Angkernya Basra International Stadium: Tempat Timnas Indonesia Hadapi Irak

spot_img

Bulan November. Hari Pahlawan. Timnas Indonesia. Tiga frasa itu sepertinya terangkai indah pada tahun ini. Kebetulan Bulan November yang disebut-sebut sebagai bulannya para pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10, juga pada tahun ini menjadi bulannya Timnas Indonesia.

Jika di tanah air kita menyaksikan perjuangan Timnas Indonesia U-17 di ajang Piala Dunia U-17, di Basra, Irak, tim senior akan berjuang untuk mengamankan poin pertama di kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran kedua zona Asia. Pertandingan antara Timnas Indonesia menghadapi Irak akan berlangsung pada 16 November 2023.

Basra International Stadium, yang jaraknya tak kurang dari 530 kilometer dari ibukota Irak, Baghdad akan menjadi venue pertandingan antara Timnas Indonesia vs Irak. Sejujurnya, pertandingan nanti diprediksi tidak akan mudah bagi anak asuh Shin Tae-yong. Mengingat betapa angkernya markas Irak itu. Siapa pun lawan Singa Mesopotamia tidak akan berkutik di sana.

Dibangun 2009

Basra International Stadium sejatinya bukanlah stadion yang sudah dibangun lama, sebagaimana Gelora Bung Karno yang dibangun tahun 1960. Markasnya Timnas Irak itu baru mulai dibangun pada 1 Januari 2009. Sekitar 14 tahun lalu. Ihwal konstruksinya, pihak pemerintah Irak saat itu bekerja sama dengan dua perusahaan konstruksi dari Amerika Serikat.

Dua perusahaan itu adalah Newport Global dan 360 Architecture. Sementara untuk struktur bangunannya ditangani oleh Thornton Tomasetti yang berkantor di New York, Amerika Serikat.

Pemerintah Irak pada waktu itu memang berencana menyulap Basra sebagai pusat olahraga di Irak. Tak ayal jika dana 550 juta dolar atau sekitar Rp8,6 triliun kurs sekarang digelontorkan oleh pemerintah Irak untuk mendirikan stadion ini.

Stadion yang kini berkapasitas 65.227 pasang mata ini pun selesai dibangun pada tahun 2013. Tidak hanya stadion utama, Stadion Basra juga dilengkapi dengan stadion mini yang berkapasitas 10 ribu orang. Ada pula fasilitas terkait olahraga, ruang VIP, dan restoran, serta dilengkapi dengan empat hotel bintang lima.

Stadion Batang Kurma

Basra International Stadium adalah nama resminya. Namun, stadion ini pada awal berdiri sebelumnya bernama Stadion Batang Kurma atau Palm Trunk Stadium atau ada pula yang menyebut Stadion Batang Sawit. Stadion ini dinamai semacam itu karena menyesuaikan ciri khas Kota Basra.

Di Irak, Basra terkenal sebagai kota penghasil kurma. Sebab di sini banyak sekali ladang kurma yang luas, di mana orang-orangnya melakukan budidaya dan penanaman pohon kurma.

Selain itu, penamaan Stadion Pohon Kurma juga merujuk pada desain arsitektur luar stadion yang terinspirasi dari kulit pohon kurma. Namun, bentuk stadionnya sepintas mirip Lusail Stadium yang ada di Qatar.

Pertama Kali Digunakan Tahun 2017

Basra International Stadium memang selesai dibangun dan diresmikan pada tahun 2013. Namun, Timnas Irak baru menggunakannya untuk pertandingan resmi internasional pada tahun 2017. Ini bukan karena Irak males buat menjadi tuan rumah atau kurang bersyukur atas berdirinya Stadion Basra.

Namun, FIFA sering melarang Irak menjadi tuan rumah. Sudah sejak 1980, tercatat enam kali FIFA melarang Irak menjadi tuan rumah. Hal itu disebabkan oleh banyak insiden yang terjadi di Irak. Meskipun sebenarnya alasan utama Irak dilarang menjadi tuan rumah adalah karena negara ini sering didera konflik.

Misalnya pada 2011, Irak pernah dicabut izin tuan rumahnya karena pelanggaran regulasi terhadap keamanan saat melawan Yordania. Izin tuan rumah sempat diberikan lagi tahun 2013, tapi pada tahun yang sama, FIFA yang melihat situasi Irak sedang kacau kembali melarang Irak menjadi tuan rumah. Nah, pada 2017, FIFA mulai dah tuh mengizinkan Irak jadi tuan rumah.

Namun, hanya untuk laga percobaan bukan pertandingan kompetitif. Jadi, FIFA mengizinkan sepak bola dimainkan di tiga kota di Irak: Karbala, Arbil, dan Basra. Nah, untuk merayakan hal itu, sekalian saja Irak menggelar laga persahabatan di Basra International Stadium melawan rival tetangganya, Yordania.

Meski digelar di Bulan Ramadan, tapi warga Irak memadati Stadion Basra. Sekitar 60 ribuan kursi terisi bahkan beberapa jam sebelum sepak mula. Di laga itu, Singa Mesopotamia memberikan hadiah istimewa dengan meraih kemenangan pertama di Stadion Basra.

Timnas Irak Tidak Pernah Kalah

Basra International Stadium yang akan dikunjungi Timnas Indonesia besok terkenal angker. Setelah kemenangan atas Yordania tadi, Singa Mesopotamia tidak menelan satu pun kekalahan manakala bermain di stadion ini. Sepanjang sejarah, Timnas Irak baru bermain tiga kali di Stadion Basra.

Pertama saat mengalahkan Yordania tahun 2017. Lalu Timnas Irak berhasil mengalahkan Hong Kong di kualifikasi Piala Dunia 2022 putaran kedua di stadion ini, pada 10 Oktober 2019 lewat dua gol tanpa balas.

Kemudian pada tahun 2023, Basra International Stadium ditunjuk menjadi venue perhelatan final Piala Teluk Arab atau Gulf Cup. Lagi-lagi, Singa Mesopotamia yang berhasil melenggang ke final sukses mengalahkan Oman dengan skor tipis 3-2. 

Stadion yang juga menjadi markasnya dua klub Kota Basra, Al-Mina’a SC dan Naft Al-Junoob SC ini juga pernah menggelar final Piala AFC tahun 2018. Laga tersebut mempertemukan antara klub Irak, Al-Quwa Al-Jawiya kontra wakil Turkmenistan, Altyn Asyr yang berkesudahan 2-0.

Tragedi di Basra International Stadium

Disamping angker karena Irak tidak pernah kalah, Basra International Stadium juga angker dalam makna yang sebenarnya. Kemenangan pertama kali Irak di Gulf Cup sejak 1988 harus ternoda karena insiden yang terjadi di luar Stadion Basra. Menurut laporan Al-Jazeera di pertandingan final Piala Teluk pada 19 Januari 2023 lalu, terjadi kekacauan di luar stadion sebelum laga.

Ribuan suporter yang tak memiliki tiket mencoba menerobos masuk ke dalam Stadion Basra. Desak-desakan pun tak terhindarkan. Dilaporkan Al-Jazeera, setidaknya 80 orang mengalami luka-luka dan 20 orang mengalami sesak nafas. Malangnya, Al-Jazeera juga melaporkan ada empat orang yang terpaksa kehilangan nyawanya karena terinjak-injak.

Dari panitia pertandingan mengatakan bahwa di dalam Stadion Basra sudah penuh. Demi meredam amarah para suporter, yang sebenarnya aneh juga karena mereka toh tidak punya tiket, pihak berwenang pun memasang layar besar di zona penggemar yang terletak di alun-alun utama kota.

Situasi ini sempat membuat Federasi Sepak bola Oman ingin memulangkan penggemarnya agar para penggemar Timnas Irak memiliki akses untuk menyaksikan pertandingan final. Namun, situasi tersebut akhirnya bisa dikendalikan. Korban yang luka dirawat. Jalan-jalan di sekitar stadion juga ditutup untuk membatasi lalu lintas.

Ancaman Bagi Irak

Tragedi yang mengakibatkan empat orang meregang nyawa itu berpengaruh pada nasib Irak itu sendiri. Dilaporkan AP News, kejadian di Basra International Stadium itu menjadi pukulan telak bagi Irak sendiri. Karena sejatinya dengan menggelar final Piala Teluk memberi pesan bahwa Irak aman untuk menjadi tuan rumah pertandingan bola.

Presiden FIFA, Gianni Infantino bahkan sangat senang bisa hadir lagi di Irak. Nah, dengan kejadian itu Irak terancam tidak bisa menjadi tuan rumah di kualifikasi Piala Dunia 2026. Sejak invasi Amerika Serikat pada tahun 2003, Irak memang baru menggelar dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia.

Tahun 2011 saat menghadapi Yordania di Arbil dan saat menghadapi Hong Kong di Basra delapan tahun berselang. Sisanya, Irak memainkan laga di negara tetangga seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Yordania. Akan tetapi, untungnya FIFA tidak lagi mencabut izin Irak menjadi tuan rumah.

Singa Mesopotamia pun bisa menjadi tuan rumah kualifikasi Piala Dunia 2026 di Basra International Stadium, stadion kebanggaan mereka. Timnas Indonesia berkesempatan mencicipi angkernya stadion ini. Walau begitu, anak asuh Shin Tae-yong tidak perlu minder. Menahan imbang realistis bagi Elkan Baggott dan kolega.

Sumber: AlArabiya, AlJazeera, APNews, Bolacom

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru