Legenda Real Madrid, Marcelo telah membantu tim barunya, yakni Fluminense meraih juara Copa Libertadores tahun 2023. Kesuksesan tersebut diraih setelah mereka mengalahkan wakil Argentina, Boca Juniors dengan skor 2-1. Atas pencapaian barunya, Marcelo telah bergabung dengan sirkel eksklusif sebagai pemain yang pernah menjuarai Liga Champions dan Copa Libertadores selama karirnya.
Jika Liga Champions ajang bergengsi di Eropa, maka Copa Libertadores jadi kompetisi antar klub paling bergengsi di Benua Amerika. Dan ternyata tak banyak pemain yang pernah menjuarai dua kompetisi tersebut. Tercatat hanya pemain-pemain tertentu saja yang dianugerahi kesempatan untuk mendulang prestasi di dua benua itu. Penasaran siapa saja pemain-pemain tersebut?
Daftar Isi
Neymar
Pemain pertama yang masuk dalam daftar ini adalah bintang Al-Hilal, Neymar Junior. Pemain asal Brasil itu lebih dulu memenangkan Copa Libertadores ketimbang Liga Champions. Tepatnya pada musim 2010/11 saat dirinya masih membela klub tanah kelahirannya, Santos. Kala itu, Santos mengalahkan Penarol dengan skor agregat 2-1.
Pada turnamen itu, Neymar, yang bermain dalam 13 pertandingan, sukses menyumbangkan enam gol dan tiga assist. Itu jadi prestasi yang luar biasa mengingat usianya yang masih 19 tahun. Berkat kekonsistenannya bersama Santos, Neymar direkrut oleh Barcelona pada tahun 2013. Tak butuh waktu lama baginya untuk moncer bersama klub Catalan itu.
Ia bahkan hanya membutuhkan dua musim untuk meraih trofi si kuping besar. Di musim 2014/15, Neymar tak hanya menjuarai Liga Champions, ia juga menjadi top skor kompetisi tersebut dengan catatan sepuluh golnya.
David Luiz
Selanjutnya ada mantan pemain Arsenal, David Luiz. Berbeda dengan Neymar, Luiz justru lebih dulu menaklukan Liga Champions ketimbang Copa Libertadores. Pemain yang juga berasal dari Brazil itu merajai Liga Champions bersama Chelsea pada musim 2011/12. Menariknya, itu juga jadi trofi UCL pertama bagi The Blues.
Setelah memenangkan beberapa gelar bergengsi di Chelsea, David Luiz sempat berkelana ke PSG dan Arsenal sebelum akhirnya bermain di Brazil lagi bersama Flamengo musim 2021. Nah, ketika berseragam Flamengo itu lah Luiz menjuarai Copa Libertadores di tahun 2022. Meski umurnya sudah 36 tahun, Luiz tak tergantikan di lini bertahan Flamengo hingga sekarang.
Carlos Tevez
Carlos Tevez jadi pemain selanjutnya yang pernah menjuarai kedua kompetisi tersebut. Sebelum melanglang buana di persepakbolaan Eropa, Tevez memulai karir profesionalnya bersama klub lokal Argentina, Boca Juniors. Nah, di musim penuh pertamanya, ia langsung menjuarai Copa Libertadores musim 2002/03.
Bermain dalam delapan pertandingan, Carlos Tevez mencetak lima gol dan tiga assist di kompetisi tersebut. Tiga tahun kemudian, baru lah Tevez membangun karir di Eropa. Sempat bermain di West Ham, puncak performa Tevez berada di Manchester United. Selain menunjukan permainan yang fantastis, Tevez meraih banyak trofi bersama Setan Merah.
Salah satu prestasi paling berkesan tentu saja trofi Liga Champions 2008. Tahun itu jadi tahun terbaik MU setelah tahun 1999. Tevez hampir tak tergantikan di musim 2007/08. Khusus di UCL, ia memainkan 12 pertandingan dan mencatatkan empat gol dan satu assist.
Julian Alvarez
Sementara Julian Alvarez jadi pemain terbaru yang sudah menjuarai Copa Libertadores dan melengkapinya dengan trofi Liga Champions musim lalu. Menariknya, semua itu ia lakukan hanya dalam kurun lima tahun saja. Alvarez sendiri memulai karir profesionalnya bersama River Plate pada tahun 2018.
Di usianya yang masih 18 tahun itu, ia sudah tergabung dalam skuad River Plate yang menjuarai Copa Libertadores pada tahun 2018. Setelah itu, Alvarez membangun reputasi sebagai striker jempolan di Argentina. Ia bahkan sampai dijuluki The Next Sergio Aguero berkat postur dan kemiripan gaya bermainnya.
Dengan alasan itu pula ia bergabung dengan Manchester City pada 2022. Lagi-lagi, baru di musim perdana, Alvarez langsung mendulang prestasi. Setelah membantu Argentina juara Piala Dunia di Qatar, pemain berusia 23 tahun itu menjadi bagian dari skuad City yang memenangkan treble, termasuk gelar Liga Champions musim 2022/23.
Ronaldinho
Puncak karir Ronaldinho terjadi saat berseragam Barcelona. Bersama klub asal Catalan itu, ia meraih berbagai gelar, baik tim maupun individu. Selain meraih Ballon d’Or pada 2005, pemain yang dikenal dengan senyumannya yang khas itu juga membantu La Blaugrana menjuarai Liga Champions musim 2005/06.
Kisah tentang Ronaldinho menguasai Eropa memang sudah menjadi rahasia umum, tapi apakah kalian pernah mendengar tentang kisahnya menaklukan Benua Amerika bersama Atletico Mineiro? Ya, setelah masanya di Eropa habis, Ronaldinho mudik ke kampung halaman dan bermain dengan beberapa klub Brazil. Namun, kesuksesannya di Copa Libertadores baru hadir kala membela Mineiro musim 2012/13.
Dida
Satu lagi legenda Brazil yang pernah menyabet dua gelar prestisius ini adalah Dida. Kita semua tahu, kiper jangkung berkepala plontos itu menjalani musim-musim fantastis bersama AC Milan. Selama berseragam Rossoneri, Dida bahkan membantu timnya untuk dua kali memenangkan trofi Liga Champions.Itu terjadi pada musim 2002/03 dan 2006/07.
Namun, sebelum namanya terkenal di persepakbolaan Eropa, Dida lebih dulu membangun reputasi di tanah nenek moyangnya, Brazil. Ia bahkan pernah tercatat sebagai pemain yang pernah merengkuh gelar copa Libertadores pada musim 1996/97 bersama Cruzeiro.
Danilo
Danilo jadi pemain selanjutnya yang pernah menjuarai dua turnamen besar di masing-masing benuanya itu. Pada musim 2010/11, ia berada di angkatan yang sama dengan Neymar yang menjuarai Copa Libertadores bersama Santos. Bermain sebagai bek kanan, Danilo tak tergantikan.
Kala itu, ia mencatatkan 14 pertandingan dengan menyumbangkan empat gol. Setelah menjuarai Copa Libertadores, Danilo merantau ke Portugal lebih dulu sebelum akhirnya diboyong oleh Real Madrid pada tahun 2015. Nah, bersama klub Ibukota Spanyol itu lah Danilo meraih dua trofi Liga Champions pada musim 2015/16 dan 2016/17.
Ramires
Kebanyakan memang dari Brazil kalau enggak ya Argentina. Kali ini, ada Ramires. Sebelum trofi Copa Libertadores digenggamnya pada musim 2019/20 bersama Palmeiras, Ramires lebih dulu dikenal sebagai pemain sayap yang karirnya cukup cemerlang di Eropa. Terutama saat dirinya membela Chelsea dari tahun 2010 hingga 2016.
Dalam rentang waktu itu, Ramires jadi salah satu pembelian terbaik Chelsea. Mengandalkan kecepatan dan naluri mencetak gol yang cukup baik, Ramires membantu The Blues berjaya dengan menggondol beberapa turnamen bergengsi. Trofi Liga Champions musim 2011/12 mungkin jadi salah satu gelar paling berharga baginya. Meski tak bermain di laga final, gol chipnya ke gawang Barcelona di babak semifinal jadi momen tak terlupakan hingga saat itu.
Pemain Lain
Selain kedelapan pemain tersebut, masih ada beberapa nama lain. Ada pemain Brazil lain macam Cafu, Rafinha, dan Roque Junior. Ada juga beberapa pemain Argentina lain seperti Walter Samuel dan Pablo Sorin. Khusus nama terakhir, ia mungkin jadi pemain paling unik di daftar kali ini.
Bagaimana tidak? Pablo Sorin jadi pemain pertama yang mengoleksi dua gelar tersebut. Tak cuma itu, Sorin bahkan memenangkannya dalam satu kalender yang sama, yakni musim 1995/96 bersama Juventus dan River Plate. Itulah pemain-pemain langka yang pernah memenangkan gelar Copa Libertadores dan Liga Champions dalam karirnya.
Sumber: Planet Football, AS, 90min, Sporting News


