Ucapan Shin Tae-yong itu laksana tungku yang terus menyalakan api semangat dan harapan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dari sana, sedikit banyak kita meyakini kalau, meskipun kalah atas Uzbekistan di semifinal Piala Asia U-23, namun asa lolos ke Olimpiade Paris 2024 masih ada.
Janji Shin Tae-yong jelas: membawa Indonesia ke Olimpiade. Ia tidak mengatakan akan melakukan itu dengan mengalahkan Uzbekistan. Jadi, kita tinggal menunggu sekaligus bermunajat kepada Sang Pencipta. Mengirimkan doa-doa terbaik agar janji Shin Tae-yong terpenuhi.
Sayang, dukungan dan eksposur jelang perebutan tempat ketiga di Piala Asia U-23 melawan Irak, yang mana pemenangnya akan langsung menuju Paris, tak sebesar laga semifinal. Ayolah! Ini laga penting, bung.
Kalau Timnas Indonesia menang dan lolos Olimpiade akan menjadi keuntungan buat Indonesia itu sendiri. Berikut keuntungan apabila Indonesia lolos ke Olimpiade Paris 2024. Namun, sebelum itu, jangan lupa subscribe dan nyalakan loncengnya agar tak ketinggalan video terbaru dari Starting Eleven.
Daftar Isi
Bukan Agenda FIFA, tapi Tetap Prestisius
Harus diingat, sekalipun Olimpiade merupakan ajang yang besar. Pesertanya berasal dari seluruh penjuru dunia. Namun, apabila Timnas Indonesia bermain di Olimpiade tidak akan berpengaruh pada pemeringkatan FIFA. Sebab Olimpiade bukan agenda FIFA.
Organisasi yang bertanggung jawab atas Olimpiade adalah International Olympic Committee (IOC). Karena tidak masuk kalender FIFA, di Olimpiade, khususnya cabang sepak bola putra pernah terjadi polemik. Misalnya, di edisi 2008.
Final Olimpiade 2008, Di Maria pun pencetak gok tunggal dan membawa Argentina juara Olimpiade bareng Messi.
Final World Cup 2014, Di Maria absen di final karena kurang fit & dilarang klub nya Real Madrid bermain karena bakal dites medis buat dijual ke ManUtd.
Kalo saja maen… pic.twitter.com/8XfAtURLJX
— Mahlima Utari | ᮙᮂᮜᮤᮙ ᮅᮒᮛᮤ (@Mah5Utari) July 11, 2021
Kala itu banyak klub yang tidak mengizinkan para pemainnya untuk mengikuti Olimpiade di Beijing tersebut. Sekalipun tim nasional yang berlaga di sana membutuhkan tenaga si pemain. Melihat polemik yang menghambat negara-negara yang berpartisipasi di Olimpiade Beijing, FIFA pun meminta agar klub mengizinkan pemainnya untuk tampil di Olimpiade.
Lagi pula hanya pemain U-23 dan tiga pemain senior yang diperbolehkan mentas di Olimpiade. Aturan ini berlaku sejak Olimpiade Barcelona tahun 1992. Memang, Olimpiade bukan agenda FIFA. Namun, ajang yang memperebutkan medali emas itu tetap prestisius bagi setiap negara.
Shin Tae-Yong vs Aji Santoso saat ujicoba menjelang Kualifikasi Olimpiade 1992 Zona Asia KoreaSelatan U23 vs Indonesia U23 di Stadion Atletik Masan-Korea Selatan 24 Maret 1991.
Indonesia U23 dalam persiapan Asia Timur karena tergabung kualifikasi group dgn Jepang,Taiwan,Hongkong https://t.co/6Pbp782yaS pic.twitter.com/N8CtgtIPXF
— Mahlima Utari | ᮙᮂᮜᮤᮙ ᮅᮒᮛᮤ (@Mah5Utari) September 23, 2022
Agar bisa main di Olimpiade, ada jalan terjal yang harus dilewati. Bukan hanya di cabang olahraga sepak bola putra saja, di cabor lain juga demikian. Misalnya di cabor bulu tangkis.
Tidak mudah atlet bulu tangkis, sekalipun dari Indonesia buat lolos ke Olimpiade. Lihatlah apa yang dialami ganda putra juara All England, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana yang gagal lolos ke Olimpiade Paris 2024.
Indonesia Akan Cetak Sejarah
Di cabor sepak bola putra, Indonesia selalu gagal mengirimkan tim nasional. Terakhir kali Timnas Indonesia berlaga di cabor sepak bola putra Olimpiade adalah 68 tahun yang lalu. Yakni di Olimpiade Melbourne 1956.
Sudah sangat lama sekali. Wajar saja Shin Tae-yong sampai tidak tahu kalau Timnas Indonesia pernah bermain di Olimpiade. Lha gimana? Terakhir kali berlaga di Olimpiade itu 14 tahun sebelum Shin Tae-yong lahir. Maka dari itu, Timnas Indonesia diharapkan lolos ke Olimpiade.
Selain demi martabat bangsa, juga demi mencetak sejarah. Indonesia lolos Olimpiade setelah lebih dari setengah abad gagal, sebuah tajuk yang sangat membanggakan bukan?
Timnas Indonesia cuma butuh mengalahkan Irak di perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 atau, mengalahkan Guinea di babak play-off.
INILAH CALON LAWAN TIMNAS U23 INDONESIA
KALO INDONESIA LOLOS OLIMPIADE PARIS 2024SIAP SIAP AWAY KE PRANCIS!!! pic.twitter.com/H24CcLlc6P
— Siaran Bola Live (@SiaranBolaLive) April 25, 2024
Pelipur Lara Karena Gagal Mulu di Piala Dunia
Lolosnya Timnas Indonesia ke Olimpiade Paris 2024 sedikit banyak akan menjadi pelipur lara. Duka-duka yang kerap menyelimuti persepakbolaan tanah air akan terhapus sementara apabila Indonesia lolos ke Olimpiade. Hal itu juga akan menjadi pengobat luka kala Timnas Indonesia belum sanggup lolos ke Piala Dunia.
Setidaknya Olimpiade Paris 2024 bisa menjadi miniatur Piala Dunia bagi Timnas Indonesia. Ini adalah kesempatan untuk bertemu negara-negara yang menjadi kiblat sepak bola dunia. Juga sekaligus bisa menjadi kesempatan Timnas Indonesia untuk bersaing dengan negara-negara seperti Prancis, Maroko, bahkan Argentina.
INILAH CALON LAWAN TIMNAS U23 INDONESIA
KALO INDONESIA LOLOS OLIMPIADE PARIS 2024SIAP SIAP AWAY KE PRANCIS!!! pic.twitter.com/H24CcLlc6P
— Siaran Bola Live (@SiaranBolaLive) April 25, 2024
Coba bayangkan, selama ini Timnas Indonesia hanya bersaing dengan negara-negara seperti Myanmar, Brunei, Thailand. Dan paling jauh Irak, Korea Selatan, hingga Jepang. Dengan lolos ke Olimpiade, saingannya berasal dari negara di benua-benua yang lebih maju sepak bolanya, seperti Amerika Latin dan Eropa.
Hal itu bisa menaikkan level Timnas Indonesia. Bukankah ini yang diinginkan masyarakat Indonesia, selain tentu saja trofi? Rakyat Indonesia itu, timnasnya tidak perlu terlalu berprestasi, cukup dengan mengalahkan negara yang lebih hebat saja sudah kepalang bahagia.
Selain pelipur lara, Olimpiade bisa menjadi ajang pemanasan bagi Timnas Indonesia dan suporternya yang militan sekaligus fanatik. Sebelum benar-benar berlaga di kompetisi sepak bola paling akbar bernama Piala Dunia.
Olimpiade juga dapat menjadi ajang pembuktian bahwa Timnas Indonesia ternyata bukan cuma bisa bermain di level Asia Tenggara dan Asia, tapi juga dunia.
Kesempatan Bertemu Pemain Bintang Dunia
Nah, Olimpiade acap kali berlangsung setelah musim sepak bola berakhir dan sebelum musim dimulai. Maka dari itu, gesekan antara tim nasional yang berlaga di Olimpiade dan klub bisa diminimalisir, atau bahkan sudah tidak ada lagi. Oleh karena itu para bintang sepak bola dunia bisa ambil bagian.
Aturan tambahan tiga pemain senior membuat bintang setiap negara bisa mengisi ruang itu. Misalnya, Timnas Prancis. Tuan rumah Olimpiade 2024 itu berpotensi diperkuat pemain bintangnya, Kylian Mbappe.
Mbappe sendiri berhasrat main di Olimpiade 2024. Karena itu adalah satu-satunya turnamen internasional yang belum pernah diikutinya. Di lain sisi, Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mendesak Real Madrid yang konon akan menjadi klub barunya Mbappe, agar melepas sang bintang ke Olimpiade 2024.
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong berpotensi menghadapi Lionel Messi usai timnas Argentina U-23 berhasil memastikan diri lolos ke Olimpiade Paris 2024.
Ya, Argentina berhasil mendapat tiket menuju Olimpiade 2024 usai mengalahkan Brasil. Kemenangan 1-0 pada pertandingan pic.twitter.com/gS1hj2cgCd
— turunminumid (@turunminum_id) February 13, 2024
Selain Mbappe, Lionel Messi juga berpeluang main di Olimpiade Paris. Pelatih Timnas Argentina U-23, Javier Mascherano mengundang La Pulga untuk mengisi slot pemain senior. Jika memenangkan laga melawan Irak, anak-anak Garuda bisa jadi bertemu Messi. Kalau tidak, masih ada kesempatan satu grup dengan Kylian Mbappe.
Kebetulan Olimpiade 2024 berlangsung 26 Juli hingga 11 Agustus. Ia tidak berbenturan dengan agenda FIFA lainnya. Di tanggal itu EURO dan Copa America sudah berakhir. Paling-paling Olimpiade 2024 akan berbenturan dengan jadwal pramusim klub-klub Eropa.
Kesempatan Dilirik Pemandu Bakat
Kendati tidak seglamor Piala Dunia, tapi Olimpiade juga bisa menjadi wadah para pemain muda unjuk kemampuan. Peluang dilirik para pemandu bakat dari tim-tim di seluruh dunia terbuka. Banyak lho pemain yang dikenal dunia lewat Olimpiade.
Ambil contoh Gabriel Jesus. Sebelum berlaga di Olimpiade 2016, Gabjes sama sekali tidak dikenal. Ia sekadar pemain muda yang membela klub lokal, Palmeiras. Namun, setelah ikut membela Brasil di Olimpiade 2016, Gabjes diburu tim-tim besar Eropa.
Rio 2016 – Gabriel Jesus – Winning an Olympic gold medal at the 2016 Summer Olympics https://t.co/KJEEHJs3Yk pic.twitter.com/6iAMZwjLOs
— Dr.ATEF AHMED(Surgeon) (@DrATEFAHMED) June 27, 2018
Gabjes tampil ciamik di Olimpiade yang berlangsung di Rio de Janeiro tersebut. Ia mengemas tiga gol buat Tim Samba di Olimpiade itu. Nah, tak berapa lama setelahnya, awal tahun 2017, Gabjes merapat ke Manchester City. Gabjes yang tampil apik di Olimpiade bisa jadi contoh bagi para pemain Timnas Indonesia.
Bukan tidak mungkin pemain yang belum abroad tapi main apik, seperti Rizky Ridho akan memikat tim-tim Eropa. Ya, kalau tidak bisa AC Milan, minimal Guingamp atau Troyes. Siapa tahu, ya kan?
Dapat Bonus
Yang terakhir tentu saja Timnas Indonesia akan mendapatkan bonus apabila lolos ke Olimpiade Paris. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dikabarkan bonus yang besar apabila Shin Tae-yong beserta anak asuhnya tampil di Olimpiade.
Erick tidak mengatakan bagaimana harus dengan cara apa lolosnya. Jadi, football lovers dan pencinta Timnas Indonesia, ayo tidak berhenti mendukung. Kalau kata komentator Rendra Soedjono, “Selalu berikan 2D: Doa dan Dukungan untuk Timnas Indonesia.”
Sumber: Bolanet, Tribun, IDNTimes, SportingNews, Detik, Bolatimes, CNNIndonesia, Kompas


