10 Derby Terbesar dan Paling Panas di Dunia

spot_img

Derby dan rivalitas di sepak bola memang seringkali menimbulkan tragedi yang memilukan. Tapi ada bagian dari derby dan rivalitas yang gak melulu soal kekerasan. Ada gairah, semangat, dan emosi para pendukung dan pecinta sepak bola di dalamnya.

Lalu apa saja derby terpanas dan terbesar di dunia sepak bola? Berikut adalah 10 diantaranya

North West Derby (Manchester United vs Liverpool)

Banyak derby besar dan bersejarah di Inggris. Tapi jika dilihat dari skala antusiasme penonton, gengsi, dan sejarah, maka rivalitas Manchester United vs Liverpool bisa dibilang yang terbesar. Derby ini sering disebut dengan nama North West Derby.

Rivalitas mereka tercipta pada dasarnya karena orang-orang dari Manchester sangat membenci orang-orang dari Liverpool. Begitu pula sebaliknya. Bahkan tidak hanya dalam segi sepak bola. Ini bisa ditarik kembali ke era revolusi industri. Dimana kedua kota ini bersaing jadi kota industri terbesar di Inggris.

Persaingan itu merambat dan semakin memanas di atas lapangan hijau. Mereka selalu bersaing jadi penguasa di Inggris. Di era 70-an sampai 80-an Liverpool berada di atas MU. Sampai roda takdir berputar.

Berkat kedatangan Sir Alex Ferguson, MU jadi penguasa di Inggris pada dekade 90-an sampai dekade 2000-an. Setelah itu persaingan di Liga Inggris makin sengit. Peta kekuasaan di Inggris kini tidak hanya berpatok pada dua klub ini saja.

Old Firm Derby (Celtic vs Rangers)

Orang-orang di Skotlandia akan bilang kalau North West Derby tidak ada apa-apanya dibandingkan Old Firm Derby. Bahkan derby yang mempertemukan Celtic vs Rangers ini disebut-sebut sebagai derby paling panas seantero Britania Raya.

Dua kekuatan dominan sepak bola Skotlandia ini sudah bertarung sejak lama. Lebih dari satu abad lamanya. Derby ini mengakar dari ruwetnya konflik politik dan agama. Perbedaan itu membuat kedua kelompok jadi saling membenci.

Sejatinya mereka adalah sama-sama warga Glasgow. Tapi pendukung Rangers menasbihkan diri sebagai warga asli Skotlandia. Mereka adalah loyalis yang memeluk agama Protestan.

Sedangkan Celtic adalah orang-orang berdarah campuran Irlandia-Skotlandia. Pendukung Celtic merupakan orang-orang dengan ideologi Republik dan pengikut gereja Katolik. Jadi bisa dibayangkan, setiap kedua tim bertemu itu bukan sekedar pertandingan sepak bola. Tapi pertarungan identitas dua kelompok masyarakat.

El Clásico (Barcelona vs Real Madrid)

Tidak lengkap rasanya kalau membahas Derby terpanas tanpa menyebutkan El Clasico. Barcelona vs Real Madrid. Dua klub terbaik di Eropa ini bersaing di salah satu liga terbaik di Eropa. Itu membuat El Clasico adalah Derby terbesar yang pernah ada.

Kurang lebih sama seperti Old Firm Derby, El Clasico juga memegang kebencian identitas sosio-politik di antara para pendukungnya. Barcelona merupakan klub kebanggan warga Catalonia. Sedangkan Real Madrid adalah representasi dari kekuasaan kerajaan Spanyol. Kedua kelompok ini memang sudah saling membenci sejak lama sampai warga Catalonia mendapatkan kemerdekaannya di tahun 2017.

Terlepas dari itu, puncak rivalitas Real Madrid dan Barcelona adalah di tahun 2010 sampai 2013. Saat itu Jose Mourinho dan Pep Guardiola masih jadi juru taktik masing-masing tim. Juga ada Messi dan Ronaldo, dua pesepakbola terhebat yang saat itu saling sikut untuk jadi yang terbaik.

Der Klassiker (Dortmund vs Bayern Munchen)

Jika di Spanyol ada El Clasico, di Jerman ada Der Klassiker. Sama seperti namanya, Der Klassiker juga mempertemukan dua tim terbesar Bundesliga, Borussia Dortmund dan Bayern Munchen.

Meskipun bernama Der Klassiker tapi duel ini tak terlalu klasik, Der Klassiker juga tidak se-politis El Clasico. Duel ini memang duel yang paling besar dan paling banyak disaksikan di Jerman. Tapi nyatanya tidak se-klasik itu. Dortmund adalah klub terbaru yang bisa menentang dominasi Bayern.

Bermula dari datangnya Jurgen Klopp ke Dortmund. Ia membawa Dortmund melawan dominasi Bayern dengan menjuarai Bundesliga musim 2010/11 dan 2011/12 berturut-turut. Kedua tim juga bertemu di final Liga Champions 2013.

Media di luar Jerman menyoroti duel ini dan membanding-bandingkannya dengan El Clasico. Departemen pemasaran Bundesliga pun tak mau ketinggalan dan mulai melabeli duel ini dengan sebutan Der Klassiker. Padahal tidak ada orang Jerman yang menyebutnya seperti itu.

Meskipun begitu, Der Klassiker tetaplah duel terbesar di Bundesliga. Tapi jika urusan sejarah dan dalam tanda kutip “klasik”, mungkin Revierderby antara Borussia Dortmund dan Schalke lebih klasik.

Derby Della Madonnina (AC Milan vs Inter Milan)

Kalau derby yang ini tak usah dipertanyakan lagi seberapa klasiknya. Derby Della Madonnina, antara rival sekota AC Milan melawan Inter Milan adalah derby terbesar seantero Italia. Duel ini sudah berlangsung lebih dari satu abad lamanya.

Sama seperti di Inggris, Serie A sebenarnya memiliki banyak sekali derby yang panas. Contohnya Derby Della Capitale antara AS Roma vs Lazio. Tapi Derby Della Madonnina lebih dikenal publik secara luas. Mungkin karena AC Milan dan Inter Milan adalah dua tim Italia yang paling sukses di Eropa.

Intercontinental Derby (Fenerbahce vs Galatasaray)

Liga Turki memang tidak se-menarik liga-liga yang sudah disebutkan sebelumnya. Tapi di Liga Turki terdapat derby yang sangat melegenda. Yaitu Intercontinental Derby antara Fenerbahce melawan Galatasaray.

Dua klub ini adalah rival sekota Istanbul. Tapi mengapa dinamakan Intercontinental Derby? Karena memang secara geografis Istanbul berada di dua benua, Eropa dan Asia. Galatasaray di daratan Eropa dan Fenerbahce di daratan Asia.

Selain karena kondisi geografis derby ini tercipta juga karena mereka adalah dua tim terkuat di Turki. Kedua kelompok suporter juga saling membenci satu sama lain sejak dahulu kala. Itu pula mengapa derby ini juga disebut Eternal Derby. Kerusuhan sudah biasa terjadi tiap kali sebelum, saat, dan sesudah derby ini berlangsung.

The Eternal Derby (Red Star vs Partizan Belgrade)

Bicara soal eternal derby, nama ini sebenarnya lebih akrab untuk menyebut pertemuan dua tim dari Serbia, Red Star vs Partizan Belgrade. Derby ini bisa ditarik dari pasca Perang Dunia II. Setelah perang usai, klub-klub sepak bola terbentuk berdasarkan dua ideologi politik.

Red Star Belgrade dibentuk di tahun 1945 oleh kelompok pemuda anti-fasis. Sementara Partizan dibentuk oleh tentara rakyat Yugoslavia di tahun yang sama. Persaingan mereka semakin ketat seiring dengan panasnya situasi politik di negara Yugoslavia.

Sampai Yugoslavia pecah, yang saat ini jadi Serbia, kedua kelompok pendukung ini masih saja saling membenci. Itulah mengapa Derby ini disebut The Eternal Derby, atau derby abadi

Superclasico (Boca Junior vs River Plate)

Beralih ke benua Amerika Selatan, Derby terbesar mereka adalah Superclasico. Derby ini mempertemukan dua tim terkuat di Argentina, Boca Junior melawan River Plate. Setiap kali duel ini berlangsung, Argentina berubah seperti medan perang. Asap, suara ledakan, sampai polisi anti huru hara adalah pemandangan yang biasa.

Jika Old Firm Derby tercipta karena perbedaan identitas agama, El Clasico karena identitas nasional dan politik, Superclasico adalah duel antara dua kelas masyarakat. Boca Junior adalah kelompok pekerja. Sedangkan River Plate klub menengah keatas yang punya banyak uang.

Dua tim ini juga sama-sama mendominasi liga Argentina. Jadi tak heran kalau derby ini sangat panas dan mencekam. Berbanding lurus dengan masyarakatnya yang menjadikan sepak bola sebagai identitas mereka.

Grenal (Grêmio vs Internacional)

Sama seperti di Argentina, Brasil juga punya banyak derby panas. Duel ini mempertemukan dua klub dari kota Porto Alegre, Grêmio melawan Internacional. Meskipun se kota, kedua klub ini mewakili identitas yang berbeda.

Gremio didirikan terlebih dahulu di tahun 1903. Pada awalnya klub ini khusus untuk para keturunan dari Jerman. Sedangan Internacional dibentuk enam tahun kemudian sebagai bentuk dari protes eksklusifitas Gremio. Para pendiri Internacional adalah keturunan Italia.

Mengapa dinamakan Grenal? sederhana saja. Itu gabungan dari singkatan nama kedua klub. Gre dan Nal. Gre untuk Gremio, dan Nal untuk Internacional.

Cairo Derby(Al Ahly vs Zamalek)

Tak hanya Eropa dan Amerika Latin, negara Mesir juga punya derby besar nan panas. Tepatnya di kota Kairo yang mempertemukan Al Ahly dan Zamalek. Tidak hanya derby yang besar. Cairo Derby sering dianggap sebagai derby paling kasar dan berbahaya di seluruh dunia.

Pada hari pertandingan, setidaknya akan ada 100 ribu fans berkumpul di dalam dan di luar stadion. Situasi seperti itu tidak jarang melahirkan sebuah tragedi. Pemerintah Mesir bahkan sempat mengharuskan derby dimainkan di tempat netral dan tanpa penonton.

Itulah 10 derby terbesar dan paling panas di dunia sepak bola. Derby mana yang menurut kalian paling panas?

Sumber referensi: Athletic, B/R, One, Bundesliga, ItalianFootball, Insider, Goal, Sportskeeda

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru