Adakah Yang Kontroversial?! Deretan Sanksi KEJAM Komdis PSSI Tahun 2025

spot_img

Bagi manusia, bertumbuh setiap harinya untuk jadi lebih baik adalah suatu keharusan. Tak mau kan, jadi manusia yang stagnan alias nggak ke mana-mana? Belajar dari kesalahan, toh jadi pengalaman yang paling berharga bagi setiap insan manusia.

Namun jika melihat fenomena sepakbola di tanah air, kok rasanya tidak ada yang berubah ya? Masih saja ada pemain maupun penonton yang rusuh. Apakah sudah sejatinya sepakbola kita seperti itu? Ah..sudahlah.

Itulah kenapa, baru bulan Maret saja, beberapa sanksi sudah keluar dari Komdis PSSI. Lantas, apakah sanksi tersebut sudah sesuai, atau justru ada dari beberapa sanksi tersebut yang berbau kontroversial?

Flashback Sanksi Akhir 2024

Sebelum beranjak ke tahun 2025, mari kita flashback sebentar ke bulan Desember 2024. Di bulan tersebut, puluhan sanksi telah dilayangkan Komisi Disiplin PSSI untuk klub-klub penghuni Liga 1, 2, hingga Liga 3.

Sanksi yang diberikan sebagian besar berupa denda uang. Kalau menurut data dari Bola.com, jika ditotal selama bulan Desember 2024, total uang yang terkumpul dari denda mencapai Rp1,512 miliar. Tentu jumlah tersebut cukup fantastis.

Denda Komdis PSSI tersebut tak pandang bulu. Klub-klub besar seperti Persebaya, PSM Makasar, hingga Persija pernah menerimanya. Namun yang lebih nasib lagi, yakni sanksi yang diterima klub Liga 2, Persipani Paniai. Klub asal Papua Tengah tersebut harus dikeluarkan dari Liga 2 akibat tiga kali tidak hadir dalam pertandingan karena terbentur biaya perjalanan.

Tahun 2025 Tak Berubah

Nah, berkaca dari bulan Desember 2024, harusnya klub-klub jadi makin sadar, betapa ngerinya sanksi yang diberikan Komdis PSSI apabila terus membandel. Namun apalah daya, klub-klub di Liga Indonesia ini nampaknya masih saja hobi dikenai sanksi.

Hal itu dibuktikan dengan beberapa sanksi berat dari Komdis PSSI yang sudah dilayangkan ke sejumlah klub. Padahal, tahun 2025 baru berjalan tiga bulan lho. Sanksi-nya pun bermacam-macam, dari denda materi hingga didiskualifikasi.

Drama Deltras vs Persibo

Seperti apa yang terjadi di bulan Januari, ketika laga Deltras Sidoarjo vs Persibo Bojonegoro di Liga 2. Laga ini berlangsung bak sinetron. Maklum, laga ini jadi penentu siapa yang bakal lolos ke babak 8 besar Liga 2.

Laga yang digelar pada 11 Januari 2025 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo itu, terhenti akibat kericuhan yang tak terkendali. Kerusuhan tersebut berawal dari protes terciptanya gol Persibo di menit akhir laga. Akibatnya pemain Deltras yang tak terima, mengejar-ngejar wasit. Suporter The Lobster pun turun ke lapangan untuk beradu jotos dengan pemain Persibo.

Dalam keputusannya, PT LIB akhirnya menganulir gol Persibo itu. Mereka menjadwalkan ulang laga di tempat netral. Namun, saat laga ulangan dimulai, pemain Persibo justru menolak bermain. Mereka memilih berdiri di pinggir lapangan sambil bertepuk tangan, mengakui kemenangan The Lobster.

Namun drama yang tersaji itu belum usai. Meski lolos ke babak 8 besar Liga 2, Komdis PSSI tetap menghukum Deltras, berupa larangan menggelar laga dengan penonton di kandang, serta denda sebesar 125 juta rupiah.

Anehnya, Persibo yang juga dipunyai oleh Exco PSSI, Eko Setiawan, tak dikenakan denda. Persibo terhindar dari sanksi pengurangan sembilan poin, dan denda 500 juta rupiah berkat proses bandingnya yang terkabul.

Rusuh Di Tuban

Sama seperti Deltras, klub asal Jawa Timur lainnya, yakni Persela Lamongan juga ikut terkena sanksi berat dari Komdis PSSI. Sanksi itu berawal dari kerusuhan yang terjadi di Tuban Sport Center, 18 Februari. Saat itu Persela Lamongan sedang bentrok dengan Persijap Jepara di laga 8 besar Liga 2.

Berkat kerusuhan itu, laga kemudian dihentikan pada menit ke-78. Sejumlah fasilitas stadion dirusak oknum suporter yang masuk ke lapangan. Tampak spanduk papan iklan dan gawang dibakar, serta kaca-kaca ruangan yang dipecah oleh massa.

Apa boleh buat. Kerusuhan tersebut akhirnya membuat Laskar Joko Tingkir dikenai sanksi larangan bermain tanpa suporter selama semusim penuh di musim 2025/26, serta denda uang sebesar 110 juta rupiah.

Promosi Tapi Panen Sanksi

Lain halnya dengan klub Liga 3, Persiba Balikpapan. Tim berjuluk Beruang Madu itu berhasil promosi ke Liga 2 musim depan, namun uniknya, mereka termasuk klub yang memperoleh banyak sanksi dari Komdis PSSI.

Klub asuhan Coach Muhammad Nasuha itu dihukum denda di laga 6 besar Liga 3, saat melawan NZR Sumbersari dan Sumut United. Total denda di dua laga tersebut berkisar 30 juta rupiah.

Persiba terkena denda tersebut akibat ulah oknum suporter mereka yang melempari bench pemain lawan, penggunaan flare, insiden pelemparan sepatu, serta denda akibat tidak datang di konferensi pers jelang laga. Ada-ada aja Persiba ini.

Didiskualifikasi Dan Terasingkan

Berikutnya ada sanksi berat yang dilayangkan Komdis PSSI kepada klub Liga 4 Jawa Tengah, PPSM Magelang. Klub yang sebagian sahamnya dimiliki CEO Asumsi, Pangeran Siahaan itu, terkena sanksi akibat kerusuhan yang terjadi pada saat laga melawan Persibat Batang.

Kerusuhan yang terjadi di Stadion Moch Soebroto itu sungguh memilukan. Sebab dalam kerusuhan tersebut, pemain kedua tim saling adu jotos di lapangan. Tidak hanya itu, penonton tuan rumah yang tak terima tim kesayangannya keok, juga turun ke lapangan ikut adu jotos. Miris bukan?

Akhirnya klub berjuluk Macan Tidar itu dikenai sanksi berat oleh Komdis PSSI berupa denda sebesar 45 juta rupiah, serta didiskualifikasi dari Liga 4 Jawa Tengah. Tidak berakhir sampai di situ. Di kompetisi yang akan diikuti berikutnya, Macan Tidar harus menjalani laga usiran di luar Magelang sejauh minimal 75 km dan tidak boleh dihadiri penonton.

Denda Tim Ibu Kota

Berikutnya yang tak kalah jadi sorotan adalah, sanksi Komdis PSSI yang ditujukan kepada Persija Jakarta saat bentrok melawan Persib Bandung. Duel klasik di Stadion Patriot Chandrabaga itu berakhir rusuh.

Beberapa oknum suporter Persib mendapat penyerangan di dalam dan luar stadion. Terjadi juga aksi pelemparan terhadap pemain Persib, yakni Tyronne del Pino, yang membuat bagian pelipisnya terluka. Tak hanya itu, terjadi juga penyalaan flare dalam jumlah banyak, termasuk di hotel tempat tim Maung Bandung menginap.

Berkat beberapa pelanggaran tersebut, Komdis PSSI dengan tanpa ampun memberikan denda kepada Macan Kemayoran sebesar 220 juta rupiah, serta larangan empat laga tanpa penonton di Liga 1.

Selebrasi Beckham Putra

Yang menarik perhatian di laga Persija vs Persib, selain denda bagi Persija juga denda bagi pemain Persib, Beckham Putra. Memangnya Beckham kenapa? Melakukan pelanggaran keras? Intimidasi? Atau berbuat onar?

Faktanya tidak. Pemain 23 tahun tersebut dihukum Komdis PSSI hanya gara-gara masalah sepele yakni selebrasi. Ekspresi kegembiraan seorang Beckham Putra dengan meniru gaya ice cold milik pemain Chelsea, Cole Palmer, ternyata berbuah petaka.

Bagaimana bisa pemain kelahiran Bandung itu dihukum denda sebesar 75 juta rupiah hanya karena selebrasi itu, aneh bukan? Toh selebrasinya bukan tidak rasis atau terang-terangan menghina lawan.

Well, itulah tadi sanksi-sanksi yang diberikan Komdis PSSI ke klub-klub di Indonesia. Menurut football lovers, apakah sanksi-sanksi yang diberikan sudah tepat atau justru berlebihan?

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru