Indonesia vs Korea: Dilema STY Lawan Tanah Kelahiran di 8 Besar Piala Asia U-23

spot_img

Laju Timnas Indonesia U-23 yang sedang melesat bak Magnum Saber di anime Let’s and Go, kini menemui rintangan yang sangat berat di babak 8 besar Piala Asia U-23. Marselino Ferdinan cs memang berhasil menghindari Jepang, tapi mereka justru mendapat lawan yang lebih berat, yakni Korea Selatan U-23.

Meski demikian, skuad Garuda Muda dikabarkan tetap percaya diri menatap laga ini. Kegelisahan justru muncul di hati kecil sang pelatih, Shin Tae-yong. Karena laga ini membuat dirinya harus menghadapi tanah kelahirannya sendiri. 

Lantas, bagaimana STY dan Indonesia menghadapi situasi ini? Sebelum kita menonton ulasan lengkapnya, football lovers bisa subscribe dan nyalakan lonceng agar tak ketinggalan konten terbaru dari Starting Eleven Story.

STY Melawan Negaranya Sendiri

Tanpa sedikit pun niat meragukan komitmen Shin Tae-yong terhadap Timnas Indonesia, di lubuk hatinya yang paling dalam pasti ada sedikit keraguan. Bagaimana tidak? Lahir dan tumbuh di Korea Selatan, Shin Tae-yong dikenal sebagai pribadi yang patriotik. Beberapa pihak pun meyakini, bakal ada rasa dilema ketika menghadapi negaranya sendiri.

https://twitter.com/ibamhariri/status/1782498239494627796

Apalagi pelatih yang sempat jadi bintang iklan kopi instan itu memiliki banyak memori dengan persepakbolaan Korea Selatan. Shin Tae-yong bahkan pernah mengabdi untuk Timnas Korea Selatan, baik sebagai pemain maupun pelatih. 

Dalam sejarahnya, Shin Tae-yong mempunyai 23 penampilan bersama Timnas Korea Selatan dalam medio 1992 hingga 1997. Sedangkan sebagai pelatih, STY tercatat pernah empat tahun menangani tim berjuluk Taeguk Warriors itu. STY bahkan sempat mempersembahkan satu gelar EAFF pada tahun 2017 lalu.

Pelatih berusia 53 tahun itu pula yang mencatatkan sejarah apik di Piala Dunia 2018. Kala itu, Shin Tae-yong memimpin Son Heung-min dan kawan-kawan mengalahkan Timnas Jerman dengan skor 2-0. Laga tersebut pula yang membuat Ratu Tisha mempertimbangkan STY untuk menukangi Skuad Garuda pada akhir tahun 2019 lalu.

Komentar Kedua Pelatih 

Sedari awal, Shin Tae-yong sudah mewanti-wanti. Dirinya tidak ingin Indonesia menghadapi Korea Selatan di babak delapan besar Piala Asia U-23. Sang pelatih justru lebih rela untuk kembali berhadapan dengan Timnas Jepang, yang malah jadi runner-up Grup B dan akhirnya menghadapi Qatar.

Meski demikian, saat ditanya bagaimana jika pada akhirnya akan melawan Korea Selatan di fase gugur, Shin Tae-yong malah tertawa. Dengan nada bercanda, ia mengatakan kalau pelatih Korea Selatan U-23 akan stres jika menghadapi Indonesia. Untuk selebihnya, ia enggan berkomentar banyak soal Korea Selatan. STY hanya ingin fokus pada tim dan pertandingan.

https://twitter.com/GOAL_ID/status/1782605322130956317

Di sisi lain, komentar menarik justru keluar dari mulut pelatih Korea Selatan U-23, Hwang Sun-hong. Pelatih berkacamata itu mengungkapkan bahwa sudah berandai-andai akan lawan Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong di Piala Asia U-23. Hal tersebut juga sudah diobrolkan dengan STY.

Berbeda dengan Coach Shin yang enggan berkomentar banyak, Coach Hwang justru memberikan pujian pada STY. “Saya terkejut melihat pertandingan Timnas Indonesia karena Coach Shin menciptakan tim yang sangat bagus,” katanya. Coach Hwang menambahkan, bahwa Indonesia akan menjadi lawan yang sulit, pertarungan sebenarnya baru saja dimulai.

Semua yang diungkapkan Hwang Sun-hong benar adanya. Melalui kompetisi Piala Asia U-23, Timnas Indonesia menunjukkan level permainan yang jauh lebih baik. Bahkan ini untuk kali pertama Garuda Muda melaju ke putaran final Piala Asia U-23 dan langsung mencapai perempat final.

Lain hal dengan Korea Selatan U-23 yang punya track record bagus. Mereka adalah juara Piala Asia U-23 edisi 2020 dan runner-up di edisi 2016. Perjalanannya menuju babak delapan besar Piala Asia U-23 edisi kali ini pun luar biasa. Skuad racikan Hwang Sun-hong menyapu bersih tiga pertandingan di fase gugur. Jepang pun tak berdaya dibuatnya.

Head to Head

Meski ini jadi kali pertama Indonesia menghadapi Korea Selatan di Piala Asia U-23, STY ternyata sudah berkali-kali menghadapi Coach Hwang di level klub. Coach Hwang bahkan jadi pelatih kedua yang paling sering dihadapinya, setelah Park Hang-seo.

Coach Shin tercatat sudah 12 kali menghadapi Coach Hwang kala dirinya masih berkarir di Liga Korea bersama Seongnam Ilhwa. Sialnya, catatan STY cukup buruk. Dari 12 pertandingan, STY hanya memenangkan dua pertandingan saja. Sisanya, meraih imbang sebanyak lima kali dan kalah juga lima kali.

Adu Strategi Dua Pelatih Korsel

Tapi kan itu dulu, kini yang dipimpin adalah tim nasional. Bersama Indonesia, STY biasanya mengusung skema tiga bek. Tapi, di Indonesia U-23, Coach Shin lebih gemar menggunakan skema 5-4-1. Itu sudah digunakan dalam tiga pertandingan penyisihan grup kemarin. Formasi tersebut akan bertransformasi menjadi 3-4-3 saat menguasai bola.

https://twitter.com/DanPordes/status/788254031835639808

Dalam skema tersebut, STY mengandalkan kombinasi umpan-umpan pendek melalui area sayap. Pola serangan tersebut terlihat begitu efektif kala melumat Jordan dengan skor 4-1. Dari empat gol yang dicetak, dua diantaranya melalui skema yang hampir sama. Mereka melakukan umpan pendek cepat di area kotak penalti lawan untuk membongkar pertahanan.

Di luar itu, Indonesia juga masih memiliki jurus yang sudah nggak rahasia-rahasia banget, tapi masih ampuh jika digunakan. Jurus yang dimaksud tidak lain adalah lemparan ke dalam milik Pratama Arhan. Salah satu gol ke gawang Jordan merupakan hasil dari jurus terlarang ini. Pemain-pemain tinggi seperti Komang Teguh, Rizky Ridho, dan Justin Hubner biasanya yang jadi target dalam skema ini.

Sementara itu, Korea Selatan lebih adaptif. Skema permainan akan menyesuaikan siapa lawan mereka. Dalam tiga pertandingan penyisihan grup, Korea Selatan U-23 sudah menggunakan dua skema yang berbeda, yakni 4-2-3-1 dan 3-4-3. Meski formasinya berbeda, pola serangannya cenderung sama, yakni melalui sayap.

Lantas, apa bedanya dengan Indonesia? Jika Garuda Muda mengandalkan kombinasi umpan dan pergerakan tanpa bola, maka Korea Selatan lebih mengandalkan kemampuan individu tiap pemainnya. Pemain sayap akan mendobrak lini bertahan dengan kontrol bola yang bagus sebelum melepaskan key pass.

Walaupun terlihat superior, pemain Korea Selatan ternyata mudah panik. Hal ini jadi sorotan ketika menghadapi China U-23. Lee Jae-won cs sering salah tingkah saat mendapat high press dari pemain China. Ini bisa jadi celah yang bisa dimanfaatkan oleh pemain-pemain Indonesia yang terkenal dengan kecepatan dan etos kerjanya.

Pemain Kunci

Sementara dari segi materi pemain, Coach Shin dan Coach Hwang punya selera yang beda. Jika Indonesia memanfaatkan pemain keturunan dan pemain abroad, Korea Selatan justru mempercayakan nasib pada pemain-pemain lokal. Tak ada satu pun pemain Korea Selatan U-23 yang berkarir di luar negeri.

Jika membicarakan pemain kunci, Coach Shin diprediksi akan kembali mengandalkan Marselino dan Witan yang sedang dalam top performa. Sementara di kubu Korea Selatan, Lee Young-jun jadi pemain yang patut diwaspadai. Dengan tiga golnya, kini ia sejajar dengan Ayman Yahya dan Abdullah Radif sebagai top skor sementara Piala Asia U-23.

Di luar nama-nama itu, ada pertemuan dua pemain yang membela klub yang sama di pertandingan kali ini. Mereka adalah Pratama Arhan dan Kang Sang-yun yang sama-sama membela Suwon FC. Keduanya harus mengesampingkan persamaan latar belakang tersebut demi tugas negara. Begitu pun STY yang akan sedikit mengesampingkan nasionalismenya demi Timnas Indonesia.

Sumber: CNN Indonesia, Bola.net, Bola.com, Antara News, Suara

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru