Sudah kaya, makin tambah kaya. Begitulah kalimat yang tepat disematkan kepada Manchester City saat ini. Pasalnya, klub asal Kota Manchester tersebut telah mengumumkan bahwa pendapatan mereka musim lalu adalah yang paling tinggi di Liga Inggris.
Bahkan pendapatan mereka tersebut menciptakan rekor tersendiri bagi klub. Padahal selain pendapatan tertinggi, The Citizens juga menciptakan rekor sebagai klub dengan pengeluaran tertinggi di Liga Inggris.
▪️ £712.8m revenue — a Premier League record
— The Athletic | Football (@TheAthleticFC) November 15, 2023
▪️ £80.4m profit — nearly doubling last year (£41.8m)
▪️ £422.9m wage bill, up from £353.8m
▪️ Mention of #PL charges@mjcritchley analyses Manchester City’s finances… #MCFC
Daftar Isi
Rekor Pendapatan Manchester City
Manchester City telah menerbitkan laporan terbaru mereka soal pendapatan klub untuk musim 2022/23. Tercatat pendapatan mereka sebesar 712,8 juta pounds (Rp13,7 triliun). Catatan tersebut sekaligus menobatkan klub milik taipan Uni Emirat Arab itu sebagai klub yang berpendapatan tertinggi di Liga Inggris musim lalu.
Manchester City have posted a Premier League record revenue for the 2022-23 financial year 😮 💰 #BBCFootball pic.twitter.com/ZN3Ht213md
— BBC Sport (@BBCSport) November 15, 2023
Dilansir The Athletic, laporan pendapatan The Citizens tersebut mengalahkan laporan pendapatan tertinggi MU musim lalu sebesar 648,4 juta pounds (Rp12,4 triliun). Khaldoon Al-Mubarak sebagai salah satu petinggi Manchester Biru mengatakan bahwa ini adalah tonggak baru bagi klubnya secara finansial. Khaldoon tak mengira pendapatan klubnya melonjak dari berbagai sisi dibanding musim-musim sebelumnya.
Tiket Stadion
Lalu dari mana saja pendapatan tinggi yang dicatatkan oleh sang juara bertahan Liga Inggris itu? Pendapatan tinggi musim lalu tak lepas dari kesuksesan tim itu meraih treble winner. Dari raihan treble winner tersebut, pendapatan dari hadiah juara, sponsorship, tiket stadion, dan penyiaran semuanya naik.
Yang pertama dari segi pendapatan tiket stadion. The Citizens mengeruk pendapatan sebesar 71,9 juta pounds (Rp1,3 triliun). Jumlah itu naik 17,4 juta pounds dari musim sebelumnya yang hanya 54,5 juta pounds (Rp1 triliun).
Revenue up by 4x as 4 additional matches were played🧐 “There were 31 matches at the Etihad Stadium last season, an increase of four,helping annual matchday revenues to go up by £17.4m to £71.9m,further aided by a slight increase in average attendances.” https://t.co/GWhJXwXbOp
— shrikanth koppal (@sleepmonk) November 15, 2023
Meski rata-rata penonton yang datang ke Etihad tak selalu penuh, nyatanya jumlah penontonnya melonjak dari musim sebelumnya. Menurut Reuters, musim lalu rata-rata penonton yang datang ke Etihad sebesar 53.249 penonton per laga. Naik dari musim sebelumnya 51.130 penonton per laga.
Hadiah Liga Champions
Lalu pendapatan Manchester City juga berasal dari uang hadiah Liga Champions. Nilainya sangat signifikan. baru bermain di fase grup saja Manchester City musim lalu itu sudah mendapatkan sekitar 15,64 juta euro. Belum lagi kalau terus menang di fase grup, mereka juga akan mendapatkan tambahan uang sebesar 2,8 juta euro (Rp46 miliar) per laga.
Kalau ditotal, dari babak grup hingga juara, pasukan Pep Guardiola ini mendapatkan 83,2 juta euro (Rp1,3 triliun) musim lalu. Ditambah juga pendapatan ketika menang Piala Super Eropa melawan Sevilla sebesar 4,5 juta euro (Rp75 miliar).
Manchester City FINALLY WIN the Champions League and scoop $85.5m prize money 🏆💰https://t.co/q620wjqIs3 pic.twitter.com/mqqDsPUPvm
— Express US Sports (@ExpressUSSport) June 10, 2023
Penyiaran dan Komersial
Pendapatan berikutnya datang dari penyiaran. Manchester City meraup sebesar 299,4 juta pounds (Rp5,7 triliun) dari sana. Naik 50,4 juta pounds (Rp956 miliar) dari musim sebelumnya yang hanya 249 juta pounds (Rp4,7 triliun). Kenaikan itu dipicu oleh melajunya City hingga final Liga Champions musim lalu.
Lalu juga ada pendapatan dari sisi komersial. Nilainya juga melonjak tajam sebesar 341,4 juta pounds (Rp6,5 triliun). Jumlah tersebut naik sebesar 32 juta pounds dari musim sebelumnya yang hanya 309,4 juta pounds (Rp5,9 triliun).
Kenaikan dari segi komersial ini terkait dengan perjanjian sponsorship baru. City banyak mencapai kesepakatan sponsorship baru musim lalu. Diantaranya dengan perusahaan minuman Jepang Asahi, produsen ban Nexen Tire, penyedia perlindungan siber Acronis, serta penyedia layar LED Unilumin.
Manchester City announce Asahi Super Dry 0,0% (the new non-alcoholic version of the Asahi iconic brand) as the club’s official training kit partner for the new season. pic.twitter.com/RldwJpywnl
— Jon Boafo (@JonBoafo) July 4, 2023
Pengeluaran Manchester City Tinggi
Meski meraih pendapatan tertinggi, City juga mencatatkan rekor dari segi pengeluaran musim lalu. Ada banyak macam pengeluaran City musim lalu. Salah satunya pengeluaran dari tagihan gaji para pemain dan staf mereka. Tak dipungkiri seluruh staf dan pemain City musim lalu mendapatkan bonus yang signifikan berkat pencapaiannya yang fantastis.
Tercatat dalam laporan, pengeluaran tagihan gaji pemain dan staf musim lalu sebesar 422,9 juta pounds (Rp8,1 triliun). Naik signifikan sebesar 69,1 juta pounds dari musim sebelumnya yang hanya 353,8 juta pounds (Rp6,7 triliun).
⚪✅ Manchester City’s 2022-23 financial results
— FOOTY HUB (@Footyhub01) November 15, 2023
— £712. 8m revenues – all-time English football record
— £424m wage bill – also an all-time record
— Only passing mention of the Premier League charges
🚀 Wider growth after a historic Treble-winning season. pic.twitter.com/QXEjGWfQ5l
Tagihan gaji ini menjadi naik sangat tinggi karena memang beberapa pemain City punya gaji yang selangit. Misalnya saja Erling Haaland. Dilansir Dailymail, tagihan gaji Erling Haaland musim lalu saja sudah mencapai 400 ribu pounds (Rp 7,6 miliar) sendiri per minggu, itu belum termasuk bonus.
Laba Jual Pemain
Selain pendapatan dan pengeluaran yang tinggi, Manchester City juga meraup keuntungan yang juga tergolong tinggi juga pada musim lalu. Salah satunya karena mereka berhasil meraup keuntungan dari penjualan pemain. The Citizens berhasil mendapatkan uang sebesar 121,7 juta pounds (Rp 2,3 triliun) dari penjualan para pemainnya, baik yang senior maupun muda.
Manchester City sold Raheem Sterling, Gabriel Jesus & Zinchenko to Chelsea and Arsenal.
— Pulse Sports Nigeria (@PulseSportsNG) July 30, 2022
All three players already making an impact on their respective teams.
Would it comeback to hunt Man City? 👀#Arsenal #LIVMCI #PulseSports pic.twitter.com/NPsthZ3QCt
Pemain seperti Gabriel Jesus dan Zinchenko yang ke Arsenal, maupun Raheem Sterling yang ke Chelsea menyumbang banyak keuntungan. Sementara itu pemain seperti Galvin Bazunu, Romeo Lavia, Ko Itakura, Pedro Porro, maupun Samuel Edozie, juga berpengaruh menyumbang laba yang signifikan bagi Manchester Biru.
Jika ditotal, keuntungan bersih yang diraih Manchester City dari penjualan pemain dan lain sebagainya, menurut laporan The Athletic sebesar 80,4 juta pounds (Rp1,5 triliun) musim lalu. Angka itu meningkat dari musim sebelumnya yang hanya 41,7 juta pounds (Rp801 miliar).
Rencana Klub Selanjutnya
Dari catatan rekor finansial mereka, banyak fans City yang bertanya apa langkah selanjutnya bagi City di musim-musim berikutnya. Petinggi mereka Khaldoon Al Mubarak mengatakan pada web resmi Manchester City bahwa apa yang telah dicapai klub musim lalu akan terus ia jaga. Artinya klub akan terus berupaya untuk berprestasi dan menjaga finansial klub agar terus sehat tiap musimnya.
Khaldoon Al Mubarak: “Last season saw #ManCity achieve the greatest football and commercial year of its storied history.” pic.twitter.com/CbeWPcGl3u
— City Report (@cityreport_) November 15, 2023
Menyusun filosofi klub yang jelas dan konsisten menerapkannya tiap musim, adalah modal kuat bagi Manchester City selama bermusim-musim. “Sukses hari ini, berarti sukses di hari esok. Kesehatan finansial dan kesuksesan City musim lalu membuat semua pihak ikut gembira, tak terkecuali fans,” kata Khaldoon Al-Mubarak.
Pencapaian finansial City musim lalu perlu dijadikan tonggak bagi para jajaran manajemen untuk terus melakukan inovasi. Bagaimanapun klub yang sejak 2008 diambil alih Sheikh Mansour ini perlu yang namanya kesinambungan yang baik dalam hal finansial.
Tapi perlu diingat juga, klub yang sudah kaya dan makin kaya itu masih dalam mode ketar-ketir soal finansialnya sekarang. Manchester City masih dihantui kasus 115 dugaan pelanggaran finansial yang dituduhkan pada Februari 2023 lalu.
Bagaimanapun hukuman berat kemungkinan menanti mereka cepat atau lambat. Menyusul hukuman pengurangan 10 poin yang dialamatkan kepada Everton karena kasus Financial Fair Play (FFP). Jadi, jangan senang dulu Manchester City. Waspadalah.
BREAKING: Everton handed 10-point deduction for FFP violation 🚨 pic.twitter.com/yx10HBZDFC
— Sky Sports Premier League (@SkySportsPL) November 17, 2023
Sumber Referensi : theathletic, dailymail, reuters, goal.com, si.com, sportsbrief


