Trossard Cetak Hattrick Assist! Arsenal Hitung Mundur Waktu Juara

spot_img

Pep Guardiola makin gigit jari. Setelah timnya meraih kemenangan dengan susah payah melawan Crystal Palace, ia pasti berharap Arsenal di laga ini mendapatkan hasil yang sama, atau lebih buruk. Tapi harapannya tetap jadi harapan. Meriam London menunjukan daya ledak luar biasa ketika melawan Fulham. Dengan kemenangan ini, Arsenal tetap menjaga jarak lima poin dengan City. Kini mereka tinggal hitung mundur jadi juara Premier League.

Arsenal Masih Kokoh di Pucuk

Arsenal terbantu dengan kemampuan Arteta melakukan beberapa rotasi di skuadnya. Ditambah dengan kembalinya Ramsdale ke dalam starting line up. Selain itu meriam London juga menyambut kembalinya Gabriel Jesus ke dalam skuad. Bomber Brasil itu sudah absen sejak bulan November dan di laga ini ia hadir di bangku cadangan.

Gol pembuka Arsenal di pertandingan itu diciptakan oleh Gabriel Magalhaes di menit ke-21. Ia menyundul bola masuk ke gawang di tengah kotak penalti yang penuh sesak. Hanya lima menit berselang, Arsenal berhasil menggandakan keunggulan. Kali ini lewat serangan balik cepat dan diakhiri dengan sundulan Gabriel Martinelli.

Anak asuh Mikel Arteta masih belum puas dengan hanya keunggulan dua gol. Ketika wasit akan meniup peluit babak pertama, sang kapten Odegaard menyusup ke barisan pertahanan Fulham dan menghempaskan bola ke gawang Leno. Babak pertama pun berakhir dengan skor 3-0.

Dengan keunggulan itu, Arteta tidak mau ambil resiko. Mereka bermain tenang di babak kedua. Bertahan dengan kokoh adalah kunci mereka. Akhirnya sampai peluit panjang dibunyikan, Arsenal berhasil mempertahankan clean sheet.

Dengan ini Arsenal melanjutkan rekor laga tandang mereka. Meriam London telah memenangkan lima pertandingan tandang dengan agregat 11-0. Juga meraih kemenangan di lima pertandingan Liga Inggris mereka.

“Hitung Mundur” Juara Premier League

Setelah laga berakhir, para pemain Arsenal merayakan kemenangan penting ini di ruang ganti Craven Cottage. Salah satu pemain anak asuh Arteta, Oleksandr Zinchenko berbagi gambar di akun instagram priadinya. Gambar itu menampilkan skuad dan staf yang berpose di ruang ganti tim tamu dengan sebuah jam.

Jam itu bukan jam biasa. Itu adalah replika dari Clock End yang legendaris. Untuk fans Arsenal yang sudah tua pasti tahu bagaimana kenapa jam itu bisa legendaris. Itu karena Clock End adalah jam yang dipajang di stadion Highbury, yang kini stadion itu sudah diruntuhkan.

Highbury sudah lama jadi rumah Arsenal, yaitu sejak tahun 1913 sampai dengan tahun 2006. Highbury juga jadi saksi bisu terakhir kali Arsenal menjuarai Premier League di musim 2003/04. Setelah Arsenal pindah ke Emirates Stadium, mereka belum pernah merasakan kejayaan yang sama lagi.

Para fans menafsirkan unggahan foto Zinchenko itu adalah isyarat hitung mundur Arsenal akan mengangkat piala liga Inggris lagi. Dengan jarum menit menunjuk ke angka 11. Mengartikan tinggal 11 pertandingan lagi yang harus mereka hadapi.

11 laga memang terasa sedikit berat. Tapi jika Arsenal bisa konsisten mempertahankan penampilan mereka seperti di laga ini, maka impian untuk mengangkat trofi liga Inggris akan jadi kenyataan. Khususnya Leandro Trossard yang menampilkan permainan luar biasa di laga ini.

Trossard Amunisi Meriam London

Mungkin ini memang pernah diucapkan sebelumnya. Tapi langkah Arteta untuk membeli Trossard di bulan Januari kemarin adalah langkah yang brilian. Pemain Belgia itu telah beradaptasi dengan sangat baik dengan gaya bermain Arteta setelah kedatangannya dari Brighton dengan harga 27 juta pounds.

Padahal ia bukan pilihan utama Arsenal di bursa transfer Januari kemarin. Pilihan utama mereka adalah Mykhailo Mudryk. Chelsea pasti kegirangan mengira mereka telah membajak pemain incaran yang paling dibutuhkan Arteta.

Tapi di pertandingan ini, Trossard jelas membuktikan setiap sen uang yang dikeluarkan untuk membelinya adalah pengeluaran yang sepadan. Penyerang itu tidak ragu untuk mundur kebelakang, membantu pertahanan dengan melakukan tekel. Kemudian tiba-tiba membawa bola kedepan untuk menyerang.

Ia sebenarnya memulai pertandingan ini sebagai false nine. Tapi kenyataannya ia berada di semua lini. Trossard bahkan terlibat langsung di semua gol dalam laga itu. Pemain dengan sapaan akrab “Leo” itu memberikan tiga assist untuk tiga teman setimnya.

Catatan itu menjadikannya pemain pertama dalam sejarah Premier League yang mencetak hattrick assist di babak pertama laga tandang. Ia juga jadi pemain pertama, sejak Santi Cazorla di musim 2012/13 yang mencetak hattrick gol dan hattrick assist dalam satu musim Premier League. Sebelumnya ia telah mencetak hattrick lawan Liverpool di bulan Oktober,, ketika masih membela Brighton.

Martin Odegaard pun memberikan pujian pada Leo setelah laga. “Dia memberikan hal-hal luar biasa untuk tim. Saya sangat suka bermain dengannya, ia sangat baik dalam menemukan umpan. Yang jelas kami senang dia ada dalam tim” Ungkapnya dikutip dari Sky Sport.

Pertandingan ini harusnya jadi laga sambutan selamat datang atas pulihnya Gabriel Jesus. Tapi Trossard mencuri perhatian semua orang. Ia membuktikan kalau ia bukan sekedar pemain pelapis untuk Jesus yang cedera. Ia bisa merebut tempat line up utama.

Fakta-fakta Laga

Di laga itu, bukan hanya Trossard yang catatkan rekor. Gabriel Martinelli telah mencetak 23 gol untuk Arsenal di Premier League. Itu menyamai rekor Nicolas Anelka sebagai pemain berusia dibawah 22 tahun dengan jumlah gol terbanyak.

Catatan lainnya adalah Arsenal sudah mencetak 24 gol dari situasi corner kick di Premier League sejak musim lalu. Jumlah itu menyamai catatan Liverpool dengan jumlah gol tendangan pojok terbanyak.

Fulham juga jadi musuh paling mudah dikalahkan oleh Arsenal. Meriam London mencatatkan kemenangan 72%. Itu lebih banyak ketika mereka menghadapi lawan manapun.

Tapi lawan selanjutnya bukanlah Fulham. Dan untuk itu Arteta harus hati-hati. Setelah pertandingan ini mereka harus bersiap untuk melawan Sporting Lisbon. Di leg pertama meriam london hanya bisa meraih hasil imbang. Mereka harus mendapatkan hasil maksimal jika ingin melaju ke babak perempat final Europa League 2022/23.

Sementara itu, untuk pertandingan Liga Arsenal masih menjumpai lawan yang relatif mudah. Yaitu Crystal Palace, yang memberikan perlawanan sengit ketika melawan Manchester City. Tapi mungkin Arsenal bisa memberi tahu ke City bagaimana caranya menang mudah. Meskipun begitu Arteta tidak boleh hilang fokus. Seperti kata Trossard, mulai sekarang ini kan terasa seperti 11 pertandingan final untuk Arsenal.

Sumber referensi: Sky, Sporting, Goal 1, Goal 2

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru