Malaysia Ngebet Nyalip Ranking Indonesia? Ngimpi!

spot_img

Pertengahan Juli 2024, setelah mundurnya Kim Pan-gon, Timnas Malaysia mendatangkan pelatih baru. Namanya Pau Marti Vicente. Asing di telinga? Tenang, nanti dijelasin, kok. Setelah kedatangan pelatih baru, Harimau Malaya mengencangkan ikat pinggang.

Mereka ingin sebelum tahun berganti bisa menyalip ranking FIFA Timnas Indonesia. Gengsi, dong, ya, nggak? Masa di Kualifikasi Piala Dunia kalah, di ranking FIFA juga kalah? Yang bener aje!

Toh, Malaysia juga pernah mempecundangi Indonesia di pemeringkatan FIFA. Sayangnya, bersamaan dengan ambisi menyalip ranking Indonesia, Harimau Malaya sepertinya tak sadar. Saat mereka hanya bermain di laga-laga selevel persahabatan, Indonesia berlaga di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. 

Mohon maaf, melihat fakta itu, ambisi adiluhung Malaysia untuk menyalip ranking Indonesia hampir seperti masturbasi saja. Benarkah? Nah, mari kita membahasnya.

Siapa Pau Marti Vicente?

Sesuai janji di awal, mari mengenal dulu siapa pelatih Harimau Malaya yang baru. Setelah prahara di rumah tangga Timnas Malaysia. Masyarakat muak pada federasi. Malaysia pun akhirnya mendatangkan Pau Marti Vicente. Dari nama saja kita sudah tahu kalau ia bukan orang Bangladesh.

Pau Marti lahir di Barcelona. Bisa dipastikan gendang telinga kamu tidak ada masalah. Ya, Barcelona, Spanyol. Ia lahir 29 September 40 tahun yang lalu. Walaupun lahir di Barcelona, yang melahirkan pemain seperti Lionel Messi hingga Pau Cubarsi, tapi karier Pau Marti sukar dipuji.

Sang pelatih bahkan cuma memulai kariernya di akademi tim Hongkong, Kitchee. Pau Marti memang pernah bekerja di Barcelona. Hanya saja, selama di Barcelona ia hanya menjadi asisten pelatih. Itu pun di tim U-18, U-19, dan Barcelona B.

Selain itu, Pau Marti juga pernah menjadi asisten pelatih Josep Gombau, mantan pelatih Persebaya, di Adelaide United dan Kitchee. Sebelum menukangi Timnas Malaysia, Pau Marti adalah asisten Kim Pan-gon. Jadi, boleh dibilang kariernya ini medioker saja belum.

Ambisi Menyalip Ranking Timnas Indonesia

Dengan merekrut pelatih interim yang lebih miskin trofi dari Djadjang Nurdjaman, Malaysia berambisi menyalip ranking Timnas Indonesia. Mengutip media Malaysia, Makan Bola, peluang Malaysia untuk meng-overtake ranking Indonesia terbuka lebar setelah menunjuk Pau Marti sebagai pengganti Kim Pan-gon.

Meski tentu saja, di sisi lain itu malah bisa menjadi ujian berat bagi Pau Marti. Omong-omong, per 18 Juli 2024, Malaysia kini bertengger di peringkat 134, persis berada di bawah Indonesia. Sebelumnya Harimau Malaysia memang pernah di atas Timnas Indonesia. Itu pernah terjadi pada 15 Februari 2024.

Kala itu, Malaysia duduk di peringkat 132 turun dua tingkat. Sementara Indonesia masih berada di posisi 142. Waktu itu Indonesia masih berusaha naik, dan itu sudah naik empat peringkat dari 146 pada 21 Desember 2023. Sejak 4 April 2024, Indonesia berhasil menyalip Malaysia. Ketika itu, Indonesia naik ke posisi 134, sedangkan Malaysia justru melorot ke posisi 138.

Kedua negara kini sedang berkejaran di ranking FIFA seperti Jorge Martin dan Francesco Bagnaia di klasemen MotoGP. Jarak poinnya pun tipis. Indonesia di peringkat 133 kini memiliki poin 1108,73, sedangkan Malaysia menguntit di belakangnya dengan 1107,58 poin. Gap-nya cuma 1,15 poin saja. Mungkin karena jarak poin tipis inilah Malaysia berambisi menyalip Indonesia.

Turnamen Merdeka

Demi mewujudkannya, Malaysia akan memanfaatkan Turnamen Merdeka pada September 2024 untuk mengumpulkan pundi-pundi poin. Walaupun terkesan seperti turnamen yang diada-adakan, Turnamen Merdeka dianggap sebagai pertandingan kelas “A” FIFA atau pertandingan persahabatan. Turnamen ini sendiri merupakan turnamen sepak bola tertua di Asia.

Mulai diadakan tahun 1957. Pencetusnya adalah mantan Presiden AFC sekaligus perdana menteri pertama Malaysia, Tunku Abdul Rahman. Federasi Sepak Bola Malaysia atau FAM lah yang menyelenggarakan turnamen yang juga pernah disebut “Mini Asia Cup” ini.

Turnamen ini hanya mengundang empat tim. Sistemnya semifinal lalu final dan perebutan tempat ketiga. Malaysia tentu menjadi tim tersukses dengan 10 gelar. Namun, yang jadi juara di edisi pertama justru bukan Malaysia, melainkan Hongkong. Apakah Malaysia yang jadi runner-up-nya? Tidak. Malahan di edisi pertama, Indonesia yang jadi runner-up-nya.

Lucunya, silakan tertawa, meski turnamen ini diadakan di Malaysia, terakhir kali tim senior Malaysia menjuarainya adalah di tahun 1993. Sudah 31 tahun yang lalu. Ya, lebih dari tiga dekade, lhur. Turnamen ini kebetulan pernah menggunakan sistem tim kelompok umur, yakni U-23 di tahun 2007 dan 2013. Dua edisi itu Malaysia juara.

Di edisi 2024, September nanti, Malaysia akan lebih dulu menghadapi Filipina. Jika menang, mereka akan menghadapi pemenang antara Tajikistan vs Lebanon. Tajikistan adalah juara bertahan. Terakhir kali Malaysia bertemu Tajikistan di final turnamen ini, mereka kalah 2-0.

Apakah Cukup dengan Turnamen Merdeka?

Selain berpeluang menghadapi Tajikistan lagi, Malaysia bagai mencari jarum di tumpukan jerami jika ingin menyalip ranking Indonesia hanya mengandalkan Turnamen Merdeka. Turnamen ini hanya dianggap sebagai laga persahabatan. Ia sama seperti Piala AFF yang masuk kategori A atau turnamen kecil di luar konfederasi Asia.

Hanya saja, Turnamen Merdeka kebetulan diadakan bersamaan dengan kalender FIFA atau FIFA Matchday. Sementara Piala AFF tidak. Mengutip Goal, bobot poinnya baik AFF maupun Turnamen Merdeka sama, yakni 1 untuk nanti dikalikan dengan perhitungan poin lainnya, seperti kekuatan konfederasi dan hasil pertandingan.

Sudahlah turnamennya hanya dinilai bobot 1 poin, Malaysia juga hanya akan bertanding setidaknya dua kali di Turnamen Merdeka 2024 mendatang. Dengan cara begini sangat sulit bagi Harimau Malaya untuk menyalip ranking Timnas Indonesia di pemeringkatan FIFA.

Realistis aja, men. Sementara Malaysia cuma bermain di kelas persahabatan, Indonesia akan asyik-masyuk bertarung di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang tentu saja, bobot poinnya lebih besar. Mengutip Goal, bobot poin pertandingan Kualifikasi Piala Dunia adalah 2,5.

Selain bobot poinnya yang lebih besar, Indonesia juga akan bermain lebih banyak laga daripada Timnas Malaysia. Di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia nanti, Indonesia setidaknya akan melakoni 10 laga. Itu artinya, Indonesia berpeluang memiliki poin lebih banyak daripada Malaysia.

Nggak Ada Harapan

Hitung-hitungannya gini deh. Rumus menghitung poin FIFA adalah M dikali I dikali T dikali C. “M” adalah hasil laga, bila menang dapat 3 poin, imbang 1 poin, kalah 0, menang adu penalti 2 poin, dan kalah adu penalti 1 poin. “I” adalah bobot pertandingan, Turnamen Merdeka hanya memiliki bobot 1. “T” adalah kekuatan lawan, dihitung dengan cara 200 dikurangi peringkat lawan.

Lalu “C” adalah kekuatan konfederasi, AFC nilainya 0,85. Jadi, misal Malaysia menang melawan Filipina di semifinal Turnamen Merdeka, mereka akan mendapatkan 135,15 poin. Katakanlah Malaysia lolos ke final, menghadapi Tajikistan dan menang, mereka akan mendapat tambahan poin 247,35.

Kalau ditotal, poin maksimal yang bisa diperoleh Malaysia hanya 382,5 poin. Kelihatan banyak, tapi jauh dari kata cukup untuk mengejar poin Timnas Indonesia yang bahkan, berpotensi meraup dua hingga tiga kali lipat dari poin maksimal yang bisa diperoleh Malaysia lewat Turnamen Merdeka.

Selain Turnamen Merdeka, Malaysia juga perlu mempertimbangkan untuk membabat habis laga di Piala AFF. Etapi kan, Indonesia juga bermain di Piala AFF. Nah, lho! Pau Marti akan terpaksa minum obat sakit kepala, nih. Tenang…. ingat kata-kata pelecut semangat saat menghadapi Timnas Pulu.

https://youtu.be/6msZ0G2HYe4

Sumber: CNNIndonesia, Okezone, Goal, MakanBola, Majoriti

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru