Terakhir kali Arsenal pentas di liga Champions adalah tahun 2017. Mereka melaju sampai babak 16 besar dimana kalah melawan Bayern Munchen dengan agregat 10-2. Setelah itu Arsenal sulit untuk menembus kembali putaran final Champions. Lalu, bagaimana kabar starting line up terakhir kali Arsenal berlaga di Champions itu?
Daftar Isi
David Ospina
David Ospina datang ke Emirates Stadium di tahun 2014 setelah penampilan gemilangnya bersama timnas Kolombia di PIala Dunia. Arsenal hanya butuh merogoh kocek sebesar 3 juta pounds saja untuk memboyongnya dari Nice.
Itu investasi yang sangat menguntungkan untuk Arsenal. Tapi sayang Ia tidak bisa cukup konsisten untuk menggantikan posisi Cech sebagai kiper utama. Meskipun begitu, Arsene Wenger masih mempercayakannya di pertandingan-pertandingan Eropa.
Posisinya makin tergantikan ketika Bernd Leno datang di tahun 2018. Ospina pun dipinjamkan ke Napoli tahun 2019. Ia jadi penjaga gawang andalan tim Naples sampai tahun 2022, ia pindah ke Al Nassr.
Hector Bellerin
Pemain bola yang cocok jadi model, Hector Bellerin. Ia pernah jadi bek kanan paling diantisipasi dengan ciri khas kecepatannya yang tiada tanding. Tapi karir Arsenalnya banyak mengalami pasang surut. Ia memang sering terkena cedera.
Don't let them tell you, it's not possible. Thank you to @virgilabloh & @LouisVuitton for the opportunity 🙏🏼 pic.twitter.com/vjzWCvuxo8
— Héctor Bellerín (@HectorBellerin) June 20, 2019
Ia tidak pernah sama lagi setelah menerima cedera di tahun 2020. Di tahun 2022, ia pun pulang ke Barcelona dengan status bebas transfer setelah dipinjamkan ke Real Betis semusim sebelumnya. Di tahun 2023, Bellerin pindah ke Sporting Lisbon.
Shkodran Mustafi
Kalau MU punya Maguire, Arsenal juga pernah punya lord. Ia adalah juara Piala Dunia, Shkodran Mustafi. Ia datang dari Valencia di tahun 2016 dengan harga 41 juta euro. Membuatnya sebagai salah satu pemain termahal yang pernah dibeli Arsenal.
Yang ajaibnya adalah, bek Jerman itu bisa bertahan di bawah kepemimpinan Arsene Wenger dan Unai Emery, mencatatkan total 151 penampilan di semua kompetisi. Meskipun ia dicap sebagai bek tengah terburuk Premier League.
Ia sempat menjalani masa peminjaman setengah musim di Schalke pada tahun 2021. Setelah itu ia dibuang ke Levante.
1️⃣3️⃣ @MustafiOfficial 🆕#OrgullGranota 🐸 pic.twitter.com/p0IHhLyN7I
— Levante UD 🐸 (@LevanteUD) September 15, 2021
Laurent Koscielny
Untungnya saat itu Arsenal masih punya Koscielny sebagai bek tengah. Dia bukanlah bek terbaik di dunia tapi ia adalah pemain yang setia. Kemitraannya bersama Per Mertesacker juga punya era kejayaannya sendiri.
Tapi sembilan tahun karirnya bersama meriam London berakhir dengan tidak baik. Pemain berdarah campuran Polandia-Prancis itu menolak untuk ikut tur pramusim di Amerika Serikat pada tahun 2019. Ia pun pindah ke Bordeaux dan pensiun di tahun 2022 setelah tersandung kasus rasisme di klub Prancis itu.
Nacho Monreal
Nacho Monreal dipuji karena gaya bermainnya yang penuh dedikasi bersama Arsenal. Tapi kontribusi dan kehebatannya di Arsenal sangat jarang dibicarakan. Ini wajar, ia bukanlah tipe pemain yang suka tampil di depan layar. Tapi ia adalah sumber inspirasi bagi para rekan setimnya.
Ia bertahan di Arsenal sampai tahun 2019. Setelahnya, pemain asal Spanyol itu pindah ke Real Sociedad. Di sana ia sempat menjuarai Copa del Rey pada musim 2019/20. Di klub yang sama, ia pun pensiun dua tahun kemudian.
Granit Xhaka
Xhaka adalah satu-satunya pemain dalam daftar ini yang bertahan sampai kebangkitan Arsenal bersama Arteta. Gelandang Swiss itu sempat dikabarkan akan bergabung ke Roma asuhan Mourinho, setelah penampilan mengesankannya di Euro 2020. Tapi ia membuat gooners tersenyum dengan menandatangani perpanjangan kontrak sampai 2024.
Meskipun sudah memasuki usia 30 tahun, Xhaka masih menampilkan performa yang apik bersama the gunners. Ia bahkan mendapatkan peran baru di bawah Arteta, bermain lebih ke depan sisi kiri serangan Arsenal dan menjadi wakil kapten meriam London.
Alex Oxlade-Chamberlain
Alex Oxlade-Chamberlain pernah jadi youngster paling dinantikan ketika Arsenal merekrutnya di tahun 2011. Talentanya yang bersinar terang waktu itu membuat banyak orang sudah menduga kalau ia akan mendapatkan banyak trofi di kemudian hari.
Dugaan itu benar. Sayangnya ia mengangkat trofi-trofi itu dengan menggunakan seragam Liverpool. Sejak ia pindah ke Merseyside, ia telah mendapatkan piala yang tidak bisa didapatkan di Arsenal, setidaknya saat itu. Seperti Liga Inggris, Liga Champions, UEFA Super Cup, dan Piala Dunia Antar Klub.
Dream come true. 🏆 pic.twitter.com/6jWGsxhCtQ
— Alex Ox-Chamberlain (@Alex_OxChambo) July 23, 2020
Tapi ia menyangkal pindah ke Liverpool karena mengincar trofi. Chamberlain tidak suka perannya sebagai bek sayap di Arsenal. Dengan pindah ke LIverpool, ia bisa bermain sebagai gelandang yang merupakan posisi naturalnya.
Aaron Ramsey
Ketika kontraknya habis di tahun 2019, ia mengambil langkah yang tak terduga tapi masuk akal. Yaitu bergabung dengan Juventus mengikuti jejak Ian Rush sebagai pemain Wales yang mendampingi si nyonya tua.
Memenangkan gelar liga jadi terasa mudah bagi Ramsey setelah datang ke Turin. Selama masanya di Juve, ia berhasil meraih satu gelar scudetto dan satu Coppa Italia. Tapi ia tidak mampu berbuat banyak di klub itu. Jadi Ramsey dipinjamkan ke Rangers sebelum dilepas ke Nice dengan status bebas transfer pada musim panas 2022.
Theo Walcott
Theo Walcott telah mencatatkan hampir 400 penampilan selama 12 tahun ia berkarir bersama Arsenal. Tapi itu ia sudahi begitu saja dengan pergi ke Everton di tahun 2018. Ia mengaku kalau ini jadi keputusan yang berat baginya. Tapi itu harus diambil karena Walcott bukan lagi pilihan utama Wenger di Arsenal.
Setelah hanya mencatatkan 11 gol dan 9 assist dari 85 pertandingan bersama Everton, ia pun dipinjamkan ke Southampton. Di tahun 2021 ia pun dilepas ke klub masa kecilnya itu dengan status bebas transfer.
Olivier Giroud
Melepas Giroud ke Chelsea mungkin jadi hal yang paling disesali Arsenal. Ia jadi kambing hitam atas kemandulan meriam London. Sampai akhirnya di tahun 2018, ia pun dijual ke Chelsea hanya seharga 18 juta pounds saja.
Ia membuat Arsenal menyesal dengan jadi bagian penting timnas Prancis menjuarai Piala Dunia 2018. Kemudian bersama Chelsea, ia juga langsung menjuarai Europa League setelah mengalahkan mantannya di final.
Olivier Giroud won the Europa League on this day last year. pic.twitter.com/XJVJPtS1sn
— 90min (@90min_Football) May 29, 2020
Di tahun 2021, ia pindah ke AC Milan untuk membantu rossoneri menjuarai scudetto musim 2021/22. Kemudian, ia kembali tampil di final Piala Dunia 2022. Karirnya malah makin gemilang setelah dibuang Arsenal.
Alexis Sanchez
Fans Arsenal bisa tertawa lepas mengetahui kalau mereka memiliki tahun-tahun terbaik pemain asal Chile itu. Karirnya turun jurang setelah ia pindah ke Manchester United di tahun 2018. Seolah bakat bermain bolanya hilang begitu ia mengenakan seragam no.7 setan merah.
Ia sempat menikmati karirnya lagi setelah pindah ke Inter Milan di tahun 2019. Dimana ia menjuarai Liga Italia di musim 2020/21. Di tahun 2022, ia pindah ke Olympique Marseille, di mana ia bisa menemukan ketajamannya kembali.
Sumber referensi: Planet, B/R, JustArsenal, Top, Eurosport, Independent, Sky, Talk, Transfermarkt, Mirror, DreamTeam


