Saat Dortmund menjuarai Liga Champions 1997 di Munich, Edin Terzic masih berusia 14 tahun. Ia tidak hadir di Olympiastadion, bersama orang-orang di kampung halamannya, Terzic menyaksikan Dortmund-nya Ottmar Hitzfeld menghabisi Juventus-nya Marcello Lippi lewat layar tancap.
Kini, 27 tahun setelah final itu, Terzic tidak hanya akan menyaksikan laga Dortmund di final Liga Champions, namun juga terlibat di dalamnya. Die Borussen dibawanya ke final Liga Champions ketiganya.
Namun, final yang akan berlangsung di Wembley nanti tidak akan mudah bagi Terzic. Perkaranya, musuh yang dihadapi adalah Real Madrid asuhan Carlo Ancelotti.
Jika Carletto membawa Real Madrid ke final, sejauh ini tidak ada pilihan selain memenangkannya. Mampukah Dortmund menghancurkan rekor manis duet Ancelotti dan Real Madrid di final Liga Champions?
Daftar Isi
Final yang Tidak Diprediksi
Ketika mengalahkan PSG dan melangkah ke final, orang-orang banyak yang mendadak jadi penggemar Borussia Dortmund. Bahkan ada yang mengaku yakin kalau Dortmund memang akan mencapai final Liga Champions. Sehingga seolah-olah prediksinya benar.
Padahal sejak drawing fase grup keluar, Dortmund hampir tidak ada yang menjagokan, kecuali fansnya sendiri. Ia berbeda dengan misalnya, Newcastle United. Sebagai debutan, Newcastle dipercaya bisa memberikan kejutan di Liga Champions.
Apalagi The Magpies juga memberi shock therapy kepada Paris Saint-Germain. Alih-alih Dortmund, yakin deh, pasti lebih banyak orang percaya bahwa AC Milan lah yang bakal lolos ke fase gugur. Memang seperti itulah Die Borussen.
The 2023/24 #UCLfinal…
Dortmund 🆚 Real Madrid pic.twitter.com/IdSewiXdIn
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) May 8, 2024
Di kancah domestik, Dortmund selalu difavoritkan untuk menghancurkan dominasi Bayern Munchen. Tapi di kompetisi Eropa, Dortmund tak lebih sebagai penggembira saja. Lolos ke babak gugur saja diragukan, apalagi ke final.
Orang-orang lebih menyukai final yang spektakuler. Final yang mempertemukan Real Madrid dengan Manchester City, Real Madrid dengan PSG, Real Madrid dengan Bayern Munchen, atau bahkan El Clasico. Namun, yah, namanya ketetapan Tuhan tidak bisa ditebak.
Ndilalah, Real Madrid ketemu City lebih dulu di perempat final. Lalu menjegal Bayern Munchen di semifinal. Sementara, Dortmund yang tiba-tiba jadi juara grup, bisa menyikat setiap lawannya.
Mulai dari PSV di 16 besar, Atletico Madrid di perempat final, dan PSG di semifinal. Jelaslah sudah, final antara Dortmund dan Real Madrid di Liga Champions musim ini adalah final yang tidak pernah diprediksi sebelumnya.
Di awal musim, prediksi Supercomputer Opta menaruh Dortmund di posisi empat terbawah sebagai tim dengan persentase lolos ke final paling sedikit, yakni 4,5% saja. Dortmund bahkan berada di bawah Newcastle dan Manchester United!
Lihat postingan ini di Instagram
Real Madrid Akan Memenangkan Final Ini, Katanya
Tak ayal jika banyak yang menjagokan Real Madrid. Keyakinan fans Real Madrid untuk melimabelaskan gelar UCL naik ke ubun-ubun. Hal itu dapat dipahami, karena Ancelotti dan Real Madrid adalah duet tak terbantahkan di final Liga Champions.
Sepanjang sejarah, ketika Carlo Ancelotti membawa Real Madrid ke final Liga Champions, ia tidak pernah gagal membawa pulang pialanya. Dua kali ke final, dua kali pula Ancelotti memenangkan gelar UCL bersama Los Blancos.
2013: Bayern Munich wins #UCL
2014: Real Madrid beats Bayern Munich at Allianz Arena for the 1st time ever.2021: Chelsea wins #UCL
2022: Real Madrid beats Chelsea at Stamford Bridge for the 1st time ever.2023: Manchester City wins #UCL
2024: 🤔 pic.twitter.com/OSgZ7PeBdG— Madrid Zone (@theMadridZone) April 11, 2024
Dengan kata lain persentase kemenangan Ancelotti dan Real Madrid di final UCL adalah 100%. Selain itu, Los Merengues juga punya rekor mentereng tatkala menghadapi Die Borussen, terutama di Liga Champions. Dari 14 laga, Real Madrid berhasil melibas Dortmund enam kali dan cuma kalah tiga kali.
Dengan 100% kemenangan di final UCL, plus rekor head to head yang menyilaukan mata, adakah secercah harapan bagi Dortmund untuk meraih Si Kuping Besar?
Kenangan Semifinal 2012/13
Dortmund memang enam kali dihajar Real Madrid di Liga Champions. Namun, tidak satu pun dari keenam laga itu dilatih oleh Edin Terzic. Rekor manajer berdarah Kroasia menghadapi Los Galacticos masih bersih. Bahkan, ia juga belum pernah menghadapi Carlo Ancelotti.
Menariknya, Terzic juga belum pernah dikalahkan oleh pelatih asal Italia. Kebetulan baru Stefano Pioli, pelatih Italia yang pernah berhadapan dengannya. Dua kali Terzic bertemu Pioli dan tidak menelan satu pun kekalahan. Malah di salah satu pertemuan itu, Dortmund-nya Terzic melibas AC Milan-nya Pioli lewat skor 3-1.
Meski rekornya buruk, gini-gini Dortmund pernah menghajar Los Blancos. Itu terjadi di leg pertama semifinal UCL musim 2012/13. Hari itu Die Borussen yang ditukangi Jurgen Klopp mengalahkan Real Madrid lewat skor telak 4-1. Jose Mourinho hanya bisa terpana melihat gawang timnya dijebol empat kali oleh Robert Lewandowski.
Real Madrid Belum Pernah Menang di Wembley
Final Liga Champions musim ini akan berlangsung di Stadion Wembley. Dan meskipun Real Madrid punya persentase kemenangan 100% di final UCL bersama Carletto, namun mereka belum pernah menang di Wembley.
Final UCL nanti adalah kunjungan kedua mereka ke Wembley. Sebelum ini, Los Blancos pernah bermain di Wembley, yakni menghadapi Tottenham Hotspur tahun 2017. Ketika itu, Wembley dipinjam oleh Spurs karena stadion baru mereka sedang dibangun.
Laga di penyisihan grup Liga Champions memberi hasil yang mengejutkan. The Lilywhites mempermalukan Real Madrid lewat skor telak 3-1. Nah, menariknya, Dortmund juga punya kisah pahit di markasnya Timnas Inggris ini. Kekalahan mereka atas Die Roten di final UCL 2013, terjadi di stadion ini.
3 years ago today, Tottenham smashed the European champions Real Madrid 3-1 at Wembley. What a win, nights that you will never forget #THFC #COYS pic.twitter.com/VDTGRJpQ3L
— The Spurs Web (@thespursweb) November 1, 2020
Dilema Jude Bellingham
Kekalahan itu menjadi kenangan buruk bagi Mats Hummels dan Marco Reus. Kedua pemain ini akan kembali ke sana. Well, Jude Bellingham juga akan “pulang” ke tanah kelahirannya.
Tidak hanya itu, menghadapi Dortmund artinya Bellingham mesti melawan bekas timnya. Tim yang mengasuh dan mengasah bakatnya. Ini tentu akan menjadi laga yang dilematis sekaligus sentimentil bagi Bellingham.
Di sisi lain, dilema bukan cuma dirasakan Bellingham, tapi juga Dortmund. Jika mengalahkan Los Blancos di final, Die Borussen akan kehilangan uang dari Bellingham. Sebab, dalam klausul pembeliannya, Dortmund akan mendapat imbalan 4,9 juta euro (Rp85,3 miliar) apabila pemain Inggris itu mengangkat trofi Eropa bersama Los Blancos.
Kekuatan El Real
Apakah Dortmund akan mengalah? Mengalah bukan tindakan ksatria. Edin Terzic justru berambisi untuk membawa pulang trofinya. Ia yakin dengan timnya, terutama karena perjalanan Dortmund di Liga Champions sudah telanjur fantastis. Sekalian saja dijuarakan, ya nggak?
Namun, rekor 100% kemenangan tak sekadar angka. Real Madrid punya segudang cara untuk mengalahkan mereka. Terlebih Los Blancos dikabarkan akan datang dengan kekuatan penuh. Ibarat motor, onderdilnya lengkap.
Carlo Ancelotti annonce qu’Andriy Lunin sera 𝗧𝗜𝗧𝗨𝗟𝗔𝗜𝗥𝗘 demain face au Bayern. 🧤
Thibaut Courtois sera sur le banc.
(conf. de presse) pic.twitter.com/CFux1QvDR3
— Actu Foot (@ActuFoot_) May 7, 2024
Thibaut Courtois yang tangguh siap dipasang. Ancelotti sampai bingung, mana yang akan diturunkan: Courtois atau Andriy Lunin. Kedua kiper sama bagusnya. Tapi soal pengalaman, eks kiper El Real, Iker Casillas menyarankan agar kiper Belgia yang dipasang.
Carletto punya fleksibilitas taktik yang terbukti merepotkan Bayern Munchen. Taktiknya didukung dengan fluiditas Vinicius dan Rodrygo. Pemain tengah seperti Tchouameni, Toni Kroos, Fede Valverde, dan Jude Bellingham akan dikuras otaknya untuk menciptakan kreativitas.
Lors de la pré saison, pendant le match entre le Réal Madrid et la Juventus, Toni kroos délivrait déjà la même passe qu’il a fait ce soir contre le Bayern et à la finition chaque fois Vinicius.😍🔥 pic.twitter.com/CtgLrdHHNg
— Madridistas Del Mundo (@MadridistasDM) April 30, 2024
Real Madrid juga punya bek sayap seperti Carvajal dan Mendy yang bisa berkontribusi menyerang. Namun, jika kedua pemain ini naik dan ruang yang ditinggalkan tidak ada yang menutup, maka di situlah celah pertahanan Real Madrid terbuka. Celah itu bisa jadi akan dieksploitasi oleh Die Borussen.
Dortmund Tak Kalah Hebat
Terzic punya pemain yang tepat untuk mengeksploitasi ruang yang ditinggalkan para bek sayap El Real. Mereka adalah Karim Adeyemi dan Jadon Sancho. Kedua pemain tidak hanya cepat, tapi punya kemampuan istimewa. Sancho sayap yang kreatif, sedang Adeyemi, selain cepat juga punya resistensi yang sangat baik menghadapi cegatan pemain lawan.
Jika Real Madrid punya Joselu, Dortmund punya Niclas Fullkrug. Pemain Jerman itu tidak hanya mengandalkan kemampuannya mencetak gol, tapi juga fisik dan kekuatannya untuk menahan bola dan mengeluarkan Dortmund dari tekanan.
Qué futbolista icónico es Niclas Fullkrug, un 9 clásico que brilla con luz propia en un presente de escaces de centrodelanteros puros. Cómo cabecea y define… Ha sido un fichajazo del Dortmund en la Champions y ya es un candidato a ser el 9 titular de Alemania en la Euro. pic.twitter.com/XCKaigf1ZO
— Goles en Directo (@golesendir_) May 1, 2024
Soal menciptakan kreativitas, Die Borussen punya Marco Reus. Laga final nanti akan jadi ajang perpisahannya dengan Dortmund. Tentu Reus akan memberikan yang terbaik. Marcel Sabitzer yang memimpin perolehan asis di UCL musim ini juga jangan dilupakan.
Sabitzer akan bersaing dengan Vini sebagai pencetak asis terbanyak. Keduanya masih mengemas lima asis. Lalu, di lini belakang, pertahanan yang diisi Mats Hummels dan Nico Schlotterbeck solid. Buktinya, di UCL musim ini, Dortmund jadi tim dengan clean sheets terbanyak, yakni 6 nirbobol. Jumlah clean sheets tersebut yang tertinggi sejak musim 1997/98.
Dortmund players rankings in the UCL this season
Marcel Sabitzer is 1st in assists (5)
Gregor Kobel is 2nd in Goals Prevented (4.78)
Gregor Kobel is 1st in clean sheets (4)
Mats Hummels is 1st in duels won (28)‼️‼️
Nico Schlotterbeck is 2nd in duels won (16) pic.twitter.com/AhWcmSse5C
— BVB Central (@TheBVBCentral) April 18, 2024
Meski begitu, status tim yang tak diunggulkan melekat pada Dortmund. Jujur saja, di lubuk hati yang terdalam, kamu pasti lebih percaya kalau Real Madrid yang akan memenangkan UCL, kan?
Namun, sekadar informasi saja, kemarin di Wembley, kira-kira sepekan sebelum final UCL, Manchester United yang sama sekali tidak dijagokan bahkan oleh fansnya sendiri, sukses mengalahkan Manchester City di final Piala FA.
Sumber: Goal, Bundesliga, ESPN, Forbes, BreakingTheLines, BVB, UEFA


