Kombinasi Monchi dan Emery, Aston Villa Siap Jadi The Next Sevilla?

spot_img

Kisah heroik kebangkitan Aston Villa di Liga Inggris musim ini, tak lepas dari andil “Mr Good Ebening” Unai Emery. Pelatih Spanyol tersebut berhasil membawa The Villans dengan dana dan pemain pas-pasan merangsek ke papan atas Liga Inggris.

Juara Liga Champions tahun 1982 itu juga akhirnya bisa masuk ke kompetisi Eropa lagi musim depan, setelah absen sejak 2008 silam. Tak sampai di situ, mereka musim depan juga benar-benar mempersiapkannya dengan matang sedari dini. Salah satunya adalah mendatangkan salah satu direktur olahraga sekaligus juru transfer terbaik bernama Ramon Rodriguez Verdejo alias Monchi dari Sevilla.

Kombinasi kesuksesan Monchi dan Emery ketika di Sevilla diharapkan bisa ditularkan di Villa Park. Jika berhasil, apakah nantinya Aston Villa akan jadi “The Next Sevilla”?

Dukungan Penuh Pemilik

Perubahan drastis proyek pengembangan Aston Villa ini tak lepas dari ambisi besar pemilik mereka yang ambisius asal Mesir, Nassef Sawiris. Bersama Wes Edens, Sawiris adalah orang yang getol dalam merencanakan kedatangan Unai Emery maupun Monchi.

Awalnya, Aston Villa berambisi menggantikan Chris Purslow, direktur olahraga mereka terdahulu dengan direktur olahraga Barcelona, Mateu Alemany. Namun di saat Alemany memilih bertahan di Barca, Sawiris langsung gerak cepat mencari opsi lain. Atas saran Emery, Monchi lah yang akhirnya datang.

Tak dipungkiri penunjukan direktur olahraga yang mengurusi tetek bengek transfer dan pengembangan tim ini, dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan pemilik terhadap direktur olahraga sebelumnya, Chris Purslow.

Meski banyak berhasil mendatangkan uang seperti penjualan Grealish maupun Chukwuemeka, Purslow juga dianggap banyak gagalnya. Termasuk performa Aston Villa ketika terpuruk bersama Gerrard, serta pembelian-pembelian pemain seperti Coutinho.

Asal tahu saja, penunjukan Emery sebagai pelatih pun atas inisiatif pemilik tanpa melibatkan Purslow. Kedatangan bek kiri Alex Moreno di paruh musim kedua, serta pemain baru Youri Tielemans, juga tanpa melibatkan Purslow. Pasalnya, Emery sendiri yang disuruh untuk mengurusi transfernya oleh pemilik.

Monchi di Sevilla

Begitu juga penunjukan Monchi. Nantinya, Monchi akan bekerja bersama dengan Emery seperti ketika di Sevilla. Monchi akan jadi jembatan antara Emery dengan pemilik. Ia juga akan memberi saran yang dibutuhkan Emery dengan analisanya.

Monchi punya pengalaman lama bekerja dengan Emery, dari 2013 hingga 2017 di Sevilla. Tapi kalau ditarik ke belakang, Monchi sudah menginjakan kakinya di Ramon Sanchez Pizjuan sejak tahun 2000.

Sudah bukan rahasia lagi kalau Monchi adalah direktur olahraga sekaligus guru transfer handal yang ada di Spanyol. Bayangkan saja, trofi seabrek sudah ia raih bersama Sevilla selama ini. Tak main-main dua dari tujuh gelar Piala UEFA atau Europa League yang didapat Sevilla adalah berkat tangan dinginnya.

Monchi membangun Sevilla dari awal. Bisnis transfernya sering berhasil. Membeli pemain murah, atau mengembangkan pemain binaan klub dan kemudian dijual mahal, itulah rumus cara kerja Monchi. Sudah banyak buktinya, seperti Dani Alves, Sergio Ramos, Rakitic, Aleix Vidal, Carlos Bacca, Kounde, Diego Carlos dan lain sebagainya.

Monchi di AS Roma

Namun apakah dengan segala kelebihan dan prestasi Monchi tersebut ia tak ada celanya? Ada persepsi bahwa ia hanya jago ketika di Sevilla saja. Buktinya, ketika memegang AS Roma, ia sempat dicap gagal.

Monchi pernah mencoba peruntungan bersama AS Roma sejak 2017 hingga 2019. Ia sendiri telah mengaku gagal ketika bekerja di sana. Kegagalannya banyak disorot, selain tanpa gelar, dari segi bisnis transfernya pun banyak yang gagal.

”Saya tidak pernah berhasil selama dua tahun itu. Kurang mempunyai pengetahuan tentang beberapa aspek dasar klub dan saya akui itu salah,” kata Monchi pada AS.

Masih ingat ketika Alisson Becker dan Mo Salah dilepas begitu saja ke Liverpool? Pemecatan sepihak Eusebio Di Francesco, pelatih yang membawa Roma ke semifinal Liga Champions 2017/18, juga merupakan andilnya. Beberapa pemain muda yang diboyong sebagai niat regenerasi tim, juga banyak yang gagal, seperti Cengiz Under, Justin Kluivert, dan masih banyak lagi.

Meski dicap gagal, namun kalau soal keuangan Monchi ternyata berjasa bagi Roma. Selama bertugas di Giallorossi, ia membawa untung sebanyak sebanyak 306 juta euro dari penjualan pemain.

Pengalaman Aston Villa Di Turnamen Eropa

Aston Villa yang diharapkan menjadi “The Next Sevilla” di Inggris, membuat beban Monchi akan semakin berat. Meski ia tenang karena bersama bekerja bersama Unai Emery, sahabatnya. Namun tak mudah mengubah tim yang jarang masuk kompetisi Eropa untuk langsung berhasil. Kita tahu ketika Monchi membangun Sevilla sejak tahun 2000 saja, baru berhasil meraih kejayaan di tahun 2006.

Beban akan bertambah berat lantaran Aston Villa pernah kesulitan di kompetisi Eropa. Bertarung di UEFA Cup musim 2008/09, saat dilatih Martin O’Neill, Aston Villa terhenti di babak 32 besar oleh CSKA Moscow.

Aston Villa Menatap Conference League

Musim depan Aston Villa akan menatap kompetisi Eropanya setelah 14 tahun lamanya menanti. Ya, Conference League akan menjadi kompetisi Eropa yang akan digeluti Monchi dan Emery.

Kedalaman skuad akan sangat penting bagi Monchi dan Emery untuk mengarungi Conference League sekaligus jadwal kompetisi padat lainnya. Namun kalau melihat potensi peta pesaingnya di Conference League musim depan, sepertinya terlihat sepadan bagi skuad yang dimiliki Monchi dan Emery.

Mungkin hanya Juventus maupun Frankfurt yang akan jadi batu sandungan mereka sedari awal kalau bertemu. Namun, tak bisa ditebak juga kalau ditambah tim kuat lainnya yang lengser dari Europa League. Terlepas dari seberapa berat lawan mereka, Monchi dan Emery pasti sudah tahu resep rahasianya agar mampu melaju jauh hingga menjadi juara.

Pembuktian Emery-Monchi

Kini sebuah pembuktian menanti kolaborasi Emery dan Monchi. Dari segi pemain yang datang dan yang akan dipertahankan, akan menjadi kunci bagi mereka berhasil di musim depan.

Dengan formasi Emery yang lebih suka dengan 4-4-2, stok pemain Aston Villa untuk musim depan setidaknya sudah bertambah kuat dengan datangnya Tielemans yang akan menemani Douglas Luiz, Ramsey, Coutinho, maupun McGinn di lini tengah.

Di lini belakang, dengan sembuhnya Diego Carlos, mantan pemain bawaan Monchi di Sevilla, bisa memperkuat duet Mings dan Konsa. Kekokohan Emiliano Martinez di bawah mistar juga jadi kekuatan besar bagi Villa.

Yang jadi PR kini adalah di lini serang. Striker gacor mereka Ollie Watkins harus di backup dengan pemain sepadan untuk kebutuhan rotasi jika tampil ngedrop. Maka dari itu channel Spanyol Monchi kini mulai dipakai. Salah satunya yang sedang diupayakan menurut The Athletic adalah membawa striker dan sayap Spanyol dari Bilbao, Inaki Williams dan Niko Williams.

Ya, kita tunggu saja gebrakan transfer apa yang akan diperbuat Monchi dan Emery musim depan bagi The Villans. Yang jelas, selama ada kombinasi Emery dan monchi, cepat atau lambat peluang Aston Villa menjadi “The Next Sevilla” akan semakin besar.

Sumber Referensi : theathletic, transfermarkt, theathletic, uefa, sportingnews

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru