Peran pelatih sepakbola tidak bisa diabaikan begitu saja. Bahkan, sosok pelatih punya peran yang krusial dalam tim. Jika para pemain diibaratkan serdadu perang, maka seorang pelatih bisa digambarkan sebagai komandan perang yang mengawasi dan memberi perintah kepada anak-anak buahnya dari pinggir lapangan.
Namun, di sela-sela pertandingan berlangsung, beberapa pelatih kerap menunjukan kebiasaan unik. Kebiasaan tersebut jarang sekali dimiliki oleh kebanyakan pelatih lainnya. Karena terus dilakukan berkali-kali, kebiasaan ini pun melekat kepada sang pelatih. Bahkan bisa dibilang telah menjadi ciri khas dari pelatih tersebut. Kira-kira pelatih siapa saja yang memiliki kebiasaan unik?
Daftar Isi
Joachim Loew
Yang pertama dan mungkin jadi yang paling jorok adalah Joachim Low. Di balik kesuksesannya melatih tim nasional Jerman, Loew dikenal memiliki kebiasaan buruk saat pertandingan. Mungkin beberapa dari kalian sudah tahu apa kebiasaan uniknya.
Mantan juru taktik Fenerbahce tersebut memiliki kebiasaan menggali emas atau yang biasa kita sebut dengan istilah, “ngupil”. Tak hanya itu, saking joroknya nih orang, ia juga sering tertangkap kamera sedang menggaruk-garuk “biji” lalu menciumnya tanpa mencuci tangannya terlebih dahulu. Iuhhhh jorok banget ya football lovers.
Kabarnya, kebiasaan buruk ini sudah terungkap sejak Joachim Low memimpin Der Panzer di ajang Euro 2012. Bahkan saking seringnya, banyak meme yang muncul dari gambar Low yang sedang memasukan tangannya ke celana. Meme tersebut sering dikorelasikan dengan kesialan. Jadi siapa pun yang bersalaman dengannya akan bernasib sial.
Maurizio Sarri dan Carlo Ancelotti
Selanjutnya ada dua pelatih kawakan, Maurizio Sarri dan Carlo Ancelotti yang juga memiliki kebiasaan unik. Kedua pelatih asal Italia itu sama-sama gemar menghisap cerutu. Mungkin bukan suatu hal yang aneh ada seorang bapak-bapak ngerokok, tapi kedua pelatih ini kerap melakukannya di pinggir lapangan atau ketika memimpin sesi latihan.
Khusus Sarri, pelatih Lazio ini dikabarkan menjadi pecandu rokok akut. Pelatih berusia 60 tahun itu mengaku bisa menghabiskan 50 lebih batang rokok dalam sehari. Kebiasaan itu telah dimiliki sejak melatih Empoli pada tahun 2012 silam.
Sedangkan Ancelotti bisa dibilang tak separah Sarri. Ia hanya merokok dalam situasi tertentu saja. Ia bahkan sangat jarang terlihat merokok di sesi latihan. Salah satu momen yang paling ikonik adalah ketika ia berhasil menghadirkan trofi La Liga untuk Real Madrid musim 2021/22.
Saat itu, Madrid yang melakukan arak-arakan menggunakan bus atap terbuka memperlihatkan Ancelotti yang larut dalam perayaan tersebut. Dalam momen tersebut, Ancelotti terlihat mengenakan kacamata hitam sambil menghisap cerutu. Ia pernah menuturkan kalau kebiasaan merokoknya sudah berlangsung sejak usia 25 tahun dan berlanjut ketika mulai menangani AC Milan.
Marcelo Bielsa
Pelatih senior yang juga memiliki kebiasaan unik adalah Marcelo Bielsa. Ia merupakan pelatih asal Argentina yang dikenal dengan metode kepelatihannya yang fenomenal. Di setiap tim yang dilatihnya, Bielsa selalu menginstruksikan timnya untuk bermain menyerang dengan penuh semangat.
Kebiasaan aneh Bielsa adalah menduduki ember ketika sedang memimpin pertandingan. Perilaku tersebut cukup sering ia tunjukan ketika masih melatih Leeds United. Selama berada di Leeds, Bielsa terkenal suka duduk di atas ember yang diletakan secara terbalik.
Bielsa tidak pernah mau menjelaskan kenapa ia suka duduk di atas ember. Ia hanya berkata kalau duduk di atas ember membuatnya merasa nyaman. Dilansir Give Me Sport, duduk di ember akan sedikit membantu dirinya fokus dan mengabaikan sakit punggung yang cukup kronis. Jika football lovers jeli, selain duduk di ember, Bielsa juga sering jongkok untuk meredam rasa sakit di punggungnya.
Alfred Riedl
Dalam budaya Indonesia, bersalaman saat bertemu dan berpisah merupakan hal yang lumrah terjadi. Terkadang salaman malah diikuti dengan pelukan atau sekadar tepukan di bahu yang menunjukkan keakraban. Namun, hal seperti itu tak selamanya benar di mata mantan pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl.
Ketika berada di Indonesia, pelatih yang sudah meninggal pada tahun 2020 lalu ini cukup anti dengan budaya seperti itu. Jika bertemu dengan orang, Alfred Riedl kerap menyodorkan kepalan tangan. Ia kelihatan lebih nyaman beradu kepalan ketimbang bersalaman. Namun, kebiasaan aneh ini bukan tanpa alasan. Opa Riedl punya alasan masuk akal dibaliknya.
Dikutip Bola.net, tanpa menyinggung siapa pun, Alfred Riedl merasa kalau orang-orang Indonesia cukup jarang membersihkan tangannya sehabis dari kamar mandi. Mungkin tidak semuanya, tapi kebanyakan begitu. Selain bersalaman, ia juga tak suka disentuh atau ditepuk pundaknya oleh wartawan sesaat sebelum pertandingan. Untuk yang satu ini, Opa Riedl tak mengungkapkan alasan pastinya.
Jacksen F. Tiago
Selanjutnya, pelatih yang memiliki kebiasaan unik lainnya juga datang dari persepakbolaan Indonesia. Dia adalah Jacksen F. Tiago. Pelatih asal Brazil ini diakui sebagai salah satu pelatih terbaik di Indonesia berkat tangan dinginnya melatih Persipura. Selain prestasinya, Coach Jacksen juga dikenal melalui kebiasaan uniknya yakni menggigit sedotan ketika sedang memimpin pertandingan.
Menurutnya, kebiasaan unik ini merupakan bentuk pengalihan dari kebiasaan buruk sewaktu masih muda. Kebiasaan Jacksen menggigit sedotan itu bermula dari kebiasaannya menggigit kuku setiap kali dirinya merasa tegang. Ternyata kebiasaan menggigit kuku tak disukai oleh sang ibu, maka dari itu saat melatih Persebaya, ia menggantinya dengan sedotan.
Kurban Berdyev
Kurban Berdyev, pelatih asal Turkmenistan menghabiskan sebagian besar karir kepelatihannya di sepakbola Rusia. Jadi wajar apabila Berdyev bukanlah nama pelatih yang akrab di telinga para pecinta sepakbola. Meski demikian, bukan berarti Berdyev tak memiliki reputasi baik di Eropa.
Berdyev menjadi sosok di balik kesuksesan Rubin Kazan di sepakbola Rusia dan Eropa. Bahkan pada tahun 2009 lalu, ia sempat membuat publik terkejut karena berhasil membawa Kazan mengalahkan Barcelona dengan skor 2-1 di ajang Liga Champions.
Ada hal menarik yang menjadi ciri khas Berdyev sejak menukangi Rubin Kazan pada 2001. Itu adalah sebuah tasbih yang selalu ia bawa baik pada saat pertandingan maupun di sesi jumpa pers. Berdyev selalu khusyuk berdzikir dengan tasbih di tangannya ketika timnya bertanding. Pria asal Turkmenistan ini memang terkenal sebagai sosok muslim yang taat.
Roberto Mancini
Terakhir ada Roberto Mancini. Selain dikenal karena prestasinya menukangi tim-tim Serie A dan Timnas Italia, Mancini juga dikenal saat membawa klub Inggris, Manchester City meraih gelar juara Liga Inggris musim 2011/12 dengan cara yang amat dramatis. Mancini berhasil membawa City mengangkangi rival sekota, Manchester United melalui gol Sergio Aguero yang melegenda.
Selain prestasinya, Mancini juga dikenal sebagai pelatih yang cukup memperhatikan busana yang ia pakai. Mantan pelatih Inter Milan itu identik menggunakan syal saat sedang mengawasi pertandingan dari pinggir lapangan. Karena kesenangannya dengan dunia fashion, Mancini kerap menyesuaikan warna syalnya dengan warna jersey timnya.
Contohnya saja saat masih menangani City. Ia kerap mengenakan syal berwarna biru muda dan putih. Kebiasaan itu terus berlanjut kala ia melatih Galatasaray. Ia mengenakan syal bercorak sama dengan jersey kandang mereka, yakni merah kuning. Begitupun saat kembali melatih Inter Milan pada tahun 2014.
Sumber: Give Me Sport, MEN, Sportbible, Bola


