Jangan Remehkan Klub Spanyol di Europa League!

spot_img

Melihat prestasi klub-klub tanah Matador di Eropa dalam beberapa dekade terakhir, patut untuk dibanggakan. Tidak hanya di Liga Champions, di kompetisi kasta kedua UEFA Cup atau Europa League pun mereka selalu mendominasi. Jika berkaca pada catatan sejarah, tak dipungkiri representasi La Liga itu, punya kans besar tiap musimnya di kompetisi yang dulunya bernama UEFA Cup.

UEFA CUP

Bagaimana tidak? Tercatat sejak awal 2000-an, tim-tim Spanyol sudah mulai mendominasi kompetisi itu dengan total koleksi sebelas gelar. Di musim 2003/04 muncul “kelelawar Mestalla” sebagai raja UEFA Cup. Ketika itu Valencia asuhan Rafael Benitez mampu menang 2-0 atas wakil Prancis, Marseille di final.

Disusul Sevilla yang muncul spektakuler di musim 2005/06. Di sinilah DNA juara Sevilla mulai muncul. Bersama Juande Ramos serta pemain macam Dani Alves maupun Frederic Kanoute, Sevilla menggondol trofi dua kali berturut-turut.

Yang pertama di musim 2005/06, ketika membantai Middlesbrough 4-0. Dan yang kedua di musim 2006/07, ketika mereka menang di partai “All Spanish Final” melawan Espanyol lewat adu penalti.

Europa League

Setelah turnamen berganti nama dari UEFA Cup ke Europa League pada musim 2009/10, tim dari Spanyol pun masih berjaya. Di mana Atletico Madrid mampu “memperawani” trofi dengan nama baru itu.

Los Rojiblancos bersama Quique Sanchez Flores dan pemain macam Sergio Aguero ketika itu mampu mengalahkan wakil kejutan dari Inggris Fulham lewat babak perpanjangan waktu 2-1.

Tak lama berselang, Atletico Madrid kembali masuk final dan juara. Kali ini di musim 2011/12 ketika terjadi kembali “All Spanish Final”. Los Rojiblancos yang dilatih Diego Simeone bertemu Athletic Bilbao di final. Radamel Falcao dan kawan-kawan mampu menang dengan skor telak 3-0.

Setelah itu, Sevilla kembali muncul di peredaran. DNA juara mereka di kompetisi ini mampu mereka “tasbihkan” ketika “hattrick” menjadi juara dari musim 2013/14 hingga 2015/16.

Sevilla ketika itu meraihnya bersama pelatih Unai Emery. Tak sampai di situ saja keperkasaan Emery. Ketika melatih Villarreal, Mr Good Ebening ini juga sempat menggondol gelar Europa League pada musim 2020/21. Sampai-sampai kompetisi ini sempat diplesetkan dengan nama “Unai Emery League” (UEL), karena saking seringnya ia meraih juara.

Tantangan Betis, Sociedad dan Sevilla

Lalu bagaimana dengan musim ini? Wakil Spanyol yang masih tersisa yakni Real Betis, Real Sociedad, dan Sevilla. Beberapa klub itulah yang kini dimandati oleh sebuah tradisi DNA juara. Bagaimanapun citra La Liga musim ini di Europa League ada di pundak mereka.

Jika dilihat dari performa mereka, rasanya La Liga tak perlu terlalu khawatir. Performa mereka punya indikasi untuk melangkah lebih jauh musim ini. Real Sociedad sebagai penghuni papan atas La Liga saat ini contohnya, mereka terlihat perkasa di fase grup.

Berada satu grup dengan MU, Sheriff Tiraspol, dan Omonia, anak asuh Imanol Alguacil lolos langsung sebagai pemuncak grup. David Silva dan kawan-kawan mengungguli MU dengan selisih gol. Bahkan kemenangan mereka di Old Trafford menjadi catatan penting bahwa tim ini tak bisa disepelekan.

Begitupun Real Betis. Setelah juara Copa Del Rey musim lalu, anak asuh Manuel Pellegrini menatap Europa League musim ini dengan penuh ambisi. Satu grup dengan Roma, Ludogorets, dan HJK Helsinki, mereka tak terkalahkan dan menjadi juara grup. Mengalahkan Mourinho di Olimpico Roma 2-1, juga jadi bukti tim ini tak kalah mentereng.

Namun untuk Sevilla, harus diakui mereka mulai inkonsisten musim ini. Bahkan mereka terseok-seok di La Liga. Bersama pelatih Jorge Sampaoli, mereka yang lengser di Liga Champions kini kembali mengais asa di turnamen favoritnya. Mereka mengawali perjalanannya dengan melewati hadangan PSV di babak playoff 16 besar dengan agregat 3-2.

Sociedad Dihadang Mourinho

Lalu bagaimana kans ketiga tim Spanyol itu melangkah jauh di Europa League musim ini? Diawali dengan Real Sociedad, mereka akan ditantang lawan berat AS Roma di 16 besar. AS Roma di tangan Mourinho bukan lawan sepele. Setidaknya trofi UEFA Conference League musim lalu bisa menjadi modal. Plus Mourinho adalah pelatih yang merupakan jaminan trofi.

Namun, secara permainan pasukan Anoeta sepertinya bisa mengimbangi AS Roma. Apalagi toh itu Roma, Manchester United yang juara Carabao Cup saja sudah digiling. Yang akan jadi seru adalah perang strategi menyerang ala Imanol Alguacil melawan strategi pragmatis Mourinho dengan cara bertahannya.

Leg pertama akan dimainkan di Olimpico terlebih dahulu. Kemampuan Sociedad untuk mencuri kemenangan tandang patut diperhitungkan. Sebelum nantinya di leg kedua mereka bisa fokus mempertahankannya di Anoeta. Di sini tinggal mental siapa yang berbicara.

Tuah Pellegrini Dihadang Setan Merah?

Wakil Spanyol lainnya juga mendapatkan lawan yang tak kalah berat. Real Betis akan ditantang Setan Merah yang lagi membara usai buka puasa gelar. Laga 16 besar ini akan dihelat di Old Trafford terlebih dahulu.

Di sinilah serunya, keperkasaan Betis selama ini di fase grup akan diuji. Melihat Betis musim ini, tak luput juga melihat tuah pelatihnya Manuel Pellegrini.

Jangan salah, Pellegrini ini pernah juga menghadapi MU di Liga Inggris kala menangani City. Pellegrini bahkan di musim pertamanya menangani Citizens mampu melumat United di Old Trafford dengan skor telak 3-0 di musim 2013/14. Namun, ketika itu MU masih bapuk bersama Moyes.

Tapi kini MU sama sekali berbeda. Betis pun bukanlah City yang punya materi pemain yang mewah. Artinya kini keduanya sama-sama baru dan masih saling meraba kekuatan.

Pellegrini bisa saja mengulangi kemenangan kala melawan Mourinho di fase grup. Ia harus mempelajari taktik efektif ala Ten Hag. Memilih bermain menunggu bisa saja jadi kunci Betis curi poin di Old Trafford terlebih dahulu. Pasalnya menurut catatan sejarah, Betis selalu sulit menang kalau bertanding di Inggris sejak 2005 silam.

Di sisi lain, MU tak mau lagi dihantui kegagalan oleh tim-tim Spanyol. Maklum tim-tim Spanyol ini telah beberapa kali menjadi hantu dalam perjalanan MU di kompetisi Eropa.

DNA Sevilla dan Inkonsistensi

Dan yang terakhir ada Sevilla. Sevilla tetaplah tim yang punya DNA juara Europa League. Tapi kondisi terkini mereka masih dalam mode inkonsisten. Mereka masih terseok-seok di papan tengah La Liga.

Inilah sebuah langkah awal pembuktian seorang Jorge Sampaoli. Meskipun terseok di liga, apakah ia mampu fokus di kompetisi ini dengan mewarisi DNA juara pada anak asuhnya?

Kalau dilihat dari segi materi, Sevilla harusnya unggul. Mereka masih dihuni pemain top macam Yassine Bounou, Marcos Acuna, Ivan Rakitic, maupun En Nesyri. Sedangkan lawan yang akan dihadapi mereka Fenerbahce hanya akan diperkuat pemain macam Joshua King maupun Enner Valencia.

Akan tetapi yang perlu diantisipasi Sampaoli sebenarnya adalah, strategi keperkasaan Fenerbahce musim ini dibawah racikan pelatih Jorge Jesus. Mantan pelatih Benfica tersebut mampu membawa Fenerbahce perkasa di fase grup dengan menjadi juara grup di atas Rennes, AEK, dan Dynamo Kiev. Jorge Jesus juga akan menuntaskan dendamnya ketika dikalahkan Sevilla di final Europa League 2014.

Dari ketiga wakil Spanyol tadi, kini dihadapkan oleh kenyataan bahwa mereka harus berjuang mempertahankan warisan berupa DNA juara dari para pendahulunya. Namun jika melihat lawan, nampaknya butuh kerja ekstra keras mewujudkan itu. Mampukah dari salah satu wakil Spanyol itu menjadi juara Europa League musim ini?

https://youtu.be/FzGha99CPdE

Sumber Referensi : uefa, foorballespana, allfootballapp, bleacherreport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru