5 Rekor Unik di Dunia Sepak bola yang Mustahil Ada Lagi

spot_img

Cristiano Ronaldo boleh jumawa menjadi pesepakbola pria pertama yang mencetak gol di lima edisi Piala Dunia. Para fans Lionel Messi juga tak perlu khawatir. Sebab La Pulga mencatatkan rekor sebagai pemain pertama yang mengemas 300 asis di level klub.

Sementara itu, Real Madrid layak kita junjung sebagai rajanya Eropa. Los Galacticos masih memegang rekor trofi Liga Champions terbanyak. Di sisi lain, penggemar MU tak perlu bersedih hati timnya malu di tangan Liverpool. Walau bagaimana Manchester United adalah tim dengan torehan Liga Inggris terbanyak.

Rekor-rekor yang disebutkan tadi terasa sangat istimewa. Namun, deretan rekor tersebut masih bisa dipecahkan. Nah, selain rekor tadi sebenarnya ada juga rekor unik di dunia sepak bola yang bahkan rekor tersebut mustahil ada lagi. Berikut ini rekor unik di dunia sepak bola yang mustahil ada lagi.

Rekor Ritchie de Laet

Situasi unik belum lama ini dialami kiper Newcastle United, Martin Dubravka. Meski timnya kalah dari Manchester United di final Carabao Cup, tapi Dubravka layak mendapatkan medali juara. Itu semata-mata karena Dubravka pernah bermain di Carabao Cup sebagai pemain pinjaman Manchester United.

Itu saja sudah sangat unik, apalagi dengan apa yang terjadi pada Ritchie de Laet. Betapa bahagianya pemain Leicester City yang satu ini. Pada Januari 2016, Ritchie sejatinya dipinjamkan oleh The Foxes ke klub Championship, Middlesbrough.

Ritchie dipinjamkan setelah bermain dalam 12 laga Leicester City. Tak disangka, pada 7 Mei 2016 tim yang meminjamnya meraih juara Sky Bet Championship. Di waktu yang hampir bersamaan, tim induknya, Leicester City memastikan gelar juara Liga Inggris setelah menaklukkan Everton 3-1.

Setelah membawa Middlesbrough juara Championship tugasnya selesai, dan Ritchie pergi ke King Power Stadium saat pertandingan Leicester City vs Everton hampir menyelesaikan babak pertama. Pemain yang juga mantan bek Manchester United itu, dilansir Daily Mail, harus menempuh jarak 150 mil atau dua setengah jam perjalanan ke King Power setelah Boro memastikan gelar Championship, dengan hasil imbang 1-1 kontra Brighton.

“Setelah pertandingan (di Championship) saya langsung mengemudi. Tiba di sini (King Power Stadium) beberapa menit sebelum paruh waktu. Saya menonton babak kedua dan bergabung dalam perayaan,” kata Ritchie dikutip Daily Mail.

Ritchie pun menjadi pemain satu-satunya yang bisa meraih dua medali dengan dua tim yang berbeda. Uniknya, cukup dalam waktu satu musim saja.

Gelar Ganda Eropa Chelsea

Menurutmu, mampukah sebuah tim menyabet dua gelar Eropa sekaligus dalam kurun waktu kurang dari dua musim? Hal yang seolah mustahil tersebut dibuktikan oleh raksasa London, Chelsea. The Blues sukses memastikan kemenangan Liga Champions musim 2011/12 kontra Bayern Munchen.

Pasukan Roberto Di Matteo menggondol trofi Liga Champions pertama selepas lewat adu penalti. Sayangnya, pada musim berikutnya, Chelsea semrawut di Liga Champions. The Blues bahkan hanya finis di peringkat ketiga fase grup di Liga Champions musim 2012/13.

The Pensioners kalah dari Juventus dan Shakhtar Donetsk. Chelsea pun terlempar ke Europa League. Di level kedua Eropa itu, Chelsea asuhan Rafael Benitez melaju mulus hingga ke final. Chelsea harus menghadapi Benfica di Amsterdam pada 15 Mei 2013. Sundulan Branislav Ivanovic memastikan Chelsea menang 2-1.

The Blues mengangkat trofi Liga Eropa. Dan itu membuat Chelsea pada saat itu berstatus sebagai juara Liga Champions dan Liga Eropa. Sebab final Liga Champions sendiri, di mana Bayern Munchen mengangkat trofi baru akan digelar 10 hari berikutnya.

Rekor Dejan Stankovic

Pernah membayangkan bagaimana seorang pemain bermain di Piala Dunia dengan tiga kewarganegaraan yang berbeda? Tampak sangat mustahil. Tapi Dejan Stankovic, pemain yang pernah berseragam La Beneamata bisa melakukan itu.

Pada tahun 1998, Dejan Stankovic termasuk maestro lini tengah di Timnas Yugoslavia yang bermain di Piala Dunia. Ia masuk menjadi pemain pengganti kala menghadapi Iran. Stankovic lantas diberi kesempatan menjadi line up saat melawan Jerman.

Sayangnya, Yugoslavia tersingkir di babak 16 besar. Itu rupanya Piala Dunia terakhir Yugoslavia. Terjadi gejolak geopolitik. Yugoslavia pun bubar. Tim nasionalnya juga sirna pada 2003. Negara itu kemudian terbentuk lagi menjadi Uni Negara, dengan nama Serbia and Montenegro.

Timnasnya juga terbentuk. Stankovic pun berkewarganegaraan Serbia and Montenegro. Setelah tidak bermain di Piala Dunia 2002, Stankovic bermain di Piala Dunia 2006 sebagai pemain Serbia and Montenegro. Stankovic jadi kapten, tapi timnya kalah di tiga pertandingan grup melawan Pantai Gading, Argentina, dan Belanda.

Saat turnamen Piala Dunia 2006 sedang berlangsung, Serbia dan Montenegro mendeklarasikan kemerdekaannya satu sama lain. Stankovic yang lahir di Beograd menjadi warga negara Serbia. Pada Piala Dunia 2010, Stankovic menjadi kapten Timnas Serbia.

Namun, Serbia tak lolos fase grup setelah hanya berada di posisi juru kunci Grup D. Walau begitu, rekor unik Stankovic bermain di tiga Piala Dunia dengan tiga kewarganegaraan yang berbeda mustahil akan dipecahkan.

Rekor Almoez Ali

Umumnya, seorang pemain akan membela tim nasionalnya di satu saja kompetisi antarbenua. Misalnya, Lionel Messi akan membela Argentina di Copa America saja. Mustahil Messi membela Argentina di kompetisi EURO atau AFC misalnya.

Akan tetapi, hal yang sepertinya mustahil itu tidak bagi pemain Timnas Qatar, Almoez Ali. Pemain muda yang diorbitkan pelatih Felix Sanchez. Ali bermain di tiga kompetisi antarbenua yang berbeda. Ia bermain di AFC Asian Cup 2019, Copa America 2019, Concacaf Gold Cup 2021.

Uniknya lagi, Almoez Ali tidak hanya bermain, tapi juga mencetak gol. Catat baik-baik. Itu artinya, Almoez Ali adalah satu-satunya pemain yang bisa mencetak gol di tiga kompetisi antarbenua yang berbeda. Di tempatnya sendiri, AFC 2019, Ali mengemas rekor 9 gol.

Qatar di Copa America 2019. Ali satu-satunya pemain Qatar yang mencetak gol di tiga pertandingan penyisihan grup. Di Concacaf Gold Cup 2021, lebih mengejutkan lagi. Qatar yang diundang berhasil melaju ke semifinal. Almoez Ali mencetak empat gol di sana.

Gelar EURO 1992 Denmark

Ini sudah tahun 2023, tapi gelar EURO 1992 Denmark belum ada yang bisa menyamai. Tidak, bukan trofinya. Melainkan kisah mendapatkannya. Denmark bisa meraih gelar EURO 1992 bahkan tanpa harus lolos babak kualifikasi. Ajaib bukan?

Tim Dinamit gagal lolos ke EURO 1992 karena di babak kualifikasi hanya bisa menjadi runner up di bawah Yugoslavia. Saat itu hanya delapan tim yang lolos ke putaran final. Tujuh dari kualifikasi dan satu adalah tuan rumah, dalam hal ini Swedia.

Kekacauan politik dan perang saudara menjadi alasan Yugoslavia akhirnya didepak dari EURO. Resolusi Dewan Keamanan PBB 757 menghasilkan bahwa Yugoslavia didiskualifikasi. Denmark sebagai runner up dipanggil untuk mengisi.

Mereka diberi waktu 10 hari untuk mempersiapkan skuad dan logistik. Seperti ketiban durian runtuh, Denmark mengisi slot kosong di Grup A bersama Swedia, Prancis, dan Inggris. Tapi itu menjadi repot karena sponsor terlanjur lepas.

Tim Denmark terpaksa memakai seragam yang sebenarnya untuk Tim U21. Dengan celana dan baju yang ketat. Denmark tampil di EURO 1992 tanpa nama besar Michael Laudrup yang harus beristirahat dari timnas. Mereka hanya menang dua dari tiga laga fase grup.

Lolos sebagai runner up Grup A di bawah Swedia, Denmark mesti menghadapi tim kuat Belanda di semifinal. Tak disangka, Denmark mengalahkan Belanda lewat adu penalti. Di final, Denmark secara mengejutkan menang atas Jerman 2-0. John Jensen dan Kim Vilfort adalah pahlawan di laga itu.

https://youtu.be/K5Keip-sJfw

Sumber: DailyMail, TheAsianGame, DreamTeamFC, Optus, Sportskeeda

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru