Balada Nasib Pemain Jerman di Arsenal

spot_img

Unggahan instastory punggawa Arsenal, Jorginho cukup menarik perhatian. Gelandang berpaspor Italia itu memposting foto kebersamaan dengan mantan rekannya di Chelsea, Kai Havertz. Dalam foto tersebut, senyum lebar terpampang jelas di muka Havertz. 

Beberapa warganet pun beranggapan kalau sang pemain kini tengah berbahagia karena hengkang dari Chelsea dan akan bermain bersama Jorginho lagi. Tapi tunggu dulu Havertz, jangan terlalu dini untuk merayakan kepindahanmu. Perlu diingat kalau tak semua pemain Jerman sukses bersama Arsenal. Dan berikut adalah balada nasib pemain Jerman di Arsenal.

Serge Gnabry

Pemain yang satu ini pasti sudah akrab di telinga pecinta sepak bola, terutama fans Arsenal. Serge Gnabry jadi salah satu pemain yang bisa bikin fans Meriam London patah hati setelah kepindahannya. Mengapa demikian? Karena Arsenal dinilai tak mau memberikan kesempatan kepada Gnabry untuk menunjukan kemampuan sesungguhnya.

Gnabry sendiri sudah merantau dari Jerman untuk bergabung ke akademi Arsenal sejak tahun 2011. Tak butuh waktu lama, Gnabry sudah merasakan debut profesionalnya bersama skuad utama setahun kemudian. Pemain yang kini berusia 27 tahun itu jadi pemain paling potensial saat itu. Tapi Arsene Wenger tampaknya belum berani mempercayakan lini depan kepadanya.

Gnabry gagal total. Masa-masanya di London jadi memori yang tak perlu disimpan. Tak kunjung menembus skuad utama, Gnabry akhirnya memutuskan untuk pulang kampung ke Jerman dan bermain untuk Werder Bremen tahun 2016. Sialnya bagi Arsenal, Gnabry malah moncer di Bundesliga. Bahkan kini sukses besar bersama Bayern Munchen. Arsenal hanya bisa melongo karena tak kebagian versi terbaik dari seorang Serge Gnabry.

Thomas Eisfeld

Pemain selanjutnya adalah Thomas Eisfeld. Nah, kalau yang satu ini namanya cukup asing. Tapi penggemar sejati Arsenal pasti tahu, karena Arsene Wenger pernah memberikan pujian setinggi langit kepada Eisfeld. Pemain asal Jerman ini bahkan sempat digadang-gadang bakal jadi The Next Robert Pires saat pertama kali menginjakan kaki di Emirates Stadium 2012 lalu.

Namun seperti halnya pemain yang dijuluki “The Next”, Thomas Eisfeld nyatanya tak bisa menyamai kemampuan Robert Pires. Bahkan untuk mendekati kemampuan legenda Arsenal itu pun sepertinya tak pernah. Karir mantan punggawa Borussia Dortmund itu justru tak berjalan mulus di London.

Gimana mau menyamai Pires, Eisfeld cuma mencatatkan dua penampilan bersama skuad utama Arsenal. Ia hanya bertahan selama dua musim di Arsenal sebelum akhirnya diizinkan pergi secara permanen ke Fulham tahun 2014.

Shkodran Mustafi

Berikutnya ada Harry Maguire cabang London Utara, Shkodran Mustafi. Mengapa disebut Harry Maguire cabang London, karena Mustafi bernasib kurang lebih sama dengan bek Manchester United tersebut. Pada masanya, Mustafi kerap dijadikan kambing hitam atas performa buruk lini bertahan Arsenal.

Meski sempat jadi andalan dengan mencatatkan 151 penampilan bersama The Gunners, bek asal Jerman itu sering mengalami momen-momen konyol. Entah itu kepleset, dilewati secara mudah atau salah mengantisipasi bola. Meski begitu, Mustafi berpengaruh dalam dua trofi Piala FA yang diraih Arsenal. Ia juga tergabung dalam skuad Jerman yang menjuarai Piala Dunia 2014.

Bernd Leno

Tak sampai di situ, Arsenal juga pernah diperkuat beberapa penjaga gawang asal Jerman, salah satunya Bernd Leno. Pemain yang didatangkan dari Bayer Leverkusen tahun 2018 itu sempat jadi andalan di bawah mistar gawang Meriam London selama beberapa tahun. Berbagai penyelamatan heroik pun mewarnai penampilan Leno bersama Arsenal.

Namun, semuanya berubah saat The Gunners mendatangkan kiper berkebangsaan Inggris, Aaron Ramsdale pada tahun 2021. Leno yang sempat mengalami cedera lutut parah pada tahun 2020, harus rela tempatnya digantikan oleh Ramsdale. Akhirnya Leno pun terpinggirkan. Namun, karena enggan terus berada di balik bayang-bayang Ramsdale, Leno memutuskan hengkang ke Fulham pada tahun 2022.

Bersama Fulham, Leno kembali menemukan kepercayaan dirinya. Beberapa kali Leno jadi penyelamat tim dari kekalahan. Pria berusia 31 tahun itu bahkan jadi penjaga gawang dengan jumlah penyelamatan terbanyak kedua di Premier League dengan torehan 144 penyelamatan musim 2022/23.

Jens Lehmann

Penjaga gawang dari Jerman lainnya adalah Jens Lehmann. Kiper yang satu ini namanya meroket saat bermain untuk Arsenal era awal 2000-an. Dilansir Planet Football, Lehmann tercatat sebagai satu-satunya pemain Jerman yang berhasil menjuarai Premier League secara invincible bersama Arsenal musim 2003/04.

Posisinya tak tergantikan hingga tahun 2008 sebelum akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Stuttgart. Selama karirnya bersama Arsenal ia mencatatkan 200 penampilan dengan mencatatkan 80 clean sheet

Mantan penjaga gawang AC Milan itu juga sempat membantu Meriam London menjuarai Piala FA musim 2004/05 dan Community Shield tahun 2004. Setelah dua tahun berkarir di Jerman, ia sempat vakum selama hampir delapan bulan sebelum melakukan comeback sensasional bersama Arsenal tahun 2011 dan pensiun di klub London tersebut.

Mesut Ozil

Nama Mesut Ozil tentu jadi salah satu pemain Jerman yang paling diingat oleh fans Arsenal. Bagaimana tidak? Ozil termasuk transfer paling sukses yang pernah dilakukan oleh The Gunners. Ketika didatangkan oleh Arsene Wenger pada tahun 2013 silam, Ozil seketika menjelma gelandang yang mengubah kualitas permainan Arsenal.

Berkat kelincahan, kualitas umpan, dan kecerdasan dalam pembacaan permainannya, Ozil telah membawa permainan Arsenal menuju ke level yang jauh lebih baik. Itu terbukti ketika di musim debutnya, Arsenal mengakhiri musim dengan mengangkat gelar juara Piala FA musim 2013/14.

Sayangnya, seiring berjalannya waktu Ozil justru jadi pribadi yang toxic di skuad Arsenal. Ia dicap sebagai pemain yang malas dan tidak menampilkan performa yang sesuai dengan gajinya yang sangat besar. Setelah beberapa permasalahan yang tak menemui titik temu, Ozil akhirnya hengkang dan bergabung dengan Fenerbahce tahun 2021 dengan catatan 79 assist dari 254 pertandingan.

Lukas Podolski

Sebelum Mesut Ozil, Lukas Podolski jadi pemain Jerman sebelumnya yang pernah berseragam Arsenal. Podolski datang ke Emirates Stadium pada tahun 2012 dari FC Koln. Sebetulnya Podolski cukup apik ketika bermain di skuad asuhan Arsene Wenger. Sebagai penyerang, ia mencatatkan 31 gol dari 82 penampilan di semua kompetisi.

Sayangnya, pemain yang kini berusia 38 tahun itu tak bertahan lama di Arsenal. Performanya menurun di musim kedua sehingga Meriam London meminjamkannya ke Inter Milan pada musim 2014/15. Sudah dipinjamkan, Podolski tak kunjung membaik bersama Inter.

Setelah dirasa masa peminjamannya gagal, Arsenal pun membiarkan sang pemain bergabung Galatasaray di akhir musim 2014/15. Meski terbilang singkat, Podolski berperan ketika Arsenal menjuarai Piala FA musim 2013/14 dan Community Shield setahun kemudian.

Per Mertesacker

Pemain terakhir ada Per Mertesacker. Pemain Jerman yang satu ini mudah diingat karena postur tubuhnya yang sangat tinggi. Bergabung pada tahun 2011, Mertesacker barangkali bisa disebut legenda oleh fans Arsenal. Karena sebagian besar karir pemain berpostur hampir 2 meter ini dihabiskan bersama klub asal London Utara tersebut.

Selama delapan tahun lamanya, Mertesacker jadi andalan di lini bertahan Arsenal. Postur tubuhnya yang tinggi sering membuat lawan mengurungkan niat untuk mengirimkan serangan melalui udara. 

Selama karirnya bersama Meriam London, ia mencatatkan 221 penampilan dan meraih lima trofi domestik sebelum akhirnya memutuskan gantung sepatu pada tahun 2018. Jadi, bagaimana Havertz? Mau sukses kayak Ozil atau lawak kaya Mustafi?

Sumber: Planet Football, Daily Mail, Arsenal, Libero

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru