Momen Karma dan Balas Dendam Terbaik di Sepakbola

spot_img

Karma itu memang kejam dan menyakitkan. Karma bisa datang kapan saja dan di mana saja, tak pandang bulu. Termasuk di lapangan hijau. Banyak pemain sepakbola yang terkena karma gara-gara kelakuannya sendiri di lapangan. Berikut beberapa karma dan balas dendam yang pernah terjadi di dunia sepakbola.

Balotelli dan Roman Weidenfeller

Football Lovers pasti ingat dengan Mario Balotelli. Banyak aksi unik dari Balotelli sepanjang kariernya, termasuk aksi balas dendamnya kepada musuh di lapangan. Kejadian tersebut terjadi di laga Manchester City vs Dortmund di Liga Champions 2012. “Super Mario” saat itu masih berseragam The Citizens.

City di laga tersebut mendapat hadiah penalti. Nah, Super Mario lah yang jadi algojonya. Namun sebelum menendang, ia dihampiri oleh kiper Dortmund, Roman Weidenfeller. Ia seperti membisikan beberapa kata-kata kepada Balotelli, entah apa isinya.

Ternyata, sikap kiper Dortmund itu punya tujuan tertentu. Weidenfeller melakukan semacam provokasi agar Balotelli tak fokus menendang penalti. Namun si bengal itu tak terpancing. Ia tak merespons serius omongan Weidenfeller.

Setelah penalti sukses dieksekusi, Balotelli pun lalu melakukan selebrasi. Sambil memungut bola, Balotelli sengaja menirukan balik gestur obrolan seperti yang dilakuan Weidenfeller. Haha sukurin kau Weidenfeller.

Haaland dengan Bounou

Di laga Liga Champions musim 2020/21 ketika Dortmund menjamu Sevilla, Erling Haaland yang masih berseragam Die Borussen, pernah terlibat saling ejek dengan kiper Sevilla Yassine Bounou.

Ceritanya, ketika itu Haaland jadi algojo penalti Dortmund, namun tendanganya mampu ditepis oleh kiper Sevilla tersebut. Kiper Maroko itu senang bukan kepalang setelah menepis tendangan striker Norwegia itu. Ia meluapkan kegembiraannya sambil mengumpat di depan Haaland.

Namun apa yang terjadi setelahnya? Ya, Bounou ternyata kena prank. Penalti diulang karena Bounou terlihat melompat dahulu sebelum bola ditendang. Haaland pun kembali menjadi algojonya. Namun kali ini berbuah gol.

Ya, lantas Haaland pun langsung menghampiri Bounou dan membalasnya sambil melakukan gestur ejekan di depannya. Rasain kau Bounou, lagian sih..kepedean sudah selebrasi duluan.

Haaland dengan Neymar

Haaland pernah berulah ketika laga Dortmund vs PSG di babak 16 Besar Liga Champions musim 2019/20. Di leg pertama, Les Parisiens harus mengakui keunggulan Dortmund 2-1, lewat brace dari Haaland. Ketika membobol gawang PSG, Haaland tidak lupa berselebrasi ala-ala meditasi di tengah lapangan.

Lalu jelang leg kedua di Paris, si bocah songong Norwegia tersebut memposting di akun sosial medianya bahwa Paris itu adalah kotanya. Seolah-olah ia akan mudah menaklukan PSG di Paris. Selain itu, Dortmund juga mengunggah di media sosialnya berisi sindiran bagi PSG. Dortmund mengatakan mereka lebih banyak menciptakan pemain bintang, daripada membeli para pemain bintang.

Hmmm… pasti dong para punggawa PSG dan fansnya geram melihat tingkah laku Haaland dan Dortmund. Karma pun terjadi. Haaland mandul di Paris. PSG malah berbalik unggul 2-0 dan akhirnya lolos ke babak berikutnya. Neymar yang ngegolin di laga itu menirukan selebrasi Haaland. Setelah memastikan kemenangan, seluruh pemain PSG akhirnya merayakannya dengan selebrasi khas Haaland tersebut. Duh, mau dibawa ke mana muka Haaland dan Dortmund?

Nuri Sahin dengan Lukas Podolski

Karma pernah menimpa bintang timnas Jerman, Lukas Podolski. Tepatnya di bulan Oktober 2010, ketika striker blasteran Polandia itu masih berseragam FC Koln. Suatu ketika FC Koln harus menghadapi Dortmund di Bundesliga. Laga berjalan alot hingga menit akhir. Skor 1-1 bertahan hingga menit ke-90.

Namun jelang wasit meniup peluit berakhirnya laga, Podolski terlihat sengaja menyelengkat kaki gelandang Dortmund asal Turki, Nuri Sahin. Sahin pun marah besar. Adu kepala tak terhindarkan. Hampir saja mereka bergulat di lapangan. Belum selesai sampai di sana. Podolski lalu mengejek Sahin dengan gestur 3-0, skor ketika Timnas Jerman membantai Turki di kualifikasi EURO 2012.

Tak berlangsung lama, karma pun terjadi. Di menit tambahan, Sahin menciptakan gol kemenangan. Pemain Turki itu berselebrasi hingga mencari Lukas Podolski. Ia menghampiri Podolski dengan meluncur di depan mukanya sambil menghina. Tuh kan Podolski..makanya jangan sok jadi orang!

Van Nistelrooy dengan Bek Andorra

Bagi fans MU, siapa yang tak kenal Ruud Van Nistelrooy? Bomber asal negeri kincir angin itu sangat menakutkan pada zamannya. Baik di klub maupun timnas, ia adalah striker yang ganas.

Banyak para bek lawan segan dan menghormatinya. Namun, tidak dengan bek Andorra bernama Antoni Lima Sola. Saat menghadapi Belanda di kualifikasi Piala Dunia 2006, bek yang satu ini berani mengejek Van Nistelrooy. Ia bahkan tertawa lebar di depan muka Nistelrooy.

Hal itu terjadi ketika penalti yang dieksekusi Van Nistelrooy gagal karena membentur tiang. Dalam hati Van Nistelrooy, siapa sih ini orang. Berani-beraninya mengejek di depan umum? Van Nistelrooy tak tinggal diam. Ia berupaya membalas bek yang kurang ajar itu.

Momen pembalasan pun tiba. Selang beberapa lama Van Nistelrooy akhirnya bisa cetak gol. Langsung deh, ia menghampiri Antoni Lima Sola dan melakukan gestur selebrasi mengangkat kedua tangannya. Siapa suruh ngejek bomber sekelas Van Nistelrooy!

Kurzawa dengan Timnas Swedia

Seru dan kocak, itulah kata yang menggambarkan perseteruan antara bek Prancis Larvin Kurzawa dengan para pemain Timnas Swedia. Peristiwa tersebut terjadi ketika laga Kualifikasi Euro U-21 tahun 2015 antara Prancis vs Swedia.

Mantan bek PSG tersebut ceritanya bergaya setelah mencetak gol tandang penting ke gawang Swedia. Ia berselebrasi dengan cara hormat dengan tangan kirinya berkali-kali tepat di depan muka para pemain Swedia. Kurzawa saat itu terlalu pede bahwa golnya itu mampu membawa Les Bleus lolos.

Namun kepedean Kurzawa itu justru membawa petaka. Selang beberapa menit, Swedia mencetak gol dan mengubah nasib kelolosan mereka. Semua pemain Swedia pun bersorak dan merayakan gol tersebut. Tak lupa mereka merayakannya dengan menirukan selebrasi hormat ala Kurzawa. Duh, malu bener Kurzawa ini. Terlalu kepedean sih.

CR7 dengan Simeone

Perseteruan Atletico Madrid dengan Real Madrid memang sengit sejak dulu. Sampai-sampai bintang El-Real, Cristiano Ronaldo pernah terbawa perseteruan tersebut meski sudah berseragam Juventus.

Ceritanya ketika laga Atletico Madrid vs Juventus di babak 16 besar Liga Champions musim 2018/19, CR7 sangat dendam dengan perlakuan Atletico. Pasalnya di leg pertama, ia terus diejek fans Atletico karena tak bisa cetak gol. Ditambah sikap pelatih Diego Simeone yang berlebihan ketika melakukan selebrasi selangkangan atau “Cojones” kala merayakan gol.

CR7 berniat membalas dendam di leg kedua. Benar saja, pemain Portugal itu tampil kesetanan dengan mencetak hattrick. Berkat hattrick tersebut bahkan Juve mampu menghentikan langkah Los Colchoneros.

Apes bagi Atletico, terutama bagi Simeone. Saking bahagianya, CR7 sampai menirukan selebrasi selangkangan ala Simeone yang dilakukan di leg pertama. Hmmm…. mampus kau Simeone. Makanya jangan banyak tingkah.

Ibrahimovic dengan Julio Cesar

Siapa yang tak kenal tingkah bandel Zlatan Ibrahimovic di lapangan. Jangan coba ganggu Ibra deh kalau tak mau urusannya jadi panjang. Seperti apa yang dialami Julio Cesar, kiper Inter Milan.

Kejadian tersebut terjadi ketika laga Derby Della Madonnina di Serie A musim 2011/12. Ketika itu Ibra masih berseragam Rossoneri. Ketika Ibra mendapat penalti di laga tersebut, Julio Cesar berusaha memprovokasi atau memberi perintah kepada Ibra. Sambil cengengesan dan melet-melet di depan muka Ibra, Cesar menyuruhnya menendang keras ke arah lurus.

Tetapi Ibra sama sekali tidak menggubris perintah Julio Cesar tersebut. Ibra justru menendang bola ke pojok kanan Cesar dengan keras dan gol.

Ibra lalu berselebrasi membalas Julio Cesar dengan menunjuk-nunjuk tangan ke arah kiper Brazil tersebut sambil ngomong beberapa kata. Terlihat muka Julio Cesar sangat malu. Ia coba tersenyum namun kayaknya terpaksa. Lagian sih banyak gaya. Sok-sokan menasehati Lord Zlatan.

Sumber Referensi : goal, telegraph, sportbible, goal, theguardian, sportbible, givemesport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru