Disepelekan sampai Dihina, Real Madrid Tetap Juara La Liga

spot_img

Malam yang indah di Bernabeu pasca Real Madrid mengalahkan Cadiz. Pasalnya, selang beberapa jam mereka akhirnya merayakan gelar juara La Liga ke-36 setelah mengetahui pesaingnya, Barcelona tak berdaya di tangan Girona.

Los Blancos musim ini melesat bak papan seluncur di La Liga. Mereka menjawab keraguan publik tentang kondisi tim di awal musim yang banyak diterpa masalah. Ya, mereka sukses bangkit dari berbagai masalah tersebut, hingga akhirnya juara meninggalkan para pesaingnya. Lalu dengan cara apa mereka bangkit?

Ditinggal Benzema

Real Madrid musim lalu merasakan musim yang tak mengenakan. Sudah gagal di UCL, eh.. gagal juga di La Liga. Kasihan, El Real cuma dapat trofi pelipur lara yakni Copa Del Rey. Memasuki musim baru, mereka ingin membalaskan dendam kegagalannya tersebut. Salah satunya yakni merampas gelar La Liga yang jatuh ke pangkuan Barcelona.

Namun kondisinya serba susah, karena mesin gol Karim Benzema harus angkat koper meninggalkan El Real. Pamitnya Wak haji membuat Los Blancos harus secepatnya cari bomber yang sepadan sebagai penggantinya.

Namun, alih-alih mendatangkan Kylian Mbappe, Real Madrid justru mendatangkan mantan pemain Stoke City, Joselu. Hmmm.. jangan suudzon dulu, mungkin Joselu adalah kepingan yang dimau Ancelotti.

Badai Cedera

Selain kehilangan Benzema, Real Madrid juga dilanda masalah besar. Kiper utama Thibaut Courtois terpaksa absen panjang karena mengalami cedera ACL di awal musim. Apa boleh buat, stok kiper El Real tinggal Andriy Lunin. Maka dari itu, Real Madrid pun meminjam kiper lain yakni Kepa Arrizabalaga dari Chelsea.

Tak hanya kiper saja, bek-bek El Real juga dilanda badai cedera. Bek andalan Eder Militao di bulan Agustus 2023 ikut-ikutan menderita cedera ACL dan harus absen lama. Belum lagi ditambah David Alaba yang juga cedera ACL pada Desember 2023 membuatnya harus mengakhiri musim ini lebih cepat.

Kabar Ancelotti Pergi

Tak hanya kehilangan pemain, El Real di awal musim juga sempat hampir kehilangan pelatihnya. Pasalnya, Carlo Ancelotti santer dikabarkan akan segera melatih Timnas Brasil. El Real bahkan sudah ancang-ancang lho, untuk mencari penggantinya.

Jika kehilangan pelatih, mau tidak mau El Real harus beradaptasi lagi dari awal. Hal itulah yang membuat publik semakin meragukan Real Madrid bisa merampas gelar La Liga dari tangan Barca.

Transfer Efektif Real Madrid

Di tengah banyak masalah yang menghantam El Real, pihak manajemen pun berusaha sekuat tenaga untuk mengatasinya. Salah satunya dengan pergerakan transfer yang dilakukan.

Alih-alih mendatangkan penganti Benzema yang sepadan, El Real malah mendatangkan gelandang serang Jude Bellingham dari Dortmund. Awalnya kedatangan Bellingham sempat diragukan. Ia dianggap masih terlalu muda dan diragukan bisa langsung bersinar. Ditambah, para pemain asal Inggris di Bernabeu sebelumnya seperti David Beckham maupun Michael Owen, juga kurang bersinar.

Selain itu, El Real pun hanya mendatangkan pemain yang harganya ramah di kantong seperti Fran Garcia, maupun Arda Guler. Tak lupa mereka juga mendatangkan pemain dengan status pinjaman seperti Kepa maupun Joselu.

Komposisi Serangan Baru

Namun, oleh Ancelotti, Bellingham disulap menjadi Ricardo Kaka. Pemain Inggris itu tidak dijadikan striker, namun posisinya yang berada di belakang penyerang justru membikin Bellingham leluasa mencetak gol. 22 gol sudah ia torehkan.

Tidak hanya Bellingham duet Vinicius dan Rodrygo Goes juga kian ganas di lini depan El Real. Keduanya total sudah mencetak 23 gol di La Liga musim ini karena lebih sering bermain di kotak penalti lawan. Jumlah gol itu lebih banyak dari musim lalu yang hanya 19 gol saja.

Tambal Sulam Pertahanan

Tak hanya soal serangan, Ancelotti juga sukses meracik pertahanan Real Madrid jadi lebih solid musim ini. Padahal tau sendiri, masalah lini pertahanan ini sejak awal musim banyak diterpa masalah.

Ancelotti sukses menerapkan pola tambal sulam di pertahanan mereka. Tchouameni misalnya. Meski sebagai gelandang, ia mampu menjalankan tugasnya ketika ditempatkan 10 kali sebagai bek tengah. Ancelotti tau jika postur tubuh dan naluri bertahannya cocok sebagai bek tengah.

Lalu Camavinga pun serupa. Meski sebagai gelandang, Ancelotti tau kekuatan kaki kiri, kecepatan, serta naluri bertahannya juga cocok kalau ditempatkan sebagai bek kiri. Terbukti, saat 6 kali tampil sebagai bek kiri, Camavinga sukses menjawab tantangan tersebut.

Belum lagi posisi kiper. Andriy Lunin dan Kepa ternyata mampu tampil apik saat dipercaya menggantikan Courtois. Sampai-sampai nih, Ancelotti bingung siapa yang akan ditaruh sebagai kiper inti El Real.

Ya..berkat tambal sulamnya pertahanannya tersebut, Real Madrid sementara ini menjadi tim La Liga dengan kebobolan paling sedikit yakni 22 gol. Mereka sementara juga baru kalah sekali saja. Hebat bukan?

Mental Juara Real Madrid

Selain tambal sulam pemain yang sukses, mental juara Real Madrid juga berpengaruh. Setelah dinyatakan bertahan di Bernabeu hingga 2026, Ancelotti mampu kembali mambangkitkan mental juara anak asuhnya. Para pemain juga otomatis termotivasi karena pelatih yang dicintainya tersebut bertahan dan ingin lebih banyak meraih gelar di Bernabeu.

Kabangkitan mental tersebut terlihat dari sikap pasukannya yang tidak gentar menghadapi lawan meskipun banyak diterpa masalah. Selain itu, kebangkitan mental tersebut juga terlihat saat El Real sering mengamankan poin di menit-menit akhir.

Sebagai contoh, El Real mampu menan dua kali atas rivalnya Barcelona di La Liga, lewat gol dari Jude Bellingham di menit akhir laga. Selain itu, saat bermain buruk pun Ancelotti sukses buat Real Madrid meraih satu poin.

Kondisi Pesaing

Disaat Real Madrid sukses dengan beberapa faktor kebangkitannya tersebut, justru pesaingnya seperti Barcelona malah memble. Real Madrid justru punya pesaing baru yang lebih berbahaya yakni Girona.

Barca yang notabene sang juara bertahan, padahal lebih siap menatap musim ini. Namun entah mengapa Xavi tak bisa memaksimalkan kondisi tersebut untuk mempertahankan gelar. Pertahanan mereka kacau balau.

Jumlah kebobolan mereka sementara ini adalah 43 gol, lebih buruk dari tim peringkat 9 Valencia, 39 gol. Lini depan mereka termasuk mesin gol Robert Lewandowski juga mulai menurun produktivitasnya. Kehilangan sosok Busquets di lini tengah juga sangat terasa.

Semantara itu Girona yang sempat jadi pesaing ketat Real Madrid, juga akhirnya gembos jelang berakhirnya musim. Maklum, skuad dan kualitas mereka tak semewah Barca maupun Real Madrid. Pelatihnya pun sudah menyadari hal itu.

Ya, pada akhirnya Real Madrid memperoleh keuntungan dengan kondisi para pesaingnya yang ancur-ancuran ini. El Real sukses juara La Liga di jornada ke-34 dengan selisih sementara 13 poin dari posisi kedua, Girona. Selamat sekali lagi Real Madrid. Mental juara memang tak pernah bohong! Hala Madrid!

Sumber Referensi : dailymail, apnews, theathletic, firtspost, theathletic

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru