Orang bijak bilang, apa yang kau tanam itulah yang akan kau tuai. Jika melihat bagaimana Timnas Brasil hari ini, hukum tabur-tuai itu mestinya menjadi pelajaran. Barangkali, hasil buruk Brasil hari ini berkelindan erat dengan apa yang dilakukan mereka sebelumnya.
Di konferensi pers jelang perempat final Piala Dunia 2022, juru bicara Timnas Brasil, Vinicius Rodrigues melempar kucing yang sedang asyik-masyuk leyeh-leyeh di meja konferensi pers. Tindakan itu dihujani kecaman dari banyak orang, tak terkecuali para pencinta binatang.
Banyak yang bilang tindakan itu kejam. Ironisnya, kelak, setelah tindakan yang membuat pencinta kucing di seluruh dunia marah itu, Timnas Brasil seolah tertimpa karmanya. Performa mereka merosot. Brasil bahkan gagal di berbagai ajang.
Nggak percaya? Berikut ini keapesan yang bertubi-tubi menimpa Timnas Brasil usai insiden melempar kucing tersebut. Namun, sebelum itu jangan lupa subscribe dan nyalakan loncengnya supaya tidak ketinggalan video terbaru dari Starting Eleven.
Daftar Isi
Kalah Melawan Kroasia di Piala Dunia 2022
Perlakuan buruk sang juru bicara terhadap salah satu hewan kesayangan Rasulullah itu dibalas kontan. Insiden itu terjadi jelang melawan Kroasia di perempat final Piala Dunia 2022. Waktu itu, Selecao sedang percaya diri. Lha gimana? Baru saja melibas Korea Selatan 4-1, bro.
Semangat itulah yang dibawa saat menghadapi Kroasia. Di konferensi pers jelang laga, dua Vinicius sempat senyam-senyum. Tak terkecuali setelah kucing di atas meja dilempar. Namun, hal sebaliknya justru terjadi di atas lapangan.
Anak asuh Tite kesulitan meladeni perlawanan Kroasia yang terkenal tangguh di babak gugur. Tidak ada gol dalam 90 menit. Laga pun terpaksa berlanjut hingga babak tambahan. Brasil mencuri gol lebih dulu lewat aksi Neymar. Tapi gol itu bertahan kurang dari seperempat jam.
On this day 1 year ago, Qatar 2022 World Cup started.
Time to revisit one of the greatest goals and wins in the Croatian footballing history.
Croatia 1-1 Brazil (4-2 on P).
What a moment this was, Dinamo partnership beating 1 of the 2 favourites. 🚨pic.twitter.com/MLIb59JWtl
— 🇭🇷 (@TheCroatianLad) November 20, 2023
Menit 117 giliran Bruno Petkovic yang memaksa Alisson memungut bola dari gawangnya sendiri. Skor imbang dan laga berlanjut ke babak adu penalti. Di sinilah kita melihat betapa dahsyatnya Dominik Livakovic. Ia menepis tendangan Rodrygo, sedangkan sepakan Marquinhos cuma mencium tiang gawang.
Dua algojo Brasil gagal menunaikan tugasnya. Sementara tak ada satu pun penendang Vatreni yang gagal. Brasil keok, Kroasia melaju ke semifinal.
Dikalahkan Israel di Piala Dunia U-20 2023
Setahun berikutnya, keapesan kembali menghampiri Brasil. Namun, kali ini yang menimpanya bukan tim senior, melainkan U-20. Di Piala Dunia U-20 yang batal dihelat di Indonesia, menuntaskan perlawanan Tunisia di 16 besar, Brasil pun melaju ke perempat final.
Di delapan besar, musuh yang dihadapi adalah Israel yang baru saja mengalahkan Uzbekistan di 16 besar. Secara level dan kualitas permainan, Brasil U-20 mestinya di atas Israel U-20. Namun, ternyata Israel sanggup meladeni permainan anak asuh Ramon Menezes.
2023 FIFA U20 World Cup in Argentina 🇦🇷
HISTORY IS MADE‼️‼️
Israel who are making their first appearance at the FIFA U20 World Cup have beaten Brazil to progress to the Semifinals‼️
FT: Israel 🇮🇱 3 – 2 Brazil 🇧🇷 #FIFAU20WorldCup pic.twitter.com/Zaj36wboO6
— Football Stage (@Football__Stage) June 3, 2023
Pertandingan yang semestinya mudah pun menjadi alot. Brasil dua kali unggul, tapi dua kali pula Israel dengan cepat menyamakan kedudukan. Hasil imbang tak terhindarkan. Laga pun terpaksa berlanjut hingga babak tambahan. Di menit 105+3 justru Israel yang mencuri gol lewat Dor Turgeman.
Setelah itu tak ada lagi gol tercipta. Brasil pun tersingkir. Sementara Israel melaju ke semifinal. Di akhir kompetisi, Israel sukses menjadi juara tiga.
Neymar Cedera
Satu caturwulan setelah kekalahan atas Israel, nasib buruk menghampiri Brasil lagi. Kali ini datang dari punggawa andalan mereka, Neymar. Di ajang Kualifikasi Piala Dunia pada Oktober 2023, Brasil ditekuk Uruguay 2-0. Di pertandingan itu pula Neymar terpaksa ditandu ke luar lapangan di injury time babak pertama.
Bintang Al-Hilal itu mengalami cedera ligamen anterior cruciatum dan robekan meniskus di lututnya. Cedera ini membawanya ke meja operasi dan karena mesti dirawat, Neymar pun terpaksa absen cukup lama. Ia tidak hanya melewatkan pertandingan Al-Hilal, tapi juga Timnas Brasil.
Menurut Transfermarkt, Neymar dikabarkan baru akan sembuh dari pemulihan pada 16 Juli 2024 nanti. Namun, belum bisa dipastikan kapan ia akan merumput lagi. Kehilangan Neymar tentu menjadi sebuah kerugian, terutama bagi Timnas Brasil.
As Al Hilal’s coach said Tuesday, Neymar is set to miss the start of the next Saudi Pro League season as he recovers from a serious knee injury. The Brazilian attacker suffered the injury in October but Al Hilal still won the league earlier this month.
📸AFP#KabalegafmUpdates pic.twitter.com/5YfnS9BZOL
— 106.9 Kabalega FM (@fmkabalega) May 23, 2024
Gagal ke Olimpiade Paris 2024
Sudah selesai? Tentu belum. Keapesan Brasil masih berlanjut. Dan kali ini di kompetisi yang bukan hanya sepak bola. Di ajang multi olahraga, yakni Olimpiade, Brasil yang dua edisi sebelumnya meraih medali emas cabang sepak bola terpaksa mengubur mimpinya buat hattrick medali emas.
Tiket untuk memesan satu tempat di cabang sepak bola di Olimpiade Paris 2024 raib. Brasil yang sebenarnya cuma membutuhkan hasil imbang, malah bertekuk lutut di hadapan Argentina U-23 di kompetisi pra-Olimpiade zona CONMEBOL. Penyerang Argentina, Luciano Gondou mencetak gol penentu di menit ke-77.
🚨OFFICIAL:
Brazil did NOT qualify for the 2024 Summer Olympics in Paris.
Embarrassing. pic.twitter.com/4U2qpTlNVN
— Ginga Bonito 🇧🇷 (@GingaBonitoHub) February 11, 2024
Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta di pertandingan itu. Brasil yang diperkuat calon top skor Real Madrid, Endrick Felipe tak sanggup menyarangkan sebiji pun gol ke gawang Argentina. Hasil ini membuat nasib Brasil setali tiga uang dengan Timnas Indonesia: gagal ke Olimpiade.
Bagi peraih medali emas dua edisi beruntun, sebagai negara yang konon rajanya sepak bola, plus tim yang tak pernah absen ke Olimpiade sejak 2004, ketidakberhasilan Brasil ke Olimpiade Paris tak cukup digambarkan dengan kata memalukan, namun juga nahas.
Disingkirkan Uruguay di Perempat Final Copa America 2024
Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Belum genap satu semester setelah kehilangan tiket Olimpiade Paris, Brasil mesti menjumpai kemalangan lainnya. Di ajang Copa America 2024, Brasil tentu bersama Argentina adalah tim yang paling dijagokan untuk membawa pulang trofinya.
Di banyak prediksi, Brasil menempati urutan kedua setelah Argentina sebagai tim yang akan menjuarai Copa America 2024. Itu wajar belaka, sebab di dua edisi sebelumnya, yakni di tahun 2019 dan 2021, Selecao selalu masuk final. Bahkan di tahun 2019, Brasil mengangkat trofi seberat 9 kilo itu.
Brazil been eliminated from the Copa America 2024 on penalties by Uruguay is never a good news for their fans. Do you see Brazil coming back into their glorious days ???? pic.twitter.com/QApa9kt4tB
— Mohammed Awal Hudu (@AwalMoHudu) July 7, 2024
Namun, Tuhan berkehendak lain. Dari fase grup saja, tanda-tanda Brasil tidak akan melaju jauh sudah kelihatan. Selecao cuma bisa melaju ke babak gugur dengan status juara kedua grup. Brasil hanya meraih satu kemenangan. Dan itu pun menghadapi Paraguay, tim yang boleh dibilang Laos-nya CONMEBOL.
Brasil gagal memetik kemenangan atas Kolombia dan tidak berhasil mencuri tiga poin dari Kosta Rika. Karena menjadi runner-up, Brasil mesti menghadapi juara Grup C, Uruguay di perempat final. Juara Piala Dunia pertama itu berangkat ke perempat final dengan cara memenangkan seluruh laga di fase grup.
Tak ayal laga perempat final berlangsung alot. Namun, menjelang berakhirnya babak kedua, Brasil diuntungkan karena satu pemain Uruguay, Nahitan Nandez terkena kartu merah. Tapi Brasil tak sanggup memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Karena skor kacamata bertahan hingga peluit panjang, sedangkan Copa America tak memakai sistem extra time, pemenang mesti ditentukan lewat adu penalti. Di situlah kita melihat betapa kemaki-nya para pemain Brasil. Mereka melingkar sendiri, sedangkan Dorival Junior, sang pelatih seakan tak dibiarkan memberi arahan.
Sementara di kubu Uruguay, Marcelo Bielsa terlihat sibuk mencatat sesiapa yang bakal menjadi algojo. Yang terjadi selanjutnya Brasil tersingkir. Douglaz Luis dan Eder Militao gagal menunaikan tugasnya. Sementara hanya Jose Maria Gimenez algojonya Bielsa yang gagal.
Entah benar tidak serentetan nasib buruk Brasil adalah karma akibat melempar kucing di konferensi pers. Sulit dijelaskan secara saintifik. Hanya saja, mengutip Bein Sports, masyarakat Brasil mengklaim bahwa sejak insiden melempar kucing itu, Timnas Brasil ketiban semacam kutukan.
Sumber: beinSPORTS, Sky, TimesofIsrael, Goal, TheAthletic, VoiceForus, EUROSports


