Perempat Final EURO 2024, Saatnya Tim Besar Saling Jegal

spot_img

Siapkan cemilan, kopi, dan juga mental kalian, wahai pecinta sepakbola. Karena babak 8 besar EURO 2024 bakal menyajikan beberapa partai besar. Tak hanya itu, dua klub underdog juga akan unjuk gigi lagi menantang tim raksasa. Lantas, siapa yang akan lolos ke semifinal nanti?

Sebelum membahas dua laga akbar ini, baiknya kalian subscribe dan nyalakan loncengnya dulu ya, biar nggak ketinggalan konten menarik dari Starting Eleven Story.

Jerman Terluka Oleh Spanyol

8 besar EURO 2024 akan dibuka dengang laga tuan rumah Jerman yang akan menjamu Spanyol. Dua negara yang masing-masing mengoleksi gelar terbanyak EURO, yakni 3 kali. Spanyol dan Jerman bagaimanapun kini masih berebut untuk mengejar, siapa yang bisa mencapai gelar keempat duluan.

Dilihat dari segi head to head, ternyata Spanyol lebih unggul. Dari total tujuh kali pertemuan, La Furia Roja menang tiga kali, dan Der Panzer hanya menang sekali. Sisanya berakhir dengan seri.

Der Panzer pernah terluka dua kali di ajang prestisius, yakni EURO 2008 dan Piala Dunia 2010. Di EURO 2008, Michael Ballack dan kawan-kawan kalah di final oleh gol tunggal Fernando Torres.

Sementara di Piala Dunia 2010, tim asuhan Joachim Low kalah di semifinal oleh gol tunggal Carles Puyol. Namun ada yang lebih memalukan lagi bagi Jerman. Di ajang Nations League 2020, Jerman dibantai Spanyol asuhan Luis Enrique enam gol tanpa balas.

Kutukan Spanyol

Jerman memang punya memori kelam atas Spanyol. Namun, status sebagai tuan rumah menguntungkan pasukan Der Panzer. Mengapa? Karena Spanyol tak pernah menang melawan tim ruan rumah Piala Eropa. Selain tak pernah menang, La Furia Roja juga tak sanggup mencetak gol jika bertemu tuan rumah.

Di EURO 1980, Spanyol ditahan imbang 0-0 oleh tuan rumah Italia. Empat tahun berselang di EURO 1984, di final Spanyol kalah 2-0 oleh tuan rumah Prancis. Di EURO 1988, Spanyol juga kalah 2-0 melawan tuan rumah Jerman Barat.

Saat jumpa tuan rumah Inggris di perempat final EURO 1996, Spanyol hanya bermain imbang 0-0 dan tersingkir lewat adu penalti. Terakhir kali Spanyol berhadapan dengan tim tuan rumah adalah di EURO 2004. Spanyol saat itu juga tumbang 1-0 melawan Portugal di babak grup.

Kekuatan Spanyol dan Jerman

Namun Spanyol tak takut dengan kutukan tersebut. Mereka di EURO 2024 ini sedang sangar-sangarnya. Jelang laga melawan Jerman, pasukan De La Fuente belum bisa dijebol oleh pemain lawan.

Sementara itu, Spanyol telah mencetak sembilan gol di EURO kali ini. Mereka sementara ini jadi tim terproduktif di EURO 2024 di bawah Jerman yang mengoleksi sepuluh gol. Bayangkan, dua tim dengan jumlah gol terbanyak EURO akan bertemu. Apalagi kedua tim juga sama-sama punya pendekatan permainan menyerang. Jual beli serangan pasti akan terjadi. Peluang terjadinya banyak gol juga terbuka lebar.

Soal pemain kunci, Jerman punya senjata andalan bernama Jamal Musiala. Pemain Munchen itu masih mengejar gelar top skor di ajang ini. Kecepatan dan finishing pemain 21 tahun ini perlu diwaspadai lini belakang Spanyol, yang kerap kali lupa turun saat menyerang.

Sementara itu, dari kubu Spanyol kekuatan dua pemain sayapnya yakni Nico Wiliams dan Lamine Yamal, patut untuk dijaga ketat. Kombinasi dua pemain tersebut menurut Squawka telah menghasilkan 40 sentuhan dalam kotak penalti lawan, 20 kali berhasil melewati lawan, serta 20 kali menciptakan peluang berbahaya.

Kelemahan Spanyol Dan Jerman

Selain itu, patut untuk disimak juga kelemahan kedua tim. Spanyol dan Jerman sama-sama punya kelemahan. Spanyol saat melawan Georgia keteteran saat diserang balik. Gol bunuh diri Spanyol juga berawal dari serangan balik. Itu baru tim sekelas Georgia. Apa jadinya kalau Jerman yang melakukan serangan balik tersebut. Wah..bisa bubar jalan itu lini belakang Spanyol.

Sedangkan Jerman, masih ada kelemahan dari sisi skema membongkar pertahanan lawan seperti saat melawan Swiss. Saat melawan Denmark, komposisi lini serang mereka juga masih diubah-ubah oleh Nagelsmann.

Dengan kekuatan dan kelemahan masing-masing, semakin sulit saja memprediksi siapa yang bakal unggul. Bisa jadi, peluang terjadinya babak tos-tosan pun terbuka.

Prancis Simpan Luka

Eitts, jangan tidur dulu setelah laga seru Spanyol vs Jerman. Karena di Volksparkstadion Hamburg, akan digelar laga ulangan Final EURO 2016 antara Prancis vs Portugal. Prancis pernah punya kenangan buruk saat berjumpa Portugal. Di rumah sendiri 2016 silam, Portugal menggagalkan Les Bleus raih juara.

Yang lebih menjengkelkan bagi Prancis, kemenangan Portugal di Final EURO 2016 adalah satu-satunya kemenangan atas Prancis sepanjang sejarah pertemuan. Sebaliknya, Prancis telah empat kali menang, dan dua laga berakhir dengan seri. Termasuk hasil seri pertemuan terakhir mereka di EURO 2020 lalu.

Tim Seret Gol

Di EURO 2024 kali ini, Portugal dan Prancis sama-sama dicap sebagai tim besar yang seret gol. Prancis baru bisa cetak tiga gol. Itupun dua dari gol bunuh diri, dan satu lewat titik putih. Sementara Portugal, meski bisa cetak lima gol namun di dua laga terakhir melawan Georgia dan Slovenia, mereka mandul.

Sebagai tim besar, performa Prancis dan Portugal juga kurang meyakinkan selama ini. Padahal mereka punya materi yang cukup “wah”. Ada yang beranggapan bahwa kemungkinan laga ini akan sedikit membuat kita ngantuk. Kedua tim yang seret gol ini pasti sama-sama akan bermain hati-hati dan tak grusa-grusu melancarkan serangan.

Kekuatan Portugal dan Prancis

Yang bisa membuat laga ini seru adalah faktor Mbappe dan Cristiano Ronaldo yang akan saling unjuk gigi. Dua pemain tersebut juga bisa jadi pembeda di laga ini. Bagaimanapun publik sepakbola masih penasaran dan menanti performa terbaik dua bintang tersebut. Mbappe selama ini kesulitan cetak gol sejak pakai topeng. Sementara Ronaldo, ya… masih gitu-gitu aja. Satu gol pun belum bisa dicetak CR7.

Selain itu, yang jadi sorotan dari kedua kubu adalah lini pertahanan. Prancis terbukti baru kebobolan satu gol, itupun dari penalti Lewandowski. Kuartet Kounde, Saliba, Upamecano dan Theo Hernandez begitu solid. Ditambah kiper Mike Maignan dengan berbagai penyelamatan pentingnya.

Sementara itu, lini belakang Portugal juga tak kalah solid. Kemarin melawan Slovenia, kiper mereka, Diego Costa tampil bak pahlawan. Kiper Porto itu bisa jadi tembok yang menyulitkan Mbappe cs.

Turki dan Belanda Kangen Sejarah

Babak 8 besar bukan hanya milik tim besar saja. Dua tim underdog juga siap unjuk gigi menantang tim raksasa. Salah satunya Turki, yang baru saja mengandaskan tim kejutan lainnya, Austria.

Turki kini ingin mengulangi kisah Euro 2008 silam. Saat itu anak asuh Fatih Terim mampu melenggang hingga babak semifinal. Namun memori tersebut tak mudah untuk diwujudkan. Pasalnya, Turki akan bertemu Belanda yang makin gacor pasca menghempaskan Rumania di 16 besar.

Kalau kata Belanda, memangnya yang punya mimpi mengulang sukses itu hanya Turki saja? Belanda juga punya. Belanda ingin sekali mengulang sukses jadi juara seperti di EURO 1988. Kebetulan saat itu tuan rumahnya Jerman, dan pelatih mereka saat ini Ronald Koeman jadi salah satu pilar yang meraih gelar tersebut.

Kekuatan dan Kelemahan

Bagi De Oranje, salah satu langkah untuk mencapai mimpi tersebut tak ada lain kecuali mengandaskan Turki. Belanda punya modal apik secara head to head. Dari tujuh pertemuan, mereka menang empat kali, seri satu kali, dan kalah dua kali.

Namun modal apik Belanda tersebut tak membuat Turki gentar. Mental Arda Guler dan kawan-kawan kini juga sedang naik. Strategi Turki memanfaatkan skema set pieces saat melawan Austria, mungkin bisa kembali dilakukan oleh Montella saat hadapi Belanda nanti. Selain itu, kembalinya Hakan Calhanoglu dari hukuman akumulasi juga jadi amunisi tambahan di lini tengah Turki.

Bagi Belanda, jika mau menang melawan Turki tirulah cara Portugal. Di babak grup Portugal menang besar atas Turki dengan cara melakukan tekanan terhadap pemain Turki agar tak bisa mengembangkan permainan. Selain itu, Belanda juga harus meniru Portugal yang efektif memanfaatkan keteledoran bek-bek Turki untuk jadi gol.

Di atas kertas, Belanda harusnya bisa lakukan itu. Lini serang Belanda seperti Gakpo, Malen, maupun Depay masih on fire. Apalagi Depay dan Malen juga punya pengalaman mencetak gol saat membantai Turki 6-1 tahun 2021 lalu.

Swiss Belum Pernah Menang

Babak 8 besar Euro 2024 akan ditutup dengan laga salah satu underdog lainnya, Swiss melawan Inggris. Swiss tampil menjanjikan selama ini di EURO 2024. Mereka bahkan lolos ke 8 besar mengalahkan juara bertahan Italia. Swiss ini sepertinya hobi banget singkirkan tim besar di ajang Euro. Masih ingat, di EURO 2020 lalu Prancis yang jadi korbannya?

Namun kini yang akan dihadapi pasukan Murat Yakin adalah Inggris. Tim yang belum bisa dikalahkan Swiss sepanjang sejarah pertemuan. Dari sembilan laga, Inggris menang tujuh kali, dan dua kali berakhir seri.

Hal tersebut tentu jadi modal apik bagi Inggris. Apalagi secara pencapaian, Swiss belum pernah punya cerita lolos hingga babak semifinal di turnamen apa pun. Mentok mereka hanya sampai babak 8 besar.

Kekuatan dan Kelemahan

Namun, Inggris jangan terlena dengan catatan tersebut. Pasukan Southgate harusnya ngaca sebelum hadapi Swiss. Mereka masih bermain amburadul selama ini. Untung saja mereka tertolong oleh gol jatuh dari langit saat melawan Slovakia. Kalau tidak, mereka kini pasti sudah “coming home” beneran.

Inggris harus lebih agresif hadapi Swiss. Pemain seperti Foden, Saka, maupun Bellingham harus berani ambil resiko menusuk pertahanan lawan. Jangan sedikit-sedikit lakukan backpass. Kalau masih begitu, pemain di lini belakang Swiss bisa-bisa nganggur nanti.

Jika Inggris mulai sadar diri dengan bermain menyerang, itu juga bukan berarti Inggris akan dengan mudah menjebol pertahanan Swiss. Jerman dan Italia saja sudah terbukti kesusahan. Alhasil, Southgate yang “bebal” itu juga harus terus berinovasi.

Misalnya berani memberi menit bermain lebih kepada Palmer, Bowen, maupun Toney untuk ciptakan perbedaan. Atau mungkin bisa saja, mengubah formasi Inggris dari 4-3-3 menjadi 3-4-3 yang pernah terbukti berhasil di EURO 2020 lalu.

Menarik untuk dinanti, dari keempat laga tadi siapa yang nantinya bercokol di semifinal. Apakah semuanya adalah tim besar? Atau ada tim underdog yang lolos? Namun kalau menurut football lovers, siapa nih yang layak jadi semifinalis?

https://youtu.be/b9orZdm2Sdw

Sumber Referensi : aiscore, bavarianfootball, beinsport, aiscore, euronews, apnews

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru