Kejeniusan Erick Thohir Selamatkan Inter dari Kehancuran

spot_img

Resmi! Erick Thohir terpilih sebagai ketua umum baru PSSI periode 2023-2027. Selisih perolehan suaranya La Nyalla Mahmud Mattalitti cukup jauh. Erick bisa dikatakan menang telak atas lawan terkuatnya itu.

Sebelum resmi menjadi ketum PSSI yang baru, lolosnya Erick Thohir sebagai Daftar Calon Tetap Ketum PSSI periode 2023-2027 digugat oleh salah satu calon waketum PSSI, Yesayas Oktavianus. Menurutnya, Erick dianggap tak memenuhi syarat pernah aktif di dunia sepakbola selama lima tahun.

Namun gugatan itu mental karena Erick terbukti sudah belasan tahun berkecimpung di dunia sepakbola baik nasional maupun internasional. Di sepakbola lokal, ia tercatat pernah menjadi bagian dari Persib Bandung pada 2009-2019. Sedangkan di internasional, ia pernah beberapa kali menaungi klub sepakbola. Tapi yang paling berkesan mungkin saat ia mengakuisisi Inter Milan. Kala itu, Erick bahkan dianggap sebagai dewa penyelamat Nerazzurri.

Inter Terpuruk

Era pertengahan 2000-an, Inter Milan dikenal sebagai penguasa sepakbola Italia. Kala Si Nyonya Tua ambruk lantaran tersandung kasus Calciopoli, Inter Milan justru melaju mulus. Satu dari dua gelar scudetto yang dilucuti dari Juventus diserahkan kepada Nerazzurri yang pada musim 2005/06 finish di posisi ketiga. Inter berhak juara karena AC Milan yang finis di posisi kedua terkena pengurangan poin, lantaran perkara yang sama.

Setelah tumbangnya Juve, Inter nggak ada lawan. Sepakbola Italia serasa jadi milik Nerazzurri. Kedigdayaan Inter terus berlanjut hingga lima musim ke depan. Puncaknya pada musim 2009/10. Ketika di bawah kendali Jose Mourinho, La Beneamata menjadi klub Italia pertama yang berhasil merengkuh tiga gelar sekaligus dalam satu musim. 

Namun bak kehabisan bensin, musim berikutnya tak pernah sama bagi Inter. Sejak tahun 2011 hingga 2015 mereka kekeringan trofi. Kekeringan itu diikuti dengan beberapa masalah finansial yang membuat valuasi klub yang bermarkas di San Siro itu ikut merosot tajam. Posisi inter di klasemen juga memburuk, mereka tak pernah menembus empat besar dalam periode tersebut.

Menurut beberapa sumber, kala itu valuasi saham Inter menukik hingga 30% dari 215 juta dolar AS atau sekitar Rp3,2 triliun menjadi 151 juta dolar AS atau cuma Rp2,2 triliun. Lantaran kondisi tersebut, Massimo Moratti selaku pemilik lama Inter terpaksa melego klub yang telah dipimpinnya selama lebih dari 20 tahun pada tahun 2013.

Erick Thohir Datang Tahun 2013

Mendengar kabar tersebut, pengusaha kaya asal Indonesia, Erick Thohir tertarik untuk mengambil alih Inter Milan. Bagi Erick ini merupakan kesempatan yang tak boleh dilewatkan. Kapan lagi dapat klub sebesar Inter dengan harga yang jauh lebih murah.

Yang lucu, awalnya Erick hanya diberitahu kalau ada klub Eropa yang mau dijual. Tapi ia belum tahu klub tersebut main di liga mana. Ia pun merespons tawaran itu sambil berceloteh kalau ia belum siap jika klubnya berasal dari Inggris, tapi jika klub Italia bolehlah. Itu karena Erick merupakan penggemar sepakbola Italia, khususnya Inter Milan. 

Setelah Erick membuka proposalnya, ia terkejut. Klub yang ditawarkan benar-benar berasal dari Italia. Yang bikin lebih kaget adalah klub tersebut adalah Inter Milan. Tanpa fafifu lagi Erick terbang ke Italia untuk bertemu dengan Moratti. Mantan bos DC United itu menggoda Moratti agar mau melepas saham mayoritasnya.

Dengan kemampuan negosiasi yang ciamik, Erick berhasil meluluhkan hati Moratti. Ia berhasil menggoda Moratti untuk melepas 70% saham dari klub yang sudah ia pimpin selama 20 tahun lebih. Tiga tahun memegang Inter Milan, Erick Thohir menorehkan sejarah baru.

Strategi Jitu Erick Thohir

Erick Thohir bergerak cepat membenahi klub. Konsentrasi utamanya sebagai presiden klub adalah untuk membenahi keuangan Inter yang berantakan. Selain terlempar dari klub papan atas Italia, Inter dibelit persoalan keuangan. 

Pria berusia 52 tahun ini melakukan restrukturisasi manajemen dan merekrut orang-orang berkompeten untuk membenahi klub. Dia memecat Marco Branca dari posisi Direktur Teknis pada Februari 2014, dan mempromosikan Piero Ausilio. Selain itu, ia juga membawa Michael Bolingbroke, sosok di balik kesuksesan bisnis Manchester United saat itu. Tak lupa ia juga memasukan nama Javier Zanetti ke manajemen klub.

Tak hanya itu, Erick juga melebarkan pasar ke Asia, terutama Indonesia. Inter sendiri memiliki basis penggemar yang luar biasa di Asia. Erick Thohir kemudian sering menjadwalkan tur ke negara-negara Asia termasuk China. Strategi ini membuat pemasukan di bidang penjualan merchandise semakin meningkat.

Dana Cekak Tak Jadi Halangan

Tentu gawean Erick Thohir tak melulu soal memperbaiki keuangan. Ia juga membantu Inter untuk membangun kembali skuad mereka. Perombakan diawali dengan memecat allenatore saat itu, Walter Mazzarri setelah Inter tampil buruk di Serie A musim 2014/15.

Dengan cepat Erick memanggil kembali mantan pelatih Inter era 2000-an, yakni Roberto Mancini. Menurutnya, penunjukan Mancini dapat membantu Inter untuk kembali ke puncak sepak bola Eropa. Erick paham betul track record Mancini bersama Inter Milan sangat baik.

Karena fokus utama adalah memperbaiki keuangan, tentu dana transfer yang dimiliki Inter jadi tak banyak. Namun Erick tak kehabisan akal, beberapa upayanya adalah mempertahankan pemain-pemain yang punya daya juang tinggi dan berinvestasi pada pemain-pemain muda. 

Untuk memenangkan hati fans, Erick menggagalkan transfer gelandang ulet Fredy Guarin ke Juventus. Selain itu, ia mengkombinasikan pemain matang siap pakai seperti Lukas Podolski, Felipe Melo, hingga Nemanja Vidic dengan pemain muda.

Berkat cara tersebut, di era Erick Thohir kita mengenal pemain-pemain muda berbakat macam Danilo D’Ambrosio atau Marcelo Brozovic. Pada periode tersebut sebetulnya muncul juga nama Philippe Coutinho. Namun, ia dirasa belum memenuhi standar dan akhirnya dilego ke Liverpool tahun 2013.

2015 Mulai Kelihatan Hasil

Perlahan namun pasti, tahun 2015 perbaikan yang dicanangkan oleh Erick mulai terlihat. Mungkin bukan trofi yang dihadirkan oleh Erick, tapi Nerazzurri kembali menjadi klub yang sehat secara finansial. Pasarnya di Asia hingga Amerika juga makin oke, sehingga fans Inter di benua-benua tersebut kian meningkat.

Selain itu, posisi Inter Milan di klasemen Serie A juga menunjukkan progres positif. Mantan klub dari Diego Milito ini berhasil duduk di posisi keempat klasemen akhir Serie A musim 2015/16. Itu jadi hasil terbaik Inter Milan dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Selain itu, Erick Thohir juga berhasil meningkatkan valuasi klub sebesar 16%. Dan berkat Erick yang gemar membawa Inter melakukan TC di China, ia berperan penting dalam menggaet perusahaan lokal, yakni Suning Group untuk berinvestasi di Inter tahun 2016. Saat saham mayoritas sudah dipegang oleh Suning, Erick tetap dijadikan presiden klub sampai 2018. 

Tetap di Hati Interisti 

Per Juni 2016, Erick Thohir tak lagi berstatus sebagai pemegang saham mayoritas. Meski demikian, ia masih berkecimpung di Inter hingga tahun 2019. Hasil yang ditanam Erick mulai bersemi justru setelah ia tak lagi berada di sana. Musim 2020/21, Inter kembali meraih scudetto setelah mengangkangi rival sekota, AC Milan. Itu trofi Serie A pertama Inter selama 10 tahun terakhir.

Dengan rekam jejak seperti itu, Erick telah memenangkan hati Interisti. Sosok yang kini jadi bos Persis Solo itu selalu disambut bak pahlawan ketika kembali menginjakan kakinya di Italia. Mungkin dengan dasar ini juga masyarakat Indonesia mendukung Erick Thohir untuk membenahi sepakbola Indonesia.

https://youtu.be/coJD2SZxc8Q

Sumber: Sempre Inter, Sportsmole, BRFootball, Goal, Republika

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru