Sesuatu yang berbau ramalan atau prediksi, disukai atau tidak, masih dipercaya sebagian besar penduduk di dunia ini. Begitupun di dunia sepakbola. Dulu pernah terkenal ada “Paul si Gurita” yang sering terbukti benar memprediksi laga.
Namun pasca Paul si Gurita, kini justru muncul para pelatih sekaliber Carlo Ancelotti dan Jose Mourinho yang dicap sebagai peramal. Pasalnya, prediksi dua pelatih kawakan tersebut seringkali terbukti benar. Termasuk apa yang terjadi di Euro 2024. Memangnya apa saja ramalan mereka di Euro 2024?
Sebelum mengetahuinya, baiknya kalian subscribe dan nyalakan loncengnya dulu ya..agar tak ketinggalan konten dan sajian menarik dari Starting Eleven
Daftar Isi
Italia Diragukan
Sudah sewajarnya jika seorang warga negara mendukung timnasnya di sebuah kompetisi. Namun hal tersebut tampaknya tidak berlaku bagi pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti.
Don Carlo sebagai putra terbaik Italia, malah meragukan timnasnya di Euro 2024. Firasat buruk dari Carlo Ancelotti tersebut bukannya mengada-ada, atau timbul saat Gli Azzurri sudah berlaga di Euro 2024.
🚨 Carlo Ancelotti made scarily accurate prediction about Italy ahead of Euro 2024 pic.twitter.com/AQfw4XPLFu
— SPORTbible (@sportbible) June 29, 2024
Pelatih berambut putih itu sudah menyatakan keraguannya terhadap Gli Azzurri jauh sebelum Euro 2024 dimulai. Media kenamaan Italia, La Republica sempat mewawancarai Carletto tentang bagaimana kans Gli Azzurri mempertahankan gelar di Euro 2024.
Ancelotti tak ragu menjawab bahwa generasi Italia saat ini minim talenta kelas dunia. Skuad Italia saat ini menurut Ancelotti membutuhkan lebih banyak waktu untuk bisa bersaing memperebutkan trofi di turnamen besar.
Mantan pelatih AC Milan tersebut bahkan sampai membandingkan komposisi skuad Italia sekarang dengan skuad timnas Italia zaman Pirlo, Totti, maupun Del Piero. Parahnya Ancelotti hanya menyebut satu pemain yakni Donnarumma, yang kualitasnya layak berada di skuad Gli Azzurri saat ini.
Semua yang dikatakan oleh Don Carlo memang ada benarnya. Sebelum dikalahkan oleh Swiss, Italia harus jatuh bangun untuk bisa lolos ke babak 16 besar. Mereka hanya mampu mengumpulkan empat poin saja di fase grup. Bahkan di laga terakhir fase grup menghadapi Kroasia, Italia diselamatkan dewi fortuna berkat gol di menit akhir yang membuat mereka menyamakan kedudukan.
Ramalan Lain Ancelotti
Bukan hanya di Euro 2024 ini saja ramalan Carlo Ancelotti itu terbukti benar. Di berbagai kesempatan, prediksi Ancelotti pun sering tepat. Misalkan saja saat menebak siapa yang akan berlaga di Final Euro 2020.
Dilansir dari Mundo Deportivo, dua minggu sebelum final Euro 2020, Ancelotti menjagokan Italia dan Inggris yang akan tampil di partai puncak. Carlo Ancelotti menerawang berdasarkan faktor mental dan performa apik Italia dan Inggris. Faktanya, prediksi Don Carlo tersebut tepat. Italia dan Inggris benar-benar melaju ke final.
Carlo Ancelotti 🗣️
“The #EURO2020 final will be Italy-England.”
Do you agree? pic.twitter.com/FgCrhHJcQP
— VBET News (@VBETnews) June 25, 2021
Tak hanya itu saja, ramalan Ancelotti juga tepat saat memprediksi siapa yang akan berlaga di Final Copa Del Rey 2022/23. Dilansir dari Mundo Deportivo, saat Real Madrid bertanding melawan Osasuna pada 18 Februari 2023, Ancelotti sempat bercanda kepada pelatih Osasuna Jagoba Arrasate, bahwa mereka bakal bertemu lagi di Final Copa del Rey.
Arrasate saat itu hanya tertawa mendengar perkataan Ancelotti tersebut. Arrasate malah menganggap hal tersebut sebagai lelucon belaka. Ancelotti kembali bak seperti peramal terkenal Prancis yang terkenal, Nostradamus. Bisikan yang dianggap lelucon oleh Arrasate tersebut menjadi kenyataan. Real Madrid dan Osasuna benar-benar melaju ke babak Final Copa Del Rey.
Carlo Ancelotti to Osasuna coach, Arrasate on February 18th: “See you in the Copa final.”
Real Madrid will now face Osasuna in Copa Del Rey Final on May 6th. 🏆🤝 pic.twitter.com/T8ykfhY86p
— Madrid Zone (@theMadridZone) April 5, 2023
Portugal dan Italia Diragukan Jose Mourinho
Tak hanya Ancelotti pelatih yang jago ngeramal dan memprediksi. Pelatih kawakan lainnya, Jose Mourinho pun sama jagonya. Kalau Ancelotti disebut bak Nostradamus, Mourinho pun mungkin layak disebut bak peramal Bulgaria, Baba Vanga.
Meski di Euro 2024 ia mendukung Portugal, namun sebelum Euro 2024 berlangsung, The Special One sebenarnya sudah meragukan kekuatan Portugal. Tepatnya pasca laga persahabatan melawan Kroasia.
Mourinho diz que Seleção não convenceu no Euro’2024: «Já o jogo com a Croácia não me cheirou bem…» https://t.co/GqYx2987lA pic.twitter.com/RDGvVP1cwu
— Record (@Record_Portugal) July 8, 2024
Saat itu Mourinho frustrasi setelah melihat performa Portugal. Kalau kata Mou, dengan skuad penuh bintang yang dipunyai Roberto Martinez, harusnya performa Portugal bisa jauh lebih baik. Atas dasar itulah, Mou punya firasat bahwa Portugal akan mengalami berbagai kesulitan di Euro 2024.
Benar saja, di Euro 2024 Selecao Das Quinas tampil kurang meyakinkan. Roberto martinez gagal membawa skuad penuh bintang Portugal lolos ke semifinal setelah dikandaskan Prancis.
Tak hanya Portugal saja yang diragukan The Special One di Euro 2024. Timnas Italia juga. Sama seperti Ancelotti, jauh sebelum Euro 2024 bergulir, Mourinho sudah meragukan Italia bisa mempertahankan gelar. Sama alasannya seperti Ancelotti, yaitu karena skuad yang dibawa Spalletti ke Jerman kurang berkualitas dan dianggap tidak punya mental juara.
José Mourinho diz os possíveis candidatos à conquista do Euro 2024 e descarta a Itália:
“Acho que praticamente toda a gente pensa como eu. Portugal, Inglaterra, França, numa segunda linha Alemanha, Espanha. Itália campeã da Europa? Não acredito. Não é uma geração muito… pic.twitter.com/s2yx1Fu24x
— Cabine Desportiva (@CabineSport) June 8, 2024
Pelatih Fenerbahce tersebut malah mengaku terkejut dengan performa Spanyol di Euro 2024. Pasukan De La Fuente dianggap Mourinho sebagai kejutan besar. Kalau kata Mou, meski tak diunggulkan sejak awal namun performa Spanyol benar-benar spektakuler. Mourinho merasa luput tak menjagokan Spanyol.
Ramalan Lain Mourinho
Tak hanya di Euro 2024 saja Mourinho tepat meramalkan sesuatu. Sudah sejak dulu ia dikenal karena beberapa ramalannya yang sering kejadian. Kamu bisa menonton video Starting Eleven sebelumnya yang membahas ramalan-ramalan Mourinho yang sudah terbukti.
Selain ramalan yang ada di video tersebut, ada beberapa ramalan lain dari Mourinho yang juga terbukti tepat. Seperti saat ia mengatakan pada The Sun tahun 2021 lalu, bahwa pemain Dortmund, Jude Bellingham akan menjadi gelandang box to box terbaik dunia.
🗣️ Jose Mourinho: “For me, Jude Bellingham is now the BEST young player in the world. Looking into the future and just imagining what he can become in a few years…” @kessler_philipp ⭐️ pic.twitter.com/lC60pVwXdr
— Madrid Zone (@theMadridZone) June 17, 2024
Mou juga bilang bahwa Bellingham bisa jadi gelandang produktif seperti Frank Lampard. Dan terbukti, kini Bellingham beneran produktif di Real Madrid dan jadi salah satu pemain terbaik dunia. Bahkan Bellingham juga menjadi tulang punggung Timnas Inggris di Euro 2024.
Oh iya, ada satu lagi sebenarnya ramalan Mourinho yang bersejarah. Yakni saat ia memprediksi bahwa Inter Milan asuhannya akan menang 2-0 di Final UCL 2010. Dilansir dari Football Italia, jelang final UCL 2010, Mou memberikan sepucuk surat kepada bek Inter, Marco Materazzi. Surat tersebut berisi prediksi skor final Liga Champions 2010. Mou menuliskan skor 2-0 di surat tersebut. Dan benar, skor final UCL Inter vs Munchen saat itu 2-0.
Wesley Snijder:
“Mourinho went through many special moments with the players, for example, before a game Mou phoned Materazzi & gave him a letter in an envelope and told him to open it after the UCL final 2010, the result of the final vs. Bayern was written in the letter! 2-0″😁 pic.twitter.com/7xv5Ewsb9Y
— Sajjad Lattef (@ImSajjadLattef) February 25, 2023
Prediksi Meleset Ancelotti dan Mourinho
Dari banyaknya prediksi yang terbukti tepat dari Ancelotti maupun Mourinho, tetap saja kedua pelatih ini adalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Ancelotti dan Mourinho, juga sewaktu-waktu bisa saja meleset prediksinya.
Seperti misal saat Ancelotti menjagokan tuan rumah Jerman menjadi juara Euro 2024. Atau saat Mourinho menjagokan tim seperti Prancis dan Portugal yang akan berlaga di Final Euro 2024. Semua prediksi tersebut toh nyatanya meleset.
Namun yang perlu dicatat, dari hitungan persentase kebenaran prediksi mereka, masih banyak benarnya dari pada melesetnya. Artinya selain jago meramu taktik, duo pelatih kawakan tersebut sebenarnya layak untuk disebut sebagai “dukunnya sepakbola”. Bisa jadi nih, kalau mereka berdua pensiun jadi pelatih, mereka bisa membuka praktek jasa meramal dan memprediksi dengan tarif tertentu. Hmmm..menarik sepertinya.
Sumber Referensi : sportbible, bvbbuzz, sportbible, dailysport, sportbible, startingeleven, sportbible, onefootball


