Haaland LUPA CARANYA CETAK GOL, Ini Faktornya!

spot_img

Sang monster Manchester City, Erling Haaland terpantau sedang mengalami penurunan performa di awal musim ini. Padahal ia dikenal garang menghantam semua lawan-lawannya tanpa ampun musim lalu. Tentu ada beberapa sebab kenapa sih Haaland di awal musim ini terindikasi mengalami penurunan performa. Berikut beberapa sebabnya.

Haaland Menurun

Tak terbayangkan lagi pencapaian Haaland di musim pertamanya bersama City. Ia langsung gaspol jadi top skor Liga Inggris sekaligus Liga Champions. Tak luput juga gelar treble winner pun dapat ia dipersembahkan bagi The Citizens.

Namun jangan senang dulu, Haaland ini ternyata jelang berakhirnya musim lalu sudah mandul dalam mencetak gol. Haaland hanya cetak satu gol di delapan laga terakhirnya sebelum menuju final Istanbul. Ditambah, Haaland lupa caranya mencetak gol kalau menghadapi tim-tim besar maupun di laga-laga penting. Ia sering tak terlihat bak hantu.

Dilansir Goal, saat ditanya seorang reporter saat laga final Istanbul, Haaland malah santai menanggapinya. Haaland merasa baik-baik saja meski tak lagi banyak cetak gol. Ia justru pamer pencapaian di musim pertamanya kepada reporter tersebut.

Musim ini hingga pekan ke-8 Liga Inggris, memang Haaland masih dinobatkan sebagai top skor sementara dengan 8 gol. Tapi ternyata, hasil itu merupakan penurunan dari musim lalu. Musim lalu di 8 laga pertama Liga Inggris, Haaland sudah mengoleksi 14 gol. Tidak hanya itu, musim ini dalam enam laga di seluruh kompetisi hingga jeda internasional Bulan Oktober, Haaland hanya bisa mencetak satu gol saja.

Faktor De Bruyne Dan Pemain Cedera

Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan performa Haaland adalah kehilangan sosok Kevin De Bruyne yang cedera. Sejak ditinggal De Bruyne ia terlihat linglung. Ia rindu bola-bola manja yang mampir kepada dirinya.

Tak dipungkiri di balik kegacoran Haaland musim lalu terdapat jasa besar dari seorang De Bruyne. 13 gol yang dicetak Haaland musim lalu berasal dari assist seorang De Bruyne. Tak hanya De Bruyne saja sebenarnya faktornya. Chemistry mereka berdua sudah bak Tsubasa dan Misaki.

Pemain lain yang cedera seperti John Stones maupun Jack Grealish juga tak sedikit mempengaruhi performa Haaland. Stones yang bagus kala dijadikan gelandang bertahan dan sering menyuplai Haaland, masih belum sembuh dari cedera.

Grealish yang juga sering membuka ruang bagi Haaland juga sempat absen beberapa pekan musim ini. Belum lagi ditinggal Rodri yang absen pasca laga melawan Nottingham Forest. Sejak itulah Haaland makin tambah tak kelihatan.

Faktor Pemain Hengkang

Tak hanya kehilangan pemain yang cedera atau absen. Faktor kehilangan pilar yang hengkang seperti Gundogan maupun Mahrez juga tak sedikit berdampak pada menurunnya performa Haaland.

Dilansir Goal, meski Gundogan berbeda tipe dengan De Bruyne, tapi perannya musim lalu terbukti membantu Haaland untuk produktif mencetak gol. Misal, tusukan-tusukannya ke kotak penalti lawan, sering mengaburkan pergerakan bek lawan sehingga Haaland tak terjaga.

Begitupun Riyad Mahrez, pergerakan cut inside-nya dari sayap kanan City juga sedikit banyak mampu mengaburkan penjagaan ketat lawan kepada Haaland. Selain dari De Bruyne, umpan-umpan manja ke Haaland juga tak dipungkiri lahir dari Mahrez dan Gundogan.

Yang jadi soal, pengganti dua pemain tersebut ternyata berbeda jauh tipenya. Hal itu membuat Haaland harus adaptasi dari awal lagi.

Faktor Adaptasi Dengan Pemain Baru

Misal Jeremy Doku yang datang karena Mahrez hengkang. Tipe Doku sebagai seorang sprinter sangat berbeda dengan Mahrez dalam melakukan serangan dari sisi sayap. Sementara itu Matheus Nunes dan Kovacic juga berbeda jauh dari Gundogan yang sering menciptakan tusukan berbahaya di kotak penalti lawan dan produktif mencetak gol.

Haaland butuh pemahaman atau chemistry antar pemain baru tadi. Bagaimanapun merekalah yang nanti akan mensuplaynya. Owen Hargreaves, mantan pemain City ketika diwawancarai TNT Sports mengungkapkan, kehilangan para pemain penting yang melayani Haaland musim lalu, benar-benar membuat Haaland harus adaptasi ulang.

Mantan pemain City lainnya, Joleon Lescott malah menganggap faktor pemain baru di sekitar Haaland seperti Doku, Alvarez, maupun Foden bertipe terlalu cepat. Tempo cepat dari para pemain tersebut menurutnya membuat Haaland keteteran mengikutinya. Haaland harus cepat dalam memahami permainan rekan-rekan barunya itu.

Faktor Peran Baru Bersama Alvarez

Tak hanya pergerakan cepat dari para pembantu Haaland yang baru, sistem taktik baru dari Pep di musim ini juga sedikit berpengaruh terhadap Haaland. Seperti memainkan Haaland dan Alvarez secara bersamaan lebih sering.

Alvarez musim lalu jarang bermain langsung bersama Haaland selama De Bruyne masih sehat. Namun, musim ini Alvarez terus dipercaya berada di posisi samping maupun belakang Haaland, paling tidak sejauh 8 laga di Liga Inggris.

Hasilnya memang Alvarez tambah produktif. Sementara ini Alvarez sudah cetak 3 gol dan 3 assist di Liga Inggris. Di Liga Champions bahkan catatannya lebih tokcer. Di saat Haaland di dua laga awal masih puasa gol, Alvarez sudah cetak 3 gol 1 assist.

“Kami butuh pemain yang dekat dengan Haaland dan punya selera mencetak gol yang sama. Jika gelandang serang meninggalkan Haaland, kami susah mencetak gol. Haaland harus bisa berkorban bagi Alvarez jika kesulitan,” kata Pep seperti dilansir Goal.

Faktor Antisipasi Lawan

Tak hanya peran barunya dengan Alvarez, para pemain belakang lawan ternyata juga jadi faktor. Bek-bek lawan tentu bukan termasuk bek bodoh yang tak mau belajar bagaimana caranya menghentikan Haaland. Beberapa simulasi dan analisis tentu sudah mereka lakukan.

Hal itu terbukti di awal musim ini ketika Haaland benar-benar mandul di 6 laga terakhir sebelum jeda internasional di bulan Oktober. Tak hanya soal gol yang menurun, hal statistik lainnya pun sama. Melawan Wolves di pekan ke-7 Liga Inggris, ia hanya melakukan satu tembakan ke gawang lawan dan hanya melakukan 15 sentuhan bola.

Kemudian saat melawan Leipzig di Liga Champions. Haaland juga kesulitan dan tak bisa mencetak gol. Hanya enam tembakan ke arah gawang, dan empat diantaranya meleset.
Ditambah saat melawan Arsenal. Ia bahkan tak mampu menciptakan peluang satu pun.

Menurut The xG Philosophy, xG-nya tercatat 0 di laga itu. Bek Arsenal William Saliba jadi aktor yang mengantongi Haaland. Mungkin tak hanya Saliba, bek-bek lain juga kini sudah mulai belajar dan tahu resepnya untuk menghentikan Haaland. Jadi, apakah City tak khawatir terhadap hal ini?

Sumber Referensi : goal.com, theathletic, transfermarkt

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru