Rekam Jejak Domenico Tedesco, Pelatih Baru Timnas Belgia

spot_img

Timnas Belgia datang ke Piala Dunia 2022 dengan status unggulan. Mereka adalah tim peringkat 2 FIFA dan juara tiga Piala Dunia 2018. Dengan sisa-sisa generasi emas seperti Kevin De Bruyne, Eden Hazard, hingga Thibaut Courtois yang masih mengisi skuad, Belgia kembali mencoba membuktikan diri.

Sayangnya, yang terjadi kemudian justru sebaliknya. De Rode Duivels yang diprediksi bisa lolos dari babak grup justru terhenti secara memalukan. Imbang 0-0 kontra Kroasia di laga terakhir Grup F membuat posisi mereka terhenti di peringkat 3 dengan koleksi 4 poin. Hasil itu membuat Belgia tersingkir dini dari Piala Dunia 2022.

Sebagai bayaran atas hasil memalukan tersebut, Roberto Martinez meletakkan jabatannya sebagai pelatih kepala timnas Belgia. Keputusan itu pun mengakhiri enam tahun pengabdian Roberto Martinez yang gagal menghadirkan satu pun trofi internasional.

Lolos Seleksi, Domenico Tedesco Terpilih Sebagai Pelatih Baru Timnas Belgia

Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia tak mau membuang waktu. Mereka bergerak cepat untuk mencari pelatih baru. Namun, cara mereka mendapat nahkoda baru untuk Kevin De Bruyne dan kolega sangatlah tidak bisa.

Tak seperti negara lain, Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) tak serta merta langsung menunjuk pelatih anyar. Laiknya sebuah perusahaan, RBFA membuka lowongan pekerjaan dan melakukan proses seleksi untuk mengisi posisi pelatih kepala tim nasional Belgia.

Loker tersebut mereka iklankan secara daring pada situs resmi RBFA. Tak hanya pelatih kepala yang dicari Setan Merah, tetapi juga direktur olahraga elit.

Dalam pernyataan resminya, RBFA menyebut beberapa kriteria pelatih yang mereka cari. Pertama, tahu bagaimana caranya menang. Kedua, ambisius dan punya pengalaman internasional. Ketiga, memiliki pengetahuan dan wawasan teknis sepak bola, serta memiliki kepribadian yang baik. Keempat, seorang serial winner dengan pengalaman melatih pemain-pemain top. Kelima, tahu bagaimana menciptakan tim yang kompak dan mengintegrasikan pemain muda. Dan keenam, seorang ahli taktis yang mendukung pilihannya dengan data, teknologi dan parameter obyektif serta memanfaatkan keahlian dan struktur olahraga RBFA.

Lowongan tersebut dibuka sejak 13 Desember 2022 dan ditutup pada 10 Januari 2023. Setelah para calon pelatih mengirim surat lamaran dan CV mereka, proses seleksi kemudian dilakukan oleh Satuan Tugas yang terdiri dari CEO RBFA Peter Bossaert dan Direktur Operasional Sepak Bola Jelle Schelstraete, direktur RBFA Sven Jacques dan Pierre Locht, serta presiden Club Brugge Bart Verhaeghe.

Tidak ada informasi konkret soal siapa saja pelatih yang mendaftar lowongan tersebut. Hingga akhrirnya pada 8 Februari 2023, Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia secara resmi mengumumkan Domenico Tedesco sebagai pelatih baru De Rode Duivels.

Pelatih berusia 37 tahun itu menandatangani kontrak selama 18 bulan hingga Euro 2024. Dalam konferensi pers pertamanya, Tedesco, yang tengah menganggur sejak dipecat RB Leipzig pada September 2022, menjelaskan bagaimana prosesnya melamar hingga mendapat pekerjaan sebagai pelatih anyar timnas Belgia.

“Saya sedang menunggu saat ada janji dengan dokter gigi dan melihat berita bahwa Roberto Martinez akan meninggalkan jabatannya. Saya menghubungi agen saya untuk mencari tahu bagaimana cara mendapatkan pekerjaan ini. Saya diberitahu bahwa hal itu akan menjadi rumit karena kurangnya pengalaman saya di level internasional, namun pada akhirnya prosesnya berjalan dengan sendirinya.” kata Tedesco dikutip dari Football Italia.

Seperti yang disampaikan sendiri oleh Tedesco, pengalamannya di level internasional jadi kekurangannya. Jika menilik kembali enam kriteria yang ditentukan RBFA, Tedesco tidak memenuhi dua syarat. Selain pengalaman internasional, pelatih muda yang mengantongi paspor Italia dan Jerman tersebut juga bukanlah seorang serial winner.

Lalu, rekam jejak apa yang membuat RBFA menjatuhkan pilihannya kepada Domenico Tedesco? Mari kita bedah satu per satu.

Rekam Jejak Karier Kepelatihan Domenico Tedesco

Domenico Tedesco adalah orang Italia tulen, tetapi sejak umur dua tahun ia sudah dibawa kedua orang tuanya merantau ke Jerman. Sejak saat itu, ia tumbuh besar di sana hingga mendapat kewarganegaraan Jerman.

Seperti kebanyakan pelatih lainnya, Tedesco tidak tergolong pemain yang sukses. Bahkan, sebetulnya ia bukanlah mantan pemain pro. Namun, perjalanan kariernya sebagai pelatih terbilang tidak biasa.

Pada awalnya, Tedesco terjun ke dunia sepak bola di waktu luangnya bersekolah. Ia bermain sebagai striker di klub-klub yang berlaga di Kreisliga dan Landesliga, Liga Distrik dan Liga Negara Bagian yang menempati posisi terbawah dalam piramida sepak bola Jerman.

Namun, kariernya sebagai pemain sangatlah singkat. Saat berusia 20 tahun, Tedesco mendapat lisensi pelatih pertamanya saat membela ASV Aichwald. Di klub itu pula ia ditunjuk sebagai pelatih tim U-9.

Pada musim panas 2008, Tedesco pindah ke VfB Stuttgart dan bekerja di departemen pemuda sebagai asisten pelatih Thomas Schneider. Ia kemudian menjadi asisten pelatih dan pelatih kepala di tim U-17 Stuttgart. Pada musim panas 2015, ia pindah ke tim muda Hoffenheim dan menangani tim U-19 hingga mundur pada Maret 2017 saat dirinya ditunjuk sebagai pelatih klub divisi 2, Erzgebirge Aue.

Saat itu, usia Tedesco masih 32 tahun. Menjadi pelatih di Erzgebirge Aue menjadi awal dari kariernya sebagai pelatih sepak bola di level profesional. Setelah itu, Tedesco menangani Schalke 04, Spartak Moscow, dan RB Leipzig sebelum akhirnya ditunjuk sebagai pelatih timnas Belgia.

Sepanjang karier profesionalnya, prestasi terbaik Tedesco adalah mengantar RB Leipzig menjuarai DFB-Pokal musim lalu. Fakta inilah yang membuat dirinya tak jauh beda dengan sosok Roberto Martinez yang menjuarai FA Cup bersama Wigan Athletic sebelum menukangi Belgia. Fakta itu pula yang seharusnya membuat Tedesco tidak memenuhi kriteria sebagai serial winner.

Namun, sebagai pelatih muda, Domenico Tedesco memang terbilang berpengalaman, meskipun pengalaman tersebut sebatas di level klub, bukan di level internasional. Saat masih menangani Schalke, Tedesco berhasil mengantar The Royal Blues menjadi runner-up Bundesliga di musim debutnya. Pencapaian serupa juga ia raih saat mengantar Spartak Moscow finish di posisi kedua Liga Rusia di musim 2020/2021.

Saat menangani RB Leipzig, Tedesco juga sebetulnya lumayan bagus. Ia berhasil menyelamatkan Leipzig, membawa klub tersebut mencapai semifinal Liga Europa, finish di peringkat 4 Bundesliga dan meraih tiket Liga Champions musim 2022/2023, serta menjuarai DFB-Pokal. Sayangnya, hasil buruk di awal musim 2022/2023 membuatnya dipecat.

Dari rekam jejaknya sebagai pelatih profesional, penunjukan Domenico Tedesco sebagai pelatih timnas Belgia memang patut dipertanyakan. Namun, jika boleh menebak, salah satu poin yang membuat Satgas RBFA kepincut memilih Domenico Tedesco adalah karena CV-nya yang memikat.

Mengapa Belgia Menjatuhkan Pilihannya Kepada Domenico Tedesco?

Menilik rekam jejaknya, Tedesco memang bukan serial winner, tetapi ia adalah pelatih muda berbakat nan ambisius. Setelah menyelesaikan sekolah vokasi, meraih gelar sarjana teknik industri, dan mendapat gelar master di bidang manajemen inovasi, Domenico Tedesco yang sudah nyambi kerja sebagai pelatih tim muda di beberapa klub Jerman, melanjutkan pendidikannya ke Hennes-Weisweiler-Akademie, sekolah pelatih sepak bola terbaik di Jerman.

Tedesco adalah lulusan terbaik Hennes-Weisweiler-Akademie angkatan 2016, sekelas dengan Julian Nagelsmann. Keduanya juga berkawan baik bahkan berada dalam satu mobil dan saling bergantian menyetir saat berangkat ke Hennes-Weisweiler-Akademie.

Secara karier, Julian Nagelsmann saat ini jelas lebih sukses dari Domenico Tedesco. Namun, sebagai pelatih muda Jerman, keduanya punya kemiripan. Tedesco juga memakai data dan memanfaatkan teknologi dalam melakukan pengamatan dan meramu taktik.

Soal taktik, Tedesco adalah tipikal pelatih yang mengusung taktik menyerang dengan akurasi penguasaan bola dan umpan yang tinggi. Satu hal yang sangat disukai Belgia.

Formasi dasar yang diusung Tedesco adalah 3-4-3. Tiga pemain paling depan yang dipilih Tedesco adalah pemain yang memiliki fleksibilitas untuk mengubah formasi dari 1 pemain nomor 10 + 2 penyerang menjadi 2 pemain nomor 10 + 1 penyerang atau sebaliknya.

Rotasi tersebut akan terjadi sesuai dengan pergerakan bola. Dua penyerang bisa melebar untuk mengeksploitasi half-space hingga sisi sayap atau turun ke belakang untuk menjaga sirkulasi bola.

Sementara dalam membangun serangan dan bertahan, formasi 3 + 4 jadi kuncinya. Dua wingback bertugas menjaga kelebaran lapangan. Ia akan mundur saat bertahan dan maju saat menyerang. Sementara 3 bek akan dibantu 2 gelandang poros yang bermain di area sempit di depan mereka. Tujuannya agar memudahkan tim dalam mengalirkan bola dan menambah opsi penerimaan umpan.

Struktur ini sesuai dengan ketersediaan talenta di Belgia yang memang lebih banyak pemain bintang berposisi menyerang ketimbang bertahan. Struktur formasi tersebut juga tak jauh beda dengan Roberto Martinez, atau malah sedikit lebih solid, sehingga seharusnya adaptasi pemain tak akan memakan waktu yang lama.

Rekam jejaknya menangani tim muda VfB Stuttgart dan Hoffenheim juga sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan timnas Belgia. Saat ini, Belgia tengah berada dalam masa transisi dari generasi emas tua ke generasi emas muda. Sejauh ini, Tedesco juga tak punya rekam jejak buruk ketika dihadapkan dengan pemain top atau pemain senior.

Namun, tantangan berat tetap menanti dirinya. Ego, baik ego timnas ataupun ego pemain Belgia yang dituntut juara bakal jadi tantangan terberatnya. Selain itu, hanya diberi kontrak selama 18 bulan hingga gelar Euro 2024 adalah bukti kalau Domenico Tedesco tetap harus membuktikan dirinya.

Jadi, apakah Domenico Tedesco merupakan pelatih yang tepat untuk timnas Belgia saat ini? Jawaban tersebut bakal kita dapat di akhir gelaran Euro 2024.


https://youtu.be/2wIhXonoQW4

Referensi: Goal, RBFA, Focus, Football Italia, DW.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru