Pemain Keturunan Ini Harus Segera Gabung Timnas Indonesia! Jens Raven Butuh Partner

spot_img

Kehebohan menyelimuti jagad sepakbola Tanah Air ketika melihat Jens Raven tampil apik dan membawa Timnas Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 kemarin. Namun, dengan standar yang semakin tinggi, juara di turnamen Asia Tenggara saja tidak cukup. PSSI ingin Garuda Muda juga bisa berbicara banyak di kancah Asia.

Maka dari itu, untuk menopang kualitas Jens Raven di lini depan, PSSI tengah mencari beberapa nama pemain diaspora untuk menjadi partner Raven di lapangan. Dari segi nama, PSSI belum terbuka siapa saja yang akan dipanggil. Tapi Starting Eleven sudah menemukan beberapa nama potensial yang bisa dipanggil untuk membela Garuda Muda.

Siapa saja mereka? 

Dani van den Heuvel

Jika ingin meniru kerangka tim nasional senior, PSSI bisa menambah pemain keturunan di sektor penjaga gawang. Beberapa nama diketahui memiliki darah Indonesia. Namun, Dani van den Heuvel tampaknya yang paling cocok untuk bergabung dengan skuad asuhan Indra Sjafri.

Spekulasi bahwa dirinya akan segera bergabung Timnas Indonesia muncul setelah Dani terlihat mengikuti akun Instagram resmi PSSI. Momen ini menimbulkan respons positif dari publik Indonesia, mengingat posisinya sebagai seorang kiper yang memiliki kualitas di atas rata-rata. Setelah menimba ilmu di Leeds United, per Agustus 2024, Dani berstatus sebagai pemain Club Brugge.

Meski lahir di Belanda, Dani dikabarkan memiliki keturunan Indonesia dari orang tuanya. Itu berarti, garis keturunannya cukup dekat. Dani tercatat pernah membela De Oranje U-15 hingga U-21. Hanya saja, jika melihat persaingan ketat di sektor penjaga gawang Timnas Belanda saat ini, ada kemungkinan Van den Heuvel mau membela Indonesia.

Demyan Oosterhuis

The New Elkan Baggot, begitulah media-media Indonesia menyebutnya. Karena pemain yang memiliki nama lengkap Demyan Johannes Hendrik Oosterhuis itu memiliki postur yang mirip dengan pemain Blackpool FC itu. Saat ini, Elkan Baggott memiliki tinggi mencapai 198 cm. Sementara Demyan saat ini tingginya 190 cm.

Tapi, Demyan diprediksi bakal tumbuh lebih tinggi dan kekar lagi karena usianya baru 17 tahun. Meski masih sangat muda, Demyan telah menunjukan potensinya sebagai pemain jebolan akademi Malaga. Selain postur, Demyan juga dianugerahi kemampuan eksekusi tendangan bebas yang sangat baik. 

Demyan sendiri telah menyatakan minatnya menjadi pemain naturalisasi Timnas Indonesia. Hal ini diungkapkan sang pemain dalam konten channel YouTube milik Yussa Nugraha. Dalam sesi wawancaranya, Demyan bahkan secara terbuka sudah berusaha menghubungi PSSI melalui talent scout asal Indonesia, Fardy Bachdim.

Reno Munz

Masih dari pemain belakang, ada Reno Munz. Darah Indonesia dari pemain berusia 18 tahun ini sudah tak diragukan lagi. Reno merupakan pesepakbola yang lahir di Jakarta. Hal itu tercatat di Transfermarkt. Dengan begitu, Reno memenuhi syarat untuk membela Timnas Indonesia suatu saat nanti.

Reno membangun karir di sepakbola Jerman. Dirinya sempat tergabung dalam skuad muda Bayer Leverkusen sejak 2022 hingga Juli 2024. Dirinya mencatatkan 38 penampilan bersama Bayer Leverkusen U-19. Yang bikin menakjubkan, Reno pernah dipanggil Xabi Alonso untuk masuk skuad utama Leverkusen di pertandingan melawan RB Leipzig dan Borussia Monchengladbach musim 2023/24.

Dua kesempatan berharga itu membuat Reno berhak mendapat medali juara Bundesliga musim tersebut. Namun, pemain yang juga bisa bermain sebagai bek kanan dan gelandang bertahan itu saat ini telah merampungkan kepindahannya ke tim kasta kedua, Greuther Furth. Karena eligible untuk membela Indonesia, Reno bisa jadi opsi bagi skuad Garuda Muda yang akan tampil di Kualifikasi Piala Asia U-20 atau Piala Asia U-23.

Julian Oerip

Selanjutnya ada Julian Oerip. Pemain ini sempat dirumorkan bakal memperkuat Timnas Indonesia U-17. Namun, karena satu dan lain hal, dirinya batal dipanggil. Julian merupakan pemain yang berposisi sebagai gelandang serang. Meski begitu, ia juga kerap menghuni posisi gelandang tengah karena kemampuannya dalam bertahan.

Sama halnya dengan Sandy Walsh, Julian dikabarkan memiliki darah Surabaya, Jawa Timur. Lahir dan besar di Belanda, pemain yang kini berusia 17 tahun itu sejak kecil menimba ilmu di AZ Alkmaar dan kini telah membela AZ Alkmaar U-18. Di klubnya itu, Julian berstatus sebagai kapten tim. Performanya pun cukup apik. Dari 42 penampilan, dirinya mampu mencetak 12 gol dan tiga assist.

Di level internasional, Julian Oerip saat ini telah menembus Timnas Belanda U-18. Ia begitu dipercaya mengisi lini depan tim muda De Oranje. Meski begitu, perjalanannya masih panjang untuk membela Timnas senior Belanda. Jika Indonesia berhasil membangun hubungan baik dan menggodanya dengan segala proyek jangka panjangnya, Julian bisa saja jatuh ke pelukan Indonesia dalam waktu dekat.

Sjors-Lowis Hermsen

Kini kita membahas tentang pemain keturunan di sektor lini serang. Lini serang jadi PR terbesar PSSI dalam beberapa tahun terakhir. Mencari pemain keturunan dengan kualitas jempolan di posisi ini sangatlah susah. Nah, Sjors-Lowis Hermsen bisa jadi opsi di tengah kesulitan itu.

Meski masih berusia 18 tahun, Sjors-Lowis saat ini sudah memperkuat Fortuna Sittard U-21. Dalam 32 penampilannya musim lalu, pemain keturunan ini mencetak 12 gol dan 15 assist. Bahkan saking moncernya, Sjors-Lowis sempat melakoni debut bersama tim senior. Meski hanya semenit, momen itu merupakan momen membanggakan baginya.

Saat dipanggil ke skuad utama Fortuna, dirinya mengobrol dengan pemain Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen. Sjors-Lowis mengaku memiliki keturunan Indonesia dari neneknya yang lahir di Jakarta. Ada banyak yang bisa ditawarkan Sjors-Lowis jika bergabung dengan Timnas Indonesia. Selain tajam dan kreatif, dirinya juga versatile. Ia bisa dimainkan di posisi striker tengah, sayap, bahkan pemain nomor 10.

Jelte Pal

Lahir dan tumbuh di Belanda, Jelte Pal menimba ilmu di tim muda Willem II sebelum akhirnya bergabung dengan RBC Roosendaal pada tahun 2023 kemarin. Menyoal perannya di lapangan hijau, pemain yang mengidolai Lionel Messi ini merupakan seorang striker. Ia juga punya kebolehan bermain di posisi lain yaitu gelandang serang.

Pemain yang kini berusia 21 tahun itu diketahui memiliki keturunan Indonesia dari sang ayah yang berasal dari Jakarta. Meski hanya bermain di divisi kelima Liga Belanda, Jelte tetap berstatus sebagai striker potensial. Fleksibilitas dan posturnya yang tinggi kekar bisa memberikan tambahan kekuatan untuk Timnas Indonesia. .

Dean Ijssel de Schepper

Selain nama-nama itu, Indonesia memiliki opsi lain di diri Dean Ijssel de Schepper. Pemain yang berposisi sebagai penyerang tengah itu kini berseragam AZ Alkmaar U-19. Usai kontraknya tidak diperpanjang oleh PSV Eindhoven dirinya menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan mantan klub Thom Haye tersebut.

Seperti diketahui, Dean Ijssel de Schepper merupakan penyerang berusia 17 tahun. Di usianya yang masih muda, bisa diproyeksikan ke dalam aset jangka panjang Timnas Indonesia. Untuk tipikal gaya permainan, Dean dikenal sebagai bomber dengan karakter permainan defensive forward atau striker yang gemar turun untuk menjemput bola atau merebut bola. Gaya main kayak gini adalah kesukaan Shin Tae-yong.

Ia juga dikenal sebagai striker yang mau bekerja keras untuk membangun serangan di semua sisi, bukan hanya terpaku di kotak penalti. Jika Indonesia berhasil menaturalisasi Dean Ijssel de Schepper, bisa dipastikan penyerang bertipikal fox on the box macam Ramadhan Sananta bisa terdepak dari skuad Timnas senior.

Sumber: Jawa Pos, Bola.com, Suara, Bola.net, PSV

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru