Miliarder asal Inggris, Sir Jim Ratcliffe dilaporkan tinggal selangkah lagi menjadi pemilik Manchester United. Ia akan mengakuisisi sekitar 25% saham dari keluarga Glazers. Hal ini setelah Sheikh Jassim bin Hamad Al-Thani memutuskan mundur untuk membeli klub berjuluk Setan Merah tersebut.
Dengan hanya memiliki saham minoritas, kabarnya Ratcliffe tetap mempunyai hak suara untuk kebijakan-kebijakan tertentu. Dalam beberapa hari terakhir, muncul misi-misi yang bakal diusung pria berusia 71 tahun tersebut apabila sudah resmi jadi pemilik MU. Dan berikut adalah dampak yang akan diberikan Sir Jim Ratcliffe.
Daftar Isi
Ratcliffe Bagian Pengembangan Sepakbola
Seperti yang diwartakan Sky Sport, melalui INEOS, Sir Jim Ratcliffe nantinya akan berfokus pada sektor operasional sepak bola apabila jadi pemilik baru Manchester United. Ia tak akan begitu banyak mengurusi sektor komersial dan hal-hal bisnis di luar lapangan. Menurutnya, hal semacam itu biar diurus oleh Glazers saja.
Jadi, satu misi penting dalam akuisisi Sir Jim Ratcliffe adalah berusaha untuk tidak mengambil keuntungan dari klub seperti yang dilakukan keluarga Glazers. Pria asal Inggris itu tak begitu menghiraukan keuntungan. Ia bahkan rela mengambil keuntungan yang sangat kecil demi kesuksesan klub.
Ratcliffe percaya bahwa memiliki ide yang jelas, orang yang tepat, dan pemikiran progresif untuk bertindak konsisten dan efisien penting untuk menghasilkan sebuah kemenangan. Akan menarik untuk melihat bagaimana hal ini terwujud. Karena Ratcliffe hanya sebagai pemegang saham minoritas.
Pemegang saham mayoritas MU tetaplah Glazers. Tapi, Ratcliffe kabarnya enggan berinvestasi begitu saja tanpa memiliki jaminan bisa menerapkan visi-misi olahraga mereka sendiri. Tapi, apa saja sih program Ratcliffe?
Peningkatan Infrastruktur
Pebisnis asal Inggris itu punya rencana untuk merenovasi Old Trafford secara menyeluruh agar menjadikannya salah satu stadion terbaik di dunia. Belakangan Old Trafford dianggap usang dan tertinggal dari stadion lainnya.
Menurut Ratcliffe, sekarang ini ada beberapa fasilitas yang bahkan bisa dibilang jauh dari kesan mewah untuk stadion milik klub sekelas Manchester United. Maka dari itu, jika berhasil mengakuisisi United, Ratcliffe merasa perlu merenovasi total Old Trafford dan menambah bangku penonton agar kapasitasnya mencapai 90 ribu kursi.
Selain itu, Ratcliffe juga akan memperbaiki sebagian besar infrastruktur yang ada di markas latihan United, Carrington. Untuk itu, Sir Jim Ratcliffe bakal menginvestasikan 245 juta pound atau Rp4,7 triliun dari sebagian hartanya sendiri untuk meningkatkan infrastruktur klub. Proyek peningkatan fasilitas dengan menambahkan teknologi-teknologi canggih akan dilakukan bertahap setelah pengakuisisian selesai.
Pemain Muda
Fasilitas untuk pemain muda dan akademi Manchester United juga bakal ditingkatkan. Menurut Sir Jim Ratcliffe, akademi Setan Merah sudah mengalami degradasi kualitas mutu. Itu dilihat dari akademi klub yang mulai jarang menghasilkan bakat-bakat terbaik yang bisa berguna untuk klub di masa depan.
Dalam tiga musim terakhir, tercatat hanya Alejandro Garnacho yang memiliki prospek cerah di skuad Manchester United. Meski di awal musim muncul nama Kobie Mainoo, ia belum bisa dicap sebagai prospek menjanjikan lantaran belum teruji di kompetisi besar.
Selain untuk memperkuat tim dan memangkas pengeluaran untuk membeli pemain, fokus Ratcliffe nantinya adalah memperbaiki nilai jual pemain. Saat ini, akademi United lebih banyak memproduksi pemain untuk dilepas dengan harga murah ketimbang dijual dengan harga tinggi.
Ratcliffe berkaca pada klub-klub Liga Inggris lainnya yakni Manchester City dan Chelsea dalam mengurusi perakademian. Untuk mewujudkan itu, Ratcliffe juga mempertimbangkan untuk menunjuk sosok yang tepat dan berkompeten mengurusi akademi Manchester United.
Kerajaan Sepakbola
Sir Jim Ratcliffe juga dikabarkan ingin membangun kerajaannya sendiri dengan menjadikan Manchester United sebagai pusatnya. Ya, sebelas dua belas macam City Football Group lah ya. Kebijakan ini nantinya akan berkesinambungan dengan banyak hal termasuk pengembangan pemain usia muda.
Untuk saat ini, Ratcliffe sudah memiliki saham di klub Prancis, Nice, dan FC Lausanne-Sport di Swiss. Nantinya pebisnis nomor satu di Inggris itu berniat menambahkan dua klub lagi dalam jaringan atau kerajaan sepakbolanya sendiri. Ini guna membantu mereka mencari dan mengembangkan pesepakbola muda terbaik di dunia.
Apalagi pelarangan pinjaman pemain antarklub di bawah naungan yang sama yang diberlakukan Premier League sedang digodok kembali. Mengingat jumlah yang sepakat akan hal itu baru 13 tim, sedangkan yang menolak pelarangan tersebut ada tujuh tim. Dibutuhkan 14 suara untuk mengabulkan rencana tersebut.
Celah inilah yang akan dieksploitasi calon pemilik baru Manchester United itu. Jika proposal pelarangan tersebut tidak dikabulkan, United bisa punya banyak opsi pemain cadangan di klub-klub cabang nantinya.
Ancaman Larangan Main di Liga Champions?
Eits, jangan termakan dengan janji-janji manisnya dulu. Semua visi-misi yang akan dilakukan Sir Jim Ratcliffe ternyata memiliki efek samping. Dan itu tampaknya cukup buruk bagi Manchester United. Jika diakuisisi oleh INEOS, Manchester United terancam dilarang tampil di Liga Champions musim depan. Mengapa demikian?
Kesepakatan dengan Ratcliffe akan menimbulkan beberapa masalah karena kepemilikannya atas klub Prancis Nice, yang kini performanya sedang bagus. Bahkan, Nice jadi penantang Paris Saint-Germain untuk meraih gelar Ligue 1 musim ini. Seiring performa yang sedang apik di paruh pertama musim 2023/24, Nice berpeluang besar untuk tampil di Liga Champions musim depan.
Nah, kalau ini beneran terjadi dan Manchester United mampu finis di empat besar Liga Inggris musim ini, maka akan menimbulkan masalah. Menurut aturan UEFA, dua tim yang dimiliki oleh pihak yang sama tidak boleh bertemu satu sama lain di kompetisi yang sama. Hal ini kemungkinan terjadi pada United dan Nice musim depan.
Dilansir The Sun, itu bisa dihindari dengan berbagai cara. Pertama, apabila UEFA mau mengubah aturannya. Kedua, dengan cara INEOS mau melepas sahamnya di Nice. Atau, salah satu dilarang lolos ke Liga Champions. Btw, MU kan lagi mleyot nih, siapa tahu mau finis di luar empat besar aja gitu biar nggak kena banned.
Pecat Ten Hag?
Ngomong-ngomong soal performa yang lagi loyo, hal itu juga jadi perhatian Sir Jim Ratcliffe jika nantinya jadi pemilik Manchester United. Klub yang bermarkas di Old Trafford itu memang tengah berada di masa paceklik. Hingga ditulisnya narasi ini, United sudah menelan sembilan kekalahan dari 18 pertandingan.
Laporan terbaru mengklaim bahwa Sir Jim Ratcliffe menginginkan Roberto De Zerbi dari Brighton & Hove Albion untuk menggantikan Erik ten Hag. Namun, itu hanya jadi solusi terakhir apabila sang pelatih tak bisa membalikan keadaan hingga akhir musim nanti. Selain itu, Ratcliffe juga akan mengganti beberapa sosok penting di belakang layar.
Kepergian Richard Arnold dari klub telah dikonfirmasi dan Sir Jim Ratcliffe menginginkan mantan CEO Juventus dan PSG, yakni Jean-Claude Blanc untuk menjadi CEO baru Manchester United. Konon, ada juga spekulasi luas seputar masa depan direktur sepakbola MU, John Murtough. Ratcliffe ingin menggantinya dengan Paolo Maldini yang sudah tak lagi dipakai AC Milan.
Nah, kira-kira begitulah dampak yang akan didapat apabila Ratcliffe resmi jadi pemegang saham Manchester United. Alangkah baiknya jangan berharap banyak padanya karena ia hanya berstatus pemegang saham minoritas. Pengambil keputusan tetaplah si Glazers.
Sumber: The Athletic, Daily Mail, Sky Sport, Goal


