Perpindahan pemain dari satu klub ke klub lainnya merupakan hal yang biasa. Namun, menjadi menarik jika perpindahan pemain tersebut justru ke klub rival. Tak terkecuali yang terjadi dengan pemain Juventus yang hengkang ke Inter Milan. Pemain yang berpindah dari Juventus ke Inter itu bahkan kerap mendapatkan julukan sebagai pengkhianat. Siapa saja pemain tersebut?
Daftar Isi
Marco Tardelli (1985)
Yang pertama ada Marco Tardelli pada tahun 1985. Sebelumnya Tardelli adalah pemain hebat andalan Juventus selama kurang lebih 10 tahun, dari tahun 1975 sampai 1985. Tardelli adalah gelandang bertahan hebat yang dijuluki “Mezzala” yang banyak meraih prestasi bersama La Vecchia Signora maupun Timnas Italia.
Juventus mendapatkan Tardelli dari Como setelah berhasil menikung Inter pada tahun 1975. Namun pada tahun 1985, Inter berhasil membalaskan dendamnya terhadap Juventus dengan membajak Tardelli. Sebelum dibajak Inter, Tardelli sedang mencapai puncak masa keemasannya dan mampu membawa Juventus menjuarai Liga Champions musim 1984/85.
Namun ketika ia sudah mulai dicap sebagai musuh oleh fans Juventus karena membelot, Tardelli justru melempem bersama Inter. Tak ada satupun gelar yang diraih Tardelli di Giuseppe Meazza. Tardelli juga hanya bertahan dua musim saja di Nerazzurri, sebelum memutuskan pindah ke Liga Swiss bersama FC St Gallen pada tahun 1987.
Marco Tardelli of Inter, Ray Wilkins of Milan pic.twitter.com/I9fEfaDWee
— The League Magazine (@Theleaguemag) June 19, 2019
Angelo Peruzzi (1999)
Berikutnya ada kiper legendaris Italia, Angelo Peruzzi. Peruzzi adalah kiper tangguh yang bergelimang trofi selama 8 tahun ketika membela Juventus. Gelar Serie A, Piala UEFA, Coppa Italia, maupun Liga Champions sudah ia raih selama membela Bianconeri.
Namun pada tahun 1999, Juventus mendatangkan kiper yang lebih muda dari Ajax Amsterdam yakni Edwin Van Der Sar. Merasa tersaingi, akhirnya Peruzzi memilih hengkang. Tak tanggung-tanggung, hengkangnya malah ke klub rival yakni Inter Milan.
#OnThisDay photo from 1999, Serie A.
— The Culture of Football Classics (@CFclassics) October 24, 2021
Derby di Milano, Inter vs Milan.
Angelo Peruzzi & Christian Panucci vs George Weah. pic.twitter.com/Wn0dzuj3CS
Kepindahan Peruzzi tersebut secara tak langsung memancing emosi para fans Juventus. Benar saja, Peruzzi sampai tak dianggap lagi sebagai legenda oleh sebagian besar fans Juventus. Dilansir Goal, fans Juventus menganggap legenda kiper mereka hanyalah Dino Zoff dan Gianluigi Buffon. Nama Peruzzi sengaja dihilangkan dari ingatan para fans Juventus akibat sikap membelotnya kala berseragam La Beneamata.
Akan tetapi para fans Juventus nampaknya tertawa setelah melihat penampilan Peruzzi di Inter. Pasalnya, selama berseragam biru hitam, Peruzzi tak memperoleh gelar apa pun. Peruzzi juga hanya mampu bertahan selama dua musim saja di Giuseppe Meazza.
Edgar Davids (2004)
Berikutnya ada “Si Pitbull” Edgar Davids. Pemain nyentrik berkacamata ini juga berani membelot dari Juventus ke Inter Milan pada tahun 2004. Pitbull dikenang sebagai gelandang terbaik Juventus pada masanya. Berduet dengan Zinedine Zidane ia memperoleh beberapa gelar seperti Scudetto dan Piala Super Italia.
Namun sumbangsih prestasi yang ditorehkan Davids bagi Juventus sejak tahun 1998 itu terkotori ketika ia memilih berseragam Inter Milan. Edgar Davids berstatus bebas transfer ketika hijrah dari Juventus ke Inter Milan. Kontrak Davids tak diperpanjang lagi oleh Juventus.
On this day 2004: Edgar Davids signed for Inter Milan pic.twitter.com/hsV1s5Dp0c
— Classic Football Shirts (@classicshirts) July 28, 2019
Davids mengatakan alasannya memilih Inter adalah berkat desakan dan tawaran menggiurkan dari presiden Inter Milan waktu itu Facchetti. Davids mengaku tak ada pilihan terbaik ketika ia tak diperpanjang lagi kontraknya oleh Juventus. Nasibnya mirip seperti Peruzzi, Davids tak terlalu moncer setelah berkhianat terhadap Juventus. Davids hanya bertahan satu musim saja di Inter. Setelah itu ia dilepas ke Spurs.
Zlatan Ibrahimovic (2006)
Pemain berikutnya adalah Zlatan Ibrahimovic. “Ibrakadabra” berani membelot pindah ke Inter Milan pada tahun 2006. Bahkan peristiwa hengkangnya Ibra ke Inter terjadi ketika Juventus sedang terkena kasus Calciopoli dan terdegradasi ke Serie B.
ON THIS DAY: In 2006, Inter signed Zlatan Ibrahimovic from Juventus.
— Squawka (@Squawka) August 10, 2017
He won Serie A in each of his three seasons at the club. 🏆 pic.twitter.com/P5ertItBzi
Ibra ketika memilih Inter sempat mengatakan bahwa ia sebenarnya tak tahu apa-apa. Semua proses kepindahannya telah dikerjakan oleh sang agen Mino Raiola. Padahal striker Swedia itu sempat berkata ingin bertahan di Juventus seperti Del Piero maupun Buffon.
Mino Raiola pun angkat bicara bahwa kejadian itu benar adanya. Bahkan Mino menyebut proses kepindahan Ibra ke Inter sudah dikerjakannya semusim sebelum Juventus terkena Calciopoli.
Kepindahan Ibra ke Inter menurut Mino Raiola sebagai sebuah kesepakatan kerja profesional pesepakbola seperti pada umumnya. Bahkan kepindahan Ibra juga menguntungkan Juventus. Inter diketahui membayar Juventus dengan mahar sebesar 16,7 juta pounds.
Melihat Ibrahimovic berseragam rival dan memperoleh banyak gelar, membuat sebagian fans Juventus tambah benci terhadap striker Swedia tersebut. Pemain bertinggi 195 cm itu memperoleh banyak trofi di Inter termasuk hattrick Scudetto.
Patrick Vieira (2006)
Bersamaan dengan kepindahan Ibrahimovic, gelandang Patrick Vieira juga ikut berani membelot bergabung dengan Inter Milan pada 2006. Padahal gelandang Prancis tersebut masih semusim di Juventus sejak dibeli dari Arsenal tahun 2005. Mantan pelatih Crystal Palace tersebut juga belum bisa mempersembahkan gelar apa pun bagi Si Nyoya Tua.
Patrick Vieira chegando na Inter em 2006.
— Futebol Nostálgico! (@futnostalgico) March 16, 2023
Nostálgico! pic.twitter.com/NdYuAE7C97
Berbeda dengan Ibrahimovic, alasan Vieira pindah ke Inter Milan karena ia masih ingin bermain di level tertinggi di klub besar Italia. Inter Milan berhasil meyakinkan Vieira lewat direktur olahraganya ketika itu Gabriele Oriali. Di sisi lain, Juventus juga mendapat keuntungan juga ketika berhasil menjual Vieira sebesar 9,5 juta pounds.
Sama seperti Ibrahimovic, beberapa fans Juventus mempertanyakan kepindahannya Vieira ke klub rival. Para fans mempertanyakan kenapa tidak seperti Zambrotta dan Thuram yang pindah ke Barcelona, atau Emerson dan Cannavaro yang pindah ke Real Madrid.
Fans Juventus pun makin benci terhadap gelandang Prancis tersebut karena makin gacor dan bergelimang trofi selama berseragam La Beneamata. Sejak 2006 hingga 2010, Vieira telah meraih empat gelar Scudetto, satu Coppa Italia, dan dua Piala Super Italia.
Kwadwo Asamoah (2018)
Berikutnya ada Kwadwo Asamoah. Pemain Ghana tersebut hijrah ke Inter pada tahun 2018. Asamoah adalah seorang gelandang yang disulap oleh Antonio Conte sebagai wing back kiri sejak di Juventus dari tahun 2012. Ia juga sukses meraih banyak gelar bersama La Vecchia Signora. Termasuk 6 gelar Scudetto Serie A, 4 gelar Coppa Italia, dan 3 gelar Piala Super Italia.
📝 DEAL DONE: Kwadwo Asamoah has joined Inter Milan on a free transfer from Juventus. He's signed a 3-year deal. (Source: @Inter) pic.twitter.com/tm7nL8Dlzl
— Transfer News Live (@DeadlineDayLive) July 2, 2018
Asamoah hijrah ke Inter secara bebas transfer. Asamoah diikat tiga tahun hingga tahun 2021 oleh Nerazzurri. Sang agen, Federico Pastorello mengatakan bahwa klienya tersebut mengaku senang dapat gabung Inter ketimbang bertahan di Juventus.
Kepindahan Asamoah ke klub rival juga banyak dipertanyakan oleh fans Juventus. Karena sebelumnya beredar surat perpanjangan kontrak yang disodorkan oleh pihak Juventus namun Asamoah sendiri yang menolaknya.
This's it, a clarification of my future @juventusfc .#juventus #Asamoah #statement pic.twitter.com/4EBr1O8ZXz
— Kwadwo Asamoah (@Asabob20) May 18, 2018
Untung saja Asamoah tak begitu moncer selama berseragam Inter. Asamoah hanya bertahan dua musim saja disana. Ia kemudian dilepas oleh Inter sebagai agen bebas pada musim 2020/21.
Arturo Vidal (2020)
Berikutnya ada Arturo Vidal. Gelandang Chile tersebut termasuk dalam golongan pengkhianat namun tak secara langsung pindah dari Juventus ke Inter. Karena setelah hijrah dari Juventus pada tahun 2015, ia sempat bergabung dulu di Munchen dan Barcelona.
Baru pada tahun 2020 ia diambil oleh Conte ke Inter Milan. Pemain berambut mirip ultraman tersebut beruntung pindah ke Inter, karena langsung meraih Scudetto.
Namun ada cerita menarik soal pembelotan Vidal ke Inter. Kepindahannya ke Inter awalnya dipertanyakan fans Inter karena punya tato tanda cinta dia ke Juventus. Akan tetapi, niatan Vidal dalam menghapus tato tersebut kemudian dianggap sebagai sebuah pengkhianatan besar oleh fans Juventus.
Savez-vous pourquoi Arturo Vidal joue en manches longues à l’Inter Milan ?
— Instant Foot ⚽️ (@lnstantFoot) October 22, 2020
Car il a tatoué sous son bras les dates des Serie A qu’il a remportées… avec la Juventus 😁 pic.twitter.com/g932DzSjU7
Juan Cuadrado (2023)
Musim ini ada lagi pemain yang membelot dari Juventus ke Inter, ia adalah Juan Cuadrado. Sayap asal Kolombia tersebut hijrah ke Nerazzurri dengan status bebas transfer. Sebelumnya ia bertahan lama bersama Si Nyonya Tua sejak tahun 2017.
🇨🇴 Colombian Juan Cuadrado and Handanovic weren’t having it with each other yesterday 😤#Juventus #InterMilan
— Footy Condor 🇪🇨 (@FootyCondor) April 5, 2023
pic.twitter.com/PUVgc7UQ31
Cuadrado membeberkan alasan kenapa ia memilih bergabung dengan Inter dibanding klub lain. Menurutnya ia masih ingin bertahan di Italia karena keluarganya yang sudah betah tinggal di Negeri Pizza tersebut. Di sisi lain Cuadrado ternyata juga masih ingin bermain di klub besar Italia. Maka tawaran dari Inter Milan tak disia-siakannya. Walaupun ia tahu itu berarti mengkhianati Juventus.
Kepindahan Cuadrado ke Inter banyak jadi omongan oleh fans Juventus. Kini Cuadrado sudah resmi dicap sebagai musuh oleh fans Bianconeri. Padahal dulunya sejak bersama Juventus, ia sempat dicap sebagai musuh oleh fans Inter Milan. Pasalnya, dulu Cuadrado sering terlibat konfrontasi dengan para pemain Inter di lapangan. Termasuk meninju kiper Inter, Samir Handanovic
🇨🇴 Colombian Juan Cuadrado and Handanovic weren’t having it with each other yesterday 😤#Juventus #InterMilan
— Footy Condor 🇪🇨 (@FootyCondor) April 5, 2023
pic.twitter.com/PUVgc7UQ31
Sumber Referensi : juve.fc, onefootball, eurosport, irishtime, footballitalia, goal.com


