Usai sudah perjalanan Christian Pulisic di Stamford Bridge. Impian indah “Kapten Amerika” sebagai wonderkid masa depan, ternyata tak sesuai yang dibayangkan. Mimpi buruk yang diterimanya selama empat musim berseragam The Blues.
Nahas bagi karir pemuda yang masih berusia 24 tahun ini. Namun, ia kini sudah bersikap. Langkahnya untuk hijrah dari London merupakan pilihan yang harus dipilih. AC Milan telah dipilih menjadi pelabuhan barunya. Lalu, apakah ia akan menemukan mimpi indah barunya bersama Rossoneri?
Christian Pulisic becomes new AC Milan player today — official on Wednesday 🔴⚫️🇺🇸
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) July 12, 2023
◉ Pulisic will land around 9am CET.
◉ Medical tests around lunch time.
◉ Contract until 2027 to be signed in the afternoon.
◉ Documents already signed with Chelsea.
Here we go, confirmed ✔️ pic.twitter.com/lKWOrIHj9l
Daftar Isi
Bujuk Rayu Chelsea Dan Maurizio Sarri
Tampil baik dan menjadi wonderkid menjanjikan, Pulisic jadi komoditi panas transfer klub besar. Digadang-gadang sebagai The Next Hazard, Chelsea langsung kepincut talentanya. Januari 2019, Marina Granovskia telah meyakinkan Dortmund untuk merekrut Pulisic.
Mahar sebesar 60 juta pounds untuk pemain yang masih berusia 20 tahun merupakan jumlah yang lumayan tinggi. Selain Marina dan tim manajemen Chelsea yang berhasil meyakinkan Pulisic dengan iming-iming pundi-pundi uang, ada juga peran pelatih Maurizio Sarri yang membuat Pulisic semakin yakin bergabung ke Chelsea.
■ Sarri sold him a vision but then was fired
— The Athletic | Football (@TheAthleticFC) July 10, 2023
■ Later coaches didn’t trust him
■ A body that kept letting him down
■ Inconsistent performances
Why #USMNT captain Christian Pulisic’s time at Chelsea went wrong.
📝 @liam_twomey
Menurut The Athletic, Sarri diketahui telah meyakinkan ayah Pulisic dalam sebuah pertemuan. Selain diproyeksikan sebagai penerus Hazard, ia direncanakan Sarri akan ditempatkan di sayap seperti Callejon atau Insigne ketika ia melatih Napoli. Sarri bahkan meyakinkan ayah Pulisic kalau anaknya itu cocok di formatnya 4-3-3.
Tak Terlalu Disukai Lampard
Namun sayang seribu sayang, Pulisic yang baru bisa bergabung di Chelsea pada awal musim 2019/20 sudah ditinggal oleh Maurizio Sarri. Posisi Sarri digantikan oleh Frank Lampard.
Lampard yang berbeda strategi dengan Sarri, tak terlalu menyukai gaya permainannya. Dilihat dari cara Lampard memperlakukan Pulisic, ia terkadang enggan memasukan Pulisic sebagai starter di sayap serang The Blues.
Lampard and Pulisic 😃 #CFC pic.twitter.com/a7kOKG4x1b
— Pys (@CFCPys) April 6, 2023
Menurut Transfermarkt, dari total 34 laga yang ia jalani di musim 2019/20, ia hanya jadi starter sebanyak 24 kali. Sisanya ia jadi pengganti dan penghuni bangku cadangan tetap. Meski begitu, Pulisic tetaplah menyumbang kontribusi yang signifikan. 9 gol dan 10 assist adalah hasil yang cukup memuaskan untuk debut Pulisic di Chelsea.
Maka dari itu, meski tak terlalu disukai oleh Lampard ia masih dipertahankan oleh klub di musim berikutnya. Padahal menurut The Athletic, ia juga sempat lho meminta Chelsea meminjamkannya di bulan Januari 2020, supaya mendapat menit bermain lebih.
Tak Terlalu Disukai Tuchel
Setelah Lampard cabut di musim 2020/21, harapan besar karir Pulisic akan cerah kembali semakin besar. Apalagi penggantinya adalah Thomas Tuchel, pelatih Pulisic ketika di Dortmund. Tak dipungkiri Tuchel lah yang memberinya debut ketika masih berusia 17 tahun.
Ketika harusnya semuanya berjalan lancar, namun nyatanya tidak. Tuchel malah menganggap Pulisic yang ditemuinya di Chelsea tak seperti Pulisic yang dulu ketika ia latih di Dortmund. Ia menganggap Pulisic tak berkembang permainannya.
Hal itu harap dimaklumi, ketika ia lebih sering keluar-masuk meja perawatan akibat cedera hamstring yang ia derita di musim itu. Tuchel tak mau berisiko menganakemaskan Pulisic hanya karena romantisme belaka ketika di Dortmund.
Pulisic sendiri akhirnya ikut angkat bicara pada sikap Tuchel itu. Dalam buku pribadinya yang berjudul “My Journey So Far”, ia mengungkapkan ketidakpatuhannya terhadap Tuchel. Dalam satu bagian buku itu juga terungkap bahwa ia sangat kecewa dan marah saat tak dipilih sebagai starter di laga semifinal leg kedua Liga Champions kala melawan Real Madrid, maupun final melawan Manchester City.
Steve Nicol talking about Christian Pulisic & Thomas Tuchel. pic.twitter.com/3McEAXB0PA
— Frank Khalid OBE (@FrankKhalidUK) September 21, 2022
Di Bawah Pemilik Baru dan Graham Potter
Setelah Tuchel pergi, bersama pelatih Graham Potter sebenarnya ia tidak terlalu masalah. Pulisic merasa visi Potter cocok dengan gaya permainannya yang atraktif. Yang justru menjadi masalah adalah, sang pemilik Todd Boehly yang mendatangkan banyak stok pemain yang mirip dengan posisinya. Seperti Mudryk, Sterling, maupun Noni Madueke.
Dengan begitu, semakin kecil pula peluang Pulisic untuk tampil reguler sebagai andalan Potter. Dan kembali kejadian, Pulisic tak punya banyak waktu bermain di bawah Potter. Setelah Potter dipecat dan kembali Lampard yang mengambil alih, nasib Pulisic juga makin tak karuan di musim lalu. Dari total 30 laga yang ia lakoni, hanya 10 laga ia jadi starter. Golnya pun hanya satu.
Christian Pulisic really is the LeBron James of Soccer…
— 🇺🇸 USMNT vs Haters (@USMNTvsHaters) April 2, 2023
❌ Frank Lampard
❌ Thomas Tuchel
❌ Graham Potter #CoachKiller 😈🇺🇸 pic.twitter.com/uuhNz5QZ92
Chelsea Mart
Hal itu membuat pertimbangan tersendiri bagi Chelsea musim baru ini di bawah pelatih Mauricio Pochettino. Era baru Chelsea itu ternyata menghendaki dirinya pergi. Disaat Chelsea lagi getol-getolnya cuci gudang pemain, Pulisic adalah salah satunya.
AC Milan beruntung telah dipilihnya sebagai rumah barunya ketimbang Lyon yang juga sempat menawarnya. Ia diboyong Rossoneri dengan mahar sekitar 22 juta pounds, plus bonus. Ia akan melanjutkan tradisi “Chelsea Mart” di AC Milan.
Sebelumnya, pemain yang dari Chelsea pindah ke Milan sudah banyak. Ada Hernan Crespo, Michael Essien, Alex, Olivier Giroud, Fikayo Tomori, dan yang terakhir ada Ruben Loftus-Cheek.
Christian Pulisic is the most-recent player to move from Chelsea to Milan 🔵 🔴
— B/R Football (@brfootball) July 7, 2023
·Fernando Torres
·Alex
·Fabio Borini
·Hernán Crespo
·Michael Essien
·Olivier Giroud
·Fikayo Tomori
·Tiémoué Bakayoko
·Ruben Loftus-Cheek pic.twitter.com/m9iZha4Xq0
Proyek “Chelsea Mart” tersebut, terbilang cukup sukses. Lihat saja Giroud atau Tomori. Artinya kesempatan Pulisic untuk bangkit dari keterpurukannya terbuka lebar di San Siro.
Pulisic di Skema Pioli
Lalu bagaimana kansnya masuk dalam skema Stefano Pioli? Ia diprediksi akan menjadi pemain “Nomor 10” di belakang striker, atau menempati sayap kanan penyerangan AC Milan. Toh, kini AC Milan juga sudah kehilangan Brahim Diaz.
Dengan format yang masih dipertahankan Pioli 4-2-3-1, Pulisic akan sangat cocok masuk dalam skema itu. Bersama Rafael Leao, ia akan bahu-membahu menyisir sisi flank lawan dengan kecepatan dan gocekan mautnya. Dalam skema counter attack pun, Pulisic juga akan sangat berguna bagi Pioli. Disamping itu, ia juga punya kelebihan versatile di beberapa posisi di lini serang.
Christian Pulisic had a lengthy conversation with Stefano Pioli. Pioli explained in detail his plan to deploy Pulisic as a number 10 — the position he has always regarded as his best and often sought to drift into when representing the USMNT.
— US Soccer Plus (@ussoccerplus_) July 11, 2023
(Via liam_twomey/TW) pic.twitter.com/a5gsEa5NWR
Namun kalau bicara statistik detail, musim lalu tak bisa jadi parameter. Pasalnya, ia di Chelsea banyak absen dan dalam kondisi tidak prima. Statistik terdekat mungkin bisa diambil di mana ia menjadi pilar di USMNT di Piala Dunia 2022 lalu.
Menurut catatan Opta, ia berada di lima besar Expected Assist atau peluang menciptakan assist di angka 1,1. Sedangkan Ball Carry Distance atau jarak tempuh ketika seorang pemain membawa bola, angkanya adalah 965m. Angka itu hanya kalah dari Pedri (972m) dan Messi (1187m).
Not enough Chelsea and USMNT fans are giving Pulisic enough credit for his WC performance, he had the weight of the nation on his shoulders, here’s just 2 more stats where’s he’s one of the top performers, he’s been in the top 10-15 list in several offensive categories pic.twitter.com/5OKeAWkLaO
— Bythesea (@Bythese50805295) December 7, 2022
Mimpi Baru Pulisic
Dengan kelebihan Pulisic tadi, setidaknya bisa menjadi tolak ukur ketika ia nanti akan dimanfaatkan oleh Pioli. Yang jelas kini sang “Kapten Amerika” sudah memulai petualangan barunya yang penuh ambisi. Ya, ambisi pribadi Pulisic tentu ingin menjaga performanya tetap prima jelang Copa America 2024, dan Piala Dunia 2026 yang akan dihelat di rumahnya sendiri.
Dengan bergabung ke AC Milan, menit bermainnya haruslah terjaga. Melihat rekan-rekannya yang dari Chelsea seperti Giroud atau Tomori yang berhasil, harusnya sih Pulisic bisa lebih berhasil. Terlebih ketika melihat usia dan catatan individunya yang masih mentereng.
Yang terpenting sekarang Pulisic sudah menutup mimpi buruknya selama di Chelsea. Paling tidak kini ia bisa bernafas lega menghirup udara segar di Milan, sambil mengais asa untuk membuka mimpi barunya lagi.
Christian Pulisic’s move to AC Milan is complete, per @FabrizioRomano 🎆 pic.twitter.com/bRIEr9fEKU
— B/R Football (@brfootball) July 7, 2023
Sumber Referensi : theathletic, transfermarkt, cbssports


