Meskipun sempat berpindah klub ke Barcelona, Fabregas sebenarnya ingin kembali ke Arsenal. Tapi Arsene Wenger ogah untuk menerimanya kembali ke Emirates Stadium. Lalu, apa alasan Wenger menolak anak emasnya itu untuk pulang, dan membiarkan ia bermain untuk Chelsea?
Pindah ke Kampung Halaman
Di tahun 2011, Fabregas memutuskan untuk pindah ke Barcelona. Setelah delapan tahun, 303 penampilan, 57 gol, dan 95 assist ia rela meninggalkan ban kapten begitu saja untuk bergabung bersama Barca. Tapi kepergian Fabregas bukan tanpa alasan. Barcelona dulu pernah jadi rumahnya. Ia adalah jebolan akademi La Masia sebelum akhirnya dibeli oleh Arsene Wenger.
Fabregas berkata bahwa itu adalah keputusan yang sangat sulit baginya. Sebab Barcelona adalah klub masa kecilnya dan ia selalu menjadi seorang pendukung tim Catalan itu. tapi disisi lain, Arsenal adalah klub yang memberinya kepercayaan untuk bermain secara profesional.
“Jika bukan Barcelona saya pasti akan bertahan di Arsenal. Itu pasti, apapun yang terjadi” Ungkapnya dikutip dari Daily Mail.
meskipun begitu, Fabregas juga mengaku kalau saat itu dirinya memang sudah tidak betah berada di Emirates Stadium. Ia frustasi karena Arsenal tidak kunjung memenangkan piala. Sedangkan ia adalah seorang kapten. Jadi Fabregas juga ikut merasa bersalah atas puasa gelar Arsenal.
“Saya adalah kapten, saya merasakan tekanan luar biasa pada saya. Dulu saya pernah menderita, tidak bisa tidur. Kami kalah dalam pertandingan, lalu saya pulang dan hanya bisa menangis” Katanya dikutip dari Sky Sport.
Dengan banyak alasan yang dimiliki Fabregas, ia pun memilih untuk berlabuh ke Camp Nou. Wenger tentu tidak senang dengan keputusannya. Ia adalah anak emasnya sekaligus amunisi utama Meriam London. Tidak heran kalau Wenger merasa di khianati.
Barca Tak Seindah yang Dikira
Ternyata bergabung bersama Barca tidaklah seindah yang Fabregas kira. Awalnya tentu ia senang. Ia bisa bermain di bawah arahan Pep Guardiola, idolanya sejak kecil. Ia juga bisa bermain dengan para pemain bintang kelas dunia seperti Messi Iniesta dan Xavi.
Tapi dari segi permainan, Fabregas tidak cocok untuk Barcelona. Sejak awal, Fabregas memang kurang sesuai dengan gaya permainan Pep yang cepat dan disiplin. Fabregas membutuhkan kebebasan untuk bermain di tengah lapangan. Sedangkan Barca tidak bisa menyediakan itu untuknya
Tapi yang terpenting, Fabregas tidak bisa mendapatkan tempat sebagai gelandang utama di Camp Nou. Selama masih ada Iniesta, Xavi dan Busquets, Fabregas selalu jadi opsi cadangan. Karena itulah, kemudian ia ingin kembali ke liga Inggris. Rencananya ingin pulang ke Emirates, tapi harapannya pun tetap jadi harapan.
Ditolak Pulang
Dalam kontrak transfernya dulu, Arsenal adalah tim yang paling berhak membelinya kembali sewaktu-waktu. Tapi setelah tiga musim berlalu, Wenger sudah tidak membutuhkan jasanya lagi. Fabregas bahkan telah berbicara langsung dengan Wenger. Dikutip dari Daily Mail, ia memohon agar Wenger membelinya kembali.
“Kami menelpon Arsene, tapi saat itu ia berkata mereka sudah memiliki banyak pemain di posisi saya. Seperti Mesut Ozil, Santi Cazorla, Jack Wilshere, dan Aaron Ramsey.” Ungkapnya.
Disitulah Mourinho datang. Mou saat itu masih melatih Chelsea dan lebih dari bersyukur untuk bisa mendapatkan tanda-tangan Fabregas. Fabregas merasa ia tidak punya pilihan lain pun akhirnya bisa pulang ke London. Hanya saja rasanya ia pergi ke bagian London yang salah.
Tapi saat ini ia sudah berdamai dengan masalahnya. Meskipun sempat berpindah-pindah klub, jiwanya masih bersama Gunners. Setelah pensiun, ia menerima pekerjaan sebagai pelatih tim Arsenal U-18.


