Tahun 2010, Timnas Indonesia menduduki posisi 127 FIFA. Setelah itu ranking timnas kesayangan kita lebih sering merosot daripada naik. Namun, empat tahun terakhir ini Timnas Indonesia mulai konsisten memperbaiki ranking FIFA.
Terhitung saat naskah video ini ditulis alias sebelum pertandingan menghadapi Australia, Indonesia sudah duduk di peringkat 133. Naik 40 peringkat dari ranking 173 pada tahun 2019.
Harus diakui, naiknya ranking Timnas Indonesia bahkan lebih cepat dari tim-tim Asia Tenggara lain. Sementara Indonesia bisa naik hingga 10 tingkat langsung, negara-negara ASEAN lainnya terengah-engah naik sedikit demi sedikit.
Hal itu juga menimbulkan pertanyaan, terutama bagi fans negara lain. Kok bisa Indonesia rankingnya naik secepat itu? Jangan-jangan mereka nyogok FIFA? Ha yo sek tho, daripada curiga, mari kita membahas faktor di balik melonjaknya ranking Timnas Indonesia.
Daftar Isi
Sejak Kapan Ranking Selalu Naik?
Kalau ditelusuri kembali, ranking Indonesia mulai sering naik sejak tahun 2021. Meskipun bukan berarti Indonesia tidak pernah turun. Setidaknya kalaupun rankingnya merosot, tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Sebagai gambaran, Indonesia pernah menduduki peringkat 127 pada tahun 2010. Namun, merosot jauh hingga 15 peringkat setahun berikutnya menjadi 142. Lalu melorot lagi hingga 14 peringkat di tahun berikutnya menjadi 156.
Bahkan Indonesia pernah turun hingga 20 peringkat jauhnya. Itu terjadi di tahun 2015. Indonesia yang berada di peringkat 159 di tahun 2014, turun ke peringkat 179 di tahun 2015.
Dalam waktu 4 tahun, Timnas Indonesia naik 42 peringkat di rank FIFA 🇮🇩
• 2020: rank 173
• 2024: rank 131Ayo coach Shin Tae-Yong bawa Garuda terbang lebih tinggi lagi 🙌 pic.twitter.com/wChtLAjKGu
— Berita Sepakbola Dunia (@gilabola_ina) September 6, 2024
Barulah pada tahun 2021 penurunan ranking Indonesia tak sampai tiga peringkat. Contoh, pada 12 Agustus 2021 ranking Indonesia sempat turun dari 173 ke 174. Lalu turun satu peringkat lagi di bulan berikutnya. Setelah dalam dua bulan hanya turun dua peringkat saja, Indonesia lalu naik langsung 10 peringkat di bulan berikutnya.
Pada 21 Oktober 2021, Indonesia sudah duduk di posisi 165. Ngeri nggak tuh? Indonesia memang pernah turun lagi setelah itu, tapi cuma satu peringkat saja. Sementara ketika naik, Indonesia bisa memanjat minimal dua peringkat. Terhitung sejauh ini hanya tiga kali Indonesia naik cuma satu peringkat doang sejak Oktober 2021.
Itu di Bulan Maret 2022 ketika Indonesia naik dari 160 ke 159. Lalu di akhir tahun 2022, saat Indonesia menduduki posisi 151 dari sebelumnya 152. Dan yang terakhir di perhitungan terbaru, yakni Juli 2024. Indonesia yang bulan sebelumnya duduk di posisi 134 naik ke posisi 133.
Faktor Shin Tae-yong
Kalau ditanya, apa sih faktornya? Jelas bukan Gianni Infantino, melainkan Shin Tae-yong. Bukan karena taktik atau kemampuan Shin Tae-yong. Soal itu cukup Tommy Welly saja yang meragukan, kita mah nggak usah ikut-ikutan.
Namun, yang perlu diapresiasi adalah visi dari Shin Tae-yong itu sendiri. Sejak awal, ahjussi yang satu ini bertekad untuk memperbaiki ranking FIFA Timnas Indonesia. Berkali-kali Shin Tae-yong bilang, bahwa target pribadi jangka panjangnya untuk Timnas Indonesia adalah 100 besar FIFA.
Dianggap keteteran, Shin Tae-yong bawa Timnas Indonesia lolos ⤵️
Piala Asia 2023 ✅
Piala Asia U20 2023 ✅Ini bukan kebetulan sejak pelatih yang menangani timnas tersebut banyak diragukan. Pada akhirnya ia dan skuad membayar apa yg mereka ragukan 🇮🇩
STY Masterclass 🤫 pic.twitter.com/BjS6nKCs0k
— FT Scouting 🕵🏻 (@FT_IDN) September 18, 2022
Jika kita mengikuti kabar Shin Tae-yong di berbagai kanal pemberitaan, ia tidak pernah sekali pun membicarakan trofi, termasuk Piala AFF. Memang betul kalau Piala AFF salah satu bukti supremasi di Asia Tenggara, tapi orang hebat selalu punya mimpi yang jauh lebih menantang. Shin Tae-yong ingin membawa Indonesia ke level Asia bahkan Dunia.
Sebuah mimpi yang awalnya membuat semua orang gelisah. Memangnya bisa, Timnas Indonesia tampil di level Asia bahkan dunia? Tapi justru mimpi yang bikin gelisah itulah mimpi yang besar. Demi mewujudkan misi itu, salah satu jalan yang bisa ditempuh adalah memperbaiki ranking.
Di level Asia dan dunia, ranking FIFA menjadi patokan dari mana sebuah tim akan memulai babak kualifikasi. Shin Tae-yong pelan-pelan mewujudkan visinya itu. Akhirnya bisa Yura, Indonesia bisa tampil di level Asia dan lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
[Highlight]
Arab Saudi 1-1 Indonesia
12x pertemuan
10x kalah
2x imbangBagian mana yang paling mencuri perhatianmu semalem?pic.twitter.com/L8hxSi2UsE
— Siaran Bola Live (@SiaranBolaLive) September 6, 2024
Kepercayaan Federasi
Coba bayangkan, bagaimana andai visi Shin Tae-yong yang mengejar ranking FIFA, alih-alih trofi tidak didukung oleh federasi? Mungkin nasibnya akan seperti negara-negara Asia Tenggara lain. Bisa dikatakan Shin Tae-yong beruntung karena selalu mendapat kepercayaan dari PSSI, tidak seperti para pelatih sebelumnya yang gagal dikit dipecat.
Tae-yong datang di era Ketum PSSI Mochamad Iriawan, dan sejak saat itu kepercayaan Iwan Bule merasuk dalam diri Shin Tae-yong. Di Piala AFF 2022 lalu misalnya. Timnas Indonesia asuhan Tae-yong gagal meraih gelar, tapi Baginda Ibul tidak langsung mengusirnya. Ibul memberi STY kesempatan hingga kontraknya habis.
BREAKING NEWS 🚨
Dari Instagram pribadinya, Shin Tae-yong mengatakan akan mundur dari Timnas Indonesia jika Iwan Bule mundur dari ketua PSSI pic.twitter.com/2PFVixKqhb
— Box2Box Football (@Box2BoxBola) October 12, 2022
Alih-alih mencaci, purnawirawan polisi ini justru memuji timnas asuhan Shin Tae-yong di Piala AFF 2022. Kepercayaan itu pun bikin Shin Tae-yong turut memberi kepercayaannya pada Iwan Bule. Ingat kan, saat STY pernah mengancam pergi kalau Iwan Bule memutuskan mundur?
Terlepas dari intrik apa pun, itu menunjukkan bahwa STY nyaman bekerjasama dengan Ibul. Hal yang juga diulangi ketika PSSI berada di tangan Erick Thohir. Salah satu bukti bahwa Erick juga percaya pada STY adalah dengan memperpanjang kontraknya hingga 2027.
Tidak hanya kepercayaan, STY juga diberikan fasilitas oleh Erick Thohir. Kayak gini yang bikin Shin Tae-yong nyaman melatih Timnas Indonesia. Visinya membawa Indonesia ke 100 besar FIFA makin terbuka untuk digapai.
Done Deal: Ketum PSSI, Erick Thohir resmi umumkan kerjasama dengan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia hingga 2027🇮🇩😊 pic.twitter.com/I2VTXOMLww
— Update Score Bola (@UpdateBolabola) April 25, 2024
Uji Coba
Demi mencapai target 100 besar itu, langkah yang dilakukan adalah menggelar partai uji coba. Salah satu yang menarik adalah, beberapa kali Indonesia menjajal tim-tim yang rankingnya berada di atas. Tentu kamu masih ingat ketika Indonesia menjamu Argentina, tim yang berada di peringkat satu FIFA dan sang juara dunia.
Meski akhirnya kalah, tapi minimal ini menunjukkan keseriusan memperbaiki ranking FIFA. Selain itu, di FIFA Matchday pada September 2022 lalu, Indonesia menantang Curacao, negara yang berada di peringkat 84. Indonesia yang raih dua kemenangan atas Curacao, akhirnya naik tiga peringkat ke 152.
Tak puas menghadapi Curacao, Indonesia lalu menggelar uji coba melawan Burundi, negara yang pada akhir tahun 2022 berada di posisi 141 FIFA, 10 tangga di atas Indonesia. Kalah satu kali tapi menang sekali lawan Burundi, ditambah poin-poin kecil di Piala AFF, Indonesia akhirnya naik ke posisi 149.
Memanfaatkan Kompetisi
Selain uji coba, ranking Indonesia bisa naik terus karena STY memanfaatkan kompetisi-kompetisi, sekalipun hanya Piala AFF dan babak kualifikasi di Piala Dunia maupun Piala Asia. Buat yang belum tahu, pertandingan Piala AFF tetap masuk hitungan FIFA. Tapi derajat Piala AFF tetaplah laga persahabatan, juara atau tidak.
Maka dari itu, memaksimalkan laga tanpa meraih trofi cukup untuk memperbaiki ranking FIFA. Di babak play-off untuk memperebutkan tempat di putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023 lalu, Indonesia mengalahkan Chinese Taipei dengan agregat 5-1. Taipei saat itu berada di posisi 151, sedang Indonesia 175.
Karena menang atas Taipei, Indonesia mendapat tambahan poin dan akhirnya meroket ke peringkat 165. Hal yang sama juga dilakukan ketika melakoni putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023. Di situ Indonesia bisa mengalahkan Kuwait dan lolos ke Piala Asia, sekaligus ranking terkerek. Usai mengalahkan Kuwait, Indonesia duduk di peringkat 155.
Well, hingga sekarang Indonesia punya kesempatan untuk terus naik di pemeringkatan FIFA. Apalagi kini sedang tampil di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia. Meski ranking FIFA bukan tolok ukur kekuatan sebuah tim nasional, namun setidaknya, menurut Bung Binder, kenaikan ranking ini memperlihatkan bahwa Timnas Indonesia sedang berprogres.
Sumber: Bolanet, Okezone, CNNIndonesia, Bolacom, Kompas, FIFA, iNews


