadi pertimbangan besar bagi Coutinho, mengingat dirinya masih sangat menghormati mantan klub nya tersebut.

Alasan yang terakhir mengapa Coutinho tak mau pergi dari Barcelona apalagi bergabung dengan klub Premier League adalah karena ini semua bukan tentang uang. Bagi Coutinho, Barcelona adalah klub yang begitu luar biasa. Sebuah kebanggaan bisa berseragam La Blaugrana.

Menurutnya, bergabung dengan Barcelona adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.

Namun jika pada akhirnya Coutinho memang harus benar-benar meninggalkan Barcelona, maka klub non-premier league seperti PSG, FC Bayern, hingga Juventus, bisa menjadi alternatif.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru