Nostalgia: Saat Loris Karius Hanya Kalah dari Manuel Neuer

spot_img

Memori final Liga Champions 2018 sepertinya masih terpatri dalam benak setiap pencinta sepak bola. Malam itu, di laga final yang mempertemukan Real Madrid dan Liverpool, Loris Karius membuat dua blunder fatal yang mengakibatkan The Reds tunduk 1-3.

Blunder fatal yang sempat membuat Karius terpuruk hingga mendapat ancaman pembunuhan itu sangat mempengaruhi kariernya. Sampai-sampai, kata blunder seperti sudah menjadi sinonim bagi kiper asal Jerman yang kini berusia 29 tahun itu.

Terbaru, meski blunder fatal tersebut sudah berlalu hampir 5 tahun lamanya, tetapi masih banyak pihak yang meragukan Loris Karius ketika dirinya dipastikan tampil di laga final Carabao Cup 2023 untuk Newcastle United. Padahal, jika kita mundur ke belakang, ada suatu masa di mana Loris Karius hanya kalah dari Manuel Neuer.

Hanya Kalah dari Manuel Neuer, Loris Karius Kiper Terbaik Kedua Bundesliga 2015/2016

Masa-masa indah itu terjadi ketika dirinya masih berseragam FSV Mainz 05. Ketika itu, adalah sebuah hal lumrah melihat Loris Karius tampil apik di bawah mistar gawang.

Di masa mudanya, Loris Karius adalah salah satu kiper muda berbakat yang dimiliki Jerman. Sejak 2005, ia sudah bergabung dengan salah satu akademi terbaik Jerman, Stuttgart. Selain itu, Karius juga jadi langganan timnas kelompok usia Jerman, dari U-16 hingga U-21. Bahkan, berkat penampilannya itu, Karius yang masih berusia 16 tahun direkrut Manchester City dari akademi Stuttgart pada musim panas 2009.

Setelah membela tim U-18 dan hanya bermain bagi tim cadangan The Citizens, Karius yang gagal menembus tim utama pulang kampung ke Jerman setelah direkrut klub Bundesliga, FSV Mainz 05 pada musim panas 2011. Di klub inilah Karius menjalani musim-musim terbaiknya.

Karius mendapat debut pertamanya pada 1 Desember 2012. Oleh Thomas Tuchel, yang kala itu melatih Mainz, Karius masuk sebagai kiper pengganti di laga melawan Hannover 96. Karius yang kala itu masih berusia 19 tahun 5 bulan mencatatkan dirinya sebagai penjaga gawang termuda Mainz di Bundesliga.

Setelah dua musim jadi kiper cadangan, pada musim 2013/2014, Karius dipercaya Tuchel menjadi kiper utama Mainz. 23 pertandingan Bundesliga ia jalani sebagai starter, mencatatkan 9 clean sheets, membuat 101 penyelamatan, dan membantu Mainz finsih di peringkat ketujuh.

Di musim berikutnya, Karius tetap jadi kiper nomor satu Mainz meski Thomas Tuchel digantikan Kasper Hjulmand. 33 pertandingan ia lakoni saat membantu Mainz finish di peringkat 11 klasemen Bundesliga. Di musim itu, ia mencatatkan 10 clean sheets dan 124 penyelamatan.

Saat Mainz kembali berganti pelatih ke Martin Schmidt di musim 2015/2016, Loris Karius tetap dipercaya sebagai penjaga gawang nomor satu. Di musim tersebut, Karius tampil sepanjang musim tanpa absen satu laga pun.

Musim tersebut jadi musim terbaik Mainz dalam sejarah keikutsertaan mereka di Bundesliga. Mainz finish di peringkat 6 dan Loris Karius keluar sebagai salah penampil terbaik di liga.

Sebanyak 9 clean sheets dan 117 penyelamatan dibuat Loris Karius di musim tersebut. Meski secara statistik turun, tetapi ada lebih banyak saves krusial yang dicatat Karius di musim tersebut. Alhasil, pemain kelahiran 22 Juni 1993 itu masuk dalam nominasi kiper terbaik Bundesliga versi majalah Kicker.

Dalam hasil jajak pendapat yang diberikan oleh 235 pemain Bundesliga di musim tersebut, Loris Karius mendapat 13,5% suara. Ia berada di urutan kedua dan hanya kalah dari kiper Bayern Munchen, Manuel Neuer, yang mendapat 23,7% suara.

“Jika saya menganalisis tiga musim di Mainz sekarang, itu adalah waktu yang luar biasa. Itu adalah keputusan terbaik untuk pergi ke Mainz dan mengambil langkah profesional pertama saya di sana,” kata Karius dikutip dari Bundesliga.

Setelah membuat 28 clean sheets dalam 90 penampilan bersama Mainz, Loris Karius kemudian dipinang Liverpool di musim panas 2016. Adalah Jurgen Klopp, mantan pelatih Mainz, yang membuat The Reds rela merogoh koceknya sebesar £4,7 juta untuk memboyongnya ke Anfield.

Pada awalnya, performa Karius baik-baik saja, hingga akhirnya blunder fatal di final UCL 2018 membuat seluruh performa apiknya bersama Mainz serasa dilupakan.

Karius, MVP Newcastle di Final Carabao Cup 2023

Setelah tak lagi dipakai oleh Liverpool, Loris Karius menghabiskan sisa kontraknya di Anfield sebagai pemain pinjaman di Besiktas dan Union Berlin. Sempat kembali ke Anfield di musim 2021/2022, Karius hanya makan gaji buta hingga dilepas gratis di musim panas 2022. Ia kemudian direkrut Newcastle dengan kontrak 6 bulan sebelum kemudian diperpanjang Eddie Howe hingga akhir musim 2022/2023.

Sejak didatangkan pada September tahun lalu, Karius belum mencatat satu menit pun penampilan bersama The Toon Army. Hingga akhirnya, sebuah kesempatan langka didapat Loris Karius pada final Carabao Cup kontra Manchester United. Hal itu terjadi setelah dua kiper Newcastle tak dapat tampil di laga final. Sepekan sebelum final, Nick Pope terkena kartu merah di pekan ke-24 Liga Inggris kontra Liverpool.

Sementara itu, kiper cadangan kedua Martin Dubravka yang kembali lebih cepat dari masa peminjamannya di Manchester United dilarang tampil di laga final. Regulasi Piala Liga Inggris melarang seorang pemain mewakili dua tim berbeda dalam satu musim. Sebelumnya, Dubravka tercatat sudah 2 kali tampil bagi MU di Piala Liga Inggris musim ini.

Dua kejadian tersebut membuat stok kiper Newcastle United tinggal menyisakan Loris Karius dan Mark Gillespie. Pelatih Eddie Howe kemudian menjatuhkan pilihannya kepada Karius. Kesempatan langka tersebut kemudian membuat kiper 29 tahun itu dapat merasakan debut bersama The Toon Army.

Kesempatan tampil di final Carabao Cup 2023 tak hanya membuat Loris Karius mencatat debutnya bersama Newcastle United. Kesempatan langka itu juga membuat dirinya kembali tampil di laga kompetitif setelah 728 hari absen. Terakhir kali Karius tampil di laga kompetitif terjadi pada 28 Februari 2021 saat dirinya masih berseragam Union Berlin.

Seolah membungkam kritik, kesempatan langka di final Carabao Cup kontra Manchester United dimanfaatkan dengan baik oleh Loris Karius. Meski di laga tersebut ia kebobolan dua gol dan gagal membawa Newcastle juara, tetapi kiper berkebangsaan Jerman itu tampil cukup memukau.

Delapan penyelamatan dicatatkan Loris Karius di laga ini. Tiga di antaranya ia buat di dalam kotak penalti. Situs Sofascore dan Whoscored juga kompak memberi Loris Karius rating tertinggi di antara pemain Newcastle United lainnya. Maka, tidak berlebihan rasanya menyebut Karius sebagai MVP The Toon Army di final Carabao Cup 2023.

Penampilan apik di laga tersebut seperti menjadi pembuktian diri bagi Loris Karius. Meski dua tahun absen dari laga kompetitif, mantan penggawa timnas U-21 Jerman itu sanggup bangkit dari keterpurukan.

“Sepak bola tidak selalu mudah. Sangat menyenangkan ketika Anda berada di puncak, namun tidak begitu menyenangkan ketika Anda berada di bawah. Saya mengalami keduanya dalam karier saya, tetapi saya belajar dari semuanya dan saya masih lapar dan saya pikir saya masih memiliki banyak waktu untuk bermain,” kata Loris Karius dikutip dari The Guardian.

“Pekan terakhir menunjukkan kepada saya lagi bahwa segala sesuatu mungkin terjadi dalam sepak bola. Saya tahu banyak hal bisa berubah dengan cepat. Saya tidak mengandai-andai, jadi saya harap kisah ini akan memiliki akhir yang baik suatu hari nanti.”


Referensi: Goal, The Guardian, Bundesliga, Bundesliga, Liverpool Echo.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru