Virgil van Dijk, tampil begitu sempurna di setiap laga yang dijalaninya bersama Liverpool. Salah satu aksi heroik terbarunya adalah saat menghadang serangan dua penggawa Tottenham Hotspurs. Ketika itu, skor masih imbang 1-1. Liverpool mencetak gol lewat Roberto Firmino sementara Tottanham menyamakan kedudukan melalui Lucas Moura.
Sekitar enam menit sebelum laga usai, Tottenham memiliki peluang emas untuk membalikkan keadaan. Moussa Sissoko berlari bersama Son Heung Min dengan hanya Virgil van Dijk menghalangi mereka berdua dari gawang Alisson.
Semua penggemar cemas, mereka berfikir akan kalah. Akan tetapi, Van Dijk mampu berdiri tegak untuk menjaga mimpi Liverpool.
Setelah tak buru-buru mengambil bola dan terus mempelajari pergerakan lawan, van Dijk akhirnya menerkam bola di kaki Sissoko setelah pemain Totteham itu menggeser bola ke kaki lemahnya. Melihat van Dijk meregangkan badan dan kaki-kakinya untuk mengambil bola, Sissoko panik sehingga terburu-buru melepas tendangan dengan kaki lemahnya.
Alhasil, bola yang disepak itupun melambung tinggi keatas gawang.
Cara bertahan itu terbilang luar biasa karena van Dijk mampu menghentikan peluang emas yang dimiliki Spurs tanpa melakukan tekel keras.
Musim sudah hampir berakhir, semenjak didatangkan Liverpool dengan harga selangit, van Dijk mampu membuktikan kualitasnya dan menjadi bek terbaik dunia saat ini. Bahkan, catatan statistik mengatakan kalau van Dijk menjadi satu-satunya bek di Liga Primer Inggris yang tak mampu dilewati oleh pemain manapun.
Dengan catatan tersebut, bukan sebuah kejutan bila pemain asal Belanda itu masuk kedalam calon kuat peraih penghargaan pemain terbaik Liga Inggris.
Yang menjadi pertanyaan disini adalah, bagaimana Virgil van Dijk mampu menjadi salah satu bek terbaik di dunia?
Sejak memulai karier junior, van Dijk menjadi pemain dengan fisik terkuat. Ia memulai karier sebagai bek kanan sebelum akhirnya memantapkan posisinya sebagai bek tengah. Sempat mengalami cedera lutut, van Dijk segera pulih dan langsung melakukan debut impresif.
Awalnya, van Dijk kerap megalami kondisi yang tidak fit. Namun perlahan tapi pasti, ia mulai latihan rutin hingga terus membentuk kondisi yang sempurna bagi seorang pesepakbola. Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, van Dijk bahkan mendapat panggilan ke timnas senior.
Hal tersebut tentu sangat membantu perkembangannya. Ia mulai terbiasa tampil sempurna dengan mental yang terus berkembang. Keputusan pelatih Belanda saat itu dalam memanggil van Dijk memberi efek luar biasa bagi pria yang sekarang berusia 27 tahun itu.
Setelah fisik dan mentalnya terus ditempa, van Dijk memulai kebiasaan baru untuk rutin pergi ke gym. Hal itu ia lakukan agar mendapat kekuatan fisik yang sempurna. Sebuah kerja keras nyatanya mampu membentuk van Dijk menjadi pemain yang jauh lebih kuat.
Setelah tampil luar biasa bersama Groningen, van Dijk lalu hijrah ke Celtic. Tak butuh waktu lama bagi Celtic untuk mengakui kemampuan van Dijk. Mereka langsung menaruh pemain asal Belanda itu ke jajaran tim inti.
Bersama Celtic, van Dijk terus tumbuh menjadi bek spektakuler. Ia mulai berfokus pada latihan teknik dan mengasah kemampuan tendangannya dengan baik. Latihan tersebut berbuah manis, van Dijk tak hanya pandai dalam bertahan, tetapi ia juga lihai dalam melakukan umpan-umpan jauh.
Bahkan, beberapa tahun yang ia habiskan di Celtic terus membentuknya menjadi pemain yang percaya diri, mampu membaca pertandingan, hingga memiliki kharisma diatas lapangan.
Hingga tepat pada 2015, van Dijk resmi berlabuh di kompetisi paling ganas seluruh dunia. Ia mendarat di stadion St Mary untuk bergabung bersama Southampton. Dibayar senilai 13 juta euro, Southampton memberi kesempatan bagi van Dijk untuk merasakan atmosfer Liga Inggris.
Dibawah asuhan Ronald Koeman, van Dijk mampu menampilkan permainan impresif. Perlahan, ia menjelma menjadi bek yang tak takut dengan apapun. Ketika itu, van Dijk berhasil mengejutkan banyak pihak karena langsung tampil luar biasa saat baru pertama kali menginjakkan kaki di Negri Ratu Elizabeth.
Berada di Southampton, van Dijk benar-benar memanfaatkan fasilitas tim. Dia tak langsung berhenti saat latihan usai dan mencoba beberapa hal yang baru ia temui di Inggris. Kebiasaan itu perlahan meningkatkan kualitasnya. Percaya atau tidak, van Dijk menjadi pemain yang sigap dan lebih bertanggung jawab.
Setelah selama kurang lebih tiga tahun membela Southampton, van Dijk direkrut Liverpool dengan biaya 75 juta euro. Karena telah menjalani proses dan latihan yang begitu luar biasa, Liverpool menjadi tim yang beruntung sebab mereka tinggal menikmati kualitas yang dimiliki van Dijk.
Dirinya tampil sempurna dengan permainan yang sulit untuk dijelaskan. Dia memberi efek luar biasa dan kerap menjadi penyelamat The Reds dalam momen-momen tertentu. Kedatangan van Dijk menjadi transformasi luar biasa dalam kubu Liverpool. Mereka bukan lagi tim dengan pertahanan lemah. Liverpool menjelma menjadi kandidat kuat peraih trofi Liga Inggris dengan segala kesempurnaan diberbagai lini.
Melihat kontribusi dan permainan luar biasa van Dijk, akankah dia menjadi legenda Liverpool?


