Demi Timnas? Bocornya Misi Terselubung Radja Nainggolan Gabung Bhayangkara FC

spot_img

“Jika kalian menjadi bintang di Indonesia, di Eropa tidak ada yang melihatnya dan sepakbola yang sesungguhnya berada di sana. Jadi, kalau kalian bermimpi menjadi bintang besar di sepakbola, tentu kalian harus pindah, namun jika kalian ingin menjadi bintang sepakbola seperti selebriti, maka tetaplah di Indonesia.” Pernyataan itu keluar dari Radja Nainggolan dikutip dari saluran YouTube Sport77.

Itu jadi motivasi sekaligus sindiran kepada para pemain muda Indonesia yang tak mau mengambil resiko. Namun, pernyataan itu seakan jadi boomerang tersendiri bagi Nainggolan. Karena pada akhirnya ia menyetujui pinangan klub Indonesia, Bhayangkara Presisi Indonesia FC.

Keputusannya itu menimbulkan stigma dan pertanyaan. Apakah dia ingin menjadi “selebritis” juga karena karirnya di Eropa sudah habis? Atau keputusannya ini murni untuk menunjukan rasa hormat kepada nenek moyangnya yang memang berasal dari Indonesia?

Duta Piala Dunia U-17

Semua berawal dari tanggal 7 November 2023 saat Radja Nainggolan kembali menginjakan kaki di Indonesia. Kedatangannya kali ini merupakan permintaan langsung dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir yang menunjuknya sebagai Brand Ambassador Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 8 November 2023, Erick Thohir mengungkapkan bahwa Nainggolan tak sendirian. Ia akan ditemani oleh pemain sepakbola wanita Indonesia, Sabreena Dressler. Kehadiran keduanya merupakan bentuk apresiasi terhadap legenda sepak bola.

Menteri BUMN itu menambahkan, mereka juga akan berbagi cerita mengenai perjalanan karirnya di dunia sepak bola sembari bertugas sebagai duta promosi Piala Dunia U17 2023. Menurut Erick, pemilihan Nainggolan karena sang pemain memiliki keterkaitan dengan Indonesia karena memang memiliki darah Indonesia. Selain itu Nainggolan dianggap bisa jadi sosok inspiratif bagi generasi penerus sepakbola Indonesia di masa depan.

Selain gencar mempromosikan turnamen Piala Dunia U-17, Nainggolan juga sesekali terlibat dalam agenda tim nasional Indonesia U-17. Seperti yang dilakukannya selepas Garuda Muda mampu menahan imbang salah satu tim kuat, Ekuador U-17. Nainggolan memberikan motivasi dan dukungan kepada mereka.

Radja mengapresiasi performa Garuda Muda. Menurutnya, terkadang yang terpenting bukanlah hasil. Tapi memberikan segala yang kita punya di lapangan. Mantan bintang AS Roma itu juga menekankan kalau masyarakat Indonesia pasti akan lebih bangga apabila pemain Indonesia yang berlaga di Piala Dunia U-17 memberikan segalanya saat bermain.

Namun, di tengah tugasnya sebagai duta promosi ada desas desus soal masa depan Radja Nainggolan. Ia dirumorkan bakal membela salah satu klub di Indonesia. Perlu diketahui, saat ditunjuk sebagai Brand Ambassador, ia belum resmi menyatakan pensiun dari sepakbola. Oleh karena itu, ia masih terbuka dengan segala kemungkinan dalam karir profesionalnya.

Dikontrak Bhayangkara FC

Saat Radja Nainggolan berada di Indonesia, statusnya masih freeagent setelah dilepas oleh klub terakhirnya, SPAL. Oleh karena itu, setelah beberapa hari di Indonesia, rumor tentang kemungkinan dirinya bakal meneruskan karir di Liga 1 langsung berhembus. Bahkan dilansir Suara.com, pemain yang dikenal dengan sepakan kerasnya itu jadi rebutan empat klub Liga Indonesia.

Empat klub tersebut adalah Persib Bandung, Bhayangkara FC, Bali United, dan tentu saja sang pemuncak klasemen sementara, Borneo FC. Mendengar rumor tersebut, pada pertengahan November kemarin, Nainggolan merespons isu itu dengan mengatakan belum ada tawaran konkret. Tapi ia mengaku masih sanggup bermain untuk satu atau dua tahun lagi.

Setelah Piala Dunia U-17 memasuki babak semifinal, rumor kepindahan Radja Nainggolan ke salah satu klub Indonesia makin gencar. Kali ini isu tersebut mengerucut kepada satu klub, yakni Bhayangkara FC. Terutama setelah Pesut Etam memilih mengontrak Wiljan Pluim ketimbang Nainggolan.

Negosiasi antara Radja dan Bhayangkara pun dimulai. Menurut COO Bhayangkara FC, Sumardji proses merekrut pemain asal Belgia itu cukup memakan waktu. Meski terkesan dadakan, tetap ada obrolan tiga arah dengan pihak klub, Radja, dan sang agen yang cukup lama.

Setelah ada kesepakatan antara Bhayangkara FC dan pihak Radja Nainggolan, barulah Sumardji berani mengkonfirmasi kalau tim juara Liga 1 2017 itu berhasil mengontrak pemain berusia 35 tahun tersebut. 

Bagi Liga Indonesia

Melihat geliat transfer Bhayangkara yang mendatangkan Radja Nainggolan, Erick Thohir ikut berkomentar. Menurutnya, adanya Nainggolan di Liga Indonesia bisa meningkatkan kualitas kompetisi dan persepakbolaan Indonesia secara keseluruhan.

Dengan segudang pengalaman yang dimiliki Nainggolan, Erick berharap Nainggolan bisa jadi teladan bagi pemain-pemain lain. Pria berusia 53 tahun itu juga menilai kehadiran bintang sepakbola dunia seperti Nainggolan bisa membuat atmosfer sepakbola Indonesia semakin menarik dan mengundang perhatian dunia. 

Ambisi dan Kenapa Indonesia?

Sesaat, ini terlihat bagus bagi persepakbolaan Indonesia. Tapi bagaimana jika dilihat dari sudut pandang sang pemain? Apalagi Bhayangkara musim ini bukan klub penantang gelar macam Maung Bandung atau Rans Nusantara. Klub yang berjuluk The Guardian itu justru tengah sibuk mencari cara untuk menghindari jeratan degradasi.

Ketika ditanya mengapa ia memilih Bhayangkara, Radja Nainggolan memberi jawaban diplomatis. Menurut Nainggolan, hidupnya hanya untuk sepakbola. Oleh karena itu, di usia 35 tahun ia ingin membuktikan kepada khalayak dan dirinya sendiri kalau masih bisa bermain dengan baik.

Selain itu, mantan gelandang Cagliari tersebut juga ingin mencoba hal-hal baru di sepakbola dan Indonesia dirasa cocok memenuhi hasratnya. Hal itu karena Radja juga memiliki darah keturunan dari Batak. Ia ingin mencari tahu lebih banyak soal tanah leluhurnya itu. Ia percaya, dengan menjadi pesepakbola di Indonesia, banyak hal yang bisa ia pelajari. Entah tentang sepakbola atau budaya.

Saat konferensi pers, Radja juga menyampaikan soal perkembangan industri sepakbola Indonesia. Sebetulnya ia tak begitu paham dengan apa saja yang sudah terjadi di Indonesia. Ia hanya mendengar soal liga yang kabarnya mulai digelar secara profesional di bawah kepemimpinan Erick Thohir.

Ya, Menteri BUMN itu bukan sosok yang asing bagi Nainggolan. Keduanya pernah berada dalam payung yang sama ketika di Inter Milan. Saat Nainggolan bergabung ke Inter pada tahun 2018, Erick masih berstatus sebagai pemegang saham. Jadi, mereka acap kali terlibat dalam agenda yang sama.

Nilai Kontrak Nainggolan

Disamping alasan-alasan tersebut, materi adalah salah satu alasan kuat mengapa Nainggolan mau bermain di Liga Indonesia. Berlabel gelandang kelas dunia, Bhayangkara harus merogoh kocek yang tak sedikit untuk menggoda Nainggolan.

Meskipun sang pemain kabarnya hanya diikat kontrak selama setengah musim saja dengan opsi perpanjangan di akhir musim. Opsi durasi perpanjangan tak diungkapkan. Dalam durasi kontrak yang singkat, mantan pemain SPAL itu akan mendapat gaji sekitar Rp5 Miliar atau sekitar Rp833 juta per bulan.

Selain gaji yang cukup tinggi, menurut Kumparan, Nainggolan juga akan mendapat fasilitas tertentu dari Bhayangkara. Seperti apartemen di Kemang, Jakarta Selatan dan sebuah unit mobil.

Pihak klub hanya menyesuaikan fasilitas dengan status sang pemain sebagai pemain asing, tak lebih. Meski begitu, harapan klub terhadap Nainggolan tetap tinggi. Dengan keberadaannya di skuad Mario Gomez, manajemen berharap sang pemain bisa membawa The Guardian bangkit dari keterpurukan.

Sumber: CNN Indonesia, Suara, RRI, Tempo

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru