Para pemain Pro Evolution Soccer pasti sudah familiar dengan suaranya. Ya, suara itu adalah suara dari Jim Beglin. Selain jadi komentator PES, Jim adalah mantan pemain Liverpool di tahun 1980-an.
Jim beralih profesi jadi komentator sepak bola tak lama setelah pensiun. Kemudian Konami menggunakan suaranya di Gim PES. Dengan pengalamannya itu ia telah jadi saksi hidup perkembangan Premier League. Ia telah menyaksikan banyak pemain hebat bermunculan. Dikutip dari Sportskeeda, inilah 11 pemain Premier League terbaik versi Jim Beglin.
Daftar Isi
Peter Schmeichel
Untuk posisi kiper, Jim Beglin memilih Peter Schmeichel. Tentu, itu pilihan yang mudah. Schmeichel adalah kiper terbaik yang pernah disaksikan pecinta Premier League. Ia unggul dalam segala hal, termasuk mencetak gol. Sepanjang karirnya, ia sudah mencetak 10 gol.
The moment Peter Schmeichel became the first 'keeper to score a goal in the #PL 🤩 pic.twitter.com/HHy0F46Du3
— Premier League (@premierleague) October 20, 2022
Ia juga punya karakter yang spesial bagi tim. Dan itu membuatnya bisa membawa MU juara Champions tahun 1999 sebagai kapten. Dalam sejarah, hanya tiga kiper yang mengangkat trofi Champions sebagai kapten. Dua yang lain adalah Casillas dan Manuel Neuer.
Gary Neville
Di posisi bek kanan Beglin memilih legenda MU lainnya, Gary Neville. Pria yang kini jadi pundit itu punya peran yang sangat besar bagi kejayaan MU di masanya dan pantas untuk mendapat gelar Red Legend.
Tidak seperti Schmeichel yang sempat pindah ke klub rival, Neville setia berseragam setan merah sampai ia pensiun di tahun 2011. Kecintaannya terhadap klub memang kadang membuatnya berada dalam masalah. Contohnya seperti perseteruannya dengan Carlos Tevez. Tapi itu pula yang membuat para fans mencintainya.
“Dia mau maju ketika situasi memanggilnya. Tapi ia melakukan itu bukan seperti para bek jaman sekarang. Ia tidak melakukannya untuk mencari muka. Ia melakukannya karena itu adalah tugasnya” Tegas Jim Beglin soal kenapa memilih Neville.
Rio Ferdinand
Jim Beglin memilih Rio Ferdinand sebagai bek tengahnya. Mungkin banyak orang yang lebih menyukai rekannya di MU, Vidic ketimbang Ferdinand. Vidic memang bek bringas yang tak kenal ampun. Tapi Ferdinand lah yang hadir untuk mengisi segala kekurangan Vidic di atas lapangan.
Ferdinand punya kecepatan dan ketenangan dalam merebut bola. Kemampuan recovery nya juga luar biasa. Dia selalu tampil dengan percaya diri siapapun lawannya. “Rio Ferdinand punya keahlian yang sempurna dan kemampuan yang komplit sebagai seorang bek tengah. Tidak banyak bek tengah yang seperti itu” Ungkap Jim Beglin.
John Terry
Untuk pasangan bek tengah Ferdinand di skuad pilihan ini, Jim Beglin memilih John Terry. Jika ada satu nama yang bisa membuat semua fans Chelsea di seluruh dunia tersenyum, dialah John Terry. Ia menjabat sebagai kapten terlama the blues dan jadi pemain tersukses London Biru.
Throwback to John Terry doing kick ups with some chewing gum.
— Harry (@HarryCFC170) January 11, 2023
When professional footballers do something like this, you realise their skills are on a different level (and this is from a defender) 😂. pic.twitter.com/FXLmKUvbMD
Jika Ferdinand punya kecepatan dan ketenangan merebut bola, Terry punya kecerdasan dalam membaca jalannya pertandingan. Dia adalah tipe pemain bertahan yang bisa mengatur tim dan teman-temannya di depan.
“Terry selalu berada di tempat yang tepat dan di waktu yang tepat untuk memberikan kontribusi bagi Chelsea. Dalam hal bakat bermain, ia adalah bos-nya dan bisa memimpin ruang ganti” Ungkap Jim Beglin.
Ashley Cole
Posisi bek kiri, tentu saja Jim Beglin memilih Ashley Cole. Memang tidak ada bek kiri yang sehebat dirinya. Ia adalah bagian penting dari invincible Arsenal di tahun 2002. Di masa itu, Ashley Cole, Robert Pires, dan Thierry Henry membuat sisi kiri Arsenal begitu menakutkan. “Saya tidak terlalu ingat ada penyerang yang menyusahkannya di lapangan” ungkap Jim Beglin.
Ashley Cole https://t.co/6sytA324SC pic.twitter.com/BpBZzeccTk
— Hałe (@CFCHale) September 9, 2020
Salah satu kelebihan yang paling menonjol dari Cole adalah bagaimana ia bisa berubah posisi begitu mudahnya. Cole bisa dengan cepat melakukan transisi menyerang dan bertahan. Ia juga punya kecepatan diatas rata-rata. Padahal di masa 2000-an bek kiri adalah posisi bertahan.
Cristiano Ronaldo
Ronaldo mungkin lebih gacor ketika ia berada di posisi penyerang. Tapi, ketika ia berada di Manchester United, ia adalah pemain sayap. Dan Jim Beglin memilihnya untuk menempati posisi sayap kanan di skuad impiannya.
“Saya lebih suka Lionel Messi. Tapi saya sangat menghormati Ronaldo. Anda tidak bisa mengabaikan apa yang telah dia lakukan selama bertahun-tahun” kata Jim Beglin.
Tidak perlu panjang lebar menjelaskan hebatnya Ronaldo. Masih jadi pusat perhatian media meskipun bermain di liga Arab di usianya yang sudah 38 tahun adalah bukti ia seorang superstar.
Roy Keane
Dari Paul Scholes sampai Frank Lampard, Liga Inggris punya banyak pilihan pemain tengah yang hebat. Tapi Jim Beglin memilih gelandang berjiwa preman, Roy Keane. Ia memang tidak dikaruniai bakat kreatif seperti Scholes, dan tidak mencetak gol sebanyak Lampard. Tapi kedua pemain itu tidak bisa mengontrol pertandingan layaknya Keane.
Roy Keane waits for no one 😭 pic.twitter.com/IeGiMjRCoH
— Former Footballers (@FinishedPlayers) February 22, 2023
“Anda bisa percaya dan yakin, ketika Roy Keane bermain maka semuanya akan baik-baik saja.” Begitu kata Jim Beglin.
Steven Gerrard
Untuk menemani Roy Keane di lini tengah, Jim Beglin memasang Steven Gerrard. Ketika Gerrard bermain, Liverpool bukanlah Liverpool yang kuat seperti saat ini. Dan ia menggendong tim pincang itu di tiap musim sambil menciptakan standar yang tidak bisa disamai pemain lain.
Some of Gerrard's unreal goals 🤩pic.twitter.com/pf1MFIA80g
— The Anfield Wrap (@TheAnfieldWrap) November 29, 2022
Bahkan ketika Anfield kedatangan pemain internasional berbakat seperti Torres dan Suarez, Gerrard tetap menonjol. “Gerrard bisa mengubah permainan seketika dengan sihirnya. Dan para pemain Liverpool sangat beruntung bisa bermain dengannya” Ungkap Jim Beglin.
Ryan Giggs
Posisi sayap kanan diisi oleh Ryan Giggs. Giggsy paling dihormati karena segudang trofi yang dimenangkan dan juga umur panjangnya di United. Pemain asal Wales itu telah mengoleksi 36 trofi termasuk 13 trofi Liga Inggris dalam 22 tahun karirnya bersama setan merah. Tidak ada pemain manapun yang punya gelar liga Inggris lebih banyak darinya.
Ryan Giggs vs Arsenal (1999) pic.twitter.com/Rqav2dr4C4
— What A Goal! Man Utd 🔰🔰 (@WhatAGoalManUtd) August 1, 2022
“Beberapa teman saya sering menonton MU di Old Trafford hanya untuk menyaksikan Ryan Giggs meledak di sisi kiri lapangan.” Kata Jim Beglin.
Thierry Henry
Untuk posisi penyerang, Jim Beglin tidak mau main-main. Ia memilih Thierry Henry sebagai bomber utamanya. Tidak mengherankan memang. Henry mungkin jadi penyerang paling mematikan tapi elegan yang pernah dimiliki Premier League. Henry bahkan jadi alasan Sir Alex sangat frustasi karena telah membuat Arsenal begitu kuat pada masanya.
Thierry Henry's speed😲😲 pic.twitter.com/mb3p3wsM8Z
— Blue Mayor 💙🏆 (@Ayowa9) August 1, 2022
“Saya pernah ditanya, bagaimana cara saya menghentikan Henry diatas lapangan. Dan saya menjawab, saya akan melakukan tekel kasar. Karena itu satu-satunya cara untuk menghentikan Henry” Ucap Jim.
Alan Shearer
Banyak orang setuju ia adalah pemain nomor 9 terbaik sepanjang masa Premier League. Dan karena itulah Jim Beglin memilihnya sebagai striker di skuad impiannya. Tidak ada yang mewah dan mencengangkan dari gaya bermain Shearer. Dia hanya fokus untuk mencetak gol-gol di setiap pertandingan. Ia adalah pemegang rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Premier League.
Itulah 11 pemain terbaik dengan formasi 4-4-2 versi Jim Beglin. Bagaimana formasi dan 11 pilihan pemain terbaik Premier League versi kamu?
Sumber referensi: Sportskeeda, 90min, B/R, B/R 2, 442, Sportsman, Independent, Joe, Iconic, BTL, 365


