10 April 2024, di saat umat islam merayakan hari kemenangan, di Paris sana akan tersaji duel sengit babak delapan besar antara PSG vs Barcelona. Tajuk dendam dan nostalgia kedua pelatih, patut disematkan dalam duel tersebut. Sambil makan opor dan ngemil kue lebaran, kita akan jadi saksi serunya laga penuh dendam dan nostalgia tersebut. Siapakah yang nantinya bakal tersenyum di Paris?
Oh iya, jangan lupa subscribe dulu dan tekan tombol loncengnya agar tak ketinggalan sajian menarik dari Starting Eleven Story.
Barcelona vs PSG ⚔️
— Ked (@kidoooos) March 25, 2024
Quarter Finals – UEFA Champions League 🏆
Matchday Concept🎨
:
:
:#FCB #PSG #UCL #Matchday #FCBPSG #smsports pic.twitter.com/vxq4mpQUmr
Daftar Isi
PSG vs Barcelona Di UCL
Sudah bukan hal yang asing ketika undian UCL mempertemukan PSG dengan Barcelona. Sejak UCL 1995, kedua klub sudah saling bertemu. Yang paling sering, terjadi di babak 8 besar yakni sebanyak tiga kali. Namun maaf bagi PSG, di tiga laga 8 besar tersebut Barca yang mampu lolos.
🔙| Today in 2015: Barcelona defeats PSG 3-1 on the first leg of the Champions League quarter-final in Paris. Neymar scored the first goal and Suarez added 2 amazing goals. #FCBOTD #UCL pic.twitter.com/VbZBZJgMfg
— BarçaTimes (@BarcaTimes) April 15, 2022
Tapi kalau bicara soal head to head secara keseluruhan di UCL, mereka ternyata sama kuat. Empat kali PSG dan Barca menang. Sedangkan empat kali laga berakhir dengan seri.
Artinya, dua laga di 8 besar musim ini akan menjadi pertaruhan siapa yang bakal unggul secara head to head. Namun yang lebih penting dari itu sebenarnya adalah persaingan kedua tim yang saling membalas. Ya, menarik memang kalau menyoroti dendam yang mereka miliki di setiap pertemuan.
Remontada dan Pertemuan Terakhir
Termasuk di dua pertemuan terakhir mereka di babak 16 besar UCL tahun 2017 dan 2021. Masih ingat drama perempat final PSG vs Barca di tahun 2017? Ya, laga itu pantas dikenang menjadi “Remontada” paling indah bagi Cules di seluruh dunia. Bagaimana bisa skor 6-1 tercipta, dan mampu mengantarkan Barca lolos ke perempat final?
📅 March 8, 2017: La Remontada—the night Barcelona overturned a 4-0 deficit against PSG in the Champions League Last 16
— B/R Football (@brfootball) March 8, 2021
📅 March 10, 2021: Barcelona face PSG trying to overturn a 4-1 deficit in the Champions League Last 16 pic.twitter.com/wqeDP91cJt
Namun Remontada Barca tersebut menyisakan dendam kesumat bagi PSG. Pertemuan beraroma dendam pun terjadi di 16 besar UCL tahun 2021. Klub tajir itu gengsi, tak mau lagi dipermalukan. Akhirnya, dendam itu pun terbalaskan. Barca tak berdaya diobok-obok Mbappe. Mbappe jadi aktor pembalasan dendam itu dengan menggulung Barca 1-4 di Camp Nou.
Enrique vs Xavi
Bagaimanapun dendam di dua pertemuan terakhir itu akan dibawa kembali di pertemuan tahun ini. Namun tunggu dulu, selain dendam, laga di tahun ini juga akan diwarnai nostalgia. Pasalnya duel ini akan mempertemukan dua mantan pemain Barcelona yakni Xavi dan Luis Enrique. Ya, Enrique akhirnya akan pulang ke Barcelona tahun ini.
Banyak cerita kebersamaan Xavi dan Luis Enrique saat berseragam Barcelona. Xavi adalah junior Enrique di lini tengah Barca. Ketika jadi pemain, Xavi banyak belajar dari Enrique. Xavi juga adalah anak asuh Enrique ketika jadi pelatih Barca. Momen terakhir Xavi jadi pemain Barca juga berakhir manis bersama Enrique. Xavi memutuskan pergi dari Barca pasca meraih gelar UCL tahun 2015 bersama Luis Enrique.
Xavi & Luis Enrique
— Sempre Barça (@Sempre__FCB) September 6, 2022
Berlín 2015#HistoriaFCB pic.twitter.com/m60je3znqb
Faktor Tuan Rumah Dan Mbappe
Namun apalah artinya nostalgia, jika masih ada dendam saling mengalahkan antara kedua klub. Baik PSG maupun Barca, pasti sama-sama sudah menyiapkan segala siasat untuk bisa saling mengalahkan.
Bermain lebih dulu di Paris jadi satu keunggulan bagi PSG. Bagaimanapun Parc des Princes selalu jadi momok bagi Barcelona. Dari enam laga yang dihelat di stadion berkapasitas 48 ribu penonton tersebut, Barca hanya bisa menang sekali. Apalagi di dua pertemuan terakhir, PSG bahkan sempat mencukur Barca 4-0 di stadion ini.
👉 Tarehe kama ya leo miaka 5 iliyopita, PSG iliifunga Barcelona 4-0 katika mechi ya kwanza (First Leg) hatua ya 16 bora Ligi ya Mabingwa Ulaya #UCL. pic.twitter.com/D3LPnVso6M
— Chezalive (@Chezalive) February 14, 2022
Di babak grup UCL musim ini, PSG juga tak pernah kalah lho ketika bermain di kandang. Jadi, Barca harus was-was terhadap hal ini. Enrique pasti akan memanfaatkan magis stadion ini untuk menggebuk mantan klubnya itu.
PSG akan coba keluar menyerang dan berusaha mencetak banyak gol di kandang. Hal itu sangat mungkin dilakukan. Pasalnya melihat materi Enrique di lini depan, terbilang mumpuni untuk terus membombardir Barca sepanjang laga.
Termasuk faktor Kylian Mbappe. Mbappe sudah terbukti tuahnya bagi PSG di UCL musim ini. Di 16 besar ketika mengalahkan Sociedad, bocil Prancis itu sangat berperan penting.
Xavi is determined to stop Kylian Mbappe when Barcelona will face PSG in the Champions League
— Geo Super (@geosupertv) March 23, 2024
Read More: https://t.co/ORtxvzf4rz#UCL #FCB pic.twitter.com/BoO5jMabFg
Senjata Lain PSG
Selain Mbappe, Enrique dengan format andalannya 4-3-3 juga punya senjata lain. Ada winger cepat mereka Barcola dan mantan pemain Barca, Ousmane Dembele. Dua winger tersebut terbukti efektif membantu peran Mbappe di beberapa laga terakhir PSG.
🤔 Le PSG peut-il réaliser le triplé avec un trio d'attaque aussi dépendant de Kylian Mbappé ? pic.twitter.com/Qdd5Chv7Sf
— Prime Video Sport France (@PVSportFR) March 19, 2024
Selain itu, jika trio Mbappe, Barcola, maupun Dembele mati kutu, Enrique juga masih punya alternatif lain seperti Kolo Muani, Goncalo Ramos, Lee Kang In, maupun Marco Asensio. Artinya, kalau soal lini serang PSG nggak terlalu khawatir.
Kelemahan PSG
Namun di balik keunggulan PSG tersebut, tersimpan juga beberapa kelemahan. Yang paling kentara yakni masalah lini belakang. Lihat saja jumlah kebobolan PSG baik di Ligue 1 maupun di UCL musim ini.
Hingga pekan ke-26, di Ligue 1 PSG sudah kebobolan 23 kali. Lebih banyak daripada jumlah kebobolan klub seperti Breast (20) maupun Nice (20). Sementara di UCL sendiri mereka sudah kebobolan 9 gol.
Bek senior mereka Marquinhos, Danilo Pereira, maupun Milan Skriniar kurang kokoh mengawal pertahanan. Transisi yang dilakukan ke para bek muda mereka seperti Lucas Beraldo, Lucas Hernandez, maupun Nuno Mendes belum sepenuhnya mulus.
Liste des absents actuellement côté PSG : #ADNFoot
— ADN Foot (@ADN_Foot_) March 23, 2024
Kimpembe 🚑
Skriniar 🚑
Marquinhos 🚑
Asensio 🚑
Barcola 🚑 pic.twitter.com/BHMCxEy5uI
Senjata Xavi
Hal-hal inilah yang akan jadi santapan empuk bagi lini serang Barcelona. Xavi dengan skema yang hampir mirip dengan Enrique juga punya senjata mematikan di lini serangnya. Lewandowski, Lamine Yamal, Raphinha, maupun Joao Felix siap menerkam lini pertahanan PSG. Mereka bisa saja mencuri gol di Paris, apabila lini belakang PSG masih belum berbenah.
Senjata lain Xavi adalah pemain jebolan La Masia seperti Fermin Lopez maupun Pau Cubarsi. Mereka meski masih berusia belia namun mulai bisa jadi andalan. Beberapa kali jebolan La Masia tersebut jadi pembeda bagi Barca.
🌍 𝐈𝐍𝐓’𝐋 𝐅𝐎𝐎𝐓𝐁𝐀𝐋𝐋 🌍
— FC Barcelona (@FCBarcelona) March 19, 2024
📋 Lamine Yamal, Pau Cubarsí, and Fermín López (U21), in action for @SEFutbol pic.twitter.com/UIlRlbdBQs
Kelemahan barca
Cemerlangnya bakat La Masia bukan berarti Barca tak punya kelemahan. Sama sebenarnya seperti PSG. Barca ini terkadang rapuh lini belakangnya. Meski membaik akhir-akhir ini, namun jangan lupa di La Liga mereka sudah bobol 34 kali dari 29 laga. Lebih banyak dari Bilbao yang berada di peringkat 4 La Liga (26).
Lini belakang Xavi yang kini dihuni pemain muda seperti Cubarsi dan Araujo, siap-siap akan menemui ujian berat melawan gempuran Mbappe dan kawan-kawan. Jika tak siap mental, bisa jadi mereka akan dihukum di Paris nanti.
Tak hanya lini belakang saja kelemahan Barca. Pos gelandang bertahan mereka yang diisi Christensen juga sebenarnya bisa jadi celah. Pemain yang sejatinya bek itu, terlihat beberapa kali belum luwes jadi seorang DM.
Xavi had been thinking of testing Andreas Christensen as a defensive midfielder since the summer, but he had to start the season as a centre back due to injuries. With everyone recovered and Pau Cubarsí's rise, Xavi could finally play Christensen in midfield.
— Barça Universal (@BarcaUniversal) March 21, 2024
— @mundodeportivo pic.twitter.com/04W6tqrimn
Senior atau Junior?
Terlepas dari beberapa kelebihan dan kelemahan masing-masing, yang jelas laga yang sarat dendam dan nostalgia ini akan menjadi pertaruhan antara sang junior dan sang senior. Pertemuan nanti juga menjadi pertemuan pertama keduanya sebagai pelatih. Xavi bahkan baru pertama kali ini tampil di 8 besar UCL sebagai pelatih.
Secara pengalaman jadi pelatih, Xavi memang beda jauh dengan Enrique yang pernah meraih gelar UCL. Namun bukan berarti Xavi menyerah begitu saja. Ia bahkan sudah bertekad, ingin menjadi junior yang akan menjadi mimpi buruk bagi seniornya nanti. Kalau menurut football lovers, siapa nih yang bakalan unggul? Si Junior Xavi, atau Si Senior Enrique?
This is how the paths of Xavi and Luis Enrique came to be intertwined. https://t.co/CfrZgc5njr
— FC Barcelona (@FCBarcelona) March 24, 2024
Sumber Referensi : uefa, onefootball, fcbarcelonanoticias, psgtalk, transfermarkt


